Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Tentang Suara-Suara yang Tak “Memuaskan” Sepanjang Bulan Puasa

Posted on January 24, 2013
Oleh Natalia Laskowska*

Saya sudah tidak ingat kapan saya mulai membeda-bedakan antara arti kata ‘puasa’ dan kata ‘puas’, tapi mungkin sekali ini terjadi pada suatu malam ketika sahabat saya selesai dengan konsernya. Dengan sedih dia berbisik “Aku tidak puas dengan suaraku malam ini,” dan langsung dia pulang. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, muncul kata puasa tanpa huruf ‘a’. Sebelumnya saya tak pernah puas. Untuk mengatakannya dengan lebih tepat – saya tak pernah berucap saya puas, meskipun saya sudah lama tahu kata puasa.

Sejak malam itu pasangan puasa-puas menemani saya kapan saja salah satunya muncul dalam percakapan atau bacaan. Dan karena konteks pertamanya, sangat sering soal suara turut serta. Apalagi pada bulan Ramadan.

Di Jogjakarta ada satu masjid yang saya amat sukai. Tempatnya biasa dan sederhana. Segi zahirnya sama sekali tidak menarik. Tapi batinnya, pembawa batinnya, suara azannya… subhanallah. Dia menggema ke seluruh penjuru rumah, ke segala urat tubuh saya. Alangkah indahnya suara azan itu. Dia bening, kalau suara bisa bening. Dia benar, kalau suara bisa benar. Dia jujur pada asalnya, tanpa rasa padang pasir. Dia seiring dengan irama gamelan Jawa. Luar biasa mengharukan.

Saya jadi ingat film Fitzcarraldo. Tokohnya adalah seorang pecinta opera, pengusaha besar yang mewujudkan mimpinya membangun gedung opera di tengah rimba Amazon. Kemudian dia mengundang ke situ Enrico Caruso, sang tenor yang amat terkenal pada awal abad silam.

Suara azan yang pagi itu memenuhi baik tubuh maupun ruh saya dapat bersaing dengan suara nyanyian Caruso. Keduanya begitu memuaskan. Saya sering merindukan suara azan itu, apalagi pada bulan Ramadan. Bunyi panggilan sahur yang disampaikan dengan timbre suara yang halus, itu bukan sekedar panggilan informatif saja. Indahnya mampu membuat kita kenyang. Ini adalah satu pemuasan dalam puasa. Tiada salahnya.

Saya pernah tinggal di kos-kosan yang terletak antara dua masjid yang masing-masing dimiliki dua organisasi besar Islam. Dengan mulainya Ramadan saya memutuskan, telinga kanan akan saya sediakan untuk masjid yang sebelah kanan, dan telinga kiri untuk masjid yang sebelah kiri. Beginilah cara saya menantikan keharmonian dalam bulan puasa. Namun akhirnya saya sukar menyaksikannya.

Mulai jam 3 pagi, setiap pagi, sampai subuh, kedua masjid mengunakan pengeras suara untuk menyampaikan bacaan-bacaan dan doa. Saya tak faham dan saya yakin saya takkan memahami mengapa pengeras suara begitu diperlukan dalam hal seperti itu. Sayangnya saya juga tidak tahu apa yang dibacakan pada waktu itu karena kedua masjid menyetel suara dengan volume yang maksimal.

Oleh sebab suara ini datang dari masjid, dan membawakan ayat-ayat al-Qur’an pula, kita memaksakan diri untuk tidak berfikir ini semua menjengkelkan. Kita takut, terutama pada diri kita sendiri, untuk menganggap suara itu bising dan jelek. Kita menerimanya sebagai ujian kesabaran pada bulan puasa, ujian agar kita benar-benar berusaha sabar dalam semua hal, baik yang kita lakukan maupun yang kita pikirkan. Tetapi tentu tidak adil jika ada yang hendak memeriksa ambang batas kesabaran orang lain atau ambang teknis alat pengeras suara.

Alangkah menyedihkan suara yang datang dari pengeras kedua masjid yang di dekat kos-kosan saya itu. Suara itu tidak mengikuti irama apa-apa; hanya seperti berlomba saja siapa yang lebih keras terdengar selama bulan puasa. Saya tidak puas. Tidak apa-apa, tiada salahnya, tak semua orang harus memiliki suara Enrico Caruso. Tetapi kalau kita tahu kita bukan Caruso, mestinya kita coba menahan diri dan menyelamatkan orang lain dari suara kita. Menggunakan pengeras suara menimbulkan efek yang justru sebaliknya.

O the word which eats the Sahur meal,
Be silent so that anyone
Who knows fasting will enjoy fasting.

Bait-bait ini konon berasal dari karya Rumi. Mungkin juga ini bukan karya Rumi yang asli, tapi apapun, pesannya bagus sekali. Saya puas. Sambil mau puasa.

*Penulis adalah mahasiswi PhD Department of Oriental Studies, University of Warsaw, Polandia.

Terbaru

  • Inilah Inovasi Terbaru Profesor UI: Pelumas Mobil dari Minyak Nabati!
  • Daftar Sekarang! Beasiswa S2 di Italia dari IYT Scholarship 2026 Sudah Dibuka
  • Sejarah Hantavirus dan Perkembangannya Sampai ke Indonesia
  • Kementerian Pendidikan: Mapel Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027!
  • Ketua Fraksi PKB MPR-RI: Kemenag Respon Cepat Pendidikan Santri Ndolo Kusumo Pati yang Terdampak
  • Viral Video Sejoli Di Balai Kota Panggul Trenggalek, Satpol PP Janji Usut
  • Video Viral Wakil Wali Kota Batam Tegur Keras Pasir Ilegal
  • LPDP Buka Peluang Beasiswa S3 Prancis 2026, Simak Syaratnya!
  • Inilah Panduan Lengkap dan Aturan Main Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Jawa Tengah Tahun 2026
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar MOFA Taiwan Fellowship 2027
  • RESMI! Inilah Macam Jalur di SPMB Sekolah Tahun Ajaran 2026
  • Ini Loh Rute Terbaru TransJOGJA Per Mei 2026, Jangan Salah Naik!
  • Inilah Jadwal Operasional MRT Jakarta Per Mei 2026, Berubah Dimana?
  • Inilah Syarat dan Mekanisme Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Talenta (OSN, Seniman, Hafidz, Atlet dll) 2026/2027
  • Inilah Daftar Saham Farmasi di BEI Per Mei 2026, Pilih Mana?
  • Kesehatan Mental Itu Penting: Inilah Isi Chat Terakhir Karyawan Minimarket Sukabumi Bundir
  • Inilah Kampus Swasta Terbaik Jurusan Farmasi di Area Malang Raya
  • Cara Login EMIS 4.0 Kemenag Terbaru 2026 Pakai Akun Lembaga dan PTK Guru Madrasah Aktivasi
  • Survei Parpol Terbaru: Gerindra Unggul, PDIP Ketiga, PKB 5%
  • PKB Resmi Jalin Kerjasama dengan Institut Teknologi & Sains NU Kalimantan
  • Inilah Urutan Terbaru Pangkat TNI Angkatan Darat! (Update 2026)
  • Inilah Panduan Lengkap Operator Sekolah Mengelola SPTJM e-Ijazah dan Menghindari Kesalahan Fatal Data Kelulusan
  • Inilah Syarat dan Penilaian Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur UTBK
  • Download Video Viral Guru Bahasa Inggris? Awas Berisi Virus!
  • PKB Minta Kasus C4bul Pendiri Ponpes Pati Tidak Ada Ampunan & Tuntutan Maksimal
  • Inilah Kronologi Video Viral Preman vs Sopir Di Sumedang
  • Ini Alasan UKP Pariwisata Disindir Konten Kreator Drone Gunung Rinjani
  • Inilah Kronologi Viral Video Dugaan Asusila Pegawai Disdik Pasuruan di Mobil Dinas
  • Polisi Polda Sumut Resmi Dipecat: Dari Video Viral Sampai Sidang Etik Ini Kronologinya
  • ASUS ExpertBook Ultra: Produk Flagship yang Cerminkan Kepemimpinan ASUS di Pasar Global
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme