Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Neutrino Sebagai Medium Komunikasi

Posted on March 17, 2012

New York – Medium komunikasi seperti suara dan cahaya tak lagi cocok dengan pola hidup manusia modern. Ilmuwan dari Amerika Serikat kini menggunakan partikel neutrino sebagai penyampai informasi.

Medium komunikasi yang ada saat ini memiliki keterbatasan. Suara, yang terbentuk dari penjalaran tekanan pada bahan, dianggap terlalu lambat untuk dipakai sebagai penyampai informasi. Medium supercepat seperti cahaya juga memiliki keterbatasan karena mudah menghilang ketika dihalangi dinding tebal. Inilah sebabnya sinyal radio harus dikirim menggunakan kabel atau satelit untuk sampai ke wilayah di balik Bumi.

Peluang baru muncul dari partikel neutrino. Partikel yang nyaris tak bermassa yang ditemukan pada tahun 1970 ini sanggup bergerak menyamai kecepatan cahaya tanpa ada yang bisa menghalangi. Partikel ini bahkan bisa menembus planet Bumi dengan mudah.

Kemampuan menembus bahan membuat peneliti melirik neutrino sebagai medium penyampai informasi baru. Dengan demikian, tak diperlukan kabel atau satelit untuk meneruskan informasi ke wilayah lain di balik Bumi.

Peneliti dari University of Rochester dan North Carolina State University menerapkan prinsip komunikasi lewat neutrino di laboratorium. Mereka melewatkan sinyal neutrino pada batu setebal 240 meter. Informasi yang dikirim berupa kode biner.

“Pesan berupa kata ‘neutrino’ berhasil dikirimkan,” ujar peneliti elektronika dan teknik komputer dari North Carolina State University Dan Stancil melalui siaran pers, Kamis, 15 Maret 2012.

Pemancar pesan berasal dari pemercepat partikel di Fermi National Accelerator Lab (Fermilab) di Illinois dan ditangkap oleh detektor MINERvA, yang terkubur 100 meter di bawah tanah.

Meski berpotensi menjadi medium komunikasi baru, teknologi neutrino masih mahal. Partikel ini sulit dideteksi. Terbukti, dari 10 miliar neutrino, hanya satu partikel yang terbaca. Untuk itu dibutuhkan mesin penghasil neutrino ukuran besar untuk menyampaikan sebuah pesan. Pembangunan Fermilab pada tahun 1967 menelan biaya US$ 243 juta.

“Komunikasi neutrino harus menempuh jalan terjal sebelum efektif dipakai di masa depan,” ujar dia.

Sumber: Tempo

Terbaru

  • Inilah Rahasia ReciMe, Potensi Sukses dari Aplikasi Resep Sederhana
  • Perkuat Kemandirian Industri Alat Kesehatan Nasional, Astra Komponen Indonesia Hadirkan Alat Kesehatan Berbasis Teknologi Digital
  • Vidrush, Solusi Produksi Video massal buat Channel Faceless
  • Inilah Higgsfield AI Audio, Trik Canggih Buat Voice Cloning dan Dubbing Video Youtube Otomatis!
  • Everything You Need to Know About Project X and the Rumored AI-Powered Remaster of The Sims 4
  • Inilah Trik Cuan dari Instagram Jadi Affiliator, Tapi Tanpa Perlu Jualan Produk!
  • Inilah 7 Ide Channel YouTube Aneh Tapi Sederhana yang Bisa Kalian Mulai Sekarang Juga!
  • Apa itu Umroh & Keutamaannya: Inspirasi dari pergiumroh.com
  • Belum Tahu? Gini Caranya Dapat Bisnis Sukses Cuma dari Clipping Video Pake AI
  • Inilah Rahasia Perbaiki Algoritma Video YouTube yang Mulai Sepi
  • Kenapa Cicilan di Bank Syariah Itu Tetap?
  • Inilah 7 Produk Digital Paling Realistis untuk Kalian yang Mau Jualan Online Tahun Ini!
  • Inilah 4 Strategi Memilih Niche SEO Terbaik Supaya Blog Kalian Cepat Ranking
  • Ini Trik Supaya Pengunjung Toko Online Kalian Jadi Pembeli Setia Pakai Omnisend!
  • 3 Strategi AI Terbukti Biar Bisnis E-Commerce Kalian Makin Cuan 2026!
  • Inilah 6 Langkah Tembus 5.000 Follower di X, Gini Caranya Supaya Akun Kalian Nggak Stuck Lagi!
  • SEO LinkedIn: Inilah Alasan Kenapa LinkedIn Ads Lebih Efektif Buat Bisnis B2B Dibanding Platform Lain
  • Inilah Alasan Kenapa Kolom Komentar YouTube Kalian Sering Menghilang Secara Misterius!
  • Cara Kelola Auto-Posting Semua Media Sosial Kalian Pakai Metricool
  • Studi Kasus Sukses Instagram Maria Wendt Dapat 12 Juta View Instagram Per Bulan
  • ZenBook S16, Vivobook Pro 15 OLED, ProArt PX13, dan ROG Zephyrus G14, Laptop Bagus dengan Layar OLED!
  • Caranya Ngebangun Website Directory dengan Traffic Tinggi dalam Seminggu!
  • Cara Mengembangkan Channel YouTube Shorts Tanpa Wajah
  • Inilah Cara Menghitung Diskon Baju Lebaran Biar Nggak Bingung Saat Belanja di Mall!
  • Cara Jitu Ngebangun Bisnis SaaS di Era AI Pakai Strategi Agentic Workflow
  • Inilah Rincian Gaji Polri Lulusan Baru 2026, Cek Perbedaan Jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama Sebelum Daftar!
  • Inilah 5 Channel YouTube Membosankan yang Diam-diam Menghasilkan Banyak Uang
  • Inilah Cara Pakai Google Maps Offline Biar Mudik Lebaran 2026 Nggak Nyasar Meski Tanpa Sinyal!
  • Inilah Alasan Mahkamah Agung Tolak Kasasi Google, Denda Rp202,5 Miliar Resmi Menanti Akibat Praktik Monopoli
  • Inilah Cara Daftar dan Syarat SPMB SMK Boarding Jawa Tengah 2026, Sekolah Gratis Sampai Lulus!
  • How to Fix Excel Formula Errors: Quick Fixes for #NAME
  • How to Clear Copilot Memory in Windows 11 Step by Step
  • How to Show Battery Percentage on Windows 11
  • How to Fix VMSp Service Failed to Start on Windows 10/11
  • How to Fix Taskbar Icon Order in Windows 11/10
  • How to Use Orbax Checkpointing with Keras and JAX for Robust Training
  • How to Automate Any PDF Form Using the Power of Manus AI
  • How to Training Your Own YOLO26 Object Detection Model!
  • How to Build a Full-Stack Mobile App in Minutes with YouWare AI
  • How to Create Consistent Characters and Cinematic AI Video Production with Seedance
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme