Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Kenapa Disney Matikan Dolby Vision dan HDR10? Ini Penjelasannya

Posted on February 7, 2026

Baru-baru ini, beberapa dari kalian mulai melaporkan kalau Disney secara diam-diam menghilangkan dukungan Dolby Vision dan HDR10 di platform streaming mereka. Ini bukan hal sepele, karena kualitas gambar yang lebih tinggi tiba-tiba menghilang dari layar kalian. Tapi kenapa ini bisa terjadi? Apakah ada alasan teknis, kebijakan bisnis, atau mungkin masalah kompatibilitas perangkat? Mari kita bahas lebih dalam biar kalian paham bagaimana ini bisa terjadi, kenapa hanya sebagian pengguna yang terdampak, dan apa yang bisa kalian lakukan sebagai pengguna biasa.

Pertama, perlu diingat bahwa Dolby Vision dan HDR10 adalah teknologi yang membuat konten streaming Disney, seperti film atau serial, tampil lebih terang, jernih, dan hidup di layar kalian. Ini bukan sekadar soal estetika, tapi juga pengalaman visual yang lebih mendekati teater. Tapi nyatanya, tidak semua pengguna bisa menikmati fitur ini. Beberapa dari kalian mungkin sudah mengalami konten Disney terbaru tiba-tiba tidak menampilkan opsi HDR atau Dolby Vision, meski perangkat kalian sebenarnya kompatibel. Ini bisa bikin frustrasi, apalagi kalau kalian bayar langganan premium untuk kualitas terbaik.

Lalu kenapa ini bisa terjadi? Ada beberapa kemungkinan. Pertama, bisa jadi masalah teknis di perangkat kalian. Bukan semua perangkat yang klaim mendukung HDR bisa memproses Dolby Vision dengan baik. Misalnya, TV lama atau perangkat streaming generasi awal mungkin tidak punya pemrosesan HDR yang canggih. Tapi kalau kalian sudah pastikan perangkat kompatibel, mungkin ada alasan lain. Salah satunya adalah kebijakan bisnis dari Disney. Mereka mungkin sedang uji coba cara baru untuk mengelola distribusi konten HDR, terutama untuk menghindari penggunaan bandwidth berlebihan. Karena Dolby Vision dan HDR10 butuh data lebih besar dibanding format standar, ini bisa memberatkan jaringan kalian, terutama kalau koneksi internet tidak stabil.

Ada pula kemungkinan Disney sedang menghadapi tekanan dari pihak ketiga, seperti aturan di suatu negara atau wilayah tertentu. Jika kalian tinggal di daerah yang atur konten streaming secara ketat, mungkin ini alasan kenapa beberapa konten tidak menampilkan HDR/Dolby Vision. Tapi ini hanya dugaan, karena belum ada pengumuman resmi dari Disney.

Nah, bagaimana kalian tahu ini masalah dari sisi pengguna atau dari Disney? Pertama, coba periksa pengaturan perangkat kalian. Buka menu pengaturan di TV, perangkat streaming, atau aplikasi Disney, lalu cari opsi HDR atau Dolby Vision. Jika tidak muncul, coba restart perangkat dan periksa lagi. Jika masih tidak ada, mungkin masalahnya di sisi platform. Kalian juga bisa coba ganti jenis koneksi internet, dari WiFi ke kabel, untuk pastikan tidak ada gangguan koneksi yang mengganggu unduhan konten HDR.

Tapi kalau semua cara sudah dicoba dan masih gagal, mungkin kalian termasuk pengguna yang dikecualikan sengaja atau tidak sengaja. Bisa jadi Disney sedang uji coba terbatas, di mana hanya sebagian pengguna yang bisa akses konten HDR/Dolby Vision. Ini mirip dengan cara beberapa platform lain menguji fitur baru sebelum peluncuran massal. Jadi, kalian mungkin mengalami masalah ini hingga Disney perbarui sistem atau keputusan untuk menyebarkan fitur ke semua pengguna.

Bagi kalian yang sangat peduli dengan kualitas visual, ini bisa jadi masalah besar. Tapi jangan khawatir, ada beberapa solusi. Pertama, pastikan semua perangkat kalian sudah diperbarui ke versi terbaru. Kadang perangkat lama tidak mendukung format terbaru meski klaim kompatibel. Kedua, coba gunakan aplikasi Disney di perangkat lain, seperti ponsel atau tablet, untuk lihat apakah masalah ini terjadi di semua perangkat atau hanya satu. Jika hanya satu perangkat bermasalah, mungkin masalahnya di perangkat itu sendiri.

Plus, kalian bisa hubungi dukungan pelanggan Disney atau laporkan masalah melalui aplikasi. Meski tidak semua laporan akan direspons cepat, ini cara menyampaikan keluhan. Jika cukup banyak pengguna mengeluh, mungkin Disney akan memperhatikan dan mengambil tindakan. Tapi jangan berharap terlalu banyak, karena perusahaan besar sering mengutamakan kebijakan bisnis daripada keluhan individu.

Yang paling penting, kalian harus paham ini bukan masalah yang bisa diatasi sepenuhnya oleh kalian sendiri. Ini lebih ke masalah teknis atau kebijakan dari Disney. Tapi kalian tetap bisa menikmati konten Disney dengan kualitas yang tidak terlalu jauh dari HDR, meski mungkin tidak sebaik yang diharapkan. Jadi, jangan terlalu frustrasi, tapi tetap waspada perubahan di masa depan.

Kembali ke intinya, masalah ini mengingatkan kalian bahwa teknologi streaming tidak selalu sempurna. Bahkan perusahaan besar seperti Disney pun bisa mengalami kendala teknis atau kebijakan yang tidak sesuai harapan pengguna. Tapi kalian bisa tetap menikmati konten Disney dengan cara lebih bijak, seperti memilih konten yang tidak butuh HDR atau mengoptimalkan pengaturan perangkat agar mendekati kualitas terbaik. Semoga saja dalam waktu dekat, Disney bisa selesaikan masalah ini dan kembali memberikan pengalaman visual terbaik untuk semua pengguna, termasuk kalian. Rekan-rekanita, sampai jumpa di pembahasan berikutnya yang lebih menarik!

Terbaru

  • Kenapa Disney Matikan Dolby Vision dan HDR10? Ini Penjelasannya
  • Kenapa Bobon Santoso Pensiun Dari Youtube? Ini Alasan Sebenarnya
  • Apakah Bootcamp Hacktiv8 Penipu atau Direkomendasikan?
  • Inilah Estimasi Waktu Pencairan TPG 2026 Sehabis SKTP Muncul di Info GTK
  • Cara Menggunakan openClaw untuk Kebutuhan SEO
  • Apakah Tunjangan Profesi Guru Hangus Karena SKTP Belum Terbit?
  • Cara Tarik Saldo PNM Digi ke Rekening & Daftar: Panduan Lengkap & Terbaru!
  • Apa itu Penipuan Michat Hotel?
  • Yang Baru di Claude 5 Sonnet
  • Tip Jadi Kreator di Pinterest Tahun 2026
  • Cara Jualan Produk Digital Tanpa Harus Capek Promosi Terus-Menerus
  • Rangkuman Strategi Bisnis Baru dari CEO Youtube 2026, Wajib Dibaca Kreator Nih
  • Apa itu Platform WeVerse? Ini Penjelasan Lengkapnya
  • Inilah Cara Mendapatkan 1000 Subscriber Cuma dalam 3 Hari Tanpa Edit Video Sama Sekali
  • Apa itu Shibal Annyeong yang Viral TikTok?
  • Apakah iPhone Inter Aman?
  • Kenapa Gemini AI Bisa Error Saat Membuat Gambar? Ini Penjelasannya!
  • Daftar Akun Moonton via Web Tanpa Aplikasi untuk MLBB
  • Cara Hapus Akun Terabox: Panduan Lengkap dan Aman
  • Khaby Lame’s $957M Digital Identity Deal Explained
  • Cek HP Anak, Apakah Ada Video Viral Cukur Kumis Bawah
  • Jika ATM Terpelanting, Apakah Saldo Aman?
  • Inilah 5 Rekomendasi Smartwatch Terbaik di Bawah Rp1 Jutaan
  • Siapa Daud Tony yang Ramal Jatuhnya Saham & Harga Emas-Perak?
  • Berapa Cuan Dari 1.000 Tayangan Reels Facebook Pro?
  • Apakah Jika Ganti Baterai HP, Data akan Hilang?
  • Apa itu Game Sakura School Simulator Solwa?
  • Hasil Benchmark Xiaomi Pad 8 Global Bocor! Siap-siap Masuk Indonesia Nih
  • KAGET! Ressa Rizky Rossano Akui Sudah Nikah & Punya Anak
  • Inilah Kronologi Ledakan Bom Rakitan SMPN 3 Sungai Raya, Kubu Raya Kalbar
  • How to Access OneDrive Backup Files Easily
  • How to Update LibreOffice on Linux: A Simple Guide
  • What’s New on Ardour 9.0? A Major Update for Linux Audio Production
  • Dozzel: The Best Real-Time Docker Log Viewer
  • Calibre 9.2 Released: New ZIP Output and Features for E-Book Lovers
  • Cara Ubah Role Definition Menjadi Custom Instructions yang Efektif buat Claude Project
  • Cara Mendefinisikan Role Project Claude Agar Hasilnya Lebih Akurat dan Konsisten
  • Cara Buat AI Asisten Pribadi dengan Teknik RAG
  • Cara Membuat Podcast dari PDF dengan NotebookLlama dan Groq
  • Tutorial Membuat Sistem Automatic Content Recognition (ACR) untuk Deteksi Logo
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme