Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Gus Rozin PWNU Jawa Tengah Setuju Cak Imin, Konflik PBNU bikin Warga Kesal dan Tidak Produktif

Posted on April 30, 2026

Jagat organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), tengah diguncang oleh pernyataan berani yang datang dari tokoh nasional. Pernyataan yang dilontarkan oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, mendadak menjadi buah bibir di berbagai kalangan. Dalam sebuah pernyataan yang menghentak, Cak Imin secara terbuka menyebut agar kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode saat ini tidak dilanjutkan.

Pernyataan tersebut bukan sekadar retorika biasa. Kalimat itu seolah menjadi tamparan keras bagi dinamika internal organisasi yang selama ini dianggap cenderung berjalan “halus” atau penuh basa-basi dalam menghadapi perbedaan pendapat. Pernyataan Cak Imin dianggap sebagai sebuah ledakan yang menuntut adanya perubahan fundamental, terutama dalam menghadapi Muktamar mendatang, di mana kepemimpinan alternatif diharapkan muncul untuk menggantikan rezim yang ada saat ini.

Menanggapi fenomena yang tengah memanas ini, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, Gus Rozin, memberikan pandangan mendalamnya. Dalam sebuah sesi wawancara eksklusif, Gus Rozin mengakui bahwa pernyataan tersebut memang sangat mengejutkan dan mampu menghentak kesadaran banyak pihak. Namun, ia menilai bahwa kemarahan atau kekesalan yang melandasi pernyataan tersebut adalah sesuatu yang wajar dirasakan oleh sebagian elemen warga Nahdliyin.

Energi yang Terkuras untuk Kontestasi

Gus Rozin menyoroti sebuah pola yang mengkhawatirkan dalam beberapa muktamar terakhir. Ia melakukan pengamatan terhadap rangkaian muktamar yang berlangsung mulai dari Solo, Makassar, Jombang, hingga yang terakhir di Lampung. Menurutnya, ada sebuah tren yang sangat mencolok: energi besar Nahdlatul Ulama seolah-olah habis hanya untuk urusan suksesi dan kontestasi internal.

“Energi kita habis untuk suksesi. Entah itu untuk menggantikan rezim yang ada atau untuk mengegolkan sosok tertentu, tetapi fokus utamanya adalah pada persoalan person atau individu. Kompetisi di sana lebih banyak berkutat pada siapa yang akan menjadi Rais Aam atau siapa yang akan menjadi Ketua Umum,” ujar Gus Rozin dengan nada prihatin.

Ia menegaskan bahwa fenomena ini telah menggeser esensi utama dari sebuah Muktamar. Jika menengok sejarah, Muktamar NU seharusnya menjadi momentum untuk melahirkan solusi jitu bagi permasalahan bangsa. Ia memberikan contoh Muktamar tahun 1984, di mana NU hadir dengan solusi fikih yang sangat brilian saat berhadapan dengan tantangan struktural negara, yakni melalui penerimaan Pancasila sebagai asas tunggal. Pada masa itu, NU tidak sedang sibuk berebut kursi, melainkan sedang menawarkan jalan keluar bagi stabilitas kebangsaan.

Namun, realita saat ini menunjukkan hal yang sebaliknya. Isu-isu besar mengenai kebangsaan, kemanusiaan, dan keagamaan seolah tenggelam oleh kentalnya aroma politik praktis dan perebutan pengaruh di dalam tubuh organisasi. Gus Rozin menilai bahwa jika Muktamar tidak lagi mampu melahirkan agenda atau solusi bagi bangsa, maka NU terancam kehilangan marwahnya sebagai kekuatan moral.

Mengembalikan Marwah Civil Society

Salah satu kritik tajam yang diarahkan kepada PBNU saat ini adalah kecenderungan organisasi yang lebih kuat aroma politisnya dibandingkan konsentrasi pada empat pilar pengabdian. Menjawab hal ini, Gus Rozin menekankan pentingnya menghidupkan kembali ruh civil society (masyarakat sipil) di dalam Nahdlatul Ulama.

Ia mengakui bahwa struktur NU saat ini telah berubah. Jika dulu civil society NU lebih bersifat visis negara, kini banyak kader NU yang telah masuk ke dalam struktur formal negara, mulai dari jabatan menteri, komisaris, hingga posisi strategis lainnya. Namun, Gus Rozin mengingatkan bahwa keterlibatan kader di dalam negara adalah sebuah bentuk penugasan, bukan tujuan akhir.

“Kita tidak bisa melulu mengandalkan kekuatan struktural. Kedudukan NU sebagai pilar civil society tidak boleh ditinggalkan. NU harus tetap menjadi penyeimbang negara,” tegasnya.

Gus Rozin menggunakan istilah “Sodq” untuk menggambarkan hubungan ideal antara NU dan negara. Dalam konsep ini, NU berperan sebagai sahabat bagi penguasa. Sebagai seorang sahabat, NU tidak akan bersikap “membebek” atau sekadar mengikuti kemauan penguasa secara buta. Jika negara melakukan kesalahan, NU harus berani mengingatkan. Sebaliknya, jika negara berada di jalan yang benar, NU harus memberikan dukungan. Inilah esensi dari gerakan sosial kemasyarakatan yang nyata, yang mampu memberikan kontrol sosial terhadap kekuasaan.

Tantangan Empat Pilar: Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, dan Dakwah

Lebih lanjut, Gus Rozin menyoroti tantangan nyata yang dihadapi oleh warga Nahdliyin di akar rumput. Ia menyebutkan bahwa ada empat ranah pengabdian (khidmah) yang seharusnya menjadi fokus utama PBNU, yaitu di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan dakwah.

Masalah kemiskinan yang masih menjerat banyak warga, kualitas pendidikan yang perlu ditingkatkan, penguatan peran pondok pesantren, hingga akses kesehatan yang merata adalah persoalan riil yang harus dijawab oleh kehadiran NU. Ia memberikan contoh konkret di wilayah Jawa Tengah, di mana sepanjang pesisir utara dari Losari, Brebes, hingga Sarang, mayoritas penduduknya adalah warga NU. Namun, pertanyaannya adalah sejauh mana NU memiliki kebijakan sistematis untuk memberdayakan masyarakat pesisir tersebut?

Gus Rozin menekankan bahwa NU harus hadir secara nyata untuk menyelesaikan persoalan-persolan tersebut, bukan hanya sibuk dengan urusan politik di tingkat atas. Ia berharap agar Muktamar ke-35 mendatang tidak lagi terjebak dalam pola yang sama.

Harapan untuk Muktamar NU ke-35

Sebagai penutup, Gus Rozin menyampaikan harapannya agar Muktamar ke-35 menjadi titik balik bagi Nahdlatul Ulama. Ia menginginkan agar NU kembali ke khittah-nya, kembali ke ajaran para pendiri seperti Mbah Hasyim Asy’ari, di mana berorganisasi adalah bentuk pengabdian (khidmah), bukan sekadar sarana untuk mencari keuntungan atau loncatan karier politik.

“Harapan saya, NU lebih hadir kepada umat, baik di tingkat pusat maupun hingga ke level terbawah seperti MWCNU dan Ranting. Perlu ada arahan yang lebih sistematis agar kehadiran NU benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” pungkasnya.

Pernyataan keras dari Cak Imin dan respons dari Gus Rozin ini menjadi sinyal kuat bahwa Nahdlatul Ulama sedang berada di persimpangan jalan. Apakah NU akan tetap menjadi kekuatan politik yang pragmatis, atau kembali menjadi kompas moral dan solusi bagi problematika bangsa? Jawaban atas pertanyaan besar ini akan ditentukan pada Muktamar mendatang.

Terbaru

  • Inilah Cara Mengatur Raspberry Pi 5 dengan Ubuntu Server untuk Python dan Desktop GUI Tanpa Ribet
  • Inilah Alasan Kenapa Galaxy Z Fold 8 Ultra Bisa Jadi Produk yang Mengecewakan
  • Inilah Alasan Intel Merilis Raptor Lake Next di Socket LGA 1700, Masih Setia dengan DDR4!
  • Gini Caranya Menghilangkan Recycle Bin dari Desktop Windows 11 Supaya Lebih Bersih!
  • Inilah Huawei AirEngine 8771-X1T, Solusi Wi-Fi 7 Super Cepat untuk Bisnis Masa Kini
  • Inilah Cara Mengatasi Error Koneksi VMware Horizon Akibat Intersepsi SSL Proxy
  • Inilah Cara Mengatasi Connection Server Authentication Failed di VMware Horizon Client
  • Cara Laptop Nggak Lemot Pas Colok SD Card, Gampang Banget!
  • Inilah Caranya Mengatasi SD Card Reader yang Tidak Terbaca di Laptop
  • Inilah Cara Ampuh Atasi Perangkat USB yang Sering Terputus di Windows 10 dan 11
  • Cara Atasi USB Error dengan Update USB Root Hub dan Chipset Driver
  • Inilah Cara Mengatasi Unknown USB Device Descriptor Request Failed yang Paling Ampuh
  • Inilah 20 Kampus Swasta Terbaik di Bandung Versi EduRank 2026 untuk Referensi Kuliah Kalian
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar Sekolah Kedinasan STPN 2026, Kuota Terbatas!
  • Inilah Cara Daftar PPKB UI 2026 Lengkap dengan Rincian Uang Pangkal Semua Jurusan S1
  • Inilah Aturan Resmi MPLS 2026 dari Kemendikdasmen, Guru dan Sekolah Wajib Catat Pedoman Lengkap Ini!
  • Inilah Cara Daftar Beasiswa S1/D4 Guru Kemendikdasmen 2026, Masa Pendaftaran Diperpanjang!
  • Inilah Cara Mengatasi Unknown USB Device (Device Descriptor Request Failed) dan Penjelasan Lengkapnya
  • Inilah Cara Membuat File Koneksi RDP Secara Manual Biar Akses Remote Kalian Nggak Error Lagi
  • Inilah Cara Clear RDP Cache dan Registry MRU Biar Remote Desktop Kalian Kembali Segar
  • Cara Restore File Association .rdp Agar Remote Desktop Bisa Terbuka Otomatis Lagi
  • Apa itu Probabilistic Methods dalam Klasifikasi Data?
  • Apa itu Klasifikasi Data dengan Metode Feature Selection?
  • Inilah Panduan Lengkap Jalur Afirmasi Disabilitas SPMB Kota Malang 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya!
  • Inilah Cara Lengkap Daftar UM Undip 2026: Panduan Teknis, Jadwal, dan Syarat Biar Nggak Salah Langkah!
  • Inilah Daftar Kampus Swasta Terbaik di Indonesia 2026 Versi Webometrics dan QS WUR, Nggak Kalah Sama Negeri!
  • Inilah Cara Daftar PPKB UI 2026, Kesempatan Emas Masuk Kampus Jaket Kuning Tanpa Tes!
  • Inilah Tampilan Baru Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026, Cara Cek Status dan Nominal Bantuan yang Cair!
  • Inilah Aturan PIN SPMB Jatim 2026, Bisa Dipakai Berapa Kali Sih?
  • Apa itu Common Techniques in Data Classification?
  • Auditd Custom Rules & Tips
  • Securing SSH Server with fail2ban
  • Fedora Linux Firewalld Drop Zone and Rich Rules
  • How to SSH Hardening 2026
  • How to Add Password Protection to GRUB
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Inilah Update Pasar Saham AS 31 Mei 2026: Menakar Peluang S&P 500 dan Nasib Sektor Teknologi Saat Inflasi Belum Jinak
  • Sinyal Update Kondisi Pasar IHSG 31 Mei 2026: Strategi Cerdas Menghadapi Gejolak IHSG dan Rupiah di Awal Juni
  • Inilah Alasan Ilmiah Kenapa Kita Menguap, Ternyata Bukan Cuma Kurang Oksigen!
  • Inilah Alasan China Larang PR Berlebihan dan Ujian Berat, Ternyata Demi Kesehatan Mental Siswa!
  • Inilah Cara Cek Peluang Lolos SNBT Unair 2026 dan Daftar Lengkap Daya Tampungnya

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme