Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Batu, Tulisan, dan Sejarah

Posted on May 16, 2022

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Bandung Mawardi

Di batu-batu, sejarah kedatangan dan pengunaan aksara-aksara terlihat. Bahasa pun terpikirkan berkaitan tata cara dan kegunaan. Pemahat huruf-huruf di batu mengerti bakal ada pembaca, mengerti bakal menggerakkan sejarah. Jumlah huruf terbatas tapi letak dan estetika menjadikan batu-batu itu “bersuara” melewati abad-abad.

Di batu-batu, orang mengetahui nama orang, pesan, doa, agama, masa, dan lain-lain. Perbedaan waktu saat memahat dan membaca menjadikan huruf-huruf mungkin terbaca tapi tak mungkin menguak segala hal. Di batu-batu, tabir dan “kehilangan” sulit menjadikan pembaca menemukan utuh atau paripurna. Pembaca demi pembaca bermunculan berbeda masa untuk memastikan batu-batu berhuruf membuka “pintu” sejarah dan menginsafkan peradaban terselenggara di Nusantara.

Batu terpilih dalam kesadaran waktu. Di batu, pemahat berhitung waktu, sadar tak kekal tapi berharap tak lekas sirna. Batu-batu tak biasa. Penempatan batu pun dalam peristiwa sakral atau perekaman berwaktu. Batu-batu menerima hujan dan sinar matahari. Batu-batu dalam gelap malam, sentuhan angin, dan gerak tanah. Huruf-huruf ingin bertahan sebelum rapuh dan samar.

Claude Guillot dan Ludvik Kalus dalam buku berjudul Inskripsi Islam Tertua di Indonesia (2008) mengingatkan kedatangan dan dakwah Islam di Nusantara sebelum abad XVII. Sumber-sumber memang terbatas tapi ada kemungkinan membaca sejarah di batu-batu. Mereka mengingatkan peran epigrafi Islam dalam penulisan sejarah: “Terukir dalam batu supaya menantang perjalanan waktu, prasasti-prasasti yang sekitar tiga ratus jumlahnya itu mengungkapkan secara serba singkat sejumlah sosok laki-laki dan perempuan yang pernah menjadi pelaku atau paling tidak saksi dari perombakan budaya yang dahsyat.”
Baca juga:  Moses bin Maimoen, Rabbi Yahudi di Tengah Peradaban Islam
Batu-batu mengundang orang ke sejarah. Batu-batu menjadi tanda berlangsung dakwah Islam di Nusantara. Huruf-huruf terpilih dan terbatas tapi menuntun para pembaca masuk dalam ruang-ruang tafsiran bergerak ke pelbagai arah. Kita mengandaikan nisan-nisan bertulisan mengabarkan dan mengisahkan sekian orang berlatar penerimaan Islam di Nusantara. Pesan-pesan terkuat tentu tak melulu agama.

Di batu-batu, para pembaca dan penafsir mengetahui aksara berlaku dan berpengaruh Nusantara. Sekian aksara dipahatkan di batu-batu. Perbedaan selera aksara menjelaskan sejarah dalam selaras dan sengketa pilihan huruf dan bahasa. Keaksaraan di pelbagai tempat di Nusantara itu beragam. Pengaruh peradaban-peradaban asing menjadikan penggunaan huruf dan hikmah sering silih berganti. Di batu-batu, tak selalu dipahatkan aksara Arab. Bahasa pun berbeda di batu-batu. Para pembaca diminta memiliki bekal-bekal memadai saat berada di hadapan batu-batu. Mereka berbekal aksara, bahasa, agama, adat, politik, sastra, perniagaan, keluarga, dan lain-lain.

Kita ingin sejenak turut dalam mengingat penggunaan huruf dan bahasa. James T Collins dalam buku berjudul Bahasa Sanskerta dan Bahasa Melayu (2008) mengingatkan bahwa sejak 1.300-an tahun lampau Nusantara moncer sebagai alamat bagi pengkajian bahasa Sanskerta dan agaman Budha bagi orang-orang di Asia Timur. Ingatan mengarah ke penggunaan huruf, bahasa, dan alat tulis. Orang-orang berdatangan untuk membuat salinan pelajaran-pelajaran agama. Mereka bukan dalam babak memahat di batu-batu saja. Di Nusantara, berlaku penggunaan sekian huruf dan bahasa terpengaruh dari pelbagai peradaban besar.
Baca juga:  Spiritualitas Resolusi Jihad (4): Pekikan Takbir
Tulisan menjadi terlalu penting. Dulu, tulisan dihasilkan di pelbagai media. James T Collins melacak penggunaan bahasa Sanskerta di prasasti-prasasti Nusantara. Lacakan untuk mengetahui episode-episode perubahan dan persaingan dengan bahasa Melayu, Arab, dan bahasa-bahasa lokal. Bahasa itu ditulis dalam beragam huruf.  James T Collins menjelaskan: “Adanya teks Sanskerta dalam sistem tulisan yang diciptakan terlebih dulu oleh sarjana India dua milenium yang lampau…. Menggerakkan, mencetuskan, dan mengilhamkan pemindahan teknologi menulis dan keberaksaraan dari bahasa Sanskerta ke bahasa Melayu. Sumber-sumber berasal dari abad XVII, menguak keberadaan prasasti menggunakan aksara Pallawa tapi berbahasa Melayu. Selera sistem tulisan, teknologi menulis, dan gejolak bahasa terselenggara dalam babak-babak sejarah di Nusantara.

Kita mungkin sulit bergerak mundur dan enggan berpusing memikirkan kerumitan sejarah berdasarkan penggunaan aksara, bahasa, batu, kertas, dan lain-lain. Masa demi masa, kita memilih menantikan penjelasan-penjelasan diinginkan ringkas dari para sarjana asing dan Indonesia untuk mengantar kita ke sejarah bertema aksara dan bahasa. Sejarah tak semua terang. Kita kadang samar dalam mengingat masalah kesinambungan dan keterputusan dalam sistem tulisan. Kita pun tak selalu mengetahui bahwa sistem tulisan cuma berlaku di batu dan kerta. Dulu, ada media-media berbeda dalam penggunaan aksara dan bahasa.

Masa itu berlalu. Kini, kita berada dalam situasi memilih aksara dan bahasa ditentukan kegirangan bergawai. Segala telah berubah. Politik, perdagangan, pendidikan, dakwah, industri hiburan, dan lain-lain mengubah tata cara kita dalam beraksara dan berbahasa. Benda-benda teknologi memiliki beragam aplikasi memudahkan kita dalam menulis dan membaca meski mulai memilih kemanjaan lanjutan. Kita mungkin di keterlenaan mata dan telinga tapi mengaku masih dalam lakon keaksaraan setelah melewati babak-babak kesilaman. Begitu.
Baca juga:  Anjing yang Mengislamkan Puluhan Ribu Orang
 

Baca Juga

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.

Terbaru

  • Inilah Roadmap 7 Tahap Bangun Bisnis Digital dari Nol Biar Nggak Cuma Putar-Putar di Tempat!
  • Inilah Cara Tetap Gajian dari YouTube Meski View Masih Ratusan, Penasaran?
  • Inilah Alasan Akun TikTok Affiliate GMV 270 Juta Kena Banned Permanen!
  • Inilah Bahaya Astute Beta Server APK, Jangan Sembarang Klik Link Download FF Kipas 2026!
  • Inilah Bahaya Nonton Film di LK21 dan IndoXXI, Awas Data Pribadi dan Saldo Rekening Kalian Bisa Ludes!
  • Inilah Kronologi & Video Lengkap Kasus Sejoli Tambelangan Sampang Viral, Ternyata Gini Awal Mulanya!
  • Inilah Alasan Kenapa Koin Nego Neko Shopee Nggak Bisa Dipakai Bayar Full dan Cara Rahasia Dapetinnya!
  • Inilah Cara Menjawab Pertanyaan Apakah di Sekolahmu Sudah Ada IFP/PID dengan Benar dan Profesional
  • Inilah Fakta Isu Roblox Diblokir di Indonesia 2026, Benarkah Akan Ditutup Total?
  • Inilah Penyebab dan Cara Mengatasi FF Kipas My ID Verify UID Biar Akun Tetap Aman
  • Inilah Deretan HP RAM 8GB Harga di Bawah 2 Juta Terbaik 2026, Spek Dewa Tapi Nggak Bikin Kantong Jebol!
  • Contoh Cara Buat SK Panitia TKA 2026
  • Inilah Cara Download Point Blank ID Versi Terbaru 2026, Gampang Banget Ternyata!
  • Inilah Persiapan Lengkap Gladi Bersih TKA 2026 SD dan SMP: Jadwal, Teknis Proktor, dan Aturan yang Wajib Kalian Tahu
  • Inilah Aturan Lengkapnya, Apakah Zakat dalam Bentuk Barang Bisa Mengurangi Pajak Penghasilan Kalian?
  • Inilah Kenapa KBLI Sangat Penting Buat Bisnis Digital dan Gini Caranya Biar Kalian Nggak Salah Pilih Kode
  • Inilah Fitur Keren ONLYOFFICE Docs 9.3, Cara Baru Edit PDF dan Dokumen Lebih Efisien!
  • Inilah Cara Banjir Komisi Shopee Affiliate Hanya Dalam 7 Hari Saja
  • Cara Download Aplikasi BUSSID Versi 3.7.1 Masih Dicari dan Link Download Aman Mediafire
  • Inilah Cara Lengkap Mengajukan SKMT dan SKBK di EMIS GTK 2026, Biar Tunjangan Cair Tanpa Drama!
  • Inilah Kenapa Bukti Setor Zakat Kalian Harus Ada NPWP-nya, Jangan Sampai Klaim Pajak Ditolak!
  • Inilah Cara Jadi Clipper Video Sukses Tanpa Perlu Tampil di Depan Kamera
  • Inilah Cara Upload NPWP dan Rekening di EMIS GTK Madrasah Terbaru, Jangan Sampai Tunjangan Terhambat!
  • Inilah Fakta di Balik Video Ukhti Sholat Mukena Pink Viral yang Bikin Geger Media Sosial
  • Belum Tahu? Inilah Langkah Pengisian Survei Digitalisasi Pembelajaran 2026 Biar Nggak Salah
  • Ini Kronologi Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Ladang Sawit Tiktok
  • Inilah Caranya Update Chromebook Sekolah Agar Siap Digunakan untuk TKA SD dan SMP
  • Inilah Caranya Menghindari Mafia Kontraktor Renovasi Nakal Supaya Budget Nggak Boncos
  • Inilah Trik Rahasia Tembus 4000 Jam Tayang YouTube Tahun 2026 Cuma Dalam 2 Hari
  • Inilah Rahasia Tomoro Coffee Bisa Singkirkan Semua Pesaing dan Ekspansi Massif Banget!
  • Kubernetes Traffic Tutorial: How to Create Pod-Level Firewalls (Network Policies)
  • This Is Discord Malware: Soylamos; How to Detect & Prevent it
  • How Stripe Ships 1,300 AI-Written Pull Requests Every Week with ‘Minions’
  • How to Disable Drag Tray in Windows 11: Simple Steps for Beginners
  • About Critical Microsoft 365 Copilot Security Bug: Risks and Data Protection Steps
  • How to the OWASP Top 10 Security Risks, Attacking LLM
  • How to Create Visual Storytelling with Higgsfield Soul 2.0
  • How to Use the Tiiny AI Pocket Lab to Run Local Large Language Models
  • AI SEO Tutorial With OpenClaw, Make Your Website Traffic from 0 to 780 Clicks Daily
  • How to Use SoulX FlashHead To Create The Best Talking Avatar for Free on Google Colab!
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme