Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Bertemu Gus Nul

Posted on April 25, 2022

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Sarjoko S

Saat pertama kali diajak moderatori Gus Nul di acara diskusi Festival Ramadhan di Sleman City Hall, saya bertanya-tanya, siapa itu Gus Nul? Saya pun bertanya ke panitia, “Gus Nul dulunya personil ERWE Band, band beraliran Ska asal Jogja. Bagian dari Jogja Hip Hop Foundation. Namun sudah beberapa tahun band yang cukup tenar di era 2000-an tersebut vakum”, jawabnya singkat.

Merasa kurang puas dengan jawaban panitia—alias makin penasaran—Saya pun bertanya ke Mbah Google, biar dapat data yang lebih komprehensif. Secara, moderator gitu.

Pada 2015, Gus Nul yang dulunya dikenal sebagai Wowok, menempuh jalan spiritual seperti banyak artis di masa itu. Hijrah, begitu istilah yang beken di era 2010an akhir. Meski Gus Nul juga merasa istilah hijrah masih terlalu berat disematkan padanya. “Lha taubat saja masih belum sempurna, kok sudah hijrah,” ujarnya. Hijrah baginya sebuah perjalanan yang lebih jauh dan ia masih dalam tahap belajar menuju ke sana.

Ia meninggalkan gemerlap dunia panggung untuk belajar agama. Dari masjid ke masjid. Dari daerah ke daerah. Hingga satu waktu, dia kembali ke Jogja. Di kota ini pula, ia memulai langkah untuk berbagi pengalaman spiritual kepada orang lain.

Gus Nul bukan anak kiai. Bahkan bukan keluarga kiai. Julukan Gus adalah pemberian teman-temannya. Mungkin, banyak yang merasa nyaman dengan cara pria bernama asli Djati Pambudi Wibowo tersebut bergaul dan mengenalkan mereka pada ajaran agama. Jadilah ia mendapat sapaan ‘Gus’ yang dalam tradisi pesantren memiliki posisi yang sangat terhormat. Sementara nama ‘Nul’ diambil dari gaya ‘khas’ dirinya membuat vlog makanan. Saat menaruh makanan ke sambal atau lainnya ia berucap ‘nul nul nul’.
Baca juga:  Andries Teeuw dan Khazanah Sastra di Indonesia
Di Jogja, ia menyediakan ruang bagi teman-teman lamanya untuk belajar Iqra. Selain Iqra, Gus Nul telaten juga menemani 80-an orang tamunya ngopi sampai subuh. Jadilah majlis rutinan yang diisi para seniman dan orang-orang yang hidupnya sangat ‘bebas’. Meski, pandemi membuat kegiatan yang sengaja tidak dikasih nama ini rehat.

Selain di rumah, Gus Nul kerap diajak untuk solawatan di kafe, acara musik, dan banyak tempat yang dianggap gelap. Ia menyambut undangan-undangan itu tanpa bertanya ini itu. Pernah satu waktu ia diminta shalawatan di tempat konser. Ia pun menjalaninya dengan senang hati. Kapan lagi orang-orang ini bisa bershalawat? Ia juga kerap bersilaturrahmi ketika melihat pemuda yang tengah nongkrong.

Dalam berdakwah pun punya satu prinsip: baginya, dakwah bukan misi. Ia tidak punya target apapun. Jadi tidak ada istilah gagal. Mission failed. Jika apa yang disampaikannya bermanfaat, itu semata-mata dari Allah. Jika pun belum, ia tidak akan kecewa. Karena sebagai makhluk, tugasnya hanya menyampaikan.

Tampilan Gus Nul bagi sebagian orang mungkin menimbulkan stigma tertentu. Saya pun awalnya demikian. Namun saya sangat terkejut karena dari segi mana pun, dia sangat cah pondok sekali. Meski tidak pernah mondok di pesantren fisik, bertahun-tahun ia silaturahmi. Ia berkeliling menemui para kiai dan guru yang membimbing. Justru, pengalaman masa lalunya yang membuatnya sangat dewasa dalam beragama karena ia tidak pernah berada di menara gading seperti sebagian ‘gus betulan’.
Baca juga:  Ulama Banjar (16): KH. Abdus Syukur Jamaluddin
Satu hal, ia tidak mau membangun sekat karena identitas. Ia bisa berteman dan nongkrong bareng siapapun. Orang-orang Kiri, Kanan, geng tawuran, hingga pemabuk berat, diajak jagongan. “Karena mendengar itu juga dakwah,” ujarnya. Singkatnya, dia bukanlah sosok yang anti terhadap sesuatu. Bukan bagian dari orang yang menghukumi orang lain karena berbeda.

Ada salah satu konten Instagrammnya yang sangat menarik. Ia dan beberapa temannya membuat sitkom bernama SARKEM (Serial Ramadhan Keluarga More). Dari namanya sudah woles kan? Wkwk. Di konten tersebut ada orang yang protes karena melihat orang makan di tengah hari berpuasa. Gus Nul kemudian menasehati, menyebut Ramadan itu mulia, maka tidak perlu kita minta dimuliakan. Jika ada orang yang tidak berpuasa barangkali karena mereka memang tidak punya kewajiban untuk berpuasa. Kenapa harus repot?

Konten tersebut mengingatkan saya pada petuah Gus Dur. Jika kita muslim yang terhormat, maka kita akan berpuasa dengan menghormati yang tidak puasa. Wujud dari ajaran Islam yang merangkul, bukan memukul.

Di masa pandemi, karena ia merasa punya waktu lebih, ia meluncurkan sebuah single berjudul ASANAWA: Allahumma shalli ‘ala nuril anwari wa sirril asrori. Lagu tersebut merupakan proyek pribadinya, Dabwok Project. Menunjukkan betapa jalur spiritualnya memengaruhi segala aspek hidupnya, termasuk bermusik. Ya, dari lirik lagunya, kita bisa tahu betapa sosok Gus Nul sangat merindukan Nabi Muhammad. Shallu ‘alan Nabi Muhammad.

 
Baca juga:  Ulama Banjar (9): Tuan Guru H. Zainal Ilmi

Baca Juga

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.

Terbaru

  • Inilah Penemuan Terbaru yang Mengungkap Bahwa Sunburn Ternyata Disebabkan Oleh Kerusakan RNA
  • Inilah Alasan Kenapa Manusia Lebih Sering Hamil Satu Bayi daripada Kembar Menurut Penelitian Terbaru
  • Inilah Syarat dan Cara Pendaftaran IMEI Internasional Mulai Mei 2026
  • Bocoran Spek Samsung Galaxy S27 Ultra Nih, Kamera 3X Hilang + Teknologi AI
  • Inilah Perbedaan Motorola G47 dan Motorola G45, Cuma Kamera 108 Megapiksel Doang?
  • Update Baru Google Gemini: Bisa Bikin File Word, PDF, Excel secara Otomatis
  • Rekomendasi Motor Listrik 2026 Anti Mogok!
  • Ini Loh Honda Vision 110, Motor Baru Seharga Beat & Rangka eSAF Khusus Pasar Eropa
  • Inilah Mobil-Mobil Paling Cocok Transisi ke Bioetanol E20 dan Biodiesel B50!
  • Inilah Ternyata Batas Minimal Daya Cas Mobil Listrik di Rumah
  • DJP Geser Batas Akhir Lapor Pajak Sampai 31 Mei 2026
  • PKB Tanggapi Dingin Usul Yusril Ihza Mahendra Soal Parliamentary Treshold 13 Kursi
  • LPTNU Kritik Keras Rencana Penutupan Prodi: Kenapa Tidak Komprehensi & Berbasis Problematika Nyata?
  • Gus Rozin PWNU Jawa Tengah Setuju Cak Imin, Konflik PBNU bikin Warga Kesal dan Tidak Produktif
  • Pengamat: Prabowo Harus Benahi KAI, Aktifkan juga Jalur Kereta Lama & Baru
  • Sekjend PBNU: Jadwal Muktamar Usulan PWNU Sejalan Hasil Rapat Pleno & Rais Aam
  • PKB Desak Hukuman Maksimal Kasus Little Aresha & Evaluasi Total Sistem Penitipan Anak secara Nasional
  • PKB Usul Modernisasi Sistem Kereta dan CCTV di Kabin Masinis, Setuju?
  • Menteri PPA Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Polemik Pindah Gerbong Wanita di KRL
  • Cara Kirim Robux Mudah di Roblox Beli Skin Shirt Preview
  • Kronologi kasus dugaan penyebaran konten asusila oleh anak anggota DPRD Kutai Barat?
  • Inilah Alasan Kenapa Gelembung Air di Luar Angkasa Bisa Jadi Eksperimen Fisika yang Keren Banget
  • Inilah Contoh Naskah Doa Upacara Hardiknas 2026 yang Syahdu dan Penuh Makna
  • Inilah 10 Peringkat SMP di Daerah Istimewa Yogyakarta Berdasarkan Hasil TKA TKAD 2025/2026 Terbaru
  • Inilah Cara Download FF Beta Versi Terbaru 2026, Lengkap Dengan Cara Daftar Advanced Server Resmi
  • Inilah Cara Menghilangkan YouTube Shorts di Beranda Biar Nggak Menghambat Scrolling Kalian!
  • Inilah Kabar Gembira Program Magang Nasional 2026, Kuota Naik Drastis Jadi 150 Ribu Peserta!
  • Inilah House of Amartha: Mengenal Bisnis Thariq Halilintar di Balik Pernikahan Mewah El Rumi dan Syifa Hadju
  • Inilah Cara Kuliah S1-S2-S3 Gratis dan Cepat Lewat Beasiswa BIB Kemenag Jalur Akselerasi 2026
  • Inilah Aturan Baru Penugasan Guru Non-ASN 2026, Nasib Kalian Ditentukan Sampai Tanggal Ini!
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Transform Your Windows 11 Interface into a Sleek and Modern Aesthetic Masterpiece
  • How to Create Viral AI Cartoon Videos and Monetize Them on Tiktok
  • How to Train YOLO 11 on Custom Data for Industrial Safety
  • How to Create 360 Degree Images and Advanced Graphics with ChatGPT
  • How to Use Google Gemma 4 as a Private Local AI Browser Assistant
  • How to Supercharge Your Codex & AI Agent: 7 Essential Tools for Your Workflow
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme