Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Gusdurian: Menjahit Anak-anak Ideologis Gus Dur

Posted on January 17, 2013

Bandung, NU Online
Beberapa waktu setelah KH. Abdurrahman Wahid meninggal, tak sedikit yang mengkhawatirkan nasib Indonesia yang Bhineka tunggal Ika ini. Saat Gus Dur masih hidup, sebagian besar kelompok minoritas mungkin masih bisa optimis, Gus Dur akan selalu berada di garis depan melindungi dan membela mereka saat mendapat ketidakadilan.

Begitupun dengan para aktivis yang selama ini berjuang dalam isu perdamaian dan toleransi. Mereka begitu yakin, sosok Gus Dur punya pengaruh luar biasa ketika ia bersuara dan sosok teguh pendirian membela prinsip keseteraan dan keadilan.
Kekosongan itu makin terasa ketika rentetan kasus kekerasan meledak sepeninggal kepergian Gus Dur. Sementara negara yang diharap bisa mengatasi hal tersebut, nyatanya tak bisa diharap. Salah satunya peristiwa tersebut adalah tragedi Manislor, Mei 2010. Setelah kepergian Gus Dur tak sedikit pula kelompok-kelompok minoritas lain yang datang dan berkeluh kesah pada keluarga besar almarhum Gus Dur di Ciganjur. Mereka bingung, kepada siapa lagi harus berkeluh kesah dan mengadu.

“Karena itu Ciganjur mengambil semangat khusus untuk bisa menjahit gerakan anak-anak ideologis Gus Dur yang ada di mana-mana. Kita ingin sambung menjadi satu lapisan masyarakat baru yang bisa meneruskan perjuangan Gus Dur.”

Demikian dinyatakat Alissa Qotrunnada Munawaroh, puteri sulung almarhum Gus Dur di depan lebih dari enampuluhan peserta Dialog Publik dan Launching Tadarus Kolom Gus Dur bertema “Gus Dur dalam Karya dan Pena; Mengasah Tradisi Menulis, Merengkuh Pengetahun dan Memperdalam Analisa” di Aula Rektorat Universiras Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, Senin (18/07).

Keluarga Besar almarhum Gus Dur sendiri, lanjut Alissa, sadar mereka memang anak-anak bilogis Gus Dur. Tapi, Gus Dur itu sesungghnya juga sudah menjadi milik banyak orang. Apalagi apa yang dilakukan Gus Dur sepanjang hidupnya disadari bukan perkara mudah dan tidak bisa dipikul orang perorang. Mencari sosok pengganti Gus Dur sekarang ini, kata Alissa, mungkin seperti mencari jarum di tumpukan jerami.

“Waktu yang akan kita habiskan untuk mencari juga tak tahu akan berapa lama. Sementara problem yang dihadapi sangat urgens untuk segera direspon,” tambahnya.

Pertimbangan ini yang membuat dirinya dan keluarga besarnya bersemangat untuk mengembangkan jaringan GUSDURian, komunitas atau individu-individu yang memiliki visi dan mendukung ide-ide dan perjuangan Gus Dur. Hingga saat ini, terang Alissa, setidaknya lebih dari 25 komunitas yang ada di pulau Jawa.

“Saya tentu sangat gembira dengan apa yang dilakukan teman-teman di Bandung ini,” katanya.

Menurut penyelenggara, kegiatan yang digelar siang itu diinisasi sejumlah komunitas, di antaranya Forum Komunikasi Gusdurian (FKGD) Bandung, Forum Wacana Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Bandung, The Wahid Institute (WI), dan beberapa Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di UIN Bandung.

Selain Alissa, forum itu juga menghadirkan pembicara lainnya: dosen Fakultas Ushuludin UIN Bandung dan Ketua Lazis NU Jawa Barat Ali Masyhur, perwakilan Majelis Agama Khong Hu Cu Indinesia (Makin) Bandung Fam Kiun Fat, dan peneliti WI Alamsyah M. Dja’far.

Dalam pandangan Ali Masyhur, dalam hal kebangsaan apa yang dipikirkan Gus Dur adalah membangun “indonesian society” (masyarakat Indonesia) bukan “islamic society” (masyarakat Islam). “Kalau islamic society, nonmuslim jadi warganegara kedua. Kalau warga kedua bukan demokrasi. Sebab demokrasi harus egaliter,” tandasnya. Inilah yang menurut Masyhur membedakan gagasan keislaman Gus Dur dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Penjelasan Fam Kiun Fat menegaskan kiprah Gus Dur agar komunitas Kong Hu Cu tak lagi jadi warganegara kedua. Saat menjadi presiden, kata Fam, Gus Dur mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000 yang mengatur antara lain penyelengaraan kegiatan keagamaan, kepercayaan, dan adat istiadat Tionghoa. Tahun 2001, Gus Dur juga menjadikan tahun baru Imlek sebagai hari libur nasional. Gus Dur juga hadir dalam perayaan Imlek tingkat nasional pertama yang digelar di Jakarta.

Jauh sebelum itu bersama tokoh lain ia mendampingi kasus perkawinan penganut Konfusianisme Budi Wijaya dan Lanny Guito yang mencuat pada 1995. Pasangan ini tak bisa mencatatkan perkawinannya di Kantor Catatan Sipil.

“Kami sangat berterima kasih pada Gus Dur. Tanpa perjuangan beliau, kami bukan apa-apa,” Fam. Sebagai bentuk terima kasih itulah, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) mengelurakan surat edaran yang meminta umat Konghucu di seluruh Indonesia bersembahyang mendoakan gus dur di tempat ibadah masing-masing di setiap hari lahir dan meninggalnya pejuang pluralisme itu.

Bagi Alamsyah, dengan melihat respon dan komentar banyak orang tentang Gus Dur, terutama setelah kepergiannya, rasanya banyak orang bersepakat bahwa Gus Dur adalah manusia multidimensi. Gus Dur tak bisa dilihat hanya dari satu sisi. “Spektrum pemikiran dan gerakannya begitu luas, mulai dari buruh migran hingga konstitusi,” jelasnya. Itu pula yang menyebabkan generasi berikutnya yang merasa sebagai anak ideologis Gus Dur memiliki tanggung jawab yang luas.

Dari sepak terjang Gus Dur selama ini, salah satu hal yang patut diteladani Gus Dur untuk para penerbusnya adalah tentang imparsialitasnya dalam membela apa yang menurutnya benar. Bagi Pengurus Lajnah Ta’lif Wa Nasy Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTN-PBNU) ini, pembelaan Gus Dur sebetulnya pada nilai bukan pada kelompok. Ia lalu mencontohkan. Komunitas Kong Hu Cu dibela lantaran mereka didiskriminasi. Tapi suatu ketika saat mereka yang mendiskriminasi pastilah Gus Dur akan kritik dan lawan.

Hal yang sama juga dilakukan terhadap tokoh-tokoh yang selama ini keras dikritiknya. Misalnya Rizieq Shihab dan Abu Bakar Baasyir. Dalam salah satu tulisannya di Islamku, Islam Anda, dan Islam Kita, ia membela Baasyir dengan mengkritik cara aparat menangkap Abu Bakar Baasyir, tokoh yang diduga terlibat terorisme, yang dianggap Gus Dur salah prosedur dan tidak memenuhi ketentuan hukum. Gus Dur juga memuji sikap pimpinan Front Pembela Islam itu ketika ditangkap pada 2002. Ketika itu Rizieq melakukan perlawanan hukum atas penangkapannya melalui ke pengadilan. Dengan cara itu, Rizieq Shihab berarti mengakui NKRI. Ini berbeda dengan sikap Baasyir yang menolak di BAP (Pembuatan Berita Acara) karena menolak sistem NKRI.

Dialog publik siang itu merupakan acara pembuka yang akan dilanjutkan dengan Tadarus Kolom-Kolom Gusdur (TKGD) selama sepuluh hari sejak 19 hingga 29 Juli. Menghadirkan sejumlah pembicara peserta kelas yang dibatasi tak lebih dari 50 orang akan mengaji tulisan-tulisan Gus Dur yang  dikelompokkan sesuai tema seperti  Gus Dur dan Perkembangan Intelektualisme, Gus Dur dan Gerakan Pembangunan, Ihwal konstitusi Indonesia, Individu, Negara dan Ideologi, atau Gus Dur tentang Seni dan Kebudayaan.

Terbaru

  • Inilah Inovasi Terbaru Profesor UI: Pelumas Mobil dari Minyak Nabati!
  • Daftar Sekarang! Beasiswa S2 di Italia dari IYT Scholarship 2026 Sudah Dibuka
  • Sejarah Hantavirus dan Perkembangannya Sampai ke Indonesia
  • Kementerian Pendidikan: Mapel Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027!
  • Ketua Fraksi PKB MPR-RI: Kemenag Respon Cepat Pendidikan Santri Ndolo Kusumo Pati yang Terdampak
  • Viral Video Sejoli Di Balai Kota Panggul Trenggalek, Satpol PP Janji Usut
  • Video Viral Wakil Wali Kota Batam Tegur Keras Pasir Ilegal
  • LPDP Buka Peluang Beasiswa S3 Prancis 2026, Simak Syaratnya!
  • Inilah Panduan Lengkap dan Aturan Main Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Jawa Tengah Tahun 2026
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar MOFA Taiwan Fellowship 2027
  • RESMI! Inilah Macam Jalur di SPMB Sekolah Tahun Ajaran 2026
  • Ini Loh Rute Terbaru TransJOGJA Per Mei 2026, Jangan Salah Naik!
  • Inilah Jadwal Operasional MRT Jakarta Per Mei 2026, Berubah Dimana?
  • Inilah Syarat dan Mekanisme Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Talenta (OSN, Seniman, Hafidz, Atlet dll) 2026/2027
  • Inilah Daftar Saham Farmasi di BEI Per Mei 2026, Pilih Mana?
  • Kesehatan Mental Itu Penting: Inilah Isi Chat Terakhir Karyawan Minimarket Sukabumi Bundir
  • Inilah Kampus Swasta Terbaik Jurusan Farmasi di Area Malang Raya
  • Cara Login EMIS 4.0 Kemenag Terbaru 2026 Pakai Akun Lembaga dan PTK Guru Madrasah Aktivasi
  • Survei Parpol Terbaru: Gerindra Unggul, PDIP Ketiga, PKB 5%
  • PKB Resmi Jalin Kerjasama dengan Institut Teknologi & Sains NU Kalimantan
  • Inilah Urutan Terbaru Pangkat TNI Angkatan Darat! (Update 2026)
  • Inilah Panduan Lengkap Operator Sekolah Mengelola SPTJM e-Ijazah dan Menghindari Kesalahan Fatal Data Kelulusan
  • Inilah Syarat dan Penilaian Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur UTBK
  • Download Video Viral Guru Bahasa Inggris? Awas Berisi Virus!
  • PKB Minta Kasus C4bul Pendiri Ponpes Pati Tidak Ada Ampunan & Tuntutan Maksimal
  • Inilah Kronologi Video Viral Preman vs Sopir Di Sumedang
  • Ini Alasan UKP Pariwisata Disindir Konten Kreator Drone Gunung Rinjani
  • Inilah Kronologi Viral Video Dugaan Asusila Pegawai Disdik Pasuruan di Mobil Dinas
  • Polisi Polda Sumut Resmi Dipecat: Dari Video Viral Sampai Sidang Etik Ini Kronologinya
  • ASUS ExpertBook Ultra: Produk Flagship yang Cerminkan Kepemimpinan ASUS di Pasar Global
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme