Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Integrasi Media Sosial sebagai Media Dakwah

Posted on September 16, 2013

Oleh Maulana Farizil Qudsi

Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama atau Kebangkitan Cendekiawan Islam), disingkat NU, adalah sebuah organisasi Islam yang terbesar di Indonesia. Organisasi ini berdiri pada 31 Januari 1926 dan bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi.

Nahdatul Ulama (NU) adalah salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Beberapa pihak bahkan mengklaim, NU adalah organisasi Islam besar di dunia. Klaim jumlah jamaah terbesar se-Indonesia tersebut, agaknya bukan isapan jempol semata, mengingat jumlah jamaah atau pengikut (follower) organisasi ini yang sangat banyak. Utamanya dikawasan pulau Jawa (pulau yang terpadat jumlah penduduknya).

Organisasi yang salah satu pendirinya adalah KH Hasyim Asy’ari ini merupakan sebuah organisasi yang menganut paham Ahlussunah wal jama’ah, sebuah pola pikir yang mengambil jalan tengah antara ekstrim aqli (rasionalis) dengan kaum ekstrim naqli (skripturalis). Karena itu sumber pemikiran bagi NU tidak hanya al-Qur’an dan As-Sunnah, tetapi juga menggunakan kemampuan akal ditambah dengan realitas empirik.

Namun seiring perkembangan zaman, NU mengalami pergeseran persepsi dari masyarakat. Organisasi ini banyak dinilai sebagai organisasi yang kolot dan kurang peka terhadap perkembangan zaman. Hal ini dapat terjadi dikarenakan oleh berbagai macam sebab. Bisa karena pembawaan dakwah yang lebih condong pada arah ‘ritualis’, bisa karena asumsi yang keliru dari para jamaah, atau dapat juga disebabkan karena berbagai macam alasan lainnya. Namun artikel ini tidak akan membahas lebih lanjut mengenai hal itu.

Karena pada artikel ini, akan dibahas mengenai sebuah fenomena menarik yang terjadi dikalangan tokoh-tokoh besar Nahdatul Ulama. Pada era digital seperti sekarang ini, ternyata para tokoh-tokoh besar yang membawa brand Nahdatul Ulama tersebut, menggiring persepsi masyarakat kearah yang lebih baik dan moderen. Caranya adalah menggunakan media sosial sebagai salah satu media untuk berdakwah.

Seperti yang kita ketahui bersama, dewasa ini adalah era kebangkitan media sosial. Tidak hanya bagi dunia, di Indonesia pun pengguna media sosial sudah sangat banyak. Sebut saja facebook yang telah menembus 21,5 juta akun lebih dari Indonesia! (April 2010). Ataupun twitter yang jumlah pengguna terbesarnya adalah berasal dari Indonesia.

Ya, terhitung 5 April 2010, tercatat sekitar 21,5 juta akun Facebook yang berasal dari Indonesia! Angka yang luar biasa besar mengingat akhir tahun 2008 lalu, angkanya masih bertengger di 1,5 juta akun. Dalam 15 bulan, jumlah akun Facebook Indonesia meningkat 14 kali lipat. Selama rentang waktu itu, sedikitnya lahir sejuta akun baru Indonesia tiap bulan di Facebook! (sumber:VirtualID).

Selain facebook, perkembangan twitter di Indonesia juga tak kalah pesat. Pada tahun 2009 Indonesia menempati urutan ke-6 pengguna twitter terbanyak di dunia, dengan total pengguna 2,41%. Sedangkan Amerika saat itu berada di posisi nomor satu dengan total 50,88 %.

Tetapi, hanya dalam kurun waktu 1 tahun, Indonesia ‘berhasil’ menempati posisi satu pengguna twitter terbanyak di dunia. Pada tahun 2010 Indonesia resmi menjadi negara pengguna twitter terbanyak dengan total persentase 20,8 % dan meninggalkan Brazil dengan 20,5%; Sementara Venezuela 19% dan Amerika 11,9% (sumber:dskon.com).

Dengan jumlah pengguna media sosial yang sangat fantastis di Indonesia, media sosial kini dilirik menjadi salah satu alat komunikasi yang paling mudah digunakan. Banyak sekali ahli-ahli media sosial dan bermunculan. Dan kemudian, fungsi Media Sosial bergeser dan berkembang menjadi berbagai macam. Seperti misalnya: tools marketing dua arah yang ‘tercepat’, karena tidak terbatas ruang dan waktu. Kemudian digunakan sebagai alat untuk menggalang masa. Seperti yang terjadi di Moldova (Republik), yang mana terjadi sebuah revolusi dan menggunakan twitter serta facebook sebagai alat menggalang massa untuk menggebrak sebuah rezim pemerintahan.

Media Dakwah

Dari berbagai fungsi yang dapat dimanfaatkan melalui media sosial, agaknya ini memancing beberapa tokoh besar Nahdatul Ulama untuk menggunakan media sosial sebagai alat untuk berdakwah. Sebut saja Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj – akrab disapa Kang Said-. Kemudian anak perempuan Gus Dur, Yenny Zannuba Wahid atau yang lebih dikenal dengan Yenny Wahid (Direktur The Wahid Institute). Kemudian KH A. Musthofa Bisri -atau Gus Mus- yang menjabat sebagai Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Kemudian tak ketinggalan juga KH Salahuddin Wahid -Gus Sholah-, yang merupakan pengasuh pondok pesantren Tebu Ireng, Jombang. Dan juga beberapa tokoh Nahdatul Ulama lainnya, seperti Alissa Wahid, dan masih banyak lagi.

Mereka mengaktivasi brand Nahdatul Ulama -secara tidak langsung- dengan sangat moderen via media sosial. Bukan hanya untuk dirinya sendiri, namun para petinggi atau tokoh-tokoh yang berpengaruh tersebut juga memberikan ruh yang sesungguhnya bagi sebuah akun Media Sosial. Yakni berupa sebuah interaksi dua arah.

Beberapa dari akun twitter yang mereka pergunakan bukan hanya untuk menjalin silaturahmi dengan kerabat, atau sanak saudara. Namun benar-benar dipergunakan sebagai sebuah media interaksi dua arah yang berkesinambungan dengan masyarakat.

Tidak hanya saling bertukar sapa, bahkan beberapa tokoh menjawab pertanyaan seputar kajian fiqh dan agama melalui twitter. Diantara yang paling rajin menjawab pertanyaan dari masyarakat adalah @Gus_sholah. Hal seperti ini, yang sebenarnya dapat memacu pertumbuhan brand, baik secara kualitas maupun kuantitas jamaah (followers)

Jumlah follower di twitter mereka pun tidak main-main. Karena self branding yang memang sudah kuat sebelumnya, jumlah follower dari masing-masing account tersebut bisa mencapai puluhan, bahkan ratusan ribu akun!.

Misalnya akun twitter milik Gus Sholah. Pada akun @Gus_Sholah ini, terdapat 11.905 follower. Kemudian Yenny Wahid (@Yennywahid) yang memiliki 25.625 follower. Selain twitter, Yenny Wahid juga mendapatkan 6500 ‘likes’ di Facebook-Fanpage miliknya.

Secara tidak langsung, media sosial dijadikan salah satu media dakwah yang sangat baik dan cepat. Dengan menggunakan media sosial sebagai sebuah alat untuk berdakwah, para tokoh besar ini, juga ikut menaikkan brand perseption dari organisasi yang menjadi brand mereka, yakni Nahdatul Ulama.

Integrated Media Sosial for Dakwah

Penggunaan media sosial yang dilakukan oleh para tokoh NU ini, tidak terbatas pada akun twitter saja. Tetapi juga terintegrasi ke beberapa media sosial lainnya. Seperti misalnya fanpage di Facebook, kemudian juga website, dan tak ketinggalan Youtube!.

Untuk official account media sosial dari Nahdatul Ulama sendiri, dapat diakses melalui empat macam jenis Media Sosial tersebut. Jika diwebsite, dapat ditemui pada www.nu.or.id. Untuk twitter @Nu_online, serta dapat disapa melalui Facebook pada “NU”. Integrated Media Sosial system dilakukan dengan semangat ‘istiqamah’, alias berkelanjutan dan berkesinambungan. Karena itu, tak henti-hentinya jumlah follower dan ‘likes’ pada Facebook terus bertambah. Berita-berita yang tersaji melalui website pun terus di update.

Selain official Media Sosial, banyak juga organisasi-organisasi yang masih berada dalam lingkungan NU, membentuk account-account fans. Misalnya seperti @GUSDURians (Komunitas GUSDURian) dan @GusDurian_KDR (GusDurian’s Kediri). Keduanya adalah merupakan komunitas pecinta Gus Dur.Komunitas ini sendiri dibentuk sebagai semangat untuk meneruskan perjuangan-perjuangan Gus Dur. Dan meskipun bukan merupaka akun resmi, jumlah follower nya juga tinggi, yakni mencapai 820 untuk GUSDURian dan 100 untuk Gusdurian Kediri.

Selain FB, twitter dan website, Nahdatul Ulama juga memposting sebuah video, yang merupakan sejarah berdirinya organisasi Islam terbesar ini. Video berdurasi 5:38 menit ini dikemas dengan modern, professional dan menggunakan bahasa Arab. Video ini dibuat pada PCI NU di Sudan periode 2009-2010.

Editor Majalah Masjid Kemayoran Surabaya -Ar Royyan Magz| Follow @farizilquds)

Terbaru

  • Inilah Higgsfield AI Audio, Trik Canggih Buat Voice Cloning dan Dubbing Video Youtube Otomatis!
  • Everything You Need to Know About Project X and the Rumored AI-Powered Remaster of The Sims 4
  • Inilah Trik Cuan dari Instagram Jadi Affiliator, Tapi Tanpa Perlu Jualan Produk!
  • Inilah 7 Ide Channel YouTube Aneh Tapi Sederhana yang Bisa Kalian Mulai Sekarang Juga!
  • Apa itu Umroh & Keutamaannya: Inspirasi dari pergiumroh.com
  • Belum Tahu? Gini Caranya Dapat Bisnis Sukses Cuma dari Clipping Video Pake AI
  • Inilah Rahasia Perbaiki Algoritma Video YouTube yang Mulai Sepi
  • Kenapa Cicilan di Bank Syariah Itu Tetap?
  • Inilah 7 Produk Digital Paling Realistis untuk Kalian yang Mau Jualan Online Tahun Ini!
  • Inilah 4 Strategi Memilih Niche SEO Terbaik Supaya Blog Kalian Cepat Ranking
  • Ini Trik Supaya Pengunjung Toko Online Kalian Jadi Pembeli Setia Pakai Omnisend!
  • 3 Strategi AI Terbukti Biar Bisnis E-Commerce Kalian Makin Cuan 2026!
  • Inilah 6 Langkah Tembus 5.000 Follower di X, Gini Caranya Supaya Akun Kalian Nggak Stuck Lagi!
  • SEO LinkedIn: Inilah Alasan Kenapa LinkedIn Ads Lebih Efektif Buat Bisnis B2B Dibanding Platform Lain
  • Inilah Alasan Kenapa Kolom Komentar YouTube Kalian Sering Menghilang Secara Misterius!
  • Cara Kelola Auto-Posting Semua Media Sosial Kalian Pakai Metricool
  • Studi Kasus Sukses Instagram Maria Wendt Dapat 12 Juta View Instagram Per Bulan
  • ZenBook S16, Vivobook Pro 15 OLED, ProArt PX13, dan ROG Zephyrus G14, Laptop Bagus dengan Layar OLED!
  • Caranya Ngebangun Website Directory dengan Traffic Tinggi dalam Seminggu!
  • Cara Mengembangkan Channel YouTube Shorts Tanpa Wajah
  • Inilah Cara Menghitung Diskon Baju Lebaran Biar Nggak Bingung Saat Belanja di Mall!
  • Cara Jitu Ngebangun Bisnis SaaS di Era AI Pakai Strategi Agentic Workflow
  • Inilah Rincian Gaji Polri Lulusan Baru 2026, Cek Perbedaan Jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama Sebelum Daftar!
  • Inilah 5 Channel YouTube Membosankan yang Diam-diam Menghasilkan Banyak Uang
  • Inilah Cara Pakai Google Maps Offline Biar Mudik Lebaran 2026 Nggak Nyasar Meski Tanpa Sinyal!
  • Inilah Alasan Mahkamah Agung Tolak Kasasi Google, Denda Rp202,5 Miliar Resmi Menanti Akibat Praktik Monopoli
  • Inilah Cara Daftar dan Syarat SPMB SMK Boarding Jawa Tengah 2026, Sekolah Gratis Sampai Lulus!
  • Inilah Daftar Sekolah Kedinasan 2026 untuk Lulusan SMK, Bisa Kuliah Gratis dan Berpeluang Besar Langsung Jadi CPNS!
  • Inilah Pajak TER: Skema Baru PPh 21 yang Nggak Bikin Pusing, Begini Cara Hitungnya!
  • Inilah Jadwal Resmi Jam Buka Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Purwomartani Saat Mudik Lebaran 2026
  • How to Show Battery Percentage on Windows 11
  • How to Fix VMSp Service Failed to Start on Windows 10/11
  • How to Fix Taskbar Icon Order in Windows 11/10
  • How to Disable Personalized Ads in Copilot on Windows 11
  • What is the Microsoft Teams Error “We Couldn’t Connect the Call” Error?
  • How to Use Orbax Checkpointing with Keras and JAX for Robust Training
  • How to Automate Any PDF Form Using the Power of Manus AI
  • How to Training Your Own YOLO26 Object Detection Model!
  • How to Build a Full-Stack Mobile App in Minutes with YouWare AI
  • How to Create Consistent Characters and Cinematic AI Video Production with Seedance
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme