Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Tanpa Karakter, Indonesia Tak Akan Maju

Posted on April 11, 2012

Kudus, NU Online
Berbagai persoalan bangsa yang semakin menumpuk menjadi indikasi bahwa karakter bangsa Indonesia semakin pudar. Pasalnya, bangsa yang tidak memiliki karakter akan mudah disetir oleh bangsa lain.

“Jika karakter bangsa masih seperti ini, Indonesia tidak akan maju,” ujar Pengamat Politik Reform Institut, Yudi Latif dalam diskusi Sambung Rasa Kebangsaan bertajuk “Kembali ke Rumah Pancasila (Negara Pancasila)” di Aula Masjid Darul ‘Ilmi Universitas Muria Kudus (UMK), Selasa (10/04).

Pentingnya karakter bagi kemajuan bangsa dibuktikan oleh Cina, Jepang dan India. Jika Cina dengan konfusiusnya, maka Jepang dan India memperkuat Bushido dan Swadesi untuk mencapai kemajuan.

Membangun bangsa, lanjutnya, dapat dilakukan melalui membangun karakter. Hal itu pula yang dilakukan oleh Soekarno dan beberapa tokoh bangsa di awal kemerdekaan melalui ideologi Pancasila.

“Soekarno misalnya, ia dipersilahkan oleh rektornya untuk menyobek ijazahnya. Sebab, yang menentukan masa depannya bukan ijazah, akan tetapi karakter,” tutur Yudi menggambarkan pentingnya karakter.

Lemahnya karakter bangsa, lanjutnya, merupakan akibat tidak adanya proses penyaringan atas pemikiran atau budaya asing. “Berbeda dengan tokoh terdahulu,” kata mantan Peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengkritisi tokoh-tokoh saat ini.

Soekarno, menurut Yudi, juga belajar pada pemikiran yang berkembang di barat, misalnya pemikiran Karl Marx. Akan tetapi, pemikiran tersebut disesuaikan dengan karakter bangsa indonesia sehingga memunculkan ide Marhaenisme.

Tetapi menurut moderator acara Budayawan Zastrow Al-Ngatawi, bukan hanya Soekarno saja melainkan Sunan Kalijaga, Pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari dan Pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan juga menunjukkan karakter bangsa in. Meski penyebar ajaran Islam ini memperkenalkan agama yang dianut di Arab, tetapi karakter bangsa tetap mereka indahkan.

Untuk menjadi bangsa maju, Zastrow menyimpulkan, bangsa Indonesia harus mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila. Karakter dan budaya bangsa penting untuk diperkuat agar tidak mudah dipermainkan oleh bangsa asing.

Ketua Panitia, Hendy Hendro mengungkapkan, acara tersebut merupakan salah satu wujud keprihatinan atas berbagai masalah bangsa. Pasalnya, meski telah lama dilakukan reformasi, kondisi Indonesia tidak kunjung membaik.

Oleh sebab itu, sambung rasa kebangsaan ini digelar untuk menanamkan semangat nasionalisme pada penerus kepemimpinan bangsa. “Biar mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan lebih baik dari pemimpin sekarang,” ujarnya.

Terbaru

  • Inilah Syarat dan Prosedur Ikut Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Tes Tulis 2026/2027
  • Inilah Kronologi & Latar Belakang Kasus Erin Taulany vs ART Hera: Masalah Facebook Pro?
  • Inilah Alasan Kenapa Ending Film Children of Heaven diubah di Indonesia
  • Ini Alasan Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualaf Richard Lee
  • Inilah Syarat Dokumen SSU ITB 2024-2026 yang Wajib Kalian Siapkan Supaya Nggak Gagal Seleksi Administrasi
  • Inilah Episyrphus Balteatus, Lalat Unik Penyamar yang Sangat Bermanfaat bagi Taman Kalian
  • Inilah Cara Lolos Seleksi Siswa Unggul ITB Lewat Jalur Tes Tulis Biar Jadi Mahasiswa Ganesha
  • Inilah Penemuan Fosil Hadrosaurus yang Ungkap Bahwa Penyakit Langka Manusia Sudah Ada Sejak Zaman Prasejarah
  • Inilah Penemuan Terbaru yang Mengungkap Bahwa Sunburn Ternyata Disebabkan Oleh Kerusakan RNA
  • Inilah Alasan Kenapa Manusia Lebih Sering Hamil Satu Bayi daripada Kembar Menurut Penelitian Terbaru
  • Inilah Syarat dan Cara Pendaftaran IMEI Internasional Mulai Mei 2026
  • Bocoran Spek Samsung Galaxy S27 Ultra Nih, Kamera 3X Hilang + Teknologi AI
  • Inilah Perbedaan Motorola G47 dan Motorola G45, Cuma Kamera 108 Megapiksel Doang?
  • Update Baru Google Gemini: Bisa Bikin File Word, PDF, Excel secara Otomatis
  • Rekomendasi Motor Listrik 2026 Anti Mogok!
  • Ini Loh Honda Vision 110, Motor Baru Seharga Beat & Rangka eSAF Khusus Pasar Eropa
  • Inilah Mobil-Mobil Paling Cocok Transisi ke Bioetanol E20 dan Biodiesel B50!
  • Inilah Ternyata Batas Minimal Daya Cas Mobil Listrik di Rumah
  • DJP Geser Batas Akhir Lapor Pajak Sampai 31 Mei 2026
  • PKB Tanggapi Dingin Usul Yusril Ihza Mahendra Soal Parliamentary Treshold 13 Kursi
  • LPTNU Kritik Keras Rencana Penutupan Prodi: Kenapa Tidak Komprehensi & Berbasis Problematika Nyata?
  • Gus Rozin PWNU Jawa Tengah Setuju Cak Imin, Konflik PBNU bikin Warga Kesal dan Tidak Produktif
  • Pengamat: Prabowo Harus Benahi KAI, Aktifkan juga Jalur Kereta Lama & Baru
  • Sekjend PBNU: Jadwal Muktamar Usulan PWNU Sejalan Hasil Rapat Pleno & Rais Aam
  • PKB Desak Hukuman Maksimal Kasus Little Aresha & Evaluasi Total Sistem Penitipan Anak secara Nasional
  • PKB Usul Modernisasi Sistem Kereta dan CCTV di Kabin Masinis, Setuju?
  • Menteri PPA Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Polemik Pindah Gerbong Wanita di KRL
  • Cara Kirim Robux Mudah di Roblox Beli Skin Shirt Preview
  • Kronologi kasus dugaan penyebaran konten asusila oleh anak anggota DPRD Kutai Barat?
  • Inilah Alasan Kenapa Gelembung Air di Luar Angkasa Bisa Jadi Eksperimen Fisika yang Keren Banget
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • ComfyUI SaaS Analysis: How to Optimize Workflow and Save Money on API Credits
  • How to access Kimi k2.6 for free to build professional software applications using Nvidia’s powerful AI infrastructure
  • Codex CLI New Feature: /Goal and It’s awesome
  • How to Build a Passive Income Machine with Faceless YouTube Channels
  • How to Use DeepSeek V4 Pro for Insane Coding Performance
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme