Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

PBNU: Kenapa Penelitian Itu Amburadul?

Posted on May 8, 2012

Kok bisa amburadhul begitu? Pertanyaan besar itu pula yang dewasa ini menggelisahkan PBNU mengingat PBNU sangat berkepentingan dengan kemajuan mayoritas Nahdliyin yang realitasnya penghuni kawasan basis pertanian.

“Berangkat dari keprihatinan inilah kemudian beberapa fungsionaris PBNU melakukan pemetaan tentang beragam permasalahan yang menjadi latar belakang tidak ketemunya antara elite intelektual dengan rakyat jelata pemakai teknologi,” kata. Ketua PBNU Mochammad Maksum Machfoedz di Jakarta, Selasa (5/4).

Pemetaan tersebut menghasilkan sekurang-kurangnya tiga permasalahan besar yang semuanya merupakan hambatan struktural-kelembagaan berkaitan dengan urusan bernegara.

Pertama, kelembagaan penelitian yang berserak dan keberadaan Kemenristek itu ternyata tidak pernah ketemu dan bersinergi dalam program dan pengendalian. Kemenristek RI memiliki kewenangan manyusun kebijakan penelitian nasional RI.

Tapi celakanya, lembaga yang seharusnya super power dalam urusan penelitian ini ternyata tidak memiliki kewenangan dan kekuatan politik apapun untuk bisa mengatur kinerja litbang-litbang yang ada di tanah air.

Akibatnya, penelitian dan karya intelektual tidak pernah terlepas dari ego sektoral masing-masing, menjadi sekedar pendukung periuk keproyekan dan mendongkrak kenaikan pangkat semata. Penguatan kewenangan dan kekuatan politik Kemenristek sebagai perencana sekaligus pengendali rasanya merupakan solusi struktural yang sangat mendesak dan tidak bisa ditawar.

Kedua, relasi antara karya elite penelitian yang berasyik-masyuk di menara gadhing dan masyarakat pemakai ternyata nyaris tidak pernah ada. Dua pihak ini tidak pernah ketemu. Tidak sedikit karya intelektual yang memiliki potensi untuk membumi dan mensejahtarakan rakyat.

Namun demikian, tidak adanya upaya-upaya promosi dan mediatif dalam hubungan antara karya intelektual dan komunitas pemakainya telah menyebabkan rendahnya adopsi teknologi bagi kesejahteraan rakyat.

Dalam bahasa PBNU, sejumlah karya itu menjadi mubadzir. Solusinya, ruang kosong ini harus diisi dengan struktur mediasi melalui penguatan kelembagaan yang bisa mengkomunikan hubungan antara menara gadhing dan rakyat jelata.

Ketiga, kekosongan mediatif ini sebetulnya mudah sekali diselesaikan andaikata Negara melibatkan CSO, organisasi masyarakat sipil yang realitasnya memang memiliki jama’ah sangat besar pada tingkat basis. PBNU, Muhammadyah, dan orsos lainnya sungguh memiliki kepentingan yang sama dalam penguatan Rahmatan li al-Alamin.

Sayangnya, pembangunan nasional selama ini telah dimonopoli habis oleh Pemerintah. Andaikata saja CSO ini bisa diakomodasi untuk bermitra dengan Pemerintah, bukannya malah diharamkan, maka kekosongna mediataif ini akan terselesaikan lebih efektif dalam membangun relasi sinergis antar karya dan lembaga penelitian, dan dalam upaya pembumian.

Catatan Akhir

Berdasarkan pemetaan sederhana dan telaah kelembagaan yang dilakukan, sudah waktunya PBNU mendesak kepada Pemerintah RI untuk melakukan pembenahan penelitian dan kelembagaannya guna membangun sinergisnya penelitian baik secara vertikal maupun horisontal, melalui tiga butir penting:

(i) penguatan kewenangan Kemenristek sebagai lembaga penyusun kebijakan sekaligus pengendali penelitian bagi sinergisnya karya intelektual nasional; (ii) penguatan struktur mediasi yang mampu melakukan promosi dan menghubungkan kekayaan intelektual dengan komunitas pemakai;

Dan, (iii) pelibatan PBNU dan orsos lainnya untuk bermitra dengan Pemerintah guna peningkatan fungsi mediasi dalam mendekatkan sinergi dan relasi antara kegiatan penelitian dan dunia nyata pada tingkat komunitas pemakai.

Melalui pembenahan dimaksud, kemanfaatan publik atas setiap karya intelektual anak-anak bangsa akan menjadi lebih memadai dan bermanfaat bagi urusan keummatan di masa mendatang, ………Insya Allah………..!

Terbaru

  • Inilah Cara Zakat Crypto Kalian Bisa Jadi Pengurang Pajak Berdasarkan Aturan Resmi Pemerintah!
  • Inilah Perbandingan Airwallex vs Payoneer 2026: Jangan Sampai Profit Kalian Ludes Gara-Gara Biaya Admin!
  • Inilah Roadmap 7 Tahap Bangun Bisnis Digital dari Nol Biar Nggak Cuma Putar-Putar di Tempat!
  • Inilah Cara Tetap Gajian dari YouTube Meski View Masih Ratusan, Penasaran?
  • Inilah Alasan Akun TikTok Affiliate GMV 270 Juta Kena Banned Permanen!
  • Inilah Bahaya Astute Beta Server APK, Jangan Sembarang Klik Link Download FF Kipas 2026!
  • Inilah Bahaya Nonton Film di LK21 dan IndoXXI, Awas Data Pribadi dan Saldo Rekening Kalian Bisa Ludes!
  • Inilah Kronologi & Video Lengkap Kasus Sejoli Tambelangan Sampang Viral, Ternyata Gini Awal Mulanya!
  • Inilah Alasan Kenapa Koin Nego Neko Shopee Nggak Bisa Dipakai Bayar Full dan Cara Rahasia Dapetinnya!
  • Inilah Cara Menjawab Pertanyaan Apakah di Sekolahmu Sudah Ada IFP/PID dengan Benar dan Profesional
  • Inilah Fakta Isu Roblox Diblokir di Indonesia 2026, Benarkah Akan Ditutup Total?
  • Inilah Penyebab dan Cara Mengatasi FF Kipas My ID Verify UID Biar Akun Tetap Aman
  • Inilah Deretan HP RAM 8GB Harga di Bawah 2 Juta Terbaik 2026, Spek Dewa Tapi Nggak Bikin Kantong Jebol!
  • Contoh Cara Buat SK Panitia TKA 2026
  • Inilah Cara Download Point Blank ID Versi Terbaru 2026, Gampang Banget Ternyata!
  • Inilah Persiapan Lengkap Gladi Bersih TKA 2026 SD dan SMP: Jadwal, Teknis Proktor, dan Aturan yang Wajib Kalian Tahu
  • Inilah Aturan Lengkapnya, Apakah Zakat dalam Bentuk Barang Bisa Mengurangi Pajak Penghasilan Kalian?
  • Inilah Kenapa KBLI Sangat Penting Buat Bisnis Digital dan Gini Caranya Biar Kalian Nggak Salah Pilih Kode
  • Inilah Fitur Keren ONLYOFFICE Docs 9.3, Cara Baru Edit PDF dan Dokumen Lebih Efisien!
  • Inilah Cara Banjir Komisi Shopee Affiliate Hanya Dalam 7 Hari Saja
  • Cara Download Aplikasi BUSSID Versi 3.7.1 Masih Dicari dan Link Download Aman Mediafire
  • Inilah Cara Lengkap Mengajukan SKMT dan SKBK di EMIS GTK 2026, Biar Tunjangan Cair Tanpa Drama!
  • Inilah Kenapa Bukti Setor Zakat Kalian Harus Ada NPWP-nya, Jangan Sampai Klaim Pajak Ditolak!
  • Inilah Cara Jadi Clipper Video Sukses Tanpa Perlu Tampil di Depan Kamera
  • Inilah Cara Upload NPWP dan Rekening di EMIS GTK Madrasah Terbaru, Jangan Sampai Tunjangan Terhambat!
  • Inilah Fakta di Balik Video Ukhti Sholat Mukena Pink Viral yang Bikin Geger Media Sosial
  • Belum Tahu? Inilah Langkah Pengisian Survei Digitalisasi Pembelajaran 2026 Biar Nggak Salah
  • Ini Kronologi Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Ladang Sawit Tiktok
  • Inilah Caranya Update Chromebook Sekolah Agar Siap Digunakan untuk TKA SD dan SMP
  • Inilah Caranya Menghindari Mafia Kontraktor Renovasi Nakal Supaya Budget Nggak Boncos
  • How to Run Windows Apps on Linux: A Complete Guide to WinBoat, WINE, and Beyond
  • Build Your Own AI Development Team: Deploying OpenClaw and Claude Code on a VPS!
  • How to Measure Real Success in the Age of AI: A Guide to Software Metrics That Actually Matter
  • Kubernetes Traffic Tutorial: How to Create Pod-Level Firewalls (Network Policies)
  • This Is Discord Malware: Soylamos; How to Detect & Prevent it
  • How to Importing and Exporting Memory in Claude
  • How to Create Professional Business Guides and One-Pagers in Seconds with Venngage AI!
  • How to the OWASP Top 10 Security Risks, Attacking LLM
  • How to Create Visual Storytelling with Higgsfield Soul 2.0
  • How to Use the Tiiny AI Pocket Lab to Run Local Large Language Models
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme