Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

GP Ansor Pemalang, dari Barzanji hingga Ternak Sapi

Posted on May 26, 2011

Pemalang, NU Online
Struktur keorganisasi boleh paling bawah. Wilayah geografis boleh di pucuk gunung. Tapi, cita-cita harus tinggi. Visi harus jauh ke depan. Dan gerakan harus berfaedah sebesar mungkin.

Demikianlah kredo yang tertanam di benak para aktivis GP Ansor Ranting Desa Mejagong, Kecamatan Randudongkal, Pemalang, Jawa Tengah. Belajar dari kelesuan berorganisasi akibat konflik dan urbanisasi kaum muda ke Jakarta, aktivis GP Ansor Mejagong berikhtiar bangkit, melalui diskusi, tahlilan, Barzanji hingga ternak sapi.

Nah, soal ternak sapi itulah yang membuat GP Ansor Mejagong istimewa. Dengan nama Paguyuban Makmur Jaya, kini para pemuda yang tinggal di bawah kaki gunung Slamet memiliki 15 ekor sapi dengan luas kandang 500 m2. Hamparan sawah, bendungan tua, sungai-sungai serta tradisi keagamaan yang kental menjadi lebih indah lagi dengan anak-anak muda yang mandiri secara ekonomi, melalui ternak sapi tadi.

Suatu saat, di Jumat siang, saya berkesempatan datang ke gubuk 3×2 meter, tempet nongkrong para aktivis Ansor yang bersebelahan dengan kandang sapi. Syair sholawat, surat Yasin, dan tahlil yang dilantunkan ibu-ibu terdengar sayup-sayup dari speaker mushola, penduduk setempat menyebutnya langgar.

Bersama empat aktivis, di gubuk berukuran 3×2 itu kami ngobrol ihwal pergerakan Ansor dan Paguyuban Makmur Jaya. Kusnanto (33 tahun) bergabung seusai memberi makan sapi-sapi.

Mulanya Keprihatinan
”Paguyuban Makmur Jaya berawal dari kegiatan-kegiatan rutin teman-teman Ansor Mejagong. Ansor di sini pertama berdiri sekitar tahun 1970-an. Mayoritas anggotanya waktu itu adalah alumni Pondok Pesantren di Pemalang dan beberapa daerah lain di Jawa Tengah,” ujar Kusnanto mulai bercerita.

”Aktivis yang santri itulah yang menyebabkan sejarah berdirinya Paguyuban Makmur Jaya barangkali berbeda dengan paguyuban tani lain di Pemalang,” sambungnya.

Latar belakang pesantren memang mewarnai hampir seluruh kegiatan Ansor. Sepertinya, mereka tidak bisa melakukan hal lain kecuali tahlilan, ratiban, barzanji dan rutinitas Nahdliyin pada umumnya menjadi. Tapi, kebersamaan dan kerjasama anggota terjalin kuat dalam tiap kegiatan. Itulah modal menjalankan roda organisasi, hingga kemudia GP Ansor Desa Mejagong memiliki grup marching band.

“Duit dikumpulkan dari seluruh anggota, swadaya, Kang,” ungkap Kusnanto.

Pada masa generasi awal, hampir seluruh pemuda desa bergabung ke dalam organisasi kepemudaan di bawah naungan NU tersebut. Namun, pada periode 1980-an, denyut GP Ansor melemah karena banyak anak muda mulai merantau ke Jakarta untuk mencari pengalaman. Bukan hanya Ansor, desa pun sepi dari anak muda.

Kondisinya bertambah parah saat memasuki periode tahun 1990-an, ketika semangat merantau untuk mencari pengalaman bergeser menjadi semangat memenuhi kebutuhan hidup.

Desa semakin sepi ditinggalkan sebagian besar pemuda. GP Ansor terkena imbasnya. Pengajian semakin berkurang intensitasnya. Dan alat-alat marching band yang susah payah diusahakan terbengkalai.

Puncaknya tahun 1999. Anggota Ansor Mejagong hanya tinggal 20 orang. Penyebab utamanya adalah perpecahan elit-elit partai politik di Jakarta, utamanya antara PPP dan PKB. Selain itu, perhatian PC NU kabupaten Pemalang terhadap politik praktis lebih besar ketimbang organisasi. Akibatnya kaderisasi organisasi, terutama kaum muda, menjadi terbengkalai. Imbasnya sangat terasa di Mejagung, kepengurusan GP Ansor terbelah dua. Satu makmum PPP. Satunya dukung PKB.

Rutinitas Tingkatkan Kualitas
Tahun 2005, kegelisahan anggota GP Ansor Mejagong pada perpecahan warga Nahdliyin memunculkan gagasan untuk menyatukan kembali visi dan gerakan warga, terutama pemuda Nahdliyin.

Berbagai agenda rutin keagamaan yang menjadi ikon Nahdliyin digalakkan kembali. Kegitan rutin keagamaan selanjutnya diberi nuansa baru yang lebih kritis, semacam diskusi. Kegiatan ini diprakarsai Abdul Hakim (33 tahun), anak muda lulusan STAIN Pekalongan dan alumni Pesantren Kalibeber, Wonosobo, Jawa Tengah.

Diskusi dilakukan pada akhir kegiatan rutin, misalnya setelah Manaqiban (membaca Manaqib Syeikh Abdul Qodir Jailani, red.). Isu yang dibahas dalam diskusi biasanya terkait cara pandang agama terhadap masalah kemanusiaan, keorganisasian dan kondisi sosial masyarakat lokal. Diskusi yang dilakukan sebulan sekali tersebut, sesekali mendatangkan pemateri dari luar desa. Intelektual muda NU, Ellyasa KH Darwis beberapa kali menyempatkan waktu berdiskusi di sana.

Kegiatan diskusi itu menarik minat pemuda di luar aktivis Ansor, dan anggota pun mulai bertambah lagi. “Anggota baru bukan saja berasal dari simpatisan PPP dan PKB, termasuk dari PAN,” jelas Zaenal Abidin sambil tersenyum.

Rasa persatuan, kerjasama dan cara pandang terhadap agama yang lebih kritis mulai tumbuh kembali di kalangan muda Nahdliyin. Aktivitas-aktivitas sosial bangkit.

”Kami pernah berjama’ah pembangunan rumah salah seorang janda tua yang menghabiskan anggaran Rp. 6.000.000 pada tahun 2006. Agenda santunan anak yatim, dilaksanakan setahun sekali dan masih bertahan hingga sekarang,” ujar Zaenal.

Seluruh biaya kegiatan sosial pembangunan adalah hasil patungan anggota dan bantuan pemuda desa yang bekerja di Jakarta. Respon positif berdatangan dari seluruh warga desa. Yang Nahdliyin atau bukan, semua tertarik berpartisipasi.

Saat itulah, GP Ansor mengemukakan pemikiran membangun basis ekonomi desa. ”Basis ekonomi penting disiapkan, mengingat ketergantungan pada bantuan warga desa yang merantau ke Jakarta cukup tinggi. Dan sebagian anggota tidak masih kerja serabutan,” kata Zaenal.

Usaha sablon sempat menjadi pilihan, namun tidak bertahan lama. Usaha yang dimulai tahun 2006 hanya mampu bertahan setahun. Kendalanya pemasaran dan persaingan dengan pengusaha lain yang jauh lebih mapan.

Tahun 2009 dimulai bisnis baru berupa peternakan sapi. Modal didapat dari hasil patungan anggota. Waktu itu terkumpul dana sekitar Rp. 9.000.000. Jumlah tersebut ternyata sanggup mendatangkan 3 ekor sapi untuk dijadikan peliharaan.

Kandang sapi dibuat di atas sebidang tanah milik salah satu anggota, Ahmad Zubaidi (40). Namun hasil yang diharapkan dari penjualan sapi, yang dipelihara selama satu tahun, tidak memuaskan. Faktor pengetahuan dan pengalaman menjadi penyebab utamanya.

Tahun 2010, GP Ansor Desa Mejagong membentuk Paguyuban Makmur Jaya. Harapannya, pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap peternakan yang dikelola oleh paguyuban. Tidak lama, pemerintah memberikan bantuan 20 ekor sapi kepada Paguyuban Makmur Jaya.

Sapi-sapi bantuan tersebut harus dikembalikan dalam jangka waktu 3 tahun. Hasil ternak 70% dikembalikan pada pemerintah dan 30% sisanya adalah hak paguyuban.

Keterbatasan kandang dan anggaran pemeliharaan sempat menjadi masalah baru bagi anggota paguyuban. Melalui beberapa rembugan, diputuskan menitipkan 5 ekor sapi kepada paguyuban lain yang selama ini berjejaring.

“Sampai saat ini 15 ekor sapi yang dipelihara oleh paguyuban dalam kondisi sehat dan telah melahirkan beberapa ekor anak sapi,” lanjut Zubaidi sembari minum kopi.

Tak terasa jarum jam telah menunjukkan pukul 16.30. Saya dan kelima anggota paguyuban bergegas menuju sungai di depan kandang untuk mengambil air wudlu. Shalat Ashar berjama’ah diimami Ustad Sholihin, gubuk di samping kandang sapi jadi mushola, juga menjadi saksi anak-anak muda bangkit.[]

Terbaru

  • Inilah Vivo T5 Pro, HP Midrange dengan Baterai 9.020 mAh yang Siap Comeback ke Indonesia!
  • Inilah Cara Daftar Manajer Koperasi Desa Merah Putih 2026, Ada 30.000 Formasi yang Bisa Kalian Lamar!
  • Inilah Alasan Kenapa Kemkomdigi Ancam Blokir Wikipedia dan Dampak Seriusnya Buat Masa Depan Pendidikan Kita
  • Inilah Cara Cek BLT Desa 2026 Tahap 2, Cair Rp900 Ribu Langsung ke Tangan Kalian!
  • Inilah Cara Cek PIP Lewat HP 2026 dan Panduan Lengkap Pencairannya Biar Dana Nggak Hangus
  • Inilah 51 Kode Redeem FF Aktif 17 April 2026, Buruan Klaim Skin Blue Angelic dan Bundle Langka!
  • Inilah Huawei Mate 80 Pro, Sang Legenda Flagship yang Kembali dengan Kamera True-to-Colour dan Ketahanan Luar Biasa
  • Inilah Deretan iPhone Terlawas yang Masih Layak Dibeli Tahun 2026, Performa Tetap Ngebut dan Harga Terjangkau!
  • Inilah HP Oppo Paling Worth It di Tahun 2026, Spesifikasi Gahar Tapi Harga Tetap Merakyat!
  • Inilah Daftar Link Nonton Film Ilegal yang Diblokir Komdigi dan Alasan Kenapa Kalian Harus Waspada
  • Inilah Lenovo Legion Y70 (2026), HP Gaming yang Siap Guncang Pasar dengan Teknologi AI
  • Inilah Rekomendasi HP Oppo Murah Spek Mewah Tahun 2026 yang Nggak Bakal Bikin Kantong Kalian Jebol!
  • Inilah 15 Situs Nonton Film Gratis Legal 2026, Bye-Bye Iklan Ganggu dan Drama Situs Ilegal!
  • Inilah Beasiswa Bekraf Digital Talent 2026: Solusi Buat Kalian yang Mau Jago AI dan Makin Produktif
  • Inilah Cara Memilih Power Bank yang Aman Dibawa ke Pesawat Agar Tidak Disita Petugas
  • Inilah Bocoran Harga dan Spesifikasi Redmi K90 Max, HP Gaming Dimensity 9500 Termurah yang Segera Dirilis!
  • Inilah RedMagic Gaming Tablet 5 Pro, Monster Gaming dengan Layar 185Hz dan Chipset Snapdragon 8 Elite yang Bikin Melongo!
  • Inilah Kenapa IGRS Trending di X, Bocorkan Spoiler Penting Game 007 First Light Hingga Ending!
  • Inilah 5 HP Murah Terbaru dengan Baterai Jumbo yang Siap Masuk Indonesia 2026, Ada yang Sampai 7.800 mAh!
  • Inilah Alasan Kenapa Samsung Galaxy S27 Bakal Pakai 50 Persen Chipset Exynos, Qualcomm Mulai Ditinggalkan?
  • Inilah Vivo Y31d Pro, Smartphone “Badak” dengan Baterai 7000mAh dan Ketahanan Standar Militer
  • Inilah 11 Game Penghasil Saldo DANA Tercepat 2026, Cara Asyik Cari Cuan Sambil Rebahan!
  • Inilah Motorola Edge 70 Pro, HP Midrange Gahar dengan Baterai 6500 mAh yang Siap Meluncur!
  • Inilah Kode Redeem FF Max 15 April 2026, Buru Skin Undersea Splatter dan Item Eksklusif Bawah Laut Sekarang!
  • Inilah Bocoran Vivo X500 Series dan Kamera Vlogging Saku yang Bakal Bikin DJI Ketar-ketir!
  • Inilah 6 Rekomendasi HP Gaming Paling Murah April 2026, Main Game Berat Nggak Pake Lag!
  • Inilah Caranya Manfaatin SPayLater di Aplikasi ShopeePay Biar Keuangan Tetap Aman Saat Tanggal Tua
  • Inilah Perbedaan Durasi Reels IG dan FB Terbaru 2026, Ternyata Bisa Sampai 20 Menit Lho!
  • Inilah Cara Mengurus Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN), Syarat Lengkap, Biaya, dan Lokasi Pembuatannya
  • Inilah Cara Pakai Panel Zurra v2 FF Aim Lock Headshot, Simak Fitur dan Risikonya Sebelum Pakai!
  • Is it Time to Replace Nano? Discover Fresh, the Terminal Text Editor You Actually Want to Use
  • How to Design a Services Like Google Ads
  • How to Fix 0x800ccc0b Outlook Error: Step-by-Step Guide for Beginners
  • How to Fix NVIDIA App Error on Windows 11: Simple Guide
  • How to Fix Excel Formula Errors: Quick Fixes for #NAME
  • How to use the Wan 2.7 AI model: A complete walkthrough
  • How to Run Minimax M2-7 Locally: A Step-by-Step Guide for Beginners
  • How to Build Self-Driving Codebases with Async Agents and NVIDIA Hardware
  • How to create a professional AI influencer using Apob AI
  • How to Use AI-Powered Tools to Level Up Your Stock Market Research Game with Claude Code
  • New Text Document
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme