Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Mahfud MD: Persoalan Bangsa Ini Sangat Parah

Posted on December 19, 2012

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyatakan bahwa persoalan bangsa Indonesia saat ini sudah parah, apalagi penegakan hukum yang seharusnya meliputi substansi, struktur dan kultur, justru terasa timpang karena aparatnya tidak bisa menegakkannya.

“Saat ini masyarakat disuguhi tontonan yang sangat nyata, bagaimana seorang (mantan) bendahara partai, M Nazaruddin, yang dicekal oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa berdialog dengan stasiun televisi, tetapi aparat tidak bergerak menangkapnya,” tegas Mahfud dalam acara Seminar dan Dialog Kebangsaan di FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, Rabu.
Kondisi seperti itu, menurut dia, semua sudah tersandera oleh kesalahan sendiri-sendiri. Nazaruddin bagaikan seorang teroris yang dipenuhi dengan bom yang melekat ditubuhnya, sehingga jika ditangkap bom itu tak hanya menyelakakan dirinya sendiri, tetapi juga yang menangkapnya,

Pada kesempatan itu, ia juga memprihatinkan jati diri bangsa yang sudah ditinggalkan. Masa reformasi yang seharusnya merupakan masa transisi tak kunjung selesai. Sehingga, masyarakat saat ini berada dalam anomali, dimana hukum yang lalu sudah tak berlaku, hukum baru belum diberlakukan.

Kondisi tersebut, lanjut Mahfud, memacu jati diri bangsa semakin terkikis, padahal bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai luhur seperti toleransi, hidup damai, sopan dan bangga pada dirinya mulai luntur. Itulah sebabnya martabat bangsa sering dilecehkan oleh bangsa lain.

Menurut Mahfud, soal peradaban masyarakat bukanlah soal apa agamanya, tetapi bagaimana menegakkan keadilan. Walaupun mayoritas beragama Islam tetapi tidak berbuat adil, bisa menjadi malapetaka. Negara dengan agama apapun, tetapi menegakkan keadilan maka terjadi peradaban yang maju.

“Penegakan hukum minus keadilan sama halnya mengabaikan ruh dari hukum itu sendiri,” ucapnya, menegaskan.

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Saleh Daulay, menyayangkan maraknya fenomena pelaku penyimpangan kebangsaan justru dilakukan oleh kalangan muda. Jika pada tahun 1998 kaum muda menggerakkan reformasi maka sekarang fenomenanya pelaku-pelaku gerakan reformasi itu terjebak dengan praktik curang dan rakus.

Mereka yang menempati posisi penting justru kehilangan semangat reformisnya. Contoh kasus Nazaruddin dan Gayus, merupakan yang masih berusia muda adalah contoh yang tidak reformis.

“Kita kalangan muda, kalah reformis dengan kalangan tua seperti Buya Syafii Maarif maupun Pak Mahfud MD ini,” ujar Saleh.

Namun demikian, Saleh tidak menampik adanya kaum muda yang masih memiliki semangat reformis. Tidaklah adil melihat reformis dan tidaknya hanya dari kalangan muda atau tua, tetapi bagaimana penegakan keadilan.

Sebagai ketua ormas kepemudaan, Saleh menilai pemuda masih punya harapan besar membangun bangsa. Tetapi memang tantangannya lebih berat karena perubahan global dan nasional, serta tarikan godaan keserakahan sangat kuat.

“Kami termasuk geberasi muda harus tetap optimistis dengan menjaga idealisme dan terus berjuang secara kritis,” tegasnya.

Terbaru

  • Daftar Sekarang! Beasiswa S2 di Italia dari IYT Scholarship 2026 Sudah Dibuka
  • Sejarah Hantavirus dan Perkembangannya Sampai ke Indonesia
  • Kementerian Pendidikan: Mapel Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027!
  • Ketua Fraksi PKB MPR-RI: Kemenag Respon Cepat Pendidikan Santri Ndolo Kusumo Pati yang Terdampak
  • Viral Video Sejoli Di Balai Kota Panggul Trenggalek, Satpol PP Janji Usut
  • Video Viral Wakil Wali Kota Batam Tegur Keras Pasir Ilegal
  • LPDP Buka Peluang Beasiswa S3 Prancis 2026, Simak Syaratnya!
  • Inilah Panduan Lengkap dan Aturan Main Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Jawa Tengah Tahun 2026
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar MOFA Taiwan Fellowship 2027
  • RESMI! Inilah Macam Jalur di SPMB Sekolah Tahun Ajaran 2026
  • Ini Loh Rute Terbaru TransJOGJA Per Mei 2026, Jangan Salah Naik!
  • Inilah Jadwal Operasional MRT Jakarta Per Mei 2026, Berubah Dimana?
  • Inilah Syarat dan Mekanisme Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Talenta (OSN, Seniman, Hafidz, Atlet dll) 2026/2027
  • Inilah Daftar Saham Farmasi di BEI Per Mei 2026, Pilih Mana?
  • Kesehatan Mental Itu Penting: Inilah Isi Chat Terakhir Karyawan Minimarket Sukabumi Bundir
  • Inilah Kampus Swasta Terbaik Jurusan Farmasi di Area Malang Raya
  • Cara Login EMIS 4.0 Kemenag Terbaru 2026 Pakai Akun Lembaga dan PTK Guru Madrasah Aktivasi
  • Survei Parpol Terbaru: Gerindra Unggul, PDIP Ketiga, PKB 5%
  • PKB Resmi Jalin Kerjasama dengan Institut Teknologi & Sains NU Kalimantan
  • Inilah Urutan Terbaru Pangkat TNI Angkatan Darat! (Update 2026)
  • Inilah Panduan Lengkap Operator Sekolah Mengelola SPTJM e-Ijazah dan Menghindari Kesalahan Fatal Data Kelulusan
  • Inilah Syarat dan Penilaian Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur UTBK
  • Download Video Viral Guru Bahasa Inggris? Awas Berisi Virus!
  • PKB Minta Kasus C4bul Pendiri Ponpes Pati Tidak Ada Ampunan & Tuntutan Maksimal
  • Inilah Kronologi Video Viral Preman vs Sopir Di Sumedang
  • Ini Alasan UKP Pariwisata Disindir Konten Kreator Drone Gunung Rinjani
  • Inilah Kronologi Viral Video Dugaan Asusila Pegawai Disdik Pasuruan di Mobil Dinas
  • Polisi Polda Sumut Resmi Dipecat: Dari Video Viral Sampai Sidang Etik Ini Kronologinya
  • ASUS ExpertBook Ultra: Produk Flagship yang Cerminkan Kepemimpinan ASUS di Pasar Global
  • Inilah Tahapan dan Syarat Pendaftaran Beasiswa Garuda 2026 Gelombang II (25 Mei – 25 Juni 2026)
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • Testing Baidu Ernie 5.1, ultra-efficient thinking mode to solve your most complex coding and reasoning challenges with ease
  • How to Evaluate AI Logic Performance Using DeepSeek V4 Flash Think and Gemini 3.1 Flash Light in Complex Reasoning Tests
  • How to Build Your Own Content Factory Using the New Google NotebookLM Intelligence Updates
  • How to Use DFlash for Blazing Fast AI Text Generation on Gemma 4 26B
  • How to Optimize Your AI Agent Using Compiled Knowledge Layers to Replace Traditional RAG Systems
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme