Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu
Samsung

Galaxy S26 Kehilangan Magnet Qi2? Kebocoran Terbaru Bikin Penasaran!

Posted on February 3, 2026

Kabar mengejutkan nih, rekan-rekanita! Bocoran terbaru tentang Galaxy S26 justru bikin kita bertanya-tanya. Setelah lama dinantikan, sepertinya Samsung memutuskan untuk menghilangkan magnet Qi2 bawaan pada seri terbaru ini. Penasaran kenapa? Yuk, kita bahas lebih lanjut.

Jadi, selama ini kita semua berharap Galaxy S26 akan hadir dengan magnet Qi2 terintegrasi langsung di dalam bodi ponsel. Ini penting banget karena Qi2 adalah standar pengisian daya nirkabel yang lebih baik, memungkinkan kita menempelkan ponsel ke charger secara magnetis dengan lebih presisi dan aman. Bayangkan, gak perlu lagi repot-repot mencari posisi yang tepat saat mengisi daya, cukup tempel dan selesai! Tapi, bocoran dari sumber yang cukup terpercaya ini bilang kalau Samsung malah membatalkan fitur tersebut. Alasan pastinya masih belum jelas, tapi banyak yang menduga ini berkaitan dengan masalah biaya produksi atau mungkin desain.

Yang menarik, bocoran ini juga menyebutkan kalau Samsung akan tetap mendukung pengisian daya nirkabel Qi2, tapi bukan lagi dengan magnet bawaan. Artinya, kita masih bisa menggunakan charger Qi2 pihak ketiga, tapi kita perlu membeli aksesori magnetik terpisah. Ini sedikit mengecewakan, ya, karena menghilangkan kemudahan yang seharusnya kita dapatkan langsung dari ponsel. Kita jadi harus mengeluarkan biaya tambahan lagi untuk mendapatkan pengalaman pengisian daya nirkabel yang optimal. Padahal, banyak yang berharap Samsung bisa mengintegrasikan magnet Qi2 secara mulus, seperti yang dilakukan oleh beberapa produsen ponsel lain.

Lebih lanjut, ada spekulasi bahwa keputusan ini diambil karena Samsung ingin lebih fleksibel dalam hal desain. Dengan menghilangkan magnet bawaan, mereka mungkin bisa membuat ponsel lebih tipis atau memiliki desain yang lebih unik. Tapi, apakah ini sepadan dengan hilangnya kenyamanan pengisian daya nirkabel magnetis? Itu tergantung selera masing-masing, sih. Tapi, jujur aja, banyak dari kita yang merasa sedikit kecewa.

Kalau kalian penasaran, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait perubahan ini:

  1. Tidak Ada Magnet Bawaan: Galaxy S26 tidak akan memiliki magnet Qi2 terintegrasi di dalam bodi ponsel. Jadi, jangan berharap bisa langsung menempelkan ponsel ke charger Qi2 tanpa aksesori tambahan.
  2. Dukungan Qi2 Tetap Ada: Meskipun magnetnya hilang, Galaxy S26 tetap mendukung standar pengisian daya nirkabel Qi2. Kalian masih bisa menggunakan charger Qi2 dari merek lain.
  3. Aksesori Magnetik Terpisah: Jika kalian ingin merasakan kenyamanan pengisian daya nirkabel magnetis, kalian perlu membeli aksesori magnetik terpisah. Samsung mungkin akan merilis aksesori resminya, atau kalian bisa mencari alternatif dari pihak ketiga.
  4. Pertimbangan Biaya: Kemungkinan besar, keputusan ini diambil untuk menekan biaya produksi. Integrasi magnet Qi2 bisa menambah biaya produksi secara signifikan, dan Samsung mungkin ingin menjaga harga Galaxy S26 tetap kompetitif.
  5. Fleksibilitas Desain: Hilangnya magnet bawaan mungkin memberikan Samsung lebih banyak fleksibilitas dalam hal desain. Mereka bisa membuat ponsel lebih tipis atau memiliki desain yang lebih unik.

Kita tunggu aja perkembangan selanjutnya, rekan-rekanita. Semoga Samsung bisa memberikan solusi yang memuaskan bagi kita semua. Sampai jumpa di ulasan berikutnya!

Terbaru

  • Hapus Sekarang! Inilah Hornet, App LGBTQ Tembus Indonesia, Hati-hati
  • Berapa Lama Sih Ngecas HP 33 Watt? Ini Dia Penjelasannya!
  • Cara Cek Saldo Hana Bank Lewat SMS
  • Update Sistem Google Februari 2026: Apa yang Baru dan Perlu Kalian Tahu?
  • Membership FF Bulanan & Mingguan: Berapa DM yang Harus Kalian Siapkan?
  • Maksimal Ngecas HP Berapa Kali Sehari? Boleh 2 Kali Nggak, Sih?
  • Cara Mengatasi Error “Try Again, Open in Another App”
  • Sideload Android: Cara Pasang APK Tanpa Google Play Store (Panduan Lengkap 2026)
  • iPhone Jadi Kamera Vintage Modular? Proyek Kickstarter Ini Bikin Kagum!
  • Cara Mengatasi Video Nest Cam Bermasalah dan Video Hilang
  • iTunes Masih Jadi Rajanya Music? Ini Faktanya!
  • Google Home Smart Button Makin Canggih: Kini Otomatisasi Lebih Fleksibel!
  • F1: The Movie Raih Grammy! Tak Terduga, Kalahkan Bintang Country Ternama
  • Blokir Situs Judi Online: Lindungi Diri & Keluarga dari Dampak Negatif
  • Belanda Larang Anak di Bawah 16 Tahun Gunakan Media Sosial: Ini Detailnya!
  • Gemini Live Mendapat Desain Ulang ‘Floating UI’ yang Super Keren!
  • Galaxy S26 Kehilangan Magnet Qi2? Kebocoran Terbaru Bikin Penasaran!
  • DCT Coin: Crypto Legitim atau Penipuan? Bedah Tuntas, Harga & Fakta Penting!
  • Apple Rilis Update Terbaru untuk iOS, macOS, watchOS & Lainnya!
  • Paket Super Seru Telkomsel: Aplikasi Apa Saja yang Bisa Digunakan?
  • Deus Ex: Human Revolution GRATIS di Android! Buruan Download Sebelum Hilang!
  • Apa Bedanya Thigh, Wing, dan Drumstick di McDonald’s? Yuk, Kupas Tuntas!
  • OpenAI Luncurkan Codex App untuk macOS: Kode Jadi Lebih Mudah!
  • Dana Kaget Wealth Plan: Untung atau Mitos? Review Jujur & Cara Daftarnya!
  • Desain Sony WF-1000XM6 Bocor: Desain Baru, Performa Lebih Gahar!
  • Cara Pinjam 5 Juta di Pegadaian: Mudah, Cepat & Aman! (2024)
  • AYANEO Pocket S Mini: Konsol Android Super Ringkas Hadir!
  • Cara Mendapatkan Kode Verifikasi Telegram Lewat WA
  • Kenapa PayLater Lazada Gak Bisa Dipakai Padahal Udah Lunas?
  • 0811 Kode Area Mana Ini? Fakta Penipuan atau Bukan?
  • How to Disable AI Features in Firefox 148
  • Git 2.53: What’s New?
  • Linux From Scratch Ditches Old System V init
  • How to Maintained the SSD with TRIM
  • What is CVE-2024-21009? Microsoft Office Security Serious Bug
  • Cara Membuat Podcast dari PDF dengan NotebookLlama dan Groq
  • Tutorial Membuat Sistem Automatic Content Recognition (ACR) untuk Deteksi Logo
  • Apa itu Google Code Wiki?
  • Cara Membuat Agen AI Otomatis untuk Laporan ESG dengan Python dan LangChain
  • Cara Membuat Pipeline RAG dengan Framework AutoRAG
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme