Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Apa yang Terjadi Jika Alien Benar Ditemukan

Posted on April 10, 2012

Jakarta – Bisa dibayangkan, suatu hari nanti manusia mampu menemukan alien. Manusia menjelajah kosmos mencari sinyal radio mereka dan menemukannya. Namun apa yang terjadi kemudian?

Secara teori, kehidupan bisa muncul di Mars atau bulan Yupiter, Europa di mana keduanya tampak miliki lautan bawah tanah. “Ini konsisten dengan eksplorasi manusia di sistem surya, makhluk cerdas ini bisa berevolusi di lautan Europa,” kata astronom Jacob Haqq-Misra dari Pennsylvania State University.

Kemungkinan lain, Haqq-Misra mengatakan, makhluk luar bumi cerdas menempuh perjalanan dari sistem bintang jauh dan tinggal di tata surya. “Mereka mungkin hidup di markas rahasia di Mars atau bulan atau di sabuk asteroid,” lanjutnya.

Mengingat skenario ini, apa yang akan terjadi jika ras alien benar ditemukan? Saat ini banyak laporan muncul melaporkan penampakan piring terbang yang terus menginvasi psikologi manusia. Dari astronom hingga pengamat antropolog UFO memiliki skenarionya masing-masing.

Perjalanan penemuan

Menurut astronom senior Seth Shosta di SETI Institute di Mountain View, California, skenario kontak paling mungkin adalah, ras alien yang ditemukan akan sangat primitif. Asumsi ini berdasarkan kenyataan, alam semesta yang bisa dieksplorasi tak menunjukkan tanda-tanda menyembunyikan makhluk maju.

Selanjutnya, mengingat begitu sulitnya eksplorasi ruang angkasa, diperkirakan, penjelajah yang ada akan jauh lebih maju dari makhluk yang ditemukan. Hal ini mempermudah pembuatan protokol untuk pertemuan pertama, Jika saat mendarat di Mars atau Europa ditemukan alien dari trilobita, “Hal yang harus dilakukan seperti yang dilakukan Darwin, mengumpulkan sampel dan membawanya ke Bumi,” kata Shostak.

Tujuh langkah

Shostak mengatakan, ukuran alam semesta dan kesulitan menghadapi alam membuat kelangkaan kehidupan membuat dua makhluk ini berlomba kecerdasan. Penulis Robert Freitas yang menguraikan skenario kontak asing militer Amerika Serikat (AS) pada 1950 mengembangkan prosedur tujuh langkah kontak berdasarkan langkah-langkah logis.

Menurut langkah-langkah tersebut, manusia akan mulai melakukan pengawasan jarak jauh dan pengumpulan data, kemudian akhirnya beralih kepada kunjungan rahasia dengan tujuan mengukur karakteristik kinerja dari kendaraan dan persenjataan alien.

Jika semuanya berjalan lancar, manusia melakukan kunjungan singkat, mengamankan spesimen tanaman, hewan, dan makhluk-makhluk cerdas itu. Selanjutnya, manusia akan memperkenalkan diri dan menunjukkan eksistensi yang tak berbahaya. Terakhir, jika semua berjalan lancar, tak ada alasan kontak kedua ras ini menimbulkan bencana.

“Katakan misi masa depan untuk Europa ini mengungkap bukti tak terbantahkan makhluk atau peradaban cerdas,” kata Haqq-Misra. Eksplorasi terus dilakukan dan pada akhirnya manusia akan melakukan kontak, lanjutnya.

“Namun, ‘prinsip pencegahan’ akan menunda eksplorasi manusia hingga eksplorasi robot mengkonfirmasi penduduk Europa tak berbahaya,” katanya.

Alien menjajah

Di sisi lain, ada skenario kedua Haqq-Misra di mana ras alien dua kali lipat lebih pintar dari manusia. Sama seperti semut yang tak bisa memahami perilaku manusia, manusia tak mungkin memahami bagaimana lomba ini akan bereaksi pada manusia.

“(Astronom) Carl Sagan menduga, alien bisa bepergian antar bintang dan mereka melakukannya untuk agresi dan perang dan sebagainya,” kata Shostak. Menurutnya, agresi berkembang sebagai sifat di antara penghuni bumi karena membantu manusia mendapatkan dan melindungi sumber daya.

Meskipun alien mungkin berkembang dalam kondisi yang sama sekali berbeda, tekanan untuk mengamankan sumber daya yang terbatas mungkin akan membentuk perilaku mereka pula. “Saya duga, sumber daya akan terbatas di mana saja di alam semesta,” katanya.

Jika Sagan benar, maka umat yang bijaksana yang ditemui akan memperlakukan manusia dengan pertimbangan yang sangat besar dan rasa hormat, sementara mereka pun akan menggunakan teknologi untuk memastikan manusia memperlakukannya dengan cara yang sama.

sumber: Inilah.com

Terbaru

  • Inilah Syarat dan Prosedur Ikut Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Tes Tulis 2026/2027
  • Inilah Kronologi & Latar Belakang Kasus Erin Taulany vs ART Hera: Masalah Facebook Pro?
  • Inilah Alasan Kenapa Ending Film Children of Heaven diubah di Indonesia
  • Ini Alasan Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualaf Richard Lee
  • Inilah Syarat Dokumen SSU ITB 2024-2026 yang Wajib Kalian Siapkan Supaya Nggak Gagal Seleksi Administrasi
  • Inilah Episyrphus Balteatus, Lalat Unik Penyamar yang Sangat Bermanfaat bagi Taman Kalian
  • Inilah Cara Lolos Seleksi Siswa Unggul ITB Lewat Jalur Tes Tulis Biar Jadi Mahasiswa Ganesha
  • Inilah Penemuan Fosil Hadrosaurus yang Ungkap Bahwa Penyakit Langka Manusia Sudah Ada Sejak Zaman Prasejarah
  • Inilah Penemuan Terbaru yang Mengungkap Bahwa Sunburn Ternyata Disebabkan Oleh Kerusakan RNA
  • Inilah Alasan Kenapa Manusia Lebih Sering Hamil Satu Bayi daripada Kembar Menurut Penelitian Terbaru
  • Inilah Syarat dan Cara Pendaftaran IMEI Internasional Mulai Mei 2026
  • Bocoran Spek Samsung Galaxy S27 Ultra Nih, Kamera 3X Hilang + Teknologi AI
  • Inilah Perbedaan Motorola G47 dan Motorola G45, Cuma Kamera 108 Megapiksel Doang?
  • Update Baru Google Gemini: Bisa Bikin File Word, PDF, Excel secara Otomatis
  • Rekomendasi Motor Listrik 2026 Anti Mogok!
  • Ini Loh Honda Vision 110, Motor Baru Seharga Beat & Rangka eSAF Khusus Pasar Eropa
  • Inilah Mobil-Mobil Paling Cocok Transisi ke Bioetanol E20 dan Biodiesel B50!
  • Inilah Ternyata Batas Minimal Daya Cas Mobil Listrik di Rumah
  • DJP Geser Batas Akhir Lapor Pajak Sampai 31 Mei 2026
  • PKB Tanggapi Dingin Usul Yusril Ihza Mahendra Soal Parliamentary Treshold 13 Kursi
  • LPTNU Kritik Keras Rencana Penutupan Prodi: Kenapa Tidak Komprehensi & Berbasis Problematika Nyata?
  • Gus Rozin PWNU Jawa Tengah Setuju Cak Imin, Konflik PBNU bikin Warga Kesal dan Tidak Produktif
  • Pengamat: Prabowo Harus Benahi KAI, Aktifkan juga Jalur Kereta Lama & Baru
  • Sekjend PBNU: Jadwal Muktamar Usulan PWNU Sejalan Hasil Rapat Pleno & Rais Aam
  • PKB Desak Hukuman Maksimal Kasus Little Aresha & Evaluasi Total Sistem Penitipan Anak secara Nasional
  • PKB Usul Modernisasi Sistem Kereta dan CCTV di Kabin Masinis, Setuju?
  • Menteri PPA Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Polemik Pindah Gerbong Wanita di KRL
  • Cara Kirim Robux Mudah di Roblox Beli Skin Shirt Preview
  • Kronologi kasus dugaan penyebaran konten asusila oleh anak anggota DPRD Kutai Barat?
  • Inilah Alasan Kenapa Gelembung Air di Luar Angkasa Bisa Jadi Eksperimen Fisika yang Keren Banget
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • ComfyUI SaaS Analysis: How to Optimize Workflow and Save Money on API Credits
  • How to access Kimi k2.6 for free to build professional software applications using Nvidia’s powerful AI infrastructure
  • Codex CLI New Feature: /Goal and It’s awesome
  • How to Build a Passive Income Machine with Faceless YouTube Channels
  • How to Use DeepSeek V4 Pro for Insane Coding Performance
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme