Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

IPNU Surabaya: Jangan Anggap Bodoh Pemilih Pemula

Posted on November 1, 2015

Surabaya, Ketua Pimpinan Cabang IPNU Surabaya Agus Setiawan mengingatkan kepada para pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota agar tidak menganggap bodoh pemilih pemula. Berdasarkan data dari KPU Kota Surabaya, pemilihan kepala daerah (Walikota) tahun 2010 menunjukkan jumlah pemilih terdaftar sebesar 2.145.263, dengan tingkat partisipasi sebesar 43,46 persen. Dari jumlah tersebut, terdapat pemilih pemula sebesar 8,6 persen.

Sedangkan berdasarkan populasi penduduk, data pemilih pemula secara nasional untuk Pileg dan Pilpres 2014 sebesar 20 persen dari total DPT. Sedangkan data pemilih pemula di Kota Surabaya untuk pemilu legislatif 2014 adalah 3,98 persen dari total jumlah pemilih. Data pemilih pemula di kota Surabaya untuk pemilu presiden 2014 sebesar 4,17 persen dari total jumlah pemilih.

Hal ini mengindikasikan bahwa pemilih pemula akan memegang peranan strategis jika masing-masing pemangku kepentingan mampu mengoptimalkan peran serta pemilih pemula, plus ada kesadaran dan pengetahuan bersama pada pemilih pemula akan pentingnya pemilihan kepala daerah.

Menurutnya, pendidikan politik dan sosialisasi tentang pemilihan kepala daerah penting dilakukan bagi pemilih pemula, mengingat selama ini partai politik hampir hampir tidak pernah menjalankan fungsinya sebagai penyelenggara pendidikan politik bagi masyarakat, lebih-lebih untuk anak muda.

“Bahkan partai politik lebih sering memanfaatkan mereka (remaja dan pemilih pemula) sebatas hanya untuk hura-hura politik, seperti pengerahan massa dan konvoi,” kata Agus.

Oleh karena itu, IPNU Surabaya bekerja sama dengan berbagai pihak, antara lain dengan KPU Kota Surabaya sudah dan menggelar Sosialisasi Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya tahun 2015, Sabtu (31/10) siang di aula Kampus A Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Jalan SMEA No 57 Surabaya. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula atau anak muda di Surabaya, Jawa Timur.

Selain itu, bersama organisasi yang sejajar yakni Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Putri NU dan Pelajar Islam Indonesia, IPNU akan menggalang sinergi untuk menyelamatkan pemilih pemula dari pembodohan politik.

“Jangan sampai para pemilih pemula ini tidak menentukan pilihan secara otonom dan sadar. Tapi mereka perlu diajak untuk benar-benar sadar hak dan pilihannya, agar tidak gampang diajak untuk sekedar konvoi motor dan menjadi massa bayaran saat kampanye,” kata Sekretaris PC IPNU Surabaya Harun Rosyid.

Tidak jauh berbeda dari tahun 2010, pemilihan Walikota Surabaya 2015 yang dilaksanakan secara langsung, akan menempatkan kembali posisi pemilih pemula pada tempat yang strategis. Kerja sama antara pemerintah daerah, partai politik, dan penyelenggara pemilihan secara sinergis diperlukan dalam rangka optimalisasi peran serta pemilih pemula sehingga tingkat partisipasi pemilih pada pemilihan kepala daerah tahun 2015 bisa ditingkatkan.

Menurutnya, jumlah pemilih pemula (anak muda) di Surabaya yang lumayan besar pasti akan menjadi sasaran penggalangan suara oleh semua pasangan calon Walikota dan Walikota yang ikut dalam kontestasi Pemilihan Walikota Surabaya tahun 2015.

Untuk itu, PC IPNU Surabaya menyerukan kepada pasangan calon yang ikut dalam kontestasi Pemilihan walikota dan wakil walikota Surabaya tahun 2015 ini agar dalam menarik perhatian para pemilih pemula Surabaya, harus menggunakan strategi yang berbeda, jangan sampai mengandung unsur penipuan dan kemasan yang tidak mendidik, melainkan harus dalam bingkai dan pola pendekatan yang elegan, mencerahkan, dan mencerdaskan. (Red: Mahbib)

Sumber: NU Online

Terbaru

  • Kementerian Pendidikan: Mapel Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027!
  • Ketua Fraksi PKB MPR-RI: Kemenag Respon Cepat Pendidikan Santri Ndolo Kusumo Pati yang Terdampak
  • Viral Video Sejoli Di Balai Kota Panggul Trenggalek, Satpol PP Janji Usut
  • Video Viral Wakil Wali Kota Batam Tegur Keras Pasir Ilegal
  • LPDP Buka Peluang Beasiswa S3 Prancis 2026, Simak Syaratnya!
  • Inilah Panduan Lengkap dan Aturan Main Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Jawa Tengah Tahun 2026
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar MOFA Taiwan Fellowship 2027
  • RESMI! Inilah Macam Jalur di SPMB Sekolah Tahun Ajaran 2026
  • Ini Loh Rute Terbaru TransJOGJA Per Mei 2026, Jangan Salah Naik!
  • Inilah Jadwal Operasional MRT Jakarta Per Mei 2026, Berubah Dimana?
  • Inilah Syarat dan Mekanisme Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Talenta (OSN, Seniman, Hafidz, Atlet dll) 2026/2027
  • Inilah Daftar Saham Farmasi di BEI Per Mei 2026, Pilih Mana?
  • Kesehatan Mental Itu Penting: Inilah Isi Chat Terakhir Karyawan Minimarket Sukabumi Bundir
  • Inilah Kampus Swasta Terbaik Jurusan Farmasi di Area Malang Raya
  • Cara Login EMIS 4.0 Kemenag Terbaru 2026 Pakai Akun Lembaga dan PTK Guru Madrasah Aktivasi
  • Survei Parpol Terbaru: Gerindra Unggul, PDIP Ketiga, PKB 5%
  • PKB Resmi Jalin Kerjasama dengan Institut Teknologi & Sains NU Kalimantan
  • Inilah Urutan Terbaru Pangkat TNI Angkatan Darat! (Update 2026)
  • Inilah Panduan Lengkap Operator Sekolah Mengelola SPTJM e-Ijazah dan Menghindari Kesalahan Fatal Data Kelulusan
  • Inilah Syarat dan Penilaian Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur UTBK
  • Download Video Viral Guru Bahasa Inggris? Awas Berisi Virus!
  • PKB Minta Kasus C4bul Pendiri Ponpes Pati Tidak Ada Ampunan & Tuntutan Maksimal
  • Inilah Kronologi Video Viral Preman vs Sopir Di Sumedang
  • Ini Alasan UKP Pariwisata Disindir Konten Kreator Drone Gunung Rinjani
  • Inilah Kronologi Viral Video Dugaan Asusila Pegawai Disdik Pasuruan di Mobil Dinas
  • Polisi Polda Sumut Resmi Dipecat: Dari Video Viral Sampai Sidang Etik Ini Kronologinya
  • ASUS ExpertBook Ultra: Produk Flagship yang Cerminkan Kepemimpinan ASUS di Pasar Global
  • Inilah Tahapan dan Syarat Pendaftaran Beasiswa Garuda 2026 Gelombang II (25 Mei – 25 Juni 2026)
  • Ini Maksud Soal Tugas Guru Non-ASN Berakhir 2027!
  • Apa Itu Siscamling? Inilah Cara Mengaktifkan Paket Anti Spam Telkomsel
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Optimize Your AI Agent Using Compiled Knowledge Layers to Replace Traditional RAG Systems
  • How to Build Your Own AI SEO Tool for Free and Audit Websites Like a Professional Marketing Agency
  • How to Use Tinyfish.ai to Give Your AI Agents Real-Time Web Access for Free
  • How to Use Anthropic’s New AI Agents to Automate Your Financial Workflows Like a Pro
  • How to Secure Brand Deals Easily Using AI-Powered Professional Pitch Estimates in Just a Few Clicks
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme