Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Pendidikan Agama Bermutu Lahirkan Generasi Taat dan Toleran

Posted on November 5, 2015

Jakarta, NU Online
Meningkatkan mutu pendidikan agama dan keagamaan menjadi salah satu misi Kementerian Agama. Peningkatan dimaksud tidak sekedar pada sarana dan proses, tetapi juga lulusan yang selain taat dalam beragama juga toleran dalam bermasyarakat.

Pesan ini disampaikan Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin saat menjadi pembicara pada acara Kopi Darat & Kongkow Pendidikan: Diskusi Ahli dan Tukar Pendapat yang  mengangkat Tema “Pendidikan Agama Islam  Berbasis Nilai-Nilai Budaya Damai”. Acara yang diselenggarakan di Ruang Operation Room, Gedung Kemenag, Jakarta, Rabu (4/11) , ini juga menghadirkan pembicara, Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) Amin Haedari, Konsultan Analytical and Capacity Development Partnership  (ACDP) Indonesia Abdul Malik, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Abuddin Nata, serta Guru PAI SMAN 97 Jakarta, Nur Dewi Afifah dan Guru PAI SMKN 4 Tangerang, Maman Suryawan, seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Menurut Kamaruddin Amin, ada dua hal yang menjadi tujuan Pendidikan  Agama Islam  di Indonesia. Selain melahirkan generasi penerus bangsa yang saleh dan taat menjalankan ajaran agama, Pendidikan Islam juga harus mampu  menjadi instrument perekat, baik secara budaya, sosial maupun yang lainnya. Untuk itu, ketika belajar agama, peserta didik tidak hanya an sich belajar ilmu agama, tapi juga ditanamkan tentang nilai dan sikap untuk saling menghormati antar sesama, meski beda agama. Mereka, lanjut Kamaruddin, diajari nilai untuk tidak saling membenci dan mengkucilkan antar umat beragama, namun bagaimana bisa tetap hidup berdampingan. 

“Karena Indonesia merupakan negara yang plural dan majemuk. Di sini, seorang anak muslim diajarkan corak Islam yang moderat, damai dan sesuai dengan alam demokrasi dan alam Indonesia yang sejak dahulu yang menjunjung tinggi toleransia,” terang Kamaruddin Amin. 

Sebagai bangsa  yang plural, Kamaruddin mengakui bahwa Indonesia mempunyai potensi konflik yang tinggi. Dalam konteks ini, lanjut sosok yang juga tercatat sebagai guru besar UIN Alauddin Makassar ini, kontribusi pendidikan Islam dan lembaga Pendidikan Islam dalam menjaga kerukunan umat beragama sangat besar. Apalagi, katanya, didukung dengan infrastruktur organisasi sosial keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, Persis, Mathliul Anwar, NW, Al-Khaerat, dan lain sebagainya. 

“Ini sangat besar dan nyata kontribusinya dalam meredam konflik, dan mampu membawa Indonesia menuju ke arah yang lebih baik,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur PAI, Amin Haedari menceritakan pengalamannya, saat menghadirkan 3.000-an siswa Rohis se-Indonesia  dalam Kemah di Cibubur. Amin berkisah bahwa meski mereka berasal dari berbagai daerah dan dikumpulkan menjadi satu, tidak ada satu pun kasus kehilangan HP, kehilangan dompet dan lain sebagainya. 

“Apalagi, saat kemah itu, kita mengajarkan tentang persoalan-persoalan agama, mereka saling menghormati dan menghargai. Pembinaan seperti ini, harus terus kita lakukan,” tegas Amin.

Para pembicara dalam Kopi Darat ini, umumnya sepakat, bahwa Islam merupakan agama Rahmatan lil Alamin, agama rahmat, bukan hanya bagi umat Islam saja, namun juga dunia. Bahkan, Islam sesuai dengan nilai-nilai demokrasi, multikultural dan humanisme. Nilai Islam tidak berjalan di ruang hampa. Bukan pula normatif. Nilai Islam hidup dan berjalan dalam kontek yang hidup pula.

“Konsep Islam Rahmatan lil Alamin adalah Iman, Islam, dan Ihsan. Iman berarti mengamankan dari hal-hal yang mengganggu. Islam maksudnya menyelamatkan dan Ihsan adalah berbuat kebaikan, kepada siapapun, memberi kasih sayang kepada siapapun. Itulah yang kami tularkan kepada para guru lainnya,” terang Maman Suryaman.

Kopi Darat ini dijalankan sekali dalam dua minggu, kerja sama Ditjen Pendis dengan ACDP Indonesia (Analytical and Capacity Development Partnership). Red: Mukafi Niam

Sumber: NU Online

Terbaru

  • Daftar Sekarang! Beasiswa S2 di Italia dari IYT Scholarship 2026 Sudah Dibuka
  • Sejarah Hantavirus dan Perkembangannya Sampai ke Indonesia
  • Kementerian Pendidikan: Mapel Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027!
  • Ketua Fraksi PKB MPR-RI: Kemenag Respon Cepat Pendidikan Santri Ndolo Kusumo Pati yang Terdampak
  • Viral Video Sejoli Di Balai Kota Panggul Trenggalek, Satpol PP Janji Usut
  • Video Viral Wakil Wali Kota Batam Tegur Keras Pasir Ilegal
  • LPDP Buka Peluang Beasiswa S3 Prancis 2026, Simak Syaratnya!
  • Inilah Panduan Lengkap dan Aturan Main Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Jawa Tengah Tahun 2026
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar MOFA Taiwan Fellowship 2027
  • RESMI! Inilah Macam Jalur di SPMB Sekolah Tahun Ajaran 2026
  • Ini Loh Rute Terbaru TransJOGJA Per Mei 2026, Jangan Salah Naik!
  • Inilah Jadwal Operasional MRT Jakarta Per Mei 2026, Berubah Dimana?
  • Inilah Syarat dan Mekanisme Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Talenta (OSN, Seniman, Hafidz, Atlet dll) 2026/2027
  • Inilah Daftar Saham Farmasi di BEI Per Mei 2026, Pilih Mana?
  • Kesehatan Mental Itu Penting: Inilah Isi Chat Terakhir Karyawan Minimarket Sukabumi Bundir
  • Inilah Kampus Swasta Terbaik Jurusan Farmasi di Area Malang Raya
  • Cara Login EMIS 4.0 Kemenag Terbaru 2026 Pakai Akun Lembaga dan PTK Guru Madrasah Aktivasi
  • Survei Parpol Terbaru: Gerindra Unggul, PDIP Ketiga, PKB 5%
  • PKB Resmi Jalin Kerjasama dengan Institut Teknologi & Sains NU Kalimantan
  • Inilah Urutan Terbaru Pangkat TNI Angkatan Darat! (Update 2026)
  • Inilah Panduan Lengkap Operator Sekolah Mengelola SPTJM e-Ijazah dan Menghindari Kesalahan Fatal Data Kelulusan
  • Inilah Syarat dan Penilaian Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur UTBK
  • Download Video Viral Guru Bahasa Inggris? Awas Berisi Virus!
  • PKB Minta Kasus C4bul Pendiri Ponpes Pati Tidak Ada Ampunan & Tuntutan Maksimal
  • Inilah Kronologi Video Viral Preman vs Sopir Di Sumedang
  • Ini Alasan UKP Pariwisata Disindir Konten Kreator Drone Gunung Rinjani
  • Inilah Kronologi Viral Video Dugaan Asusila Pegawai Disdik Pasuruan di Mobil Dinas
  • Polisi Polda Sumut Resmi Dipecat: Dari Video Viral Sampai Sidang Etik Ini Kronologinya
  • ASUS ExpertBook Ultra: Produk Flagship yang Cerminkan Kepemimpinan ASUS di Pasar Global
  • Inilah Tahapan dan Syarat Pendaftaran Beasiswa Garuda 2026 Gelombang II (25 Mei – 25 Juni 2026)
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • Testing Baidu Ernie 5.1, ultra-efficient thinking mode to solve your most complex coding and reasoning challenges with ease
  • How to Evaluate AI Logic Performance Using DeepSeek V4 Flash Think and Gemini 3.1 Flash Light in Complex Reasoning Tests
  • How to Build Your Own Content Factory Using the New Google NotebookLM Intelligence Updates
  • How to Use DFlash for Blazing Fast AI Text Generation on Gemma 4 26B
  • How to Optimize Your AI Agent Using Compiled Knowledge Layers to Replace Traditional RAG Systems
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme