Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Mahasiswa JATMAN Gelar Diskusi di Malang

Posted on December 12, 2012

MALANG – Mahasiswa Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah atau MATAN Cabang Kota Malang menggelar serangkaian kegiatan dengan bertajuk “MATAN untuk bangsa”.

Kegiatan tersebut berisi rangkaian roadshow seminar, diskusi, dan sowan ke habaib dan masyayikh Kota Malang dengan bertujuan untuk memperkenalkan MATAN ke publik Kota Malang, terutama civitas akademika kampus dan para tokoh ulama di kota Malang.

Kegiatan tersebut juga merupakan langkah awal organisasi mahasiswa di bawah naungan Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyahjam’iyyah atau organisasi tarekat tarekat NU itu untuk mengubah pola pikir generasi muda khususnya yang kapitalistik, pragmatis, hedonis, dan transaksional yang berakibat, manusia tidak lagi berperan sebagai manusia (‘abdullah wa khalifatullah fil ardl). Dengan bertarekat diharapkan generasi muda lebih berperan bagai mesin dan mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan, yang mana akibat selanjutnya adalah tidak adanya rasa cinta dan kebanggaan terhadap tanah air dan lebih penting lagi, tidak adanya rasa cinta dan kebanggaan terhadap Nabi Muhammad SAW dan Islam.

Kegiatan MATAN Kota Malang yang dibuka pada 7 Desember 2012 ini diawali dengan seminar yang bertempat di aula Usman Mansur Universitas Islam Malang (UNISMA), dengan tema seminar, “Fitrah Nusantara Sebagai Isi Kandungan Bangsa”.

Seminar yang diisi oleh Habib Ismail Fajrie Alatas dan DR. Galih Wijil Pangarsa itu membahas mengenai potensi-potensi yang terkandung di bumi Nusantara ini baik itu potensi alamiah seperti laut, maupun potensi yang bersifat budaya, yang mana potensi-potensi itu bisa menjadi senjata untuk kebangkitan dan kemajuan Bangsa Indonesia.

Tidak hanya potensi yang dibicarakan, namun juga hal-hal yang bisa melemahkan potensi-potensi itu, baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar, sehingga peserta seminar diajak memetakan Indonesia.

Setelah seminar itu, pengurus harian MATAN dan Habib Aji (panggilan akrab Habib Ismail Fajrie Alatas) langsung menuju ke kediaman Habib Abdul Qadir Mauladdawilah dan Habib Bagir Mauladdawilah di kelurahan Jagalan Kota Malang untuk bersilaturrahim dan memperkenalkan MATAN kepada beliau-beliau serta memohon doa, dukungan, dan bantuan dari beliau-beliau untuk MATAN Kota Malang. Dan beliau-beliau pun memberi respon yang positif atas kehadiran Habib Aji dan rombongan, termasuk dengan lahirnya MATAN dan gerakan-gerakan yang akan dilakukan oleh MATAN.

Selanjutnya, Habib Aji dan seluruh PC. MATAN Kota Malang bergerak menuju maqam Al-Habib Abdul Qodir Bafaqih untuk berziarah dan “memperkenalkan” MATAN kepada beliau selaku salah satu wali agung yang ada di Kota Malang.

Ba’da shalat maghrib, rombongan langsung menuju ke Kota Batu untuk memenuhi undangan makan malam dari Habib Jamal Ba’agil. Dalam jamuan makan malam itu, tak lupa pula Habib Aji dan PC.MATAN Kota Malang memperkenalkan berdirinya MATAN Kota Malang dan mengharapkan kesediaan Habib Jamal untuk mendoakan MATAN dan membimbing MATAN Kota Malang, serta membantu MATAN Kota Malang, demi tersyiarnya Ahlussunnah wal jama’ah di dunia universitas yang sekarang ini mulai tersisih oleh paham-paham wahabi, liberalisme, dan hedonisme.

Keesokan harinya, acara dilanjutkan di kampus UIN Maliki Malang dan dimulai pukul 14.00 WIB dengan tema seminar “Mengambil Hikmah Pelajaran dari Sejarah dan Tradisi sebagai Pembentuk Identitas Lokal dan Universal Bangsa”. Sedangkan pemateri dalam seminar tersebut adalah DR. Agus Sunyoto, Prof. DR. Sutiman, dan Habib Ismail Fajrie Alatas.

Dalam seminar itu, para pembicara menekankan pentingnya mengetahui dan mempelajari sejarah dan tradisi di era globalisasi ini. Sebab dua elemen itu merupakan pembentuk jati diri bangsa. Tanpa dua elemen itu, maka bangsa tidak memiliki jati diri sehingga mudah dipecah belah, dan tidak mempunyai karakter sebagai bangsa, serta tidak cinta terhadap bangsa sendiri. Sebagai dua elemen yang berbeda, tradisi dan sejarah merupakan rem bagi bangsa Indonesia agar tidak terseret dan tergilas oleh roda globalisasi, apalagi sekarang ini semakin marak gerakan purifikasi seperti wahabi yang berkoalisi dengan kaum kapitalis untuk menghapus sejarah dan tradisi dari Negeri ini, sehingga terbentuklah manusia satu dimensi.

Setelah acara di UIN Maliki Malang, Habib Aji dan PC. MATAN Kota Malang melanjutkan kegiatan hari itu dengan bersilaturrahim ke Habib Muhammad bin Idrus Al-Haddad di Sawahan Kota Malang. Dalam silaturrahim itu, Habib Aji memperkenalkan MATAN dan PC. MATAN Kota Malang kepada Habib Muhammad dengan harapan doa, restu, dukungan dan bantuan dari Habib Muhammad untuk gerakan MATAN Kota Malang, sehingga MATAN Kota Malang bisa mewujudkan visi organisasi.

Agenda selanjutnya pada malam hari itu adalah menghadiri undangan makan malam dari Rais JATMAN Kota Malang, KH. Abdurrahman Yahya dan orasi ilmiah di hadapan santri beliau, santri PP. Miftahul Huda Gading Kota Malang. KH. Abdurrahman yang sejak awal digagasnya MATAN di Kota Malang ini sangat mendukung dan membantu gerakan MATAN, sangat gembira dengan kehadiran Habib Aji di Kota Malang dan di Gading Pesantren. KH. Baidlowi Mushlich dalam sambutannya menyatakan bahwa keberadaan MATAN, dan mahasiswa yang berthariqah di era sekarang ini sangat penting.

Adapun Habib Aji dalam orasinya menekankan agar para santri tidak hanya menjadi ahli ekonomi yang baik, dokter yang baik, guru yang baik, dan lain-lain (pekerja yang baik), namun, para santri yang sebagian besar mahasiswa ini, harus menjadi manusia yang baik, manusia yang benar-benar manusia. Hal itu bisa dicapai salah satunya dengan cara berthariqah, karena berthariqah itu untuk memunculkan kemanusiaan sehingga menjadi manusia yang manusia, yaitu manusia yang baik dan bermanfaat.

Itu pula salah satu motivasi mengapa Maulana Habib Luthfi bin Yahya menggagas berdirinya MATAN di tengah organisasi-organisasi semacam HMI, PMII lebih sibuk berpolitik kampus dan demonstrasi sampai lupa mengembangkan intelektualitasnya, dan lupa meningkatkan spiritualitasnya, sehingga MATAN sangat terbuka, baik itu anggota HMI, PMII, atau lainnya dipersilahkan untuk ikut MATAN tanpa meninggalkan organisasi asalnya.

Di hari terakhir atau hari ketiga road show MATAN, acara selanjutnya adalah diskusi dengan tema,”Kritik Nalar Liberalisme Islam” yang bertempat di gedung PCNU Kota Malang, di mana dalam diskusi itu Habib Aji memaparkan secara detail bagaimana sebenarnya pemikiran kawan-kawan di Jaringan Islam Liberal. Yang mana mereka sibuk mengkritik islam tradisi khas pesantren, namun mereka lupa untuk mengkritisi liberalisme yang mereka gembor-gemborkan, dengan segala teori yang mereka paparkan, padahal banyak kritik (baca: kekurangan dan kelemahan) dalam teori-teori yang mereka jadikan rujukan ataupun hasil pemikiran-pemikiran mereka, sehingga nyatanya pemikiran mereka malah lebih banyak bersifat mendekonstruksi pemikiran yang sudah ada daripada merekonstruksinya.

Malam harinya, acara dilanjutkan dengan diskusi di Pesantren Mahasiswa Al Hikam Kota Malang, yang mana dalam kesempatan itu Habib Aji memaparkan secara singkat mengenai MATAN dan pentingnya berthariqah agar menjadi manusia yang benar-benar manusia, sehingga menjadi manusia yang berguna bagi Negara dan Agama.

Di hari terakhir itu pula, Habib Aji dan PC. MATAN Kota Malang melanjutkannya dengan bersilaturrahim ke KH. Mashduqi Mahfudz di Mergosono, Habib Agil bin Agil di Jl. Ir. Rais Kota Malang, dan Gus Luqman di Merjosari Kota Malang. Dalam kesempatan tersebut, Habib Aji dan PC. MATAN Kota Malang memperkenalkan MATAN dan PC MATAN Kota Malang kepada beliau-beliau dengan harapan doa, restu, dukungan dan bantuan sehingga MATAN Kota Malang bisa mewujudkan visi organisasi.

Terbaru

  • Daftar Sekarang! Beasiswa S2 di Italia dari IYT Scholarship 2026 Sudah Dibuka
  • Sejarah Hantavirus dan Perkembangannya Sampai ke Indonesia
  • Kementerian Pendidikan: Mapel Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027!
  • Ketua Fraksi PKB MPR-RI: Kemenag Respon Cepat Pendidikan Santri Ndolo Kusumo Pati yang Terdampak
  • Viral Video Sejoli Di Balai Kota Panggul Trenggalek, Satpol PP Janji Usut
  • Video Viral Wakil Wali Kota Batam Tegur Keras Pasir Ilegal
  • LPDP Buka Peluang Beasiswa S3 Prancis 2026, Simak Syaratnya!
  • Inilah Panduan Lengkap dan Aturan Main Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Jawa Tengah Tahun 2026
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar MOFA Taiwan Fellowship 2027
  • RESMI! Inilah Macam Jalur di SPMB Sekolah Tahun Ajaran 2026
  • Ini Loh Rute Terbaru TransJOGJA Per Mei 2026, Jangan Salah Naik!
  • Inilah Jadwal Operasional MRT Jakarta Per Mei 2026, Berubah Dimana?
  • Inilah Syarat dan Mekanisme Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Talenta (OSN, Seniman, Hafidz, Atlet dll) 2026/2027
  • Inilah Daftar Saham Farmasi di BEI Per Mei 2026, Pilih Mana?
  • Kesehatan Mental Itu Penting: Inilah Isi Chat Terakhir Karyawan Minimarket Sukabumi Bundir
  • Inilah Kampus Swasta Terbaik Jurusan Farmasi di Area Malang Raya
  • Cara Login EMIS 4.0 Kemenag Terbaru 2026 Pakai Akun Lembaga dan PTK Guru Madrasah Aktivasi
  • Survei Parpol Terbaru: Gerindra Unggul, PDIP Ketiga, PKB 5%
  • PKB Resmi Jalin Kerjasama dengan Institut Teknologi & Sains NU Kalimantan
  • Inilah Urutan Terbaru Pangkat TNI Angkatan Darat! (Update 2026)
  • Inilah Panduan Lengkap Operator Sekolah Mengelola SPTJM e-Ijazah dan Menghindari Kesalahan Fatal Data Kelulusan
  • Inilah Syarat dan Penilaian Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur UTBK
  • Download Video Viral Guru Bahasa Inggris? Awas Berisi Virus!
  • PKB Minta Kasus C4bul Pendiri Ponpes Pati Tidak Ada Ampunan & Tuntutan Maksimal
  • Inilah Kronologi Video Viral Preman vs Sopir Di Sumedang
  • Ini Alasan UKP Pariwisata Disindir Konten Kreator Drone Gunung Rinjani
  • Inilah Kronologi Viral Video Dugaan Asusila Pegawai Disdik Pasuruan di Mobil Dinas
  • Polisi Polda Sumut Resmi Dipecat: Dari Video Viral Sampai Sidang Etik Ini Kronologinya
  • ASUS ExpertBook Ultra: Produk Flagship yang Cerminkan Kepemimpinan ASUS di Pasar Global
  • Inilah Tahapan dan Syarat Pendaftaran Beasiswa Garuda 2026 Gelombang II (25 Mei – 25 Juni 2026)
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Optimize Your AI Agent Using Compiled Knowledge Layers to Replace Traditional RAG Systems
  • How to Build Your Own AI SEO Tool for Free and Audit Websites Like a Professional Marketing Agency
  • How to Use Tinyfish.ai to Give Your AI Agents Real-Time Web Access for Free
  • How to Use Anthropic’s New AI Agents to Automate Your Financial Workflows Like a Pro
  • How to Secure Brand Deals Easily Using AI-Powered Professional Pitch Estimates in Just a Few Clicks
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme