Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Kembangkan Dakwah, Pesantren Cinta Rasul Didik Dai Lokal dari NTT

Posted on September 21, 2015

Soe,
Untuk pertama kalinya, Pengasuh Pesantren Cinta Rasul (PPCR) Kab. Bogor mengunjungi wali santri di beberapa desa di Kota Kupang dan pedalaman Soe Kab. Timor Tengah Selatan (TTS), provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) . Selama 3 hari, dari  tanggal 7-9 September 2015, mereka menyambangi rumah-rumah wali santri di desa Noemuke, dusun Nokmofa dan Oehani di desa Kiufatu Kab. TTS. Kunjungan ini merupakan upaya untuk melihat langsung potensi santri yang akan menjadi dai lokal

Setelah menempuh perjalanan hampir 4 jam dari Kupang ke Soe, ibukota Kab. TTS, ditambah 3 jam menuju pedalaman Desa Noemuke dengan sesekali melewati ladang-ladang peternakan sapi, melintasi hutan pohon asam berdebu dan sungai berbatu yang kering kerontang, tibalah di halaman masjid Nur Shomad Noemuke.

Mengejutkan? Ya. Tapi terus terang bukan karena jauhnya jarak dan terjalnya medan, atau karena kelelahan, melainkan karena ternyata  begitu papanya kondisi masyarakat di sana. Dari 500-an kepala keluarga, di mana 31 kk di antaranya adalah keluarga muslim, nyaris seperti tidak ada kesejahteraan. Manusia hidup bersama hewan ternak seperti sapi, kambing, ayam, bahkan anjing dan babi, dalam satu lokasi. Ladang yang tandus, karena “air sonde (tidak) mengalir sudah 2 tahun,” begitu kata mereka. Belum lagi rumahnya yang terbuat dari batang kayu seadanya dengan atap daun lontar dan dinding dari pelepahnya.

Listrik? Jangan tanya. Hanya ada satu generator untuk menerangi masjid selama 3-5 jam per hari, atau panel tenaga surya berukuran kecil seharga satu jutaan untuk mengisi baterai lampu-lampu emergensi di rumah-rumah “orang berada”.

Duh, Gusti Alloh. Ternyata di sebagian Indonesia tercinta ini kemiskinan masih begitu kental mendera terutama di pedalaman TTS seperti ini. “Desa ini salah satu pedalaman yang dilanda kelaparan pada Juli 2015 lalu,” papar Ustadz Nurulhadi, dai pembina desa itu.

Kemiskinan bahkan hampir merata di mana-mana di TTS. Sepanjang perjalanan terjal berbatu lanjutan dari Noemuke ke Nokmufe selama 2 jam dan diteruskan ke Oehani 1 jam lagi, yang tampak hanya rumah-rumah bulat dari pohon lontar,  penduduk papa yang berladang seadanya dengan menanam jagung atau memetik buah asam, hewan ternak sapi dan babi yang kotorannya tercecer di jalanan dan halaman rumah, kapela (gereja kecil) di sana-sini, atau sesekali ditemui masjid kecil nan sederhana. Yang menggembirakan, dan itulah yang menjadi kekayaan mereka, senyum dan keramahan mereka. “Neopah, amnafi. Selamat ko,” sapanya.

Kunjungan Pengasuh PPCR ini bukan tanpa sebab atau sekadar jalan-jalan berwisata. Sejak tahun 2011, pesantren yang terletak di Desa Cijujung Kec. Cibungbulang Kab. Bogor itu memang sudah mendatangkan santri-santri asal NTT. Dimulai dari 7 orang dan ditambah 13 orang yang dibawa serta sekarang oleh pengasuhnya, H. Abdul Basit Mahfuf beserta istri Hj. Hesti Aryani dan KH. Muhammad Mustofa alhafidz, kini santri asal NTT di pondok itu sudah berjumlah 61 orang. Mereka berasal dari Kab. TTS, Kab. Belu, Kab. Alor, dan Kota Kupang.

“Alhamdulillah kami diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk mendidik mereka, anak-anak dhuafa, yatim, dan muallaf. Dengan doa dan dukungan seluruh kaum muslimin, mudah-mudahan kami dapat menunaikan amanat ini dan membawa manfaat,” harap Abi, begitu H. Abdul Basit Mahfuf biasa dipanggil santrinya kepada .

Bagi Pesantren Cinta Rasul, kedatangan para santri asal NTT ini teramat penting bagi keberlangsungan dakwah di Bumi Timor. Atas anjuran Ust. Nurulhadi, dai asal Lamongan Jatim yang telah “babat alas” dan mukim di sana lebih dari dua puluh tahun, santri NTT itu memang akan “dicetak jadi dai lokal” yang wajib pulang kampung setamat belajar.

Selama mondok, ada tiga bekal ilmu yang disiapkan. Pertama, ilmu agama khas pondok salafiyah Nahdhiyah. Kedua, ilmu umum melalui jenjang sekolah formal hingga kuliah. Dan ketiga, pendidikan keterampilan hidup.

“Kami memang harus bekerja ekstra. Mereka bukan cuma harus berilmu dan berakhlak karimah tapi juga harus bisa ‘hidup’ di daerahnya dengan segala keterbatasan dan potensi alamnya,” papar Hj. Hesti, Ketua Yayasan Masjid Jami’ An-Nur, lembaga yang menaungi Pesantren Cinta Rasul.

Walhasil, beberapa program pun digulirkan. Tahun lalu, dengan bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Kementerian Agama melalui Program Pembinaan SMP Berbasis Pesantren, SMP IT Cinta Rasul mengembangkan keterampilan produksi tempe dan produk olahannya. Sebelumnya, peternakan ayam dan kambing, pertanian, serta perikanan sudah dirintis.

Rencananya, tahun 2015 ini, atas binaan seorang pengusaha sepatu bermerek akan dibuat bengkel sepatu, sandal, dompet, gesper, dan produk berbahan kulit lainnya. “Kami lihat di Soe banyak potensi penyamakan kulit yang belum termanfaatkan dengan baik. Dan mudah-mudahan itu dapat menjadi bekal hidup bagi santri NTT nantinya,” tambah Hj. Hesti, alumni FPMIPA IKIP Jakarta angkatan 1998 itu mengakhiri perbincangan dengan doa dan harapan. “Amin.” (Abi/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

Terbaru

  • Inilah Alasan Kenapa Manusia Lebih Sering Hamil Satu Bayi daripada Kembar Menurut Penelitian Terbaru
  • Inilah Syarat dan Cara Pendaftaran IMEI Internasional Mulai Mei 2026
  • Bocoran Spek Samsung Galaxy S27 Ultra Nih, Kamera 3X Hilang + Teknologi AI
  • Inilah Perbedaan Motorola G47 dan Motorola G45, Cuma Kamera 108 Megapiksel Doang?
  • Update Baru Google Gemini: Bisa Bikin File Word, PDF, Excel secara Otomatis
  • Rekomendasi Motor Listrik 2026 Anti Mogok!
  • Ini Loh Honda Vision 110, Motor Baru Seharga Beat & Rangka eSAF Khusus Pasar Eropa
  • Inilah Mobil-Mobil Paling Cocok Transisi ke Bioetanol E20 dan Biodiesel B50!
  • Inilah Ternyata Batas Minimal Daya Cas Mobil Listrik di Rumah
  • DJP Geser Batas Akhir Lapor Pajak Sampai 31 Mei 2026
  • PKB Tanggapi Dingin Usul Yusril Ihza Mahendra Soal Parliamentary Treshold 13 Kursi
  • LPTNU Kritik Keras Rencana Penutupan Prodi: Kenapa Tidak Komprehensi & Berbasis Problematika Nyata?
  • Gus Rozin PWNU Jawa Tengah Setuju Cak Imin, Konflik PBNU bikin Warga Kesal dan Tidak Produktif
  • Pengamat: Prabowo Harus Benahi KAI, Aktifkan juga Jalur Kereta Lama & Baru
  • Sekjend PBNU: Jadwal Muktamar Usulan PWNU Sejalan Hasil Rapat Pleno & Rais Aam
  • PKB Desak Hukuman Maksimal Kasus Little Aresha & Evaluasi Total Sistem Penitipan Anak secara Nasional
  • PKB Usul Modernisasi Sistem Kereta dan CCTV di Kabin Masinis, Setuju?
  • Menteri PPA Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Polemik Pindah Gerbong Wanita di KRL
  • Cara Kirim Robux Mudah di Roblox Beli Skin Shirt Preview
  • Kronologi kasus dugaan penyebaran konten asusila oleh anak anggota DPRD Kutai Barat?
  • Inilah Alasan Kenapa Gelembung Air di Luar Angkasa Bisa Jadi Eksperimen Fisika yang Keren Banget
  • Inilah Contoh Naskah Doa Upacara Hardiknas 2026 yang Syahdu dan Penuh Makna
  • Inilah 10 Peringkat SMP di Daerah Istimewa Yogyakarta Berdasarkan Hasil TKA TKAD 2025/2026 Terbaru
  • Inilah Cara Download FF Beta Versi Terbaru 2026, Lengkap Dengan Cara Daftar Advanced Server Resmi
  • Inilah Cara Menghilangkan YouTube Shorts di Beranda Biar Nggak Menghambat Scrolling Kalian!
  • Inilah Kabar Gembira Program Magang Nasional 2026, Kuota Naik Drastis Jadi 150 Ribu Peserta!
  • Inilah House of Amartha: Mengenal Bisnis Thariq Halilintar di Balik Pernikahan Mewah El Rumi dan Syifa Hadju
  • Inilah Cara Kuliah S1-S2-S3 Gratis dan Cepat Lewat Beasiswa BIB Kemenag Jalur Akselerasi 2026
  • Inilah Aturan Baru Penugasan Guru Non-ASN 2026, Nasib Kalian Ditentukan Sampai Tanggal Ini!
  • Inilah Cara Daftar Pra SPMB Banten 2026 Biar Proses Masuk Sekolah Jadi Makin Lancar
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Transform Your Windows 11 Interface into a Sleek and Modern Aesthetic Masterpiece
  • How to Understand Google’s New TPU 8 Series for Massive AI Training and Inference
  • How to Make a Cinematic AI Short Film from Scratch with GPT Image 2 and Seedance 2.0
  • How to Turn Your Laptop Into a Pro Coworker with Amazon Quick
  • How to use DeepSeek V4 to save massive costs compared to Claude and OpenAI for advanced AI coding
  • How to set up a powerful AI agent with Abacus Claw without needing a Mac Mini
  • How to build a smart voice agent with the AssemblyAI Voice Agent API and Universal-3 Pro for high-accuracy conversations
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme