Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Abdurrahman Mas’ud: Militansi Beragama Seringkali Abaikan Toleransi

Posted on May 29, 2015

Tangerang Selatan, Akhir-akhir ini muncul aksi kekerasan demi menegakkan ajaran agama. Padahal, setiap agama tidak mengajarkan kekerasan. Kekerasan dilarang setiap agama. Namun, umat beragama dengan militansi menegakkan agama seringkali mengabaikan toleransi. Sebaliknya, yang dikedepankan justru watak kekerasan. Bahkan, yang paling ekstrim diwujudkan dalam bentuk aksi terorisme.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Abdurrahman Mas’ud saat didaulat sebagai Keynote Speaker mewakili Menteri Agama pada Annual Conference of Religious Colleges Student in Indonesia (ACCROSS). Simposium nasional tersebut dihelat di Auditorium Prof Dr Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (27/5).

Permasalahan di Republik yang dikenal sebagai negara yang ramah dan toleran ini, kata Abdurrahman, salah satunya adalah arus radikalisme yang terjadi di masyarakat. Radikalisme terlihat mulai menguatnya sikap permusuhan antarumat beragama, hasutan, provokasi, hingga aksi kekerasan. Eksklusivisme dalam beragama mengarahkan penganutnya untuk tidak toleran terhadap perbedaan dan kemajemukan.

Abdurrahman menambahkan, eksklusivisme juga bisa ditarik ke titik ekstrim dengan berbuat kekerasan, baik intelektual, psikologis maupun fisik terhadap siapa pun yang dianggap berbeda. “Tapi kita harus ingat violence and revenge will never become part of any major religion. Semua agama pada dasarnya mengajarkan peace and justice,” terang doktor jebolan Amerika ini.

Menurut dia, kelompok eksklusif biasanya cenderung mengintepresikan agama secara literal dan sempit serta menganggap orang lain yang tidak sependapat berada di luar kelompoknya. Mereka siap menolak orang-orang yang tidak menerima cara berfikir yang berbeda. “Bahkan, aksi kekerasan tidak hanya terbatas pada orang-orang yang tidak seagama, tetapi juga ditujukan kepada anggota-anggota komunitas mereka sendiri yang mengikuti cara berfikir berbeda,” tandasnya.

Balitbang dan Diklat Kemenag, lanjutnya, pernah melakukan penelitian dengan tema Pola Aktivitas Kelompok Keagamaan di Kalangan Mahasiswa Pasca Reformasi. Penelitian ini merupakan kajian atas studi kasus di enam Perguruan Tinggi (PT). Hasil penelitian itu, berhasil memotret realitas kehidupan sosial-keagamaan di enam PT tersebut, antara lain adanya corak metode penerapan ideologi Khilafah Islamiyah, metode menjaga idelogi berbasis hukum Islam, dan metode penyebarluasan idelogi berupa dakwah dan jihad.

“Pergerakan ini antara lain dipengaruhi oleh penggunaan sumber rujukan dari buku-buku terjemahan karangan ulama Timur Tengah yang mengedepankan doktrin Islam bernuansa fundamentalis,” ungkapnya.

Potensi radikalisme di semua agama

Ada juga penelitian tentang Potensi Radikalisme di Kalangan Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama yang dilakukan Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan pada Tahun 2012. Hasil penelitian ini menunjukkan potensi radikalisme berbasis pada pemahaman ideologis yang cenderung kaku dan hitam-putih terjadi di semua agama, baik di lingkungan mahasiswa muslim, Katolik, Kristen, Hindu maupun Buddha. 

Abdurrahman Mas’ud menegaskan, dalam rangka menghadapi paham radikalisme, tentu tidaklah cukup berbekal wacana. Harus pula diimbangi gerakan ideologisasi keagamaan perspektif humanitarian, yaitu dengan cara melakukan counter intellectual movement terhadap pemahaman keagamaan radikalistik tersebut. 

“Kita harus melakukan ‘gerakan intelektual’ keagamaan moderat dalam mengimbangi ‘gerakan ideologis’ radikal itu. Selama ini kita cenderung silent majority,” tandas mantan Kapuslitbang Penda ini.

Menurut pria kelahiran Kudus ini, pendidikan berbasis nilai perdamaian (peace values based education) diperlukan dalam upaya menyelesaikan konflik sosial-keagamaan. “Untuk itu, diperlukan penyegaran sikap, komitmen seluruh warga masyarakat termasuk mahasiswa tentang metode dan pendekatan pendidikan yang lebih integratif-interkonektif. Keluasan teori dan praktik pendidikan perlu dijadikan acuan untuk perbaikan dan penyempurnaan yang telah dilakukan selama ini,” tegasnya.

Simposium nasional bertema “Peran Mahasiswa dan Perguruan Tinggi Agama terhadap Resolusi Konflik Keagamaan di Indonesia” ini terlaksana berkat kerjasama Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan Insan Cendekia Indonesia. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Sumber: NU Online

Terbaru

  • Pusing Gagal Simpan Data Internet Dapodik 2026.b? Ini Trik Jitu Mengatasinya!
  • Mau Cuan Tambahan? Ini Cara Mudah Jadi Clipper di Ternak Klip Modal HP Doang!
  • Akun PTK Silang Merah di Dapodik 2026.b Bikin Panik? Jangan Dihapus, Coba Trik Ini Dulu!
  • Ini Trik Supaya Bisa Mancing Otomatis di Fish It Roblox Pakai GG Game Space
  • Sering Stuck Saat Registrasi Dapodik 2026.b? Coba Cara Offline Ini, Dijamin Lancar!
  • Belum Tahu? Ini Trik Isi Data Internet Dapodik 2026.B Biar Validasi Aman!
  • Belum Tahu? Inilah Cara Dapat Saldo E-Wallet Cuma Modal Tidur di Sleep Time Tracker
  • Padahal Negara Maju, Kenapa Selandia Baru Nggak Bangun Jembatan Antar Pulau? Ini Alasannya!
  • Nonton Drama Bisa Dapat 1 Juta? Cek Dulu Fakta dan Bukti Penarikan Aplikasi Gold Drama Ini!
  • Takut Saldo Habis? Gini Cara Stop Langganan CapCut Pro Sebelum Perpanjangan Otomatis
  • Gini Caranya Hilangkan Invalid Peserta Didik di Dapodik 2026 B Tanpa Ribet, Cuma Sekali Klik!
  • Rombel Hilang di Dapodik 2026 B? Tenang, Gini Cara Mudah Mengatasinya Tanpa Menu Aksi!
  • Pusing Lihat Ratusan Invalid Sarpras di Dapodik 2026 B? Tenang, Ini Cara Membereskan Datanya
  • Validasi Merah Terus? Ini Cara Tuntas Isi Data Listrik & Internet di Dapodik 2026 B
  • Inilah Trik Install Dapodik 2026.B Tanpa Patch, Wajib Uninstall Versi Lama!
  • Apakah APK PinjamAja Penipu?
  • Ini Trik Cepat Cuan di Clear Blast Tanpa Undang Teman
  • Belum Tahu? Inilah Suku Bajau Punya Gen “Mutan” Mirip Fishman One Piece, Ini Faktanya!
  • Inilah Paket PLTS Hybrid 6kVA Aspro DML 600 yang Paling Powerful!
  • Suku Tsaatan: Suku Mongolia Penggembala Rusa Kutub
  • Game Happy Rush Terbukti Membayar atau Cuma Scam Iklan?
  • Cara Nonton Drama Dapat Duit di Free Flick, Tapi Awas Jangan Sampai Tertipu Saldo Jutaan!
  • APK Pinjol Rajindompet Penipu? Ini Review Aslinya
  • Keganggu Iklan Pop-Up Indosat Pas Main Game? Ini Trik Ampuh Matikannya!
  • Belum Tahu? Inilah Cara Upload Reels Instagram Sampai 20 Menit, Konten Jadi Lebih Puas!
  • Apa itu Negara Somaliland? Apa Hubungannya dengan Israel?
  • Apa itu Game TheoTown? Game Simulasi Jadi Diktator
  • Inilah Rekomendasi 4 HP Honor Terbaik – Prosesor Snapdragon Tahun 2026
  • Lagi Nyari HP Gaming Murah? Inilah 4 HP Asus RAM 8 GB yang Recomended
  • Ini Trik Main Game Merge Cats Road Trip Sampai Tarik Saldo ke DANA
  • What is DeepSeek’s Engram?
  • How to Installing Zabbix 7.2 on Ubuntu 25.10 for Real-Time Monitoring
  • Review MySQL Database Recovery Tool by Stellar
  • RQuickShare Tutorial: How to Bring Android’s Quick Share Feature to Your Linux Desktop
  • Why Storage & Memory Price Surges | Self-hosting Podcast January 14th, 2026
  • Tutorial AI Lengkap Strategi Indexing RAG
  • Cara Membuat AI Voice Agent Cerdas untuk Layanan Pelanggan Menggunakan Vapi
  • Inilah Cara Belajar Cepat Model Context Protocol (MCP) Lewat 7 Proyek Open Source Terbaik
  • Inilah Cara Menguasai Tracing dan Evaluasi Aplikasi LLM Menggunakan LangSmith
  • Begini Cara Menggabungkan LLM, RAG, dan AI Agent untuk Membuat Sistem Cerdas
  • Kronologi Serangan Gentlemen Ransomware di Oltenia Energy
  • Apa itu CVE-2020-12812? Ini Penjelasan Celah Keamanan Fortinet FortiOS 2FA yang Masih Bahaya
  • Apa itu CVE-2025-14847? Ini Penjelasan Lengkap MongoBleed
  • Ini Kronologi & Resiko Kebocoran Data WIRED
  • Apa itu Grubhub Crypto Scam? Ini Pengertian dan Kronologi Penipuan yang Catut Nama Grubhub
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme