Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Abdul Kadir Karding: Kami Tidak Mau Gegabah Seperti Tindakan Menag

Posted on September 22, 2012

Meski didesak berbagai kalangan, Komisi VIII DPR belum berencana memanggil pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang. Sebab, masih mengumpulkan data-data tentang dugaan keterlibatannya dalam gerakan Negara Islam Indonesia (NII).

Ketua Komisi VIII DPR, Abdul Kadir Karding mengatakan, pihaknya sedang mengumpulkan data tentang gerakan dan perkembangan NII se­belum memanggil Panji Gumilang.

“Kami tidak mau bertindak gegabah seperti tindakan Menteri Agama yang mendatangi Pondok Pesantren Al Zaytun yang hanya melihat permukaannya saja,’’ ujar Karding kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

“Kami tidak menutup kemungkinan memanggil Panji Gumilang. Tapi, tidak sekarang. Sebab, kami masih mendalami kasus ini secara investigatif,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua DPR Pramono Anung Wibowo menyatakan dukungannya untuk menghadirkan Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang Panji di DPR.

Menurut politisi PDIP itu, keberadaan Pondok Pesantren Al Zaytun yang dikaitkan dengan NII KW9 perlu dilakukan penyelidikan secara komprehensif.

Dengan pemanggilan tersebut, lanjut dia, kabar sumir yang belakangan santer bisa semakin jernih dan terang benderang. “Saya kira, inilah yang akan dilakukan Komisi VIII. Segera meng­­klarifikasi kepada Panji Gumilang atas kaitannya dengan NII,” kata politisi PDIP ini.

Abdul Kadir Karding selanjutnya mengatakan, Komisi VIII akan meminta keterangan dari mantan petinggi NII sebelum memanggil Panji Gumilang.

“Komisi VIII DPR tidak akan berhenti pada pernyataan Menteri Agama yang menyatakan, tidak ada kaitan antara Al Zaytun dengan NII. Namun, untuk mendalami persoalan ini, kami harus berkoordinasi dengan sejumlah pihak, seperti kepolisian dan intelijen,” tutur politisi PKB ini.

Berikut kutipan selengkapnya:

Menteri Agama menyatakan, pernyataan itu berdasarkan penelitian sejak 2002, bagaimana komentar Anda?

Itukan kesimpulan Menteri Agama. Kami pun kecewa dengan kesimpulan itu. Sebab, tidak berkoordinasi dulu dengan Komisi VIII DPR, tapi langsung menyatakan pernyataan itu se­pulang dari kunjungan ke Pondok Pesantren Al Zaytun.

Menurut Anda kenapa Menag menyampaikan hal itu?

Barangkali karena dia disambut baik, gedung modern, manajemen modern, aktivitas ekonomi, mewah. Saya kira nggak segampang itu dalam menyimpulkan.

Kira-kira Komisi VIII DPR memiliki kesimpulan yang berbeda?

Kami belum sampai pada tahap kesimpulan. Kami masih mengumpulkan data dan mengkaji persolan ini untuk mencari solusi terbaik.

Kenapa tidak langsung memanggil Panji Gumilang?

Nggak semudah itu dong. Bisa saja kita memanggil Panji Gumilang, tapi siapa yang bisa men­jamin kalau keterangan yang disampaikan itu benar. NII kan bahaya laten yang terjadi sejak lama. Mereka juga cerdas dan sistematis dalam mendekati pemegang kekuasaan. Masa saat di­hadirkan di DPR dia mau langsung mengaku kalau mereka adalah NII dan berencana mengubah ideologi Pancasila.

Kan bisa dikonfrontir dengan sumber-sumber lain?

Itu bukan wilayah kami. Metode itu terlalu mencari masalah dan nggak akan menyelesaikan persoalan. Kami kan nggak ingin sekadar mencari sensasi publik. Komisi VIII akan bekerja lebih produktif dan lebih baik dalam menyelesaikan persoalan ini.

Apakah sudah menemukan sejumlah solusi?

Kami akan cari cara. Saat ini, ada bebarapa pilihan, tapi belum dapat kami sampaikan ke publik. Intinya, solusi itu dapat berupa pencegahan, penindakan, dan pembinaan.

Terbaru

  • Cara Mengatasi Error 208 BCA Mobile
  • Hapus Sekarang! Inilah Hornet, App LGBTQ Tembus Indonesia, Hati-hati
  • Berapa Lama Sih Ngecas HP 33 Watt? Ini Dia Penjelasannya!
  • Cara Cek Saldo Hana Bank Lewat SMS
  • Update Sistem Google Februari 2026: Apa yang Baru dan Perlu Kalian Tahu?
  • Membership FF Bulanan & Mingguan: Berapa DM yang Harus Kalian Siapkan?
  • Maksimal Ngecas HP Berapa Kali Sehari? Boleh 2 Kali Nggak, Sih?
  • Cara Mengatasi Error “Try Again, Open in Another App”
  • Sideload Android: Cara Pasang APK Tanpa Google Play Store (Panduan Lengkap 2026)
  • iPhone Jadi Kamera Vintage Modular? Proyek Kickstarter Ini Bikin Kagum!
  • Cara Mengatasi Video Nest Cam Bermasalah dan Video Hilang
  • iTunes Masih Jadi Rajanya Music? Ini Faktanya!
  • Google Home Smart Button Makin Canggih: Kini Otomatisasi Lebih Fleksibel!
  • F1: The Movie Raih Grammy! Tak Terduga, Kalahkan Bintang Country Ternama
  • Blokir Situs Judi Online: Lindungi Diri & Keluarga dari Dampak Negatif
  • Belanda Larang Anak di Bawah 16 Tahun Gunakan Media Sosial: Ini Detailnya!
  • Gemini Live Mendapat Desain Ulang ‘Floating UI’ yang Super Keren!
  • Galaxy S26 Kehilangan Magnet Qi2? Kebocoran Terbaru Bikin Penasaran!
  • DCT Coin: Crypto Legitim atau Penipuan? Bedah Tuntas, Harga & Fakta Penting!
  • Apple Rilis Update Terbaru untuk iOS, macOS, watchOS & Lainnya!
  • Paket Super Seru Telkomsel: Aplikasi Apa Saja yang Bisa Digunakan?
  • Deus Ex: Human Revolution GRATIS di Android! Buruan Download Sebelum Hilang!
  • Apa Bedanya Thigh, Wing, dan Drumstick di McDonald’s? Yuk, Kupas Tuntas!
  • OpenAI Luncurkan Codex App untuk macOS: Kode Jadi Lebih Mudah!
  • Dana Kaget Wealth Plan: Untung atau Mitos? Review Jujur & Cara Daftarnya!
  • Desain Sony WF-1000XM6 Bocor: Desain Baru, Performa Lebih Gahar!
  • Cara Pinjam 5 Juta di Pegadaian: Mudah, Cepat & Aman! (2024)
  • AYANEO Pocket S Mini: Konsol Android Super Ringkas Hadir!
  • Cara Mendapatkan Kode Verifikasi Telegram Lewat WA
  • Kenapa PayLater Lazada Gak Bisa Dipakai Padahal Udah Lunas?
  • How to Disable AI Features in Firefox 148
  • Git 2.53: What’s New?
  • Linux From Scratch Ditches Old System V init
  • How to Maintained the SSD with TRIM
  • What is CVE-2024-21009? Microsoft Office Security Serious Bug
  • Cara Membuat Podcast dari PDF dengan NotebookLlama dan Groq
  • Tutorial Membuat Sistem Automatic Content Recognition (ACR) untuk Deteksi Logo
  • Apa itu Google Code Wiki?
  • Cara Membuat Agen AI Otomatis untuk Laporan ESG dengan Python dan LangChain
  • Cara Membuat Pipeline RAG dengan Framework AutoRAG
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme