Mengelola administrasi TKA buat jenjang SD dan SMP emang butuh ketelitian ekstra supaya nggak ada data yang nyangkut. Banyak operator sekolah yang masih bingung gimana urutan download-upload DNS sampai SPTJM yang bener. Biar nggak pusing pas finalisasi, kami udah ngerangkum langkah teknisnya buat kalian semua di artikel ini.
Kalian pasti ngerasain gimana ribetnya kalau ada satu dokumen saja yang tertinggal atau salah urutan. Dalam dunia administrasi sekolah, khususnya buat Tes Kemampuan Akademik (TKA), segala sesuatunya harus dilakukan secara berurutan. Nggak bisa tuh kita mau main lompat-lompat tahap. Kalau kalian maksa buat upload SPTJM padahal DNS belum beres, ya sistem bakalan nolak secara otomatis. Makanya, penting banget buat mereka yang bertugas sebagai operator sekolah buat paham alur kerjanya dari awal sampai akhir.
Sebelum kita ngomong lebih jauh soal teknisnya, kalian perlu tahu dulu bedanya DNS dan DNT. Kayaknya masih banyak yang ketukar antara keduanya. DNS itu singkatan dari Daftar Nominasi Sementara. Isinya ya daftar nama siswa yang bakal ikut tes, tapi statusnya masih sementara. Nah, kalau DNT itu Daftar Nominasi Tetap. Bedanya yang paling kelihatan itu di tanda tangan. DNS harus ditandatangani sama siswa yang bersangkutan buat mastiin data mereka sudah benar. Sedangkan DNT biasanya cuma buat arsip sekolah saja dan nggak butuh tanda tangan siswa lagi.
Langkah pertama yang harus kalian kerjain sebenernya bukan langsung download, tapi mastiin data infrastruktur dan impor peserta sudah beres. Mereka yang di pusat nggak bakal ngebuka akses kalau data dasarnya masih bolong-bolong. Setelah semua data kayak foto siswa dan pendaftaran sudah hijau semua, baru deh kita masuk ke urutan cetak DNS. Ingat ya, sekolah nggak bisa ngeprint DNS sendiri secara mandiri sebelum pihak Dinas Pendidikan setempat melakukan konfirmasi atau pencetakan di sistem mereka.
Berikut ini adalah langkah-langkah buat ngelakuin download dan upload DNS TKA:
- Masuk ke Web TKA Resmi
Kalian harus login dulu pakai akun operator sekolah masing-masing. Pastikan pilih jenjang yang sesuai, entah itu SD atau SMP, karena biasanya tampilannya mirip tapi datanya beda. - Cek Menu Data Peserta
Setelah berhasil login, kalian langsung meluncur ke menu “Data Peserta”. Di sana kalian bakal nemuin beberapa sub-menu, pilih yang tulisannya “Finalisasi dan Upload DNS”. - Pantau Status Tanda Silang Merah
Kalau kalian lihat masih ada tanda silang merah di kolom DNS, itu tandanya file belum siap atau Dinas belum narik data kalian. Kalian jangan panik dulu, biasanya ini emang nunggu antrean dari server pusat atau instruksi dari dinas setempat. - Proses Cetak dari Dinas
Dinas bakal nge-download DNS dari sistem mereka, lalu file tersebut bakal dibagikan ke sekolah, bisa lewat grup atau sistem. Nah, file inilah yang nantinya kalian print buat dikasih ke siswa. - Tanda Tangan Siswa
Ini bagian yang krusial banget. Kalian harus mastiin siswa yang namanya tertera di DNS itu tanda tangan di kolom yang sudah disediakan. Kalau siswanya ada 50, ya 50-50nya harus tanda tangan. Nggak boleh diwakilin, ya! - Scan dan Upload Kembali
Setelah kertas DNS tadi sudah ditandatangani, kalian scan file tersebut. Balik lagi ke menu “Finalisasi dan Upload DNS”, klik nama sekolah kalian, terus pilih tombol “Upload DNS”. Cari filenya dan tunggu sampai proses nge-upload selesai.
Kalau proses upload tadi sukses, sepertinya beban kalian bakal berkurang sedikit karena tanda silang merah tadi bakal berubah jadi centang hijau. Sistem bakal ngebaca berapa jumlah peserta aktif yang sudah kalian konfirmasi. Setelah urusan DNS ini kelar, kalian tinggal nunggu DNT terbit. Sambil nunggu, biasanya operator bisa curi-curi waktu buat ngatur sesi ujian dan pembagian gelombang supaya nggak bentrok sama jadwal lainnya.
Langkah selanjutnya yang nggak kalah penting adalah ngurus SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak). Dokumen ini rasanya kayak “segel” terakhir yang ngebuat data kalian sah di mata hukum. SPTJM ini baru bisa kalian proses kalau DNT sudah keluar. Kenapa gitu? Karena di dalam SPTJM itu ada poin yang nyebutin kalau kepala sekolah bertanggung jawab penuh atas jumlah peserta yang ada di DNT. Jadi kalau DNT belum ada, ya datanya nggak sinkron dong.
Ini dia langkah-langkah buat proses SPTJM:
- Download Format SPTJM
Biasanya format ini sudah tersedia di sistem setelah DNT terbit. Kalian tinggal download aja supaya nggak usah ngetik ulang dari awal. - Verifikasi Data dengan DNT
Cek lagi jumlah pesertanya. Kalau di DNT ada 30 orang, pastikan di SPTJM juga tertulis 30 orang. Jangan sampai ada selisih satu pun karena sistem bakal ngedeteksi ketidaksesuaian itu. - Tanda Tangan Kepala Sekolah dan Materai
SPTJM itu wajib ditandatangani sama kepala sekolah. Dan yang paling penting, jangan lupa ditempel materai yang berlaku. Ini ngebuat dokumennya punya kekuatan hukum yang jelas. - Scan Dokumen SPTJM
Setelah rapi bertanda tangan dan bermaterai, kalian scan dokumen itu jadi file digital. Pastikan hasil scannya bersih dan tulisannya bisa dibaca jelas, jangan sampai ngeblur. - Upload ke Sistem TKA
Kalian cari menu “SPTJM” di dashboard web TKA. Klik upload, terus masukin file scan tadi. Kalau sudah, tinggal simpan dan pantau statusnya sampai berubah jadi “Selesai” atau “Terverifikasi”.
Rasanya emang capek ya ngurusin administrasi kayak gini, tapi kalau kalian ngerjainnya urut dan nggak buru-buru, tingkat kesalahannya pasti kecil banget. Pastikan juga koneksi internet kalian stabil pas lagi nge-upload file yang ukurannya lumayan gede supaya nggak korup di tengah jalan. Kalau ada kendala teknis, jangan sungkan buat ngobrol sama temen-temen operator sekolah lain atau tanya langsung ke admin dinas.
Ngurus administrasi TKA buat SD dan SMP emang menuntut kesabaran yang luar biasa, apalagi pas fase download-upload DNS sampai urusan SPTJM ini. Kami menyarankan kalian buat selalu ngelakuin cek ulang (double check) pada setiap dokumen sebelum diklik tombol kirimnya. Pastikan tanda tangan siswa lengkap di DNS dan tanda tangan kepala sekolah plus materai sudah ada di SPTJM. Ketelitian kecil kayak gini bakal ngebantu banget biar nggak perlu ada proses upload ulang yang ngebikin kerjaan jadi dua kali. Tetap semangat buat kalian para garda terdepan data sekolah.
Terima kasih sudah membaca panduan teknis ini, rekan-rekanita sekalian. Semoga artikel ini ngebantu kalian dalam nuntasin tugas administrasi sekolah dengan lebih lancar dan tanpa drama!