Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Inilah Alasan Kemdiktisaintek Bakal Tutup Banyak Jurusan Kuliah yang Nggak Relevan dengan Industri

Posted on April 28, 2026

Pernahkah kalian terpikir kalau jurusan kuliah yang kalian ambil sekarang ternyata nggak punya masa depan cerah di dunia kerja? Kabar mengejutkan datang dari pemerintah kita. Kemdiktisaintek berencana menutup sejumlah program studi yang dinilai nggak relevan dengan industri nasional. Yuk, kami ajak kalian bedah informasi penting ini sampai tuntas!

Kebijakan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini tentu mengejutkan banyak pihak, terutama kalangan akademisi dan mahasiswa. Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, ngomong kalau ke depannya prodi-prodi di perguruan tinggi bakal disesuaikan banget sama kebutuhan industri strategis nasional. Mereka melihat ada ketimpangan besar antara apa yang dipelajari mahasiswa di kampus dengan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh dunia kerja saat ini. Langkah radikal ini diambil buat ngebuat sistem pendidikan kita lebih efisien dan berdampak langsung ke pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan industri strategis ini bisa mencapai di atas 12% sampai 15%. Untuk mencapai target yang ambisius tersebut, Kemdiktisaintek menetapkan 8 bidang industri strategis nasional yang bakal jadi fokus utama pengembangan kurikulum ke depan. Delapan bidang tersebut adalah kesehatan, ketahanan pangan, digitalisasi, hilirisasi, pertahanan, material maju dan manufaktur, energi, serta maritim. Mari kami jelaskan kenapa delapan bidang ini begitu krusial bagi mereka. Bidang kesehatan dan ketahanan pangan jelas jadi prioritas utama karena menyangkut hajat hidup orang banyak dan kedaulatan bangsa. Sementara itu, digitalisasi dan hilirisasi ngebantu nilai tambah ekonomi kita biar Indonesia nggak cuma jadi penonton di era global. Bidang energi dan maritim juga sangat cocok dengan kondisi geografis Indonesia yang kaya sumber daya alam.

Masalah utamanya yang ngebikin pemerintah harus turun tangan adalah oversupply atau kelebihan lulusan pada jurusan-jurusan tertentu. Ambil contoh yang paling ekstrem di bidang keguruan. Setiap tahun, kampus-kampus di seluruh Indonesia meluluskan sekitar 490 ribu sarjana pendidikan. Padahal, kebutuhan riil di lapangan untuk formasi guru hanya berkisar di angka 20 ribu orang saja per tahunnya. Bayangkan betapa besarnya gap yang ada. Fenomena ini sepertinya terus ngebikin angka pengangguran intelektual di negeri ini semakin membengkak. Berdasarkan Statistik Pendidikan Tinggi 2024 yang baru dirilis pada Oktober 2025, bidang ilmu pendidikan, ekonomi, dan sosial memang masih mendominasi jumlah lulusan terbanyak di Indonesia.

Berikut adalah daftar lengkap 20 program studi dengan jumlah lulusan terbanyak di Indonesia pada tahun ajaran 2023/2024 yang datanya kami rangkum buat kalian:

  1. Pendidikan profesi guru: 162.521 mahasiswa
  2. Manajemen: 151.679 mahasiswa
  3. Akuntansi: 68.015 mahasiswa
  4. Pendidikan guru sekolah dasar: 61.756 mahasiswa
  5. Ilmu hukum: 54.887 mahasiswa
  6. Pendidikan agama Islam: 52.798 mahasiswa
  7. Kebidanan: 36.899 mahasiswa
  8. Teknik informatika: 35.919 mahasiswa
  9. Ilmu komunikasi: 33.704 mahasiswa
  10. Keperawatan: 32.475 mahasiswa
  11. Farmasi: 29.183 mahasiswa
  12. Teknik sipil: 27.304 mahasiswa
  13. Sistem informasi: 25.866 mahasiswa
  14. Ilmu keperawatan: 24.937 mahasiswa
  15. Pendidikan profesi bidan: 21.467 mahasiswa
  16. Psikologi: 19.958 mahasiswa
  17. Hukum: 18.825 mahasiswa
  18. Pendidikan bahasa Inggris: 18.139 mahasiswa
  19. Profesi ners: 16.128 mahasiswa
  20. Ekonomi syariah: 15.077 mahasiswa

Melihat data di atas, wajar saja kalau pemerintah mulai merasa cemas. Banyaknya lulusan di bidang yang sama kayak akuntansi dan manajemen juga berisiko menciptakan persaingan kerja yang nggak sehat jika industri penyerapnya tidak tumbuh sebanding.

Lalu, gimana caranya pihak kampus menyikapi kebijakan penutupan prodi yang nggak relevan ini? Inilah beberapa langkah teknis yang diharapkan oleh Kemdiktisaintek untuk dilakukan oleh perguruan tinggi:

  1. Melakukan Pemetaan Kurikulum Kampus secara Mandiri. Pihak kampus diharapkan rela untuk memilah dan memilih kembali prodi-prodi mana yang memang masih layak dipertahankan. Proses ini ngebutuhin evaluasi mendalam terhadap kurikulum lama agar bisa diselaraskan dengan kebutuhan industri masa kini.
  2. Mengalihkan Fokus ke 8 Bidang Strategis. Kampus-kampus disarankan untuk mulai ngebangun atau memperkuat prodi yang berkaitan dengan energi terbarukan, teknologi maritim, atau rekayasa material maju. Langkah ini ngebikin kampus harus berinvestasi lebih pada fasilitas laboratorium dan dosen yang kompeten.
  3. Membatasi Kuota Mahasiswa Baru untuk Prodi yang Jenuh. Sepertinya membatasi kuota penerimaan mahasiswa baru untuk jurusan yang sudah mengalami oversupply parah adalah langkah paling bijak saat ini. Hal ini dilakukan agar jumlah pengangguran baru dari sektor pendidikan tidak terus bertambah.
  4. Melibatkan Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK). Pemerintah sangat mengharapkan dukungan dari konsorsium PTPK untuk membantu mengimplementasikan rencana besar ini. Mereka diharapkan bisa memberikan rekomendasi kebijakan yang berbasis pada data persebaran penduduk dan kebutuhan tenaga kerja daerah.

Kebijakan penghapusan program studi yang dinilai tidak relevan ini memang terdengar cukup ekstrem bagi sebagian kalangan akademisi. Namun, langkah ini rasanya sangat diperlukan demi menyelaraskan dunia pendidikan tinggi dengan kebutuhan riil industri nasional saat ini. Rekomendasi kami untuk kalian yang saat ini masih berstatus sebagai calon mahasiswa, mulailah melirik jurusan-jurusan yang berada di dalam delapan klaster industri strategis tersebut agar memiliki daya saing yang tinggi setelah lulus nanti. Rekan-rekanita sekalian, terima kasih banyak sudah membaca artikel ini sampai selesai. Mari kita simpulkan bersama apakah kebijakan ekstrem ini akan berhasil mengurangi angka pengangguran di Indonesia pada kolom komentar di bawah!

Terbaru

  • Inilah Cara Mengatur Raspberry Pi 5 dengan Ubuntu Server untuk Python dan Desktop GUI Tanpa Ribet
  • Inilah Alasan Kenapa Galaxy Z Fold 8 Ultra Bisa Jadi Produk yang Mengecewakan
  • Inilah Alasan Intel Merilis Raptor Lake Next di Socket LGA 1700, Masih Setia dengan DDR4!
  • Gini Caranya Menghilangkan Recycle Bin dari Desktop Windows 11 Supaya Lebih Bersih!
  • Inilah Huawei AirEngine 8771-X1T, Solusi Wi-Fi 7 Super Cepat untuk Bisnis Masa Kini
  • Inilah Cara Mengatasi Error Koneksi VMware Horizon Akibat Intersepsi SSL Proxy
  • Inilah Cara Mengatasi Connection Server Authentication Failed di VMware Horizon Client
  • Cara Laptop Nggak Lemot Pas Colok SD Card, Gampang Banget!
  • Inilah Caranya Mengatasi SD Card Reader yang Tidak Terbaca di Laptop
  • Inilah Cara Ampuh Atasi Perangkat USB yang Sering Terputus di Windows 10 dan 11
  • Cara Atasi USB Error dengan Update USB Root Hub dan Chipset Driver
  • Inilah Cara Mengatasi Unknown USB Device Descriptor Request Failed yang Paling Ampuh
  • Inilah 20 Kampus Swasta Terbaik di Bandung Versi EduRank 2026 untuk Referensi Kuliah Kalian
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar Sekolah Kedinasan STPN 2026, Kuota Terbatas!
  • Inilah Cara Daftar PPKB UI 2026 Lengkap dengan Rincian Uang Pangkal Semua Jurusan S1
  • Inilah Aturan Resmi MPLS 2026 dari Kemendikdasmen, Guru dan Sekolah Wajib Catat Pedoman Lengkap Ini!
  • Inilah Cara Daftar Beasiswa S1/D4 Guru Kemendikdasmen 2026, Masa Pendaftaran Diperpanjang!
  • Inilah Cara Mengatasi Unknown USB Device (Device Descriptor Request Failed) dan Penjelasan Lengkapnya
  • Inilah Cara Membuat File Koneksi RDP Secara Manual Biar Akses Remote Kalian Nggak Error Lagi
  • Inilah Cara Clear RDP Cache dan Registry MRU Biar Remote Desktop Kalian Kembali Segar
  • Cara Restore File Association .rdp Agar Remote Desktop Bisa Terbuka Otomatis Lagi
  • Apa itu Probabilistic Methods dalam Klasifikasi Data?
  • Apa itu Klasifikasi Data dengan Metode Feature Selection?
  • Inilah Panduan Lengkap Jalur Afirmasi Disabilitas SPMB Kota Malang 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya!
  • Inilah Cara Lengkap Daftar UM Undip 2026: Panduan Teknis, Jadwal, dan Syarat Biar Nggak Salah Langkah!
  • Inilah Daftar Kampus Swasta Terbaik di Indonesia 2026 Versi Webometrics dan QS WUR, Nggak Kalah Sama Negeri!
  • Inilah Cara Daftar PPKB UI 2026, Kesempatan Emas Masuk Kampus Jaket Kuning Tanpa Tes!
  • Inilah Tampilan Baru Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026, Cara Cek Status dan Nominal Bantuan yang Cair!
  • Inilah Aturan PIN SPMB Jatim 2026, Bisa Dipakai Berapa Kali Sih?
  • Apa itu Common Techniques in Data Classification?
  • Auditd Custom Rules & Tips
  • Securing SSH Server with fail2ban
  • Fedora Linux Firewalld Drop Zone and Rich Rules
  • How to SSH Hardening 2026
  • How to Add Password Protection to GRUB
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Inilah Update Pasar Saham AS 31 Mei 2026: Menakar Peluang S&P 500 dan Nasib Sektor Teknologi Saat Inflasi Belum Jinak
  • Sinyal Update Kondisi Pasar IHSG 31 Mei 2026: Strategi Cerdas Menghadapi Gejolak IHSG dan Rupiah di Awal Juni
  • Inilah Alasan Ilmiah Kenapa Kita Menguap, Ternyata Bukan Cuma Kurang Oksigen!
  • Inilah Alasan China Larang PR Berlebihan dan Ujian Berat, Ternyata Demi Kesehatan Mental Siswa!
  • Inilah Cara Cek Peluang Lolos SNBT Unair 2026 dan Daftar Lengkap Daya Tampungnya

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme