Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Pusat Studi Peace Promotion Staimafa Pati Tingkatkan Kapasitas Mahasiswa

Posted on October 9, 2015

Pati, Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan potensi mahasiswa sebagai agen perubahan, Pusat Studi Peace Promotion STAI Mathali’ul Falah (Staimafa) Pati menyelenggarakan Capacity Building  yang dikemas dalam training dan motivasi kepada para mahasiswa Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Rabu (7/10).

Hal itu sebagai salah satu bentuk upaya Pusat Studi Peace Promotion yang bergerak di ranah perdamaian untuk  mengoptimalkan potensi dan kapasitas mahasiswa dalam melakukan pergerakan sosial kemanusian, penegakan HAM, mewujudkan demokrasi yang utuh, meningkatkan kesadaran multikulturalisme dan mampu menerapkan resolusi konflik di lingkungannya.

Kegiatan yang dilakasanakan di auditorium Staimafa ini dibuka dan tutup oleh Direktur Pusat Studi Peace promotion, Kamilia Hamidah, MA dengan menghadirkan dua narasumber Faiz Aminuddin MA, Kaprodi PMI dan Ahmad Izzuddin, dosen Prodi PMI. Capacity Building Training ini di ikuti oleh mahasiswa PMI semester 3 dan 5.

Ada empat materi yang disajikan dalam acara tersebut meliputi isu HAM, demokrasi, resolusi konflik dan multikulturalisme. Teman diangkat mengingat telah banyak terjadi peristiwa sosial yang merampas hak masyarakat untuk hidup nyaman dan tentram, seperti pelanggaran HAM dan demokrasi yang dianggap sebagai sistem negara dan belum mampu diterapkan secara utuh. 

“Demokrasi yang tidak mampu diterapkan secara utuh melahirkan problem sosial seperti kenakalan remaja, pergaulan bebas, main hakim sendiri, memprovokasi kelompok tertentu sehingga terjadi diskriminasi kelompok minoritas dan bahkan sampai memecah belah NKRI. Upaya untuk merespon masalah tersebut sudah banyak dilakukan oleh sebagian aktivis perdamaian. Kegiatan-kegiatan sosial kemanusian terus dilakukan sebagai bentuk melawan perilaku yang dapat menjadikan sistem sosial yang ada menjadi runtuh,” ujar Faiz.

Sementara isu multikulturalisme dan resolusi konflik yang dipaparkan oleh bapak Ahmad Izzudin menitikberatkan pada realitas keberagaman yang ada di tanah air sebagai suatu keniscayaan yang tidak dapat dipungkiri, sehingga diperlukan kearifan dan kedewasaan kolektif untuk bisa mengelola keberagaman tersebut. 

“Kemunculan konflik-konflik dalam masyarakat harus serta merta mendapatkan respon yang cepat dari semua pihak, dan hal tersebut membutuhkan pendekatan resolusi konflik yang tepat, sehingga konflik minor yang muncul dalam masyarakat tidak merebak menjadi konflik yang meluas dan berakibat pada kerugian yang tidak sedikit,” tutur Izzudin. (Isyrokh/Fathoni)

Sumber: NU Online

Terbaru

  • Inilah Syarat dan Prosedur Ikut Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Tes Tulis 2026/2027
  • Inilah Kronologi & Latar Belakang Kasus Erin Taulany vs ART Hera: Masalah Facebook Pro?
  • Inilah Alasan Kenapa Ending Film Children of Heaven diubah di Indonesia
  • Ini Alasan Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualaf Richard Lee
  • Inilah Syarat Dokumen SSU ITB 2024-2026 yang Wajib Kalian Siapkan Supaya Nggak Gagal Seleksi Administrasi
  • Inilah Episyrphus Balteatus, Lalat Unik Penyamar yang Sangat Bermanfaat bagi Taman Kalian
  • Inilah Cara Lolos Seleksi Siswa Unggul ITB Lewat Jalur Tes Tulis Biar Jadi Mahasiswa Ganesha
  • Inilah Penemuan Fosil Hadrosaurus yang Ungkap Bahwa Penyakit Langka Manusia Sudah Ada Sejak Zaman Prasejarah
  • Inilah Penemuan Terbaru yang Mengungkap Bahwa Sunburn Ternyata Disebabkan Oleh Kerusakan RNA
  • Inilah Alasan Kenapa Manusia Lebih Sering Hamil Satu Bayi daripada Kembar Menurut Penelitian Terbaru
  • Inilah Syarat dan Cara Pendaftaran IMEI Internasional Mulai Mei 2026
  • Bocoran Spek Samsung Galaxy S27 Ultra Nih, Kamera 3X Hilang + Teknologi AI
  • Inilah Perbedaan Motorola G47 dan Motorola G45, Cuma Kamera 108 Megapiksel Doang?
  • Update Baru Google Gemini: Bisa Bikin File Word, PDF, Excel secara Otomatis
  • Rekomendasi Motor Listrik 2026 Anti Mogok!
  • Ini Loh Honda Vision 110, Motor Baru Seharga Beat & Rangka eSAF Khusus Pasar Eropa
  • Inilah Mobil-Mobil Paling Cocok Transisi ke Bioetanol E20 dan Biodiesel B50!
  • Inilah Ternyata Batas Minimal Daya Cas Mobil Listrik di Rumah
  • DJP Geser Batas Akhir Lapor Pajak Sampai 31 Mei 2026
  • PKB Tanggapi Dingin Usul Yusril Ihza Mahendra Soal Parliamentary Treshold 13 Kursi
  • LPTNU Kritik Keras Rencana Penutupan Prodi: Kenapa Tidak Komprehensi & Berbasis Problematika Nyata?
  • Gus Rozin PWNU Jawa Tengah Setuju Cak Imin, Konflik PBNU bikin Warga Kesal dan Tidak Produktif
  • Pengamat: Prabowo Harus Benahi KAI, Aktifkan juga Jalur Kereta Lama & Baru
  • Sekjend PBNU: Jadwal Muktamar Usulan PWNU Sejalan Hasil Rapat Pleno & Rais Aam
  • PKB Desak Hukuman Maksimal Kasus Little Aresha & Evaluasi Total Sistem Penitipan Anak secara Nasional
  • PKB Usul Modernisasi Sistem Kereta dan CCTV di Kabin Masinis, Setuju?
  • Menteri PPA Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Polemik Pindah Gerbong Wanita di KRL
  • Cara Kirim Robux Mudah di Roblox Beli Skin Shirt Preview
  • Kronologi kasus dugaan penyebaran konten asusila oleh anak anggota DPRD Kutai Barat?
  • Inilah Alasan Kenapa Gelembung Air di Luar Angkasa Bisa Jadi Eksperimen Fisika yang Keren Banget
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Master Mistral Medium 3.5: A Comprehensive Guide to the 128B Dense Open-Source Giant
  • How to Create Professional YouTube Content Using HeyGen AI Without Showing Your Face
  • How to Boost Your Local AI Speed with Gemma 4 Multi-Token Prediction
  • How to 3x your AI speed with Google’s Gemma 4 MTP Drafters: A step-by-step guide to lightning-fast inference
  • How to Master Google Pomelli: The Ultimate AI Tool for Creating Professional Marketing Content in Minutes
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme