Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Ke-NU-an : Sumber Ajaran Ahlus Sunnah Wal Jamaah NU

Posted on February 29, 2012

Prosedur perumusan hukum dan ajaran Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam tradisi jamiyah Nahdlatul Ulama (NU) amat bergantung pada pola pemecahan masalahnya antara pola yang maudhu’iyah (tematik), qonuniyah (terapan) dan waqi’iyah (kasuistik).

Pola maudhu’iyah melakukan deskripsi masalah berbentuk tashawur lintas disiplin keilmuan yang disajikan secara empiris. Ketika rumusan hukum atau ajaran islam tersebut dikaitkan dengan kepentingan penerapan hukum positif (semisal RUU/Raperda), maka pendekatan masalahnya menggunakan semangat “tathbiqu as-syariah” atau pempopuleran syariah, disesuaikan dengan kesadaran hukum dan kemajemukan bangsa.

Jika deksripsi masalah terbatas pada respon pada kejadian-kejadian faktual saja, maka pola perumusan yang dipakai adalah pola waqi’iyah, dimana perumusan selalu bersifat regional (kedaerahan) dan/atau insidental, cukup dengan metode inti takhayyur (ekletif) yaitu memilih kutipan-kutipan doktrin/pendapat ulama termasyhur yang siap pakai.

Dalam hal cara merujuk (menggali sumber referensi hukum) dan langkah-langkah yang ditempuh (baik itu secara istinbath/deduktif maupun istidlal/induktif), Nahdlatul Ulama melakukannya dalam 2 jalan, yaitu: jalan Qauli (Madzhab Qauli) dan jalan Manhaji (Madzhab Manhaji).

a. Madzhab Qauli
adalah jalan merujuk pendapat atau pandangan keagamaan ulama termasyhur dari kalangan ulama Sunni yang dikutip secara utuh qaul (pendapat)nya dari kitab-kitab karyanya atau karya muridnya yang dikenal luas dan dijadikan rujukan diseluruh dunia (kitab mu’tabarah) dan di lintas madzhab.

Contohnya, untuk sebuah masalah, Nahdlatul Ulama mengutip pendapat Imam Al-Ghazali dalam kitab al-Iqtishad fi al-‘iqtiqadi yang menjabarkan paham aqidah asy’ariyah, ataupun mengutip pendapat Imam Syafii dalam kitab al-Umm soal fiqih.

Nadhlatul Ulama berpendapata, agar keutuhan dan kekhasan madzhab Sunni terjaga, maka jalan perujukan pendapat sedapat mungkin menghindari perujukan dari madzhab lain (misal Syiah). Contohnya, mengutip pendapat Imam Maliki dalam kitab Fiqhus-Sunnah karya Sayyid Sabiq, ataupun melakukan pensyarahan atas hadist koleksi Ibnu Daqiq dalam kitab Muntaqa al-Akhbar dari ulasan Imam as-Syaukani dalam kitab Naylul Awthar.

b. Madzhab Manhaji
adalah jalan merujuk dalil-dalil nash syar’i berupa kutipan ayat al-quran, nuqilan matan sunnah atau hadist demi merespon sebuah masalah.

Adapun upaya yang dilakukan Nadhlatul Ulama dalam pola perujukan manhaji ini supaya tersajikan dengan baik & muhafazhah maka Nahdlatul Ulama melakukan 3 hal, yaitu:
1. pengutipan ayat dari mushaf dengan nisam Utsmany secara lengkap berikut nama surah, nomor urut ayat, terjemah standar Departemen Agama RI, kemudian dilengkapi dengan tafsir-tafsir populer karya mufassir-mufassir Sunni dari kitab-kitab yang mu’tabarah. Pemilihan tafsir juga mempertimbangkan penelusuran sumber-sumber dan media yang diperbantukan dan diperlukan dalam kaidah istinbath (deduktif) yang dipakai. Selain itu, profil mufassir seperti integritas dan mutu tafsir serta takwilnya telah diakui oleh pelbagai ulama semasanya atau masa setelahnya. Perujukan juga harus menghindari pola pentakwilan dan penafsiran yang berlebihan seperti yang dilakukan Syiah 12 Imam dan Syiah Ja’fariyah soal kema’shuman penafsir dan penfasiran yang bercampur dengan aliran kebatinan yang bertentangan dengan paham umum ahlus sunnah wal jamaah.

2. penuqilan matan sunnah/hadist harus dilakukan dari kitab-kitab ushulul hadist (kitab standar hadist), dengan mencantumkan narasumber Nabi atau Rasulullah SAW dalam redaksinya, beserta nama perawi atau nama mukharrij (kolektor) nya. Penuqilan ini harus diberdayakan sedapat mungkin dengan mempertimbangkan uji kehujjahannya sebagai hal shahih, hasan atau dhaif. Penarikan kesimpulan atas konsep substansi nash yang diperoleh harus bermuara pada pensyarahan terdahulu oleh para muhaddisin termasyhur dan diakui berpaham Sunni.

3. pengutipan ijma’ perlu memisahkan kategori-kategori ijma’, seperti ijma’ shahabi (ijma’ para shahabat Nabi) yang diakui sebagai ijma’ tertinggi kehujjahannya, dan ijma’ mujtahiddin. Pengutipan ijma’ arus bersumber dari karya mujtahid muharrir madzhab seperti Imam Nawawi dan kawan-kawan. Kutipan ijma’ juga harus diintegrasikan dengan tafsir ayat quran yang disertai data kritik dan dukungan syarah hadist untuk mengimbangi kondisi pemutusan masalah oleh pelaku ijtihad.

Sumber: Aswaja an-Nadhliyah, LTN PWNU Jawa Timur.

Terbaru

  • Perkuat Kemandirian Industri Alat Kesehatan Nasional, Astra Komponen Indonesia Hadirkan Alat Kesehatan Berbasis Teknologi Digital
  • Vidrush, Solusi Produksi Video massal buat Channel Faceless
  • Inilah Higgsfield AI Audio, Trik Canggih Buat Voice Cloning dan Dubbing Video Youtube Otomatis!
  • Everything You Need to Know About Project X and the Rumored AI-Powered Remaster of The Sims 4
  • Inilah Trik Cuan dari Instagram Jadi Affiliator, Tapi Tanpa Perlu Jualan Produk!
  • Inilah 7 Ide Channel YouTube Aneh Tapi Sederhana yang Bisa Kalian Mulai Sekarang Juga!
  • Apa itu Umroh & Keutamaannya: Inspirasi dari pergiumroh.com
  • Belum Tahu? Gini Caranya Dapat Bisnis Sukses Cuma dari Clipping Video Pake AI
  • Inilah Rahasia Perbaiki Algoritma Video YouTube yang Mulai Sepi
  • Kenapa Cicilan di Bank Syariah Itu Tetap?
  • Inilah 7 Produk Digital Paling Realistis untuk Kalian yang Mau Jualan Online Tahun Ini!
  • Inilah 4 Strategi Memilih Niche SEO Terbaik Supaya Blog Kalian Cepat Ranking
  • Ini Trik Supaya Pengunjung Toko Online Kalian Jadi Pembeli Setia Pakai Omnisend!
  • 3 Strategi AI Terbukti Biar Bisnis E-Commerce Kalian Makin Cuan 2026!
  • Inilah 6 Langkah Tembus 5.000 Follower di X, Gini Caranya Supaya Akun Kalian Nggak Stuck Lagi!
  • SEO LinkedIn: Inilah Alasan Kenapa LinkedIn Ads Lebih Efektif Buat Bisnis B2B Dibanding Platform Lain
  • Inilah Alasan Kenapa Kolom Komentar YouTube Kalian Sering Menghilang Secara Misterius!
  • Cara Kelola Auto-Posting Semua Media Sosial Kalian Pakai Metricool
  • Studi Kasus Sukses Instagram Maria Wendt Dapat 12 Juta View Instagram Per Bulan
  • ZenBook S16, Vivobook Pro 15 OLED, ProArt PX13, dan ROG Zephyrus G14, Laptop Bagus dengan Layar OLED!
  • Caranya Ngebangun Website Directory dengan Traffic Tinggi dalam Seminggu!
  • Cara Mengembangkan Channel YouTube Shorts Tanpa Wajah
  • Inilah Cara Menghitung Diskon Baju Lebaran Biar Nggak Bingung Saat Belanja di Mall!
  • Cara Jitu Ngebangun Bisnis SaaS di Era AI Pakai Strategi Agentic Workflow
  • Inilah Rincian Gaji Polri Lulusan Baru 2026, Cek Perbedaan Jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama Sebelum Daftar!
  • Inilah 5 Channel YouTube Membosankan yang Diam-diam Menghasilkan Banyak Uang
  • Inilah Cara Pakai Google Maps Offline Biar Mudik Lebaran 2026 Nggak Nyasar Meski Tanpa Sinyal!
  • Inilah Alasan Mahkamah Agung Tolak Kasasi Google, Denda Rp202,5 Miliar Resmi Menanti Akibat Praktik Monopoli
  • Inilah Cara Daftar dan Syarat SPMB SMK Boarding Jawa Tengah 2026, Sekolah Gratis Sampai Lulus!
  • Inilah Daftar Sekolah Kedinasan 2026 untuk Lulusan SMK, Bisa Kuliah Gratis dan Berpeluang Besar Langsung Jadi CPNS!
  • How to Fix Excel Formula Errors: Quick Fixes for #NAME
  • How to Clear Copilot Memory in Windows 11 Step by Step
  • How to Show Battery Percentage on Windows 11
  • How to Fix VMSp Service Failed to Start on Windows 10/11
  • How to Fix Taskbar Icon Order in Windows 11/10
  • How to Use Orbax Checkpointing with Keras and JAX for Robust Training
  • How to Automate Any PDF Form Using the Power of Manus AI
  • How to Training Your Own YOLO26 Object Detection Model!
  • How to Build a Full-Stack Mobile App in Minutes with YouWare AI
  • How to Create Consistent Characters and Cinematic AI Video Production with Seedance
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme