Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Perlukan Serangan Teror Diceritakan pada Anak-anak

Posted on November 17, 2015

Paris, NU Online
Seiring dengan banyaknya pemberitaan mengenai serangan teror di Paris maka banyak orang tua yang kebingungan bagaimana cara menjelasakan kejadian tersebut kepada anak-anak yang juga mengetahui kejadian itu melalui media. 

Kebanyakan ahli psikologi anak percaya anak-anak harus diberitahu, namun orang tua pun harus berhati-hati dalam menyampaikannya agar tidak menimbulkan kecemasan. Di atas itu semua, orang tua pun dituntut untuk menjelaskan tanpa menunjukkan emosi atau rasa menderita di hadapan anak.

Bernard Golse, kepala psikologi anak sebuah rumah sakit anak-anak terkemuka di Prancis, Necker, menjelaskan bahwa orang tua bisa memulai pembicaraan kepada anak-anak mulai dari usia tiga tahun. 

“Mereka merasakan penderitaan dan kecemasan dari orang dewasa. Namun tidak mengatakan apa-apa justru lebih mengkhawatirkan bagi mereka karena mereka akan membayangkan hal yang lebih buruk,” kata Bernard Golse kepada AFP, Senin.

“Tidak ada yang salah berbicara tentang hal itu. Tapi tidak berbicara tentang hal ini akan selalu menjadi buruk,” tambah Golse.

Namun ahsi psikologi Jeanne Siaud-Facchin menjelaskan bahwa anak yang berusia di bawah enam tahun lebih baik “tidak diceritakan ” karena sampai usia tersebut anak-anak belum memiliki kemampuan untuk memahami.

“Tidak ada aturan,” katanya, “Tapi saya pikir penting untuk membiarkan mereka pada dunia anak dan tidak menceritakan pada melalui gambar atau kata-kata karena mereka hanya akan mengambil emosinya tanpa memahami maknanya,” kata Siaud-Facchin.

“Satu-satunya hal yang mereka mengerti adalah kekhawatiran dan rasa takut,” katanya.

Namun jika mereka mengajukan pertanyaan, orang tua tidak boleh berbohong, lanjut Siaud-Facchin.

“Lebih baik untuk agak dikaburkan. Katakanlah bahwa ‘pejuang telah menyerang negara’ atau Anda cemas ada hal-hal serius terjadi di dunia orang dewasa yang tidak berkaitan dengan dunia mereka,”tambahnya.

“Beberapa orang tua mengatakan kepada diri mereka sendiri bahwa mereka salah untuk benar-benar jujur kepada anak. Tapi anak-anak tidak harus kami ajak bicara mengenai hal-hal tertentu.” katanya.

Di sisi lain, anak-anak berusia enam tahun ke atas sangat penting untuk diceritakan, lanjut Siaud-Facchin, terutama jika kemungkinan mendapatkan cerita dari pihak lain di sekolah, seperti guru atau di taman bermain.

Ciptakan rasa aman

Jika memang ingin menjelasakan kepada anak, orang tua hendaknya menghidari kata-kata sadis seperti “pembantaian”, “pembunuhan” atau “pertumpahan darah”. 

“Kata-kata itu akan menciptakan rasa takut lebih dari yang gambar lakukan. Mereka membawa kekerasan emosional,” kata Caroline Gaertner, jurnalis dari koran mingguan anak-anak terkemuka di Prancis.

Dia juga mempertanyakan apakah orang tua perlu menggunakan kata-kata seperti “perang” dan “terorisme”, dengan alasan bahwa pengertian perang bagi seorang anak adalah “pertempuran di mana-mana”.

Namun menurut Siaud-Facchin, “perang” adalah kata yang paling berarti untuk anak-anak.

“Mereka telah mendengar pembicaraan tentang ini ketika masih belia, kemudian ada juga di kelas sejarah mereka. Anda bisa mengatakan mereka bahwa terorisme adalah jenis baru dari perang, prajurit yang ingin melawan kami, tapi tidak perlu masuk ke rincian,” katanya.

Dalam masyarakat yang disesaki informasi, memang sulit menyembunyikan berita utama namun Siaud-Facchin mengatakan orang tua harus berperan sebagai pelindung ketia informasi tentang kekerasan menyebar.

“Jika mereka mendengar atau melihat hal-hal yang membuat takut, orang tua ada untuk bertindak sebagai penyaringnya,” kata psikolog.

“Jika anak-anak takut, katakan bahwa Anda juga merasakannya. Tapi yakinkan dengan mengatakan bahwa mereka tidak dalam bahaya, ada tindakan perlindungan yang dilakukan di Prancis dan Anda berada di sana untuk melindungi mereka,” katanya.

Golse dari rumah sakit anak-anak Necker mengatakan berbagi emosi juga baik untuk semua orang. Namun tidak untuk menyampaikan kecemasan mengenai masa depan anak-anak yang hidup di masa sekarang.

“Sebagai orang tua, Anda harus memiliki beberapa sudut pandang tertentu,” (Antara/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

Terbaru

  • Inilah Inovasi Terbaru Profesor UI: Pelumas Mobil dari Minyak Nabati!
  • Daftar Sekarang! Beasiswa S2 di Italia dari IYT Scholarship 2026 Sudah Dibuka
  • Sejarah Hantavirus dan Perkembangannya Sampai ke Indonesia
  • Kementerian Pendidikan: Mapel Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027!
  • Ketua Fraksi PKB MPR-RI: Kemenag Respon Cepat Pendidikan Santri Ndolo Kusumo Pati yang Terdampak
  • Viral Video Sejoli Di Balai Kota Panggul Trenggalek, Satpol PP Janji Usut
  • Video Viral Wakil Wali Kota Batam Tegur Keras Pasir Ilegal
  • LPDP Buka Peluang Beasiswa S3 Prancis 2026, Simak Syaratnya!
  • Inilah Panduan Lengkap dan Aturan Main Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Jawa Tengah Tahun 2026
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar MOFA Taiwan Fellowship 2027
  • RESMI! Inilah Macam Jalur di SPMB Sekolah Tahun Ajaran 2026
  • Ini Loh Rute Terbaru TransJOGJA Per Mei 2026, Jangan Salah Naik!
  • Inilah Jadwal Operasional MRT Jakarta Per Mei 2026, Berubah Dimana?
  • Inilah Syarat dan Mekanisme Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Talenta (OSN, Seniman, Hafidz, Atlet dll) 2026/2027
  • Inilah Daftar Saham Farmasi di BEI Per Mei 2026, Pilih Mana?
  • Kesehatan Mental Itu Penting: Inilah Isi Chat Terakhir Karyawan Minimarket Sukabumi Bundir
  • Inilah Kampus Swasta Terbaik Jurusan Farmasi di Area Malang Raya
  • Cara Login EMIS 4.0 Kemenag Terbaru 2026 Pakai Akun Lembaga dan PTK Guru Madrasah Aktivasi
  • Survei Parpol Terbaru: Gerindra Unggul, PDIP Ketiga, PKB 5%
  • PKB Resmi Jalin Kerjasama dengan Institut Teknologi & Sains NU Kalimantan
  • Inilah Urutan Terbaru Pangkat TNI Angkatan Darat! (Update 2026)
  • Inilah Panduan Lengkap Operator Sekolah Mengelola SPTJM e-Ijazah dan Menghindari Kesalahan Fatal Data Kelulusan
  • Inilah Syarat dan Penilaian Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur UTBK
  • Download Video Viral Guru Bahasa Inggris? Awas Berisi Virus!
  • PKB Minta Kasus C4bul Pendiri Ponpes Pati Tidak Ada Ampunan & Tuntutan Maksimal
  • Inilah Kronologi Video Viral Preman vs Sopir Di Sumedang
  • Ini Alasan UKP Pariwisata Disindir Konten Kreator Drone Gunung Rinjani
  • Inilah Kronologi Viral Video Dugaan Asusila Pegawai Disdik Pasuruan di Mobil Dinas
  • Polisi Polda Sumut Resmi Dipecat: Dari Video Viral Sampai Sidang Etik Ini Kronologinya
  • ASUS ExpertBook Ultra: Produk Flagship yang Cerminkan Kepemimpinan ASUS di Pasar Global
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme