Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Inilah Syarat dan Prosedur Ikut Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Tes Tulis 2026/2027

Posted on May 6, 2026

BANDUNG – Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali membuka peluang emas bagi para talenta muda berbakat di seluruh Indonesia melalui mekanisme seleksi mandiri yang dikenal dengan SSU ITB Jalur Tes Tulis. Langkah strategis ini diambil oleh pihak kampus sebagai upaya untuk menjaring calon mahasiswa yang tidak hanya memiliki kecerdasan akademik secara teoretis, tetapi juga memiliki kemampuan kognitif dan potensi akademik yang aktual serta teruji. Melalui sistem ujian tertulis yang diselenggarakan secara mandiri oleh ITB, institusi pendidikan teknik terbaik di Indonesia ini berkomitmen untuk menyaring individu yang memiliki kemampuan pemecahan masalah (problem solving) yang tajam serta pemahaman mendalam terhadap disiplin ilmu sains, sesuai dengan standar kurikulum tinggi yang diterapkan di ITB.

Jalur seleksi ini dirancang sebagai wadah yang adil dan transparan bagi siswa-siswi yang ingin membuktikan kapasitas intelektual mereka secara langsung melalui ujian yang terstandarisasi. Menariknya, program seleksi mandiri ini memberikan cakupan kesempatan yang luas, di mana lulusan tahun 2024, lulusan tahun 2025, hingga calon lulusan tahun 2026 dapat turut serta berkompetisi memperebutkan kursi di berbagai program studi prestisius di ITB. Hal ini menunjukkan bahwa ITB sangat terbuka terhadap berbagai profil lulusan sekolah menengah yang memiliki potensi unggul.

Dalam sistem penilaiannya, ITB menerapkan pendekatan yang komprehensif dan multidimensi. Penilaian tidak hanya bertumpu pada satu aspek tunggal, melainkan menggabungkan berbagai komponen untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kualitas calon mahasiswa. Komponen penilaian utama terletak pada hasil nilai dari Tes Kemampuan Akademik yang disebut sebagai ITB-AQ Test. Tes ini memiliki pembagian sub-tes yang spesifik sesuai dengan rumpun program studi yang dipilih. Pertama, Kemampuan Akademik Matematika menjadi syarat mutlak yang wajib diikuti oleh seluruh pendaftar di semua program studi tanpa terkecuali. Kedua, bagi para calon mahasiswa yang mengincar program studi di bidang sains dan teknik, mereka diwajibkan menempuh Tes Kemampuan Akademik Fisika, khususnya pada materi Mekanika dan Gelombang. Ketiga, bagi mereka yang memiliki minat di bidang kreatif, khususnya pendaftar Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) serta Program Studi Arsitektur (SAPPK), terdapat Tes Kemampuan Menggambar yang menjadi syarat khusus.

Selain tes kemampuan akademik tersebut, ITB juga menyertakan komponen penilaian pendukung untuk memperkuat profil akademik calon mahasiswa. Salah satunya adalah Motivation Letter atau surat motivasi, yang diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai visi, semangat, dan alasan kuat mengapa calon mahasiswa tersebut layak untuk bergabung dengan keluarga besar ITB. Selain itu, nilai rapor dari semester 1 hingga semester 5 juga menjadi elemen penting dalam proses seleksi. Untuk mata pelajaran matematika, nilai rapor bersifat wajib bagi seluruh pendaftar. Sementara itu, bagi pendaftar di rumpun sains dan teknik, mereka diwajibkan menyertakan nilai salah satu dari mata pelajaran pendukung seperti Fisika, Kimia, Biologi, atau Matematika Lanjut.

Mengingat perkembangan teknologi yang pesat, pelaksanaan SSU ITB Jalur Tes Tulis ini akan dilakukan sepenuhnya secara daring atau online. Hal ini menuntut kesiapan teknis yang sangat tinggi dari setiap peserta. Seluruh peserta wajib mengikuti ujian sesuai dengan sub-tes yang telah ditentukan bagi masing-masing pilihan program studi. Mengingat ujian dilakukan secara jarak jauh, ITB sangat menekankan pentingnya tahap simulasi tes dan uji kelayakan perangkat.

Tahapan simulasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah krusial untuk membantu peserta memahami alur kerja dan operasional sistem ujian yang digunakan. Melalui simulasi, peserta dapat melihat gambaran contoh soal yang serupa dengan materi ujian asli, sehingga mereka dapat mengantisipasi tingkat kesulitan soal. Lebih dari itu, simulasi ini berfungsi sebagai sarana deteksi dini bagi peserta untuk mengidentifikasi serta mengantisipasi potensi kendala teknis yang mungkin muncul saat ujian utama berlangsung. Selain simulasi, peserta juga diwajibkan mengikuti uji kelayakan perangkat untuk memverifikasi fungsi kamera, mikrofon, dan stabilitas koneksi internet guna memastikan seluruh perangkat berfungsi optimal selama sesi ujian.

Bagi para pendaftar yang akan mengikuti ujian menggambar, terdapat instruksi khusus mengenai perangkat yang harus disiapkan. Peserta wajib memiliki akun Gmail yang aktif untuk keperluan pengiriman hasil ujian. Perangkat utama yang digunakan adalah komputer pribadi atau laptop dengan koneksi internet yang stabil. Aplikasi Zoom harus sudah terpasang di perangkat tersebut, serta kamera (webcam), mikrofon, dan speaker harus dalam kondisi berfungsi baik dan terus terhubung. Penggunaan ponsel pintar (smartphone) dalam ujian menggambar memiliki peran khusus, yakni sebagai alat untuk memindai (scan) atau memotret lembar jawaban yang telah dikerjakan.

Secara spesifik, kebutuhan alat gambar dibedakan berdasarkan fakultas yang dituju. Bagi pendaftar Program Studi Arsitektur (SAPPK), mereka minimal harus menyiapkan 4 lembar kertas gambar ukuran A4, pena, kertas A4 tambahan, pensil 2B, serta pensil 6B atau charcoal stick (konte). Sedangkan bagi pendaftar Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), minimal diperlukan 1 lembar kertas gambar ukuran A4 dengan pilihan alat gambar berupa pensil, pena tinta hitam, atau spidol hitam, baik digunakan secara tunggal maupun kombinasi.

Beralih ke peserta ujian akademik (Matematika dan Fisika), aturan penggunaan perangkat jauh lebih ketat. Ujian ini hanya dapat dilakukan menggunakan laptop atau PC dengan sistem operasi Windows atau MacOS. ITB secara tegas menyatakan bahwa ujian tidak dapat dilakukan menggunakan tablet maupun ponsel pintar. Ponsel dalam konteks ini hanya diposisikan sebagai perangkat monitoring tambahan. Untuk menjamin performa ujian yang stabil dan bebas dari kendala teknis, ITB menetapkan spesifikasi minimum perangkat, yaitu RAM minimal 8 GB, prosesor Intel Core i3 atau setara (semakin tinggi semakin baik), koneksi internet yang stabil, serta ketersediaan ruang penyimpanan kosong minimal 50 GB. Selain itu, kamera web dan mikrofon harus aktif, serta tersedia speaker untuk kebutuhan komunikasi suara (voice call). Bagi pengguna MacBook, sangat disarankan untuk menggunakan versi MacOS terbaru dan memastikan daya baterai mencukupi jika tidak menggunakan pengisi daya secara langsung. Penggunaan hanya satu layar atau monitor tunggal juga menjadi kewajiban.

Satu hal yang menjadi perhatian serius dalam pengawasan ujian adalah penggunaan perangkat monitoring tambahan. Setiap peserta wajib menggunakan ponsel pintar sebagai kamera sekunder untuk keperluan proctoring atau pengawasan jarak jauh. Peserta sangat disarankan menggunakan tripod atau tempat penyangga ponsel agar ponsel dapat diletakkan pada sudut yang tepat, sehingga dapat menangkap area peserta secara menyeluruh, mulai dari wajah, tangan, meja kerja, hingga layar laptop secara jelas sepanjang sesi ujian berlangsung.

Dasar Penilaian

Komponen Penilaian Utama

Hasil Nilai dari Tes Kemampuan Akademik (ITB-AQ Test):
– Kemampuan Akademik Matematika: Wajib bagi seluruh program studi.
– Kemampuan Akademik Fisika – Bab Mekanika & Gelombang: Khusus bagi pendaftar program sains dan teknik.
– Tes Kemampuan Menggambar: Khusus bagi pendaftar Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) serta Program Studi Arsitektur (SAPPK).

Komponen Penilaian Pendukung

  • Motivation Letter (Surat Motivasi)
  • Nilai Rapor (semester 1 s.d.5) untuk mata pelajaran berikut:
    • Matematika: Wajib bagi seluruh program studi.
    • Salah satu dari mata pelajaran: Fisika / Kimia / Biologi / Matematika Lanjut (khusus bagi pendaftar program sains dan teknik).

Persyaratan Khusus SSU ITB – Tes Tulis

  1. Mengikuti Pelaksanaan Tes Daring, seluruh peserta wajib mengikuti ujian secara daring (online) sesuai dengan sub-tes yang telah ditentukan bagi masing-masing pilihan program studi:
    • Tes Akademik Matematika: Wajib diikuti oleh pendaftar seluruh program studi.
    • Tes Akademik Fisika (Mekanika & Gelombang): Khusus bagi pendaftar program di rumpun sains dan teknik.
    • Tes Kemampuan Menggambar: Khusus bagi pendaftar Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) serta Program Studi Arsitektur (SAPPK).
  2. Simulasi Tes & Uji Kelayakan Perangkat, peserta diwajibkan mengikuti tahapan simulasi dan pengecekan teknis untuk memastikan kelancaran saat ujian utama:
    1. Simulasi: Merupakan latihan ujian yang dirancang untuk:
      • Membantu peserta memahami alur kerja dan operasional sistem ujian.
      • Memberikan gambaran contoh soal yang serupa dengan materi ujian asli.
      • Memungkinkan peserta untuk mengidentifikasi serta mengantisipasi potensi kendala teknis lebih awal.
    2. Uji Kelayakan Perangkat: Tahapan khusus untuk memverifikasi seluruh fungsi perangkat (kamera, mikrofon, dan koneksi) guna memastikan perangkat berfungsi dengan optimal saat ujian berlangsung.

Perangkat Ujian Menggambar

  1. Akun dan Perangkat
    1. Akun Gmail Digunakan untuk keperluan pengiriman hasil ujian.
    2. Komputer Pribadi atau Laptop
      • Wajib memiliki koneksi internet yang stabil.
      • Aplikasi dan perangkat keras yang diperlukan:
        • Aplikasi Zoom.
        • Kamera/Webcam (wajib tetap aktif selama ujian berlangsung).
        • Mikrofon dan Speaker (wajib berfungsi dengan baik dan terus terhubung selama ujian).
      • Peserta sangat disarankan untuk melakukan uji coba perangkat terlebih dahulu.
    3. Ponsel (Handphone) digunakan khusus untuk memindai (scan) atau memotret lembar jawaban.
  2. Alat Gambar
    1. Bagi Pendaftar Program Studi Arsitektur (SAPPK):
      • Minimal 4 lembar kertas gambar ukuran A4.
      • Pena dan kertas A4.
      • Pensil 2B.
      • Pensil 6B atau charcoal stick (konte).
    2. Bagi Pendaftar Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD):
      • Minimal 1 lembar kertas gambar ukuran A4.
      • Gunakan salah satu atau kombinasi dari alat berikut:
      • Pensil.
      • Pena tinta hitam.
      • Spidol hitam.

Perangkat Ujian Akademik – Matematika & Fisika

Ujian harus menggunakan Laptop/PC

  1. Ujian hanya dapat menggunakan Laptop atau PC
  2. Hanya sistem operasi windows dan MacOS yang dapat digunakan
  3. Ujian tidak dapat menggunakan Tablet atau Handphone
  4. Handphone digunakan sebagai perangkat monitoring tambahan

Spesifikasi minimum untuk performa ujian yang stabil:

  • RAM minimal 8 GB
  • Prosesor Intel Core i3 atau setara (lebih tinggi lebih baik)
  • Koneksi internet stabil
  • Minimal 50 GB ruang penyimpanan kosong
  • Web kamera dan mikrofon aktif
  • Speaker tersedia untuk kebutuhan voice call
  • Untuk pengguna MacBook: gunakan MacOS versi terbaru
  • Pastikan baterai laptop cukup jika tidak menggunakan charger langsung
  • Gunakan hanya satu layar/monitor

Perangkat Monitoring Tambahan

  • Ponsel (Smartphone): Wajib digunakan sebagai kamera sekunder untuk pengawasan (proctoring).
  • Tripod/tempat penyimpan ponsel: Digunakan untuk memasang ponsel dengan sudut yang dapat menangkap area anda, tangan anda, meja kerja, dan layar laptop secara jelas sepanjang sesi berlangsung.

Hal yang dilarang:

Menggunakan Remote Desktop (seperti Google Remote Desktop, Chrome Remote Desktop, TeamViewer, AnyDesk, Microsoft Remote Desktop, dll) dan menggunakan Virtual Machine (VM) akan menyebabkan aplikasi tidak dapat dgunakan.

Kesimpulan

Untuk menjaga integritas dan kejujuran akademik, ITB mengeluarkan larangan keras terhadap penggunaan perangkat lunak tertentu. Penggunaan Remote Desktop seperti Google Remote Desktop, Chrome Remote Desktop, TeamViewer, AnyDesk, maupun Microsoft Remote Desktop, serta penggunaan Virtual Machine (VM) sangat dilarang. Jika sistem mendeteksi penggunaan aplikasi-aplikasi tersebut, maka aplikasi ujian tidak akan dapat dijalankan, yang dapat berakibat pada kegagalan peserta dalam mengikuti ujian.

Sebagai penutup, pihak ITB mengimbau seluruh calon mahasiswa untuk selalu memantau informasi terbaru. Panduan pelaksanaan ujian secara lengkap dan mendetail akan diumumkan secara resmi segera setelah periode pendaftaran SSU ITB Berbasis Tes resmi dibuka. Persiapan yang matang, baik dari segi penguasaan materi akademik maupun kesiapan infrastruktur teknologi, akan menjadi kunci keberhasilan bagi para calon mahasiswa dalam menembus gerbang kampus perjuangan ini.

Terbaru

  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Copy Prompt: A Modern Men’s Casual Fashion Studio Shoot
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Zyphra is The Pioneer, Why Everyone is Suddenly Obsessed with AMD and Not Just Nvidia Anymore
  • Stop Trusting Your Prompts to Save Your Business Data
  • Lagi rame dicari, ini bedanya Jenny Mod Minecraft Java sama Bedrock biar nggak salah download
  • Lagi rame istilah Blunder Lagi di TikTok sama Instagram, sebenernya apa sih artinya?
  • Info Demo Mahasiswa Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026: Lokasi, Jam, dan Tuntutan Terkait Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
  • Sering lewat di TikTok, ini arti istilah Oppa Gajima, Hajima, sampai ajakan makan ramyeon yang sebenarnya
  • Bingung jawab soal orientasi PPPK? Iki rangkuman materi Agenda 1 lan Manajemen ASN nggo referensi warga

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme