Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Chaerul Tanjung ajak NU kembangkan dunia usaha

Posted on November 14, 2012

Jakarta, NU Online
Bos Para Group Chaerul Tanjung menyatakan sektor wirausaha merupakan sektor yang menjanjikan peluang kesejahteraan dibandingkan dengan sektor pertanian dan pemerintahan. Karena itu, ia mengajak warga NU untuk masuk dan menguatkan sektor ini jika ingin sukses.

Dijelaskannya, saat ini sektor pertanianmemberi kontribusi 42 persen distribusi tenaga kerja, tetapi hanya menyumbang 16 persen Produk Domestik Bruto (PDB). Kue ekonomi kecil yang harus dibagi untuk banyak orang menunjukkan sektor ini merupakan salah satu sumber kemiskinan.

Demikian pula, pemerintah hanya memberikan kontribusi sekitar 10 persen dalam perekonomian dan semakin lama, kontribusinya semakin turun, digantikan oleh sektor dunia usaha. Semakin maju dunia usaha, semakin kecil kontribusi pemerintah dalam perekonomian.

“NU kalau mau maju harus fokus di dunia usaha, bukan di pemerintahan,” katanya dalam seminar Membangkitkan Spirit Kewirausahaan Nasional, Menyongsong Visi Indonesia 2025 yang diselenggarakan dalam rangka harlah ke-85 NU, di Jakarta, Sabtu (09/7).

Ia menggambarkan saat ini, Indonesia menuju golden era. Pada tahun 2011, PDB Indonesia sedikit diatas 3000 dolar Amerika per tahun, pada tahun 2025, diproyeksikan sudah mencapai 14.250-15.500 dolar Amerika per tahun. Sebuah negara dikategorikan sebagai negara maju jika PDB per kapitanya sudah mencapai 10.000. Dengan kerja yang serius, Indonesia mampu mendobelkan PDB-nya setiap lima tahun sekali sehingga pertumbuhannya lebih cepat.

Berdasarkan proyeksi dari IMF yang dikeluarkan April 2011, Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia nomor dua dengan pertumbuhan PDB per tahun sebesar 14.5 persen. Di tingkat ASEAN, Indonesia merupakan kekuatan ekonomi terbesar yang menguasai 40 persen di 6 negara terbesar ASEAN atau 38 persen dari 10 anggota ASEAN. Dalam 10 tahun ke depan, diperkirakan lebih dari 50 persen kekuatan ekonomi berada di tangan Indonesia.

Tahun 2011, Indonesia akan mengalahkan Belanda dalam besaran ekonomi karena tahun 2010 lalu, sudah mencapai 91 persen. “Inilah untuk pertama kalinya kita revans dengan Belanda. Demikian pula, NU harus revans dengan yang lain,” ajaknya.

Untuk mempercepat dan perluasan pertumbuhan ekonomi, pemerintah telah menetapkan tujuh koridor ekonomi di seluruh Indonesia. Hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi saat ini masih didominasi di pulau Jawa.

Terdapat iga fokus dalam master plan tersebut, yaitu pemberian nilai tambah, bukan hanya mengekspor bahan mentah, kedua efisiensi produksi dan konektivitas nasional, untuk mengurangi disparitas harga, seperti harga semen yang mencapai 1 juta per sak di Papua dan terakhir inovasi nasional.

Sayangnya, dari sebegitu besarnya kue ekonomi Indonesia, 80 persen umat Islam hanya menguasai 20 persennya. Ia berharap ada proses pembagian kue yang semakin merata sehingga berkeadilan. “Saya berharap ke depan lahir entrepreneur-entepreneur sukses dari NU,” paparnya.

Salah satu sektor yang layak menjadi perhatian adalah sektor consumer dan komoditas. Ini terkait dengan pertambahan penduduk yang terus menerus. Pada tahun 2050, diperkirakan bumi ini dihuni oleh 9 milyar penduduk yang semuanya membutuhkan makam, minum, dan kebutuhan lainnya. PBB memperkirakan dunia mengalami kelangkaan dalam hal pangan, air dan komoditas.

“Kalau NU mau sukses, jangan keluar dari trend itu. Kalau selama ini masih ketinggalan, ngak papa, yang penting masa depan,” paparnya.

Ia berharap potensi pertumbuhan ekonomi ini tidak dinikmati oleh orang asing, Sejumlah pengusaha asing berbondong-bondong menanamkan uangnya di Indonesia. Dari Korea Selatan saja banyak investor besar yang menanamkan modalnya sampai milyaran dolar, belum yang skala kecil yang hanya mempekerjakan puluhan pekerja. Ia mengusulkan agar investasi dengan keuntungan besar diperuntukkan buat pengusaha nasional sedangkan investor asing dialokasikan usaha sulit dengan margin kecil.

“NU harus memperjuangkan investasi kecil dengan margin besar harus diperuntukkan bagi kita sendiri ini. Jangan sampai yang menikmati bukan kita,” katanya.

Pengembangan ekonomi diakuinya tak mudah, paling tidak terdapat tiga hambatan yang harus diatasi. Pertama, hambatan kultural. “Orang melayu kalau dibilang malas selalu marah, tetapi ketika ditanya siapa yang bekerja keras, tak ada yang tunjuk jari,” terangnya. Padahal orang China dan Korea bisa bekerja sampai 18 jam per hari.

Sementara itu, pandangan agama juga menjadi masalah, pada dai dalam ceramahnya selalu menyebut siksa kubur, seolah-olah kalau jadi pengusaha dekat ke neraka. “Kita tidak bisa mendapat akhirat kalau tidak melewati dunia dahulu, jadi kaya lebih bermanfaat, bisa berzakat lebih banyak, bisa memberi pekerjaan orang dan lainnya,” paparnya. Hambatan terakhir adalah soal pendidikan, banyak tenaga yang belum terlatih dengan baik sehingga produktifitasnya kurang maksimal.

Sejumlah modal untuk bisa menjadi sukses adalah percaya diri, optimis, tanggun, inovatif, kreatif dan kerja keras. Namun semua itu tak cukup hanya dengan mengikuti seminar, melainkan sebuah proses pembelajaran dan pembiayaan yang melelahkan dan membutuhkan waktu lama “Tuhan tak adil kalau yang ngak kerja keras yang sukses,” tuturnya.

NU, tuturnya, bisa mempromosikan budaya kewirausahaan lewat organisasi dengan inovasi dan kreasi. Selama ini banyak orang hanya bertahan di zona nyaman, karena itu harus dibangun sebuah inovasi sebagai business as not as usual, termasuk bagaimana NU memberdayakan umatnya.

Situasi pertumbuhan ekonomi yang cepat di Indonesia saat ini, merupakan kesempatan bagi wirausahawan baru untuk turut berpartisipasi menikmati kue pembangunan. “Kalau bisa ikut, kesalahannya ada dua faktor, karena pemimpinnya yang tidak memberi kesempatan, atau karena malas,” tandasnya.

Terbaru

  • Daftar Sekarang! Beasiswa S2 di Italia dari IYT Scholarship 2026 Sudah Dibuka
  • Sejarah Hantavirus dan Perkembangannya Sampai ke Indonesia
  • Kementerian Pendidikan: Mapel Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027!
  • Ketua Fraksi PKB MPR-RI: Kemenag Respon Cepat Pendidikan Santri Ndolo Kusumo Pati yang Terdampak
  • Viral Video Sejoli Di Balai Kota Panggul Trenggalek, Satpol PP Janji Usut
  • Video Viral Wakil Wali Kota Batam Tegur Keras Pasir Ilegal
  • LPDP Buka Peluang Beasiswa S3 Prancis 2026, Simak Syaratnya!
  • Inilah Panduan Lengkap dan Aturan Main Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Jawa Tengah Tahun 2026
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar MOFA Taiwan Fellowship 2027
  • RESMI! Inilah Macam Jalur di SPMB Sekolah Tahun Ajaran 2026
  • Ini Loh Rute Terbaru TransJOGJA Per Mei 2026, Jangan Salah Naik!
  • Inilah Jadwal Operasional MRT Jakarta Per Mei 2026, Berubah Dimana?
  • Inilah Syarat dan Mekanisme Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Talenta (OSN, Seniman, Hafidz, Atlet dll) 2026/2027
  • Inilah Daftar Saham Farmasi di BEI Per Mei 2026, Pilih Mana?
  • Kesehatan Mental Itu Penting: Inilah Isi Chat Terakhir Karyawan Minimarket Sukabumi Bundir
  • Inilah Kampus Swasta Terbaik Jurusan Farmasi di Area Malang Raya
  • Cara Login EMIS 4.0 Kemenag Terbaru 2026 Pakai Akun Lembaga dan PTK Guru Madrasah Aktivasi
  • Survei Parpol Terbaru: Gerindra Unggul, PDIP Ketiga, PKB 5%
  • PKB Resmi Jalin Kerjasama dengan Institut Teknologi & Sains NU Kalimantan
  • Inilah Urutan Terbaru Pangkat TNI Angkatan Darat! (Update 2026)
  • Inilah Panduan Lengkap Operator Sekolah Mengelola SPTJM e-Ijazah dan Menghindari Kesalahan Fatal Data Kelulusan
  • Inilah Syarat dan Penilaian Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur UTBK
  • Download Video Viral Guru Bahasa Inggris? Awas Berisi Virus!
  • PKB Minta Kasus C4bul Pendiri Ponpes Pati Tidak Ada Ampunan & Tuntutan Maksimal
  • Inilah Kronologi Video Viral Preman vs Sopir Di Sumedang
  • Ini Alasan UKP Pariwisata Disindir Konten Kreator Drone Gunung Rinjani
  • Inilah Kronologi Viral Video Dugaan Asusila Pegawai Disdik Pasuruan di Mobil Dinas
  • Polisi Polda Sumut Resmi Dipecat: Dari Video Viral Sampai Sidang Etik Ini Kronologinya
  • ASUS ExpertBook Ultra: Produk Flagship yang Cerminkan Kepemimpinan ASUS di Pasar Global
  • Inilah Tahapan dan Syarat Pendaftaran Beasiswa Garuda 2026 Gelombang II (25 Mei – 25 Juni 2026)
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Optimize Your AI Agent Using Compiled Knowledge Layers to Replace Traditional RAG Systems
  • How to Build Your Own AI SEO Tool for Free and Audit Websites Like a Professional Marketing Agency
  • How to Use Tinyfish.ai to Give Your AI Agents Real-Time Web Access for Free
  • How to Use Anthropic’s New AI Agents to Automate Your Financial Workflows Like a Pro
  • How to Secure Brand Deals Easily Using AI-Powered Professional Pitch Estimates in Just a Few Clicks
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme