Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Misteri Syiir Tanpo Waton (Bagian II)

Posted on October 20, 2011

Kandungan Syi’ir Tanpa Waton itu memang khas dengan apa yang selama ini diperjuangkan Gus Dur. “Akeh kang apal Qur’an Haditse // Seneng ngafirke marang liyane // Kafire dewe dak digatekke//  Yen isih kotor ati akale” (Banyak yang hapal dalil al-Qur’an dan Hadits // Mereka suka mengkafirkan yang lain // Sementara kekafiran mereka sendiri tak dihiraukan // Hati dan akal mereka masih kotor).

Bait-bait barusan itu yang paling diingat oleh Alissa Qothrunnada, putri tertua Gus Dur, dalam rangkaian Syi’ir Tanpo Waton. Selama hidupnya ayanya memang seringkali berhadapan dengan kelompok muslim garis keras. Gus Dur seringkali dikafirkan. Dan ia tak pernah berhenti mengingatkan perlunya sikap saling menghormati dan menjaga hak-hak orang lain. Namun Lissa dan adik-adiknya belum pernah mendengar Syi’ir Tanpo Waton ini langsung dari Gus Dur.
Setelah terdengar kabar bahwa Syi’ir Tanpo Waton ini kemungkinan bukan dirilis oleh Gus Dur, beberapa orang menghubungi pihak keluarga di Ciganjur, Jakarta, untuk dipatenkan atas nama Gus Dur. Namun kata Lissa, keluarganya belum bisa memverifikasi apakah pelantun suara Syi’ir Tanpo Waton itu benar-benar Gus Dur.

Lissa mengaku baru mendapatkan Syi’ir Tanpo Waton itu setelah beredar di situs Youtube, yang diunggah dalam berbagai versi dan telah dikunjungi puluhan ribu orang. Setelah beredar di Youtube atas nama Gus Dur dan dirilis dengan dokumentasi-dokumentasi terkait Gus Dur, popularitas Syi’ir Tanpo Waton ini memang semakin meledak. Belum lagi, yang tersebar melalui transfer antar ponsel via bluetooth. Kini, shalawat Gus Dur ini telah terdengar dari Stasiun Pasar Senen dan pusat-pusat keramaian di Jakarta.

NU Online menghubungi Ngatawi al-Zastrouw. Dulu ia asisten Gus Dur dan sekarang telah menjadi artis shalawat dengan kelompok “Ki Ageng Ganjur”-nya. Ia mengaku tidak pernah mendapatkan Syi’ir Tanpo Waton itu dari Gus Dur. “Yang dulu sempat saya bikin cuma doa Abu Nawas dan Shalawat Badar, hasil rekaman Gus Dur bersama Franky Sahilatua. Tapi kalau Syi’ir Tanpo Waton ini masih khilaf,” katanya.

KH Muhammad Musthofa, orang yang sekian lama mengabdi kepada Gus Dur dan setia mendampinginya di Jakarta, terutama saat-saat Gus Dur membina para santrinya di Pesantren Ciganjur, juga mengaku tidak tahu menahu. Ketika ditanyakan perihal Syi’ir Tanpo Waton, ia malah balik bertanya, “Kapan Bapak punya koor shalawat,” katanya.

Sama seperti Lissa, kata Musthofa, ada bagian dari lantunan Syi’ir Tanpo Wathon itu yang mirip dengan Gus Dur. Namun di bagian lainnya tidak. “Suara rendahnya mirip Bapak, tapi suara tingginya kalau saya dengarkan itu bukan Bapak,” katanya.

Saat mengaji di hadapan para santrinya di Pesantren Ciganjur, Gus Dur memang banyak bercerita tentang sya’ir-sya’ir yang populer. Maftuhan, Santri senior yang dulu memimpin pembacaan kitab kuning dalam forum pengajian di masjid al-Munawwarah Ciganjur bercerita, kepada para santrinya Gus Dur mengenalkan sya’ir Abu Nawas, Shalawat Badar, bakan sampai sya’ir-syair Arab Jahiliyah pra-Islam. Namun Syir’ir Tanpo Wathon ini belum pernah dikenalkan Gus Dur.

“Dari sisi keikhlasan suaranya, terutama pada bait-bait awal, pelantun Syi’ir Tanpo Waton itu seperti Gus Dur. Tapi dari kandungan isinya, sepertinya ini ditulis oleh orang-orang tarekat. Ada beberapa bagian yang menunjukkan hal ini. Beberapa kalimat di dalamnya juga tidak biasa disebut oleh Gus Dur. Seperti kata ‘riyadhoh’ (tirakat), selama kami nyantri  Gus Dur tidak pernah menyebut kata ini,” kata Maftuhan saat berada di ‘Pojok Gus Dur’, ruangan Gus Dur di kantor PBNU yang sekarang menjadi perpustakaan dan forum pecinta Gus Dur (Gusdurian).

Baiklah, Syi’ir Tanpo Waton ini masih dalam tanda tanya. Namun dapat dipastikan ia populer karena masyarakat meyakini bahwa ia dibuat dan dilantunkan oleh Gus Dur, meski putrinya sendiri tak bersedia menerima sikap yang berlebihan. “Mungkin bukan hanya karena Gus Dur, tapi karena isinya memang bagus. Sya’ir dari Gus Dur pun kalau isinya tidak bagus yang tidak diminati orang,” kata Lissa.

Pihak keluarga Gus Dur kata Lissa, menyarankan agar Syi’ir Tanpo Waton itu tidak buru-buru dialamatkan kepada Gus Dur. Sementara keluarga sedang ber-tabayyunkepada beberapa orang, termasuk KH Muhammad Nizam As-Sofa (Gus Nizam), pemangku Pondok Pesantren Ahlus Shofa wal Wafa, Wonoayu, Sidoarjo, yang disebut-sebut sebagai pelantun sya’ir fenomenal itu. “Kita ingatkan dimana-mana, kita pakai Syi’ir Tanpo Waton aja. Tidak usah menyebut Gus Dur. Toh isinya bagus,”kata Lissa.

Terbaru

  • Solusi Cepat Saat Voucher Axis Tidak Bisa Diproses
  • Qris BCA Error? Ini Solusi yang Bisa Kalian Coba
  • Blokir Nomor WA Tanpa Harus Tambah ke Daftar Hitam, Begini Caranya!
  • Isu SKTP Februari 2026 Sudah Terbit Ternyata Cuma Hoaks? Cek Jadwal Resminya Di Sini
  • Apa itu Mihari Novel? Aplikasi Baca Novel Dibayar
  • Cara Mengatasi NIK Belum Ditemukan di DTKS Saat Daftar KIP Kuliah, Jangan Panik Dulu!
  • Inilah 3 Karakteristik Pembagian Masyarakat Menurut Sibrani yang Bikin Kita Paham Struktur Sosial
  • Inilah Cara Mengatasi Status Bansos Atensi YAPI NTPN Tidak Ditemukan Biar Bantuan Tetap Cair!
  • Cara Mudah Unduh Video DS2Play Tanpa Ribet
  • Apa itu Free Float di Dunia Saham? Ini Artinya
  • Hati-Hati Modus Penipuan Asuransi BCA, Ini Caranya!
  • Inilah Panduan Lengkap Pendaftaran PPDB SMA Unggul Garuda Baru 2026, Simak Syarat dan Alurnya!
  • Alternatif Terbaik Dari OmeTV, Tanpa Takut Kena Banned
  • Tips Nama Petugas TKA SD/SMP Muncul Otomatis di Berita Acara
  • Inilah Fakta di Balik Video Botol Teh Pucuk Viral yang Lagi Rame di TikTok!
  • Apa itu Aturan Waktu Futsal dan Extra Time di Permainan Futsal?
  • Contoh Jawaban Refleksi Diri “Bagaimana Refleksi tentang Praktik Kinerja Selama Observasi Praktik Kinerja”
  • Main Telegram Dapat Uang Hoax atau Fakta?
  • Apa itu Lock iCloud? Ini Artinya
  • Integrasi KBC dan PM di Madrasah? Ini Pengertian dan Contoh Praktiknya
  • Ini Trik Input Pelaksana PBJ di Dapodik 2026.C Biar Info GTK Langsung Valid dan Aman!
  • Apa Maksud Hukum Dasar yang Dijadikan Pegangan dalam Penyelenggaraan Suatu Negara? Ini Jawabannya
  • Apakah Apk Puskanas Penipuan?
  • Inilah 10 Alternatif Mesin Pencari Selain Yandex yang Anti Blokir dan Aman Digunakan
  • Caranya Supaya WhatsApp Nggak Kena Spam Terus Meski Sudah Ganti Nomor, Ternyata Ini Rahasianya!
  • Jangan Tergiur Harga Murah! Inilah Deretan Risiko Fatal Membeli iPhone Lock iCloud
  • Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026? Ini Pengertian dan Alur Lengkapnya
  • Inilah Cara Cek KIS Aktif Atau Tidak Lewat HP dan Solusi Praktis Jika Kepesertaan Nonaktif
  • Apa tiu Keberagaman? dan Kenapa Kita Butuh Perbedaan
  • Inilah Rekomendasi Tablet RAM 8 GB Paling Murah 2026 Buat Kerja dan Kuliah!
  • How to Calibrate Temperature and Humidity Sensors for Maximum Accuracy
  • Top Open-Source Alternatives to Adobe Creative Cloud for Design and Editing in 2026
  • TinyMediaManager: A Plugin to Organize and Manage Jellyfin Media Library
  • How to Fix the Subscript Out of Range Error in Microsoft Excel
  • What’s New in Podman 5.8: Quadlet & SQLite Migration Explained
  • Prompt AI Menyusun Script Pola Suara Karakter agar Brand Jadi Ikonik
  • Prompt AI untuk Merancang Karakter Brand yang Ikonik
  • Prompt AI Audit Konten Sesuai Karakter Brand
  • Prompt AI Merubah Postingan LinkedIn Jadi Ladang Diskusi dengan ChatGPT
  • Prompt AI: Paksa Algoritma LinkedIn Promosikan Konten Kalian
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme