Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Inilah Cara Menghilangkan YouTube Shorts di Beranda Biar Nggak Menghambat Scrolling Kalian!

Posted on April 30, 2026

YouTube Shorts kayaknya udah jadi bagian yang nggak terpisahkan dari hidup kita sehari-hari pas lagi buka aplikasi video ini. Tapi, jujur aja, kadang kemunculannya di beranda malah ngebikin risih karena tampilannya yang terlalu agresif dan menuh-menuhin layar. Kalau kalian merasa konten pendek ini cuma ngebikin penuh feed, tenang aja, kami punya beberapa trik jitu buat ngatasinnya.

Sebenarnya, kemunculan fitur video pendek ini emang sengaja dirancang supaya para penonton bisa menikmati hiburan secara cepat dengan sistem scroll tanpa henti. Rasanya sistem ini emang efektif banget ngebikin orang betah berlama-lama di depan layar, tapi bagi sebagian orang, hal ini justru ngganggu fokus pas mereka lagi nyari video durasi panjang yang lebih edukatif atau mendalam. YouTube Shorts sendiri biasanya punya durasi antara 15 sampai 60 detik, walaupun sekarang mereka sudah mulai ngasih izin buat video berdurasi sampai 3 menit. Fokus utamanya emang buat ngebandingin diri sama kompetitor kayak TikTok atau Reels.

Sayangnya, secara teknis YouTube nggak pernah ngasih tombol “Off” yang permanen buat fitur ini. Mereka sepertinya pengen Shorts tetap jadi bagian inti dari ekosistem mereka. Tapi, bukan berarti kalian nggak bisa ngelakuin apa-apa buat ngurangin keberadaannya. Berikut adalah beberapa langkah teknis yang bisa kalian lakukan untuk menyembunyikan atau meminimalisir kemunculan YouTube Shorts di beranda aplikasi kalian:

  1. Memanfaatkan Tombol Silang (X) pada Rak Shorts
    Cara yang paling simpel tapi sering dilupakan adalah dengan mencari tanda silang di pojok kanan atas rak “Shorts” yang muncul di beranda. Begitu kalian ngeklik tanda silang ini, rak Shorts tersebut bakal hilang seketika dari beranda kalian. Namun, perlu diingat kalau cara ini sifatnya cuma sementara. Biasanya, YouTube bakal ngebunyiin alarm algoritmanya lagi dan nampilin Shorts itu setelah sekitar 30 hari. Jadi, kalian perlu ngelakuin ini secara berkala setiap bulan supaya beranda tetap bersih.
  2. Menggunakan Opsi “Tidak Tertarik” Secara Massal
    Kalian bisa ngasih sinyal kuat ke algoritma YouTube kalau kalian bener-bener nggak suka sama konten tersebut. Caranya adalah dengan mengetuk ikon titik tiga di setiap video Shorts yang muncul di rak beranda, lalu pilih opsi “Tidak tertarik” atau “Not interested”.
  • Buka aplikasi YouTube di HP kalian.
  • Scroll ke bawah sampai ketemu bagian Shorts.
  • Klik titik tiga di pojok kanan atas salah satu video Shorts.
  • Pilih “Tidak tertarik”.
  • Ulangi langkah ini buat semua video yang ada di rak tersebut sampai raknya kosong.
    Dengan cara ini, sistem mereka bakal mikir kalau kalian emang nggak minat sama format video kayak gitu, sehingga frekuensi kemunculannya bakal drastis berkurang.
  1. Mengatur Batas Waktu di Menu Time Management (Update Terbaru)
    YouTube sepertinya mulai dengerin keluhan pengguna dengan ngehadirin fitur pembatasan konten. Pada beberapa versi aplikasi terbaru, kalian bisa ngatur penggunaan Shorts lewat pengaturan manajemen waktu.
  • Masuk ke menu “Setelan” atau “Settings” di profil YouTube kalian.
  • Cari opsi “Time Management” atau “Waktu Tonton”.
  • Di sana, cari pengaturan khusus buat Shorts dan atur batas waktunya menjadi 0 menit.
    Meskipun fitur ini masih disebar secara bertahap dan mungkin belum muncul di semua akun, cara ini diklaim paling ampuh buat ngebuat Shorts nggak lagi mejeng di beranda utama kalian.
  1. Menonaktifkan Lewat Browser (Tampilan Desktop)
    Kalau kalian sering buka YouTube lewat browser di HP atau laptop, ada trik buat ngebikin Shorts nggak muncul. YouTube versi web punya pengaturan yang sedikit beda sama aplikasi. Kalian bisa masuk ke mode “Desktop Site” di browser Chrome atau Safari kalian. Biasanya, rak Shorts di versi desktop lebih gampang buat diabaikan atau bahkan nggak muncul sama sekali kalau kalian nggak sengaja ngeklik tab Shorts di bagian samping.
  2. Menghapus Histori Tontonan Shorts
    Algoritma YouTube itu bekerja berdasarkan apa yang kalian tonton. Kalau kalian sering nggak sengaja ngeklik Shorts, sistem bakal terus ngasih rekomendasi serupa. Kami saranin buat rutin ngebersihin histori tontonan kalian, khusus buat video-video pendek.
  • Masuk ke profil, pilih “Histori”.
  • Hapus video-video Shorts yang pernah kalian tonton.
  • Dengan ngehapus jejak ini, YouTube bakal “lupa” kalau kalian pernah nonton Shorts dan bakal mulai nampilin lebih banyak video durasi panjang lagi di beranda.
  1. Menggunakan Versi Aplikasi yang Lebih Lama (Khusus Android)
    Ini cara yang agak ekstrem dan teknis, tapi banyak orang yang ngebuktiin kalau cara ini berhasil. Kalian bisa nge-uninstall aplikasi YouTube versi terbaru, lalu cari file APK YouTube versi lama (sekitar versi tahun 2020 atau awal 2021) di situs penyedia APK yang terpercaya. Di versi lawas, fitur Shorts ini belum ada atau belum diintegrasikan sekuat sekarang. Tapi ingat ya, cara ini punya risiko keamanan dan mungkin beberapa fitur baru lainnya nggak bakal bisa kalian nikmatin.

Jadi, meskipun YouTube kayaknya emang nggak mau ngasih jalan keluar yang absolut buat ngehapus Shorts secara total, langkah-langkah di atas setidaknya bisa ngebantu kalian buat dapetin kembali kenyamanan saat lagi asik browsing konten video panjang. Semua kembali lagi ke preferensi masing-masing, ada yang suka hiburan instan, ada juga yang lebih nyaman dengan konten yang lebih berisi. Sepertinya kita emang harus sedikit lebih rajin buat “ngedidik” algoritma mereka supaya sesuai sama selera kita.

Semoga penjelasan teknis ini bermanfaat buat kalian semua yang ngerasa terganggu sama kehadiran video pendek yang nggak ada habisnya itu. Rekomendasi kami, cobalah kombinasi antara fitur “Tidak Tertarik” dan pembersihan histori supaya hasilnya lebih maksimal dan beranda kalian jadi lebih rapi lagi. Terimakasih sudah membaca artikel ini sampai habis, rekan-rekanita sekalian. Mari kita simpulkan kalau kendali penuh atas apa yang kita tonton sebenarnya ada di tangan kita sendiri, asalkan kita mau sedikit ngulik pengaturannya.

Terbaru

  • Inilah Cara Mengatur Raspberry Pi 5 dengan Ubuntu Server untuk Python dan Desktop GUI Tanpa Ribet
  • Inilah Alasan Kenapa Galaxy Z Fold 8 Ultra Bisa Jadi Produk yang Mengecewakan
  • Inilah Alasan Intel Merilis Raptor Lake Next di Socket LGA 1700, Masih Setia dengan DDR4!
  • Gini Caranya Menghilangkan Recycle Bin dari Desktop Windows 11 Supaya Lebih Bersih!
  • Inilah Huawei AirEngine 8771-X1T, Solusi Wi-Fi 7 Super Cepat untuk Bisnis Masa Kini
  • Inilah Cara Mengatasi Error Koneksi VMware Horizon Akibat Intersepsi SSL Proxy
  • Inilah Cara Mengatasi Connection Server Authentication Failed di VMware Horizon Client
  • Cara Laptop Nggak Lemot Pas Colok SD Card, Gampang Banget!
  • Inilah Caranya Mengatasi SD Card Reader yang Tidak Terbaca di Laptop
  • Inilah Cara Ampuh Atasi Perangkat USB yang Sering Terputus di Windows 10 dan 11
  • Cara Atasi USB Error dengan Update USB Root Hub dan Chipset Driver
  • Inilah Cara Mengatasi Unknown USB Device Descriptor Request Failed yang Paling Ampuh
  • Inilah 20 Kampus Swasta Terbaik di Bandung Versi EduRank 2026 untuk Referensi Kuliah Kalian
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar Sekolah Kedinasan STPN 2026, Kuota Terbatas!
  • Inilah Cara Daftar PPKB UI 2026 Lengkap dengan Rincian Uang Pangkal Semua Jurusan S1
  • Inilah Aturan Resmi MPLS 2026 dari Kemendikdasmen, Guru dan Sekolah Wajib Catat Pedoman Lengkap Ini!
  • Inilah Cara Daftar Beasiswa S1/D4 Guru Kemendikdasmen 2026, Masa Pendaftaran Diperpanjang!
  • Inilah Cara Mengatasi Unknown USB Device (Device Descriptor Request Failed) dan Penjelasan Lengkapnya
  • Inilah Cara Membuat File Koneksi RDP Secara Manual Biar Akses Remote Kalian Nggak Error Lagi
  • Inilah Cara Clear RDP Cache dan Registry MRU Biar Remote Desktop Kalian Kembali Segar
  • Cara Restore File Association .rdp Agar Remote Desktop Bisa Terbuka Otomatis Lagi
  • Apa itu Probabilistic Methods dalam Klasifikasi Data?
  • Apa itu Klasifikasi Data dengan Metode Feature Selection?
  • Inilah Panduan Lengkap Jalur Afirmasi Disabilitas SPMB Kota Malang 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya!
  • Inilah Cara Lengkap Daftar UM Undip 2026: Panduan Teknis, Jadwal, dan Syarat Biar Nggak Salah Langkah!
  • Inilah Daftar Kampus Swasta Terbaik di Indonesia 2026 Versi Webometrics dan QS WUR, Nggak Kalah Sama Negeri!
  • Inilah Cara Daftar PPKB UI 2026, Kesempatan Emas Masuk Kampus Jaket Kuning Tanpa Tes!
  • Inilah Tampilan Baru Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026, Cara Cek Status dan Nominal Bantuan yang Cair!
  • Inilah Aturan PIN SPMB Jatim 2026, Bisa Dipakai Berapa Kali Sih?
  • Apa itu Common Techniques in Data Classification?
  • Auditd Custom Rules & Tips
  • Securing SSH Server with fail2ban
  • Fedora Linux Firewalld Drop Zone and Rich Rules
  • How to SSH Hardening 2026
  • How to Add Password Protection to GRUB
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Inilah Update Pasar Saham AS 31 Mei 2026: Menakar Peluang S&P 500 dan Nasib Sektor Teknologi Saat Inflasi Belum Jinak
  • Sinyal Update Kondisi Pasar IHSG 31 Mei 2026: Strategi Cerdas Menghadapi Gejolak IHSG dan Rupiah di Awal Juni
  • Inilah Alasan Ilmiah Kenapa Kita Menguap, Ternyata Bukan Cuma Kurang Oksigen!
  • Inilah Alasan China Larang PR Berlebihan dan Ujian Berat, Ternyata Demi Kesehatan Mental Siswa!
  • Inilah Cara Cek Peluang Lolos SNBT Unair 2026 dan Daftar Lengkap Daya Tampungnya

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme