Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Inilah Teknologi Struktur Jembatan Terbaik

Posted on November 29, 2011

Jakarta – Pada Sabtu (26/11) lalu, Jembatan Tenggarong di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, runtuh. Saat ini, terdapat enam teknologi utama untuk membangun jembatan. Apa saja?

Cable-Stayed

Teknologi jembatan Tenggarong sendiri menggunakan cable-stayed. Teknologi cable-stayed menjadi pilihan untuk membangun jembatan Tenggarong. Jembatan ini sendiri terdiri dari satu atau lebih kolom dengan kabel yang mendukung dek jembatan.

Terdapat dua kelas utama jembatan jenis ini. Pertama, desain harpa di mana kabel dibuat hampir parallel dengan memasang kabel pada beragam titik di menara agar ketinggian tiap kabel yang dipasang sedemikian rupa sehingga posisi jalan di bagian bawah dalam kondisi rata.

Kedua, desain kipas di mana semua kabel yang ada terhubung atau melewati atas menara. Keuntungan utama menggunakan jembatan jenis ini adalah, karena jembatan sangat keras, proses deformasi yang terjadi di bagian bawah akan sangat berkurang. Selain itu, jembatan jenis ini dapat dikonstruksi ulang melalui kantilever dari menara di mana kabel yang ada berperan sebagai pendukung permanen atau sementara pada dek jembatan.

Tak hanya itu, keuntungan lain jembatan ini adalah, simetris dan mampu menggunakan berapa pun jumlah menara. Di sisi lain, suspensi jembatan semacam ini hanya dibuat sebanyak satu pasang menara saja.

Beam

Jembatan jenis ini dikenal memiliki bentuk struktural paling sederhana yang didukung batasan di tiap akhir dek jembatan. Jenis structural jembatan ini lebih dikenal dengan dukungan sederhana.

Jembatan tersederhana jenis ini bisa berupa irisan besar batu atau papan kayu di atas aliran air. Untuk infrastruktur modern jenis ini, jembatan akan dikonstruksi dengan besi atau beton yang diperkuat atau perpaduan keduanya.

Jenis jembatan ini biasanya hanya digunakan untuk jarak dekat karena jembatan jenis ini tak memiliki pendukung. Pendukung yang ada hanyalah tiang jembatan itu sendiri.

Kantilever

Jembatan ini dibangun menggunakan kantilever, struktur yang diproyeksikan secara horizontal ke satu jarak, dan hanya didukung satu dasar. Untuk jembatan kaki kecil, kantilever bisa berupa beam sederhana. Namun, untuk kantilever besar yang dirancang untuk lalu lintas dibuat dari struktur besi atau balok dari beton praktekan.

Besi pada jembatan ini merupakan terobosan utama saat jembatan ini pertama kali dibuat. Jembatan ini bisa menjangkau jarak 460meter dan bisa dengan mudah dikonstruksi tanpa ada sedikit kesalahan.

Menurut teknisi jembatan John Alexander Low Waddell, jembatan kantilever setidaknya merupakan satu struktur yang berperan sebagai pelabuhan porsi lain yang meluas di luar dukungan dermaga.

Arch

Jembatan ini merupakan jembatan dengan batasan di tiap ujungnya yang berbentuk melengkung. Jembatan jenis ini bekerja dengan menyalurkan beban dan memikul sebagian beban menjadi dorongan horizontal di tiap batasannya.

Sebuah jembatan panjang bisa terbuat dari serangkaian lengkungan. Disisi lain, jembatan ini tak dianggap bernilai ekonomis. Jembatan jenis ini sendiri masih dibagi menjadi beberapa jenis, termasuk corbel, aqua ducts dan canal, deck, through arch, dan tied arch.

Suspensi

Jembatan jenis ini menggantung dek yang ada di bawah kabel suspensi pada bretel vertikal. Jenis jembatan ini pertama ditemukan di luar Tibet pada abad 15. Jenis jembatan ini memiliki bretel di antara menaranya serta kabel bretel vertical yang menahan beban di dek bawah saat lalu lintas lewat.

Seperti jenis jembatan lain, jembatan ini juga dibuat tanpa perancah. Kabel suspensi dipasang di tiap ujung jembatan karena bagian inilah yang mengubah tekanan yang muncul ke kabel tersebut.

Jenis jembatan ini memiliki beberapa keuntungan termasuk bisa lebih panjang dibanding jenis jembatan lainnya, tak butuh terlalu banyak bahan, tak perlu sering mengakses bagian bawah jembatan saat konstruksi, dan jembatan jenis ini mampu menahan gempa.

Kerugiannya, profil aerodinamis diperlukan jembatan ini untuk mewaspadai angin kencang, jembatan jenis ini tak terlalu keras dan dibutuhkan beberapa akses selama konstruksi.

Truss

Jembatan jenis ini terdiri dari elemen terkait yang ditekan dari tensi, kompresi atau terkadang muatan dinamis. Jembatan ini termasuk jenis jembatan modern tertua. Jenis dasar jembatan ini bisa dengan mudah dianalisa dari teknisi abad 19 atau awal 20. Jembatan ini dianggap memiliki nilai ekonomis karena efisien dalam penggunaan bahan. [mdr]

Sumber: inilah.com

Terbaru

  • Inilah Higgsfield AI Audio, Trik Canggih Buat Voice Cloning dan Dubbing Video Youtube Otomatis!
  • Everything You Need to Know About Project X and the Rumored AI-Powered Remaster of The Sims 4
  • Inilah Trik Cuan dari Instagram Jadi Affiliator, Tapi Tanpa Perlu Jualan Produk!
  • Inilah 7 Ide Channel YouTube Aneh Tapi Sederhana yang Bisa Kalian Mulai Sekarang Juga!
  • Apa itu Umroh & Keutamaannya: Inspirasi dari pergiumroh.com
  • Belum Tahu? Gini Caranya Dapat Bisnis Sukses Cuma dari Clipping Video Pake AI
  • Inilah Rahasia Perbaiki Algoritma Video YouTube yang Mulai Sepi
  • Kenapa Cicilan di Bank Syariah Itu Tetap?
  • Inilah 7 Produk Digital Paling Realistis untuk Kalian yang Mau Jualan Online Tahun Ini!
  • Inilah 4 Strategi Memilih Niche SEO Terbaik Supaya Blog Kalian Cepat Ranking
  • Ini Trik Supaya Pengunjung Toko Online Kalian Jadi Pembeli Setia Pakai Omnisend!
  • 3 Strategi AI Terbukti Biar Bisnis E-Commerce Kalian Makin Cuan 2026!
  • Inilah 6 Langkah Tembus 5.000 Follower di X, Gini Caranya Supaya Akun Kalian Nggak Stuck Lagi!
  • SEO LinkedIn: Inilah Alasan Kenapa LinkedIn Ads Lebih Efektif Buat Bisnis B2B Dibanding Platform Lain
  • Inilah Alasan Kenapa Kolom Komentar YouTube Kalian Sering Menghilang Secara Misterius!
  • Cara Kelola Auto-Posting Semua Media Sosial Kalian Pakai Metricool
  • Studi Kasus Sukses Instagram Maria Wendt Dapat 12 Juta View Instagram Per Bulan
  • ZenBook S16, Vivobook Pro 15 OLED, ProArt PX13, dan ROG Zephyrus G14, Laptop Bagus dengan Layar OLED!
  • Caranya Ngebangun Website Directory dengan Traffic Tinggi dalam Seminggu!
  • Cara Mengembangkan Channel YouTube Shorts Tanpa Wajah
  • Inilah Cara Menghitung Diskon Baju Lebaran Biar Nggak Bingung Saat Belanja di Mall!
  • Cara Jitu Ngebangun Bisnis SaaS di Era AI Pakai Strategi Agentic Workflow
  • Inilah Rincian Gaji Polri Lulusan Baru 2026, Cek Perbedaan Jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama Sebelum Daftar!
  • Inilah 5 Channel YouTube Membosankan yang Diam-diam Menghasilkan Banyak Uang
  • Inilah Cara Pakai Google Maps Offline Biar Mudik Lebaran 2026 Nggak Nyasar Meski Tanpa Sinyal!
  • Inilah Alasan Mahkamah Agung Tolak Kasasi Google, Denda Rp202,5 Miliar Resmi Menanti Akibat Praktik Monopoli
  • Inilah Cara Daftar dan Syarat SPMB SMK Boarding Jawa Tengah 2026, Sekolah Gratis Sampai Lulus!
  • Inilah Daftar Sekolah Kedinasan 2026 untuk Lulusan SMK, Bisa Kuliah Gratis dan Berpeluang Besar Langsung Jadi CPNS!
  • Inilah Pajak TER: Skema Baru PPh 21 yang Nggak Bikin Pusing, Begini Cara Hitungnya!
  • Inilah Jadwal Resmi Jam Buka Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Purwomartani Saat Mudik Lebaran 2026
  • How to Show Battery Percentage on Windows 11
  • How to Fix VMSp Service Failed to Start on Windows 10/11
  • How to Fix Taskbar Icon Order in Windows 11/10
  • How to Disable Personalized Ads in Copilot on Windows 11
  • What is the Microsoft Teams Error “We Couldn’t Connect the Call” Error?
  • How to Use Orbax Checkpointing with Keras and JAX for Robust Training
  • How to Automate Any PDF Form Using the Power of Manus AI
  • How to Training Your Own YOLO26 Object Detection Model!
  • How to Build a Full-Stack Mobile App in Minutes with YouWare AI
  • How to Create Consistent Characters and Cinematic AI Video Production with Seedance
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme