Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Riyaya Kupat; Ajang Silaturahmi Warga Pesisir Rembang

Posted on May 9, 2022

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Miftakhul Azizah

Riyaya Kupat atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Lebaran Ketupat termasuk salah satu tradisi yang masih dilestarikan oleh masyarakat di beberapa wilayah nusantara. Tidak terkecuali pulau Jawa yang masih lekat dengan tradisi-tradisi kedaerahan, kota pesisir Rembang juga menjadi salah satu tempat yang turut mengadakan Riyaya kupat setiap tahunnya. Sama seperti daerah lainnya, perayaan lebaran ini juga memiliki ciri khas tersendiri yang menjadi pembeda antar daerah.

Riyaya kupat sendiri diperkenalkan oleh salah seorang dari Wali Songo yaitu Sunan Kalijaga. Dalam perjalanannya saat melakukan Islamisasi di pulau Jawa, Sunan Kalijaga memperkenalkan dua jenis lebaran kepada masyarakat sekitar, yaitu bakda lebaran (ialah lebaran setelah melaksanakan puasa Ramadhan) dan bakda ketupat (lebaran ketupat). Di mana lebaran ketupat digelar pada hari ke-delapan bulan Syawal (tahun ini jatuh pada 9 Mei 2022) atau seminggu setelah perayaan salat idul fitri. Adapun kronologinya, Riyaya kupat dianggap sebagai perayaan atas telah dilakukannya puasa Syawal selama 6 hari, yang umumnya diselenggarakan pada tanggal 2-7 Syawal. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW. sebagai berikut:

“Siapa yang melakukan puasa Ramadhan lantas ia ikutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka itu seperti berpuasa setahun penuh.” (HR Muslim, No. 1164).

Bagi masyarakat yang tinggal di kota garam ini, perayaan Riyaya kupat menjadi titik balik untuk kembali mengukuhkan tali silaturahmi dan persaudaraan. Kekhasan dari lebaran kupat ialah masing-masing warga membawa kudapan ketupat, kue lepet (jajanan yang terbuat dari campuran ketan, parutan kelapa, dan kacang merah), serta sayur seperti opor ayam maupun lodeh.  Kemudian, warga saling berkumpul di masjid atau mushola-mushola terdekat setelah adanya pengumuman yang terdengar dari speaker surau. Biasanya, Riyaya kupat dilakukan pada pagi hari setelah selesai melakukan sholat Subuh berjama’ah.
Baca juga:  Hakikat Kemanusiaan dalam Karya Rupa Nasirun
Acara dimulai dengan sambutan yang diisi langsung oleh kyai desa, dan dilanjutkan dengan pembacaan do’a. Setelah pembacaan do’a, warga kemudian saling bertukar kudapan yang mereka bawa. Mereka lantas melakukan makan bersama di serambi masjid atau mushola. Saking banyaknya ketupat, warga dipersilakan untuk membawa pulang ketupat yang tersisa guna dinikmati bersama keluarga.
Ajang Silaturahmi Warga
Menurut Sejarawan Agus Sunyoto, lebaran ketupat termasuk tradisi asli Indonesia. Di mana inti dari perayaan Riyaya kupat ialah mengukuhkan dan menjalin tali persaudaraan antar sesama. Hal ini tercermin dari tindakan saling bertukar kudapan yang dibawa oleh warga. Selain itu, warga juga melakukan makan bersama di serambi masjid atau mushola tempat dilaksanakannya perayaan lebaran ini.

“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” (QS. An Nisa Ayat 1)

Menjaga silaturahmi sendiri sangat dianjurkan dalam Islam, karena silaturahmi sendiri sedikit-banyaknya mengandung nilai humanisme. Misalnya, pada momentum lebaran seperti ini, silaturahmi dapat dijadikan ajang saling memaafkan dan mempererat kerukunan antar sesama. Bukan tidak mungkin bahwa manusia ialah makhluk sosial yang tidak bisa lepas dari interaksi dengan sesama. Dimana interaksi tersebut tak jarang meninggalkan rasa sakit hati tanpa disadari.
Baca juga:  Mengapa Pulang?
Maka, sangat penting untuk menjaga dan memperkuat silaturahmi dengan sesama. Selain menumbuhkan sikap saling memaafkan, silaturahmi juga mampu meredam egoisme diri. Sehingga, manusia akan saling menghargai dan menghormati antar sesama, dengan tujuan terbinanya lingkungan yang rukun dan harmonis.

Baca Juga

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.

Terbaru

  • Apa itu Jabatan Panitera Muda Mahkamah Agung, Berapa Gaji & Tunjangannya 2026?
  • Inilah Kenapa Bisa Ada Sensasi Mencekam di Bangunan Tua
  • Apa itu Pengertian Frontier Market di Dunia Saham?
  • Apa itu Krnl Executor Roblox Mei 2026?
  • Inilah Cara Entry Nilai Rapor SPMBJ Jatim 2026 dan Berkas yang Dipersiapkan
  • Inilah 15 SMA Swasta Terbaik di Semarang Menurut Hasil SNBP 2026
  • Inilah Rekomendasi Motor Matic Paling Nyaman Buat Jarak Jauh 2026
  • Ini Jadwal dan Itinerary Liburan Long Weekend Tebing Breksi Yogyakarta
  • Game James Bond 007 First Light Siap Diluncurkan
  • Ini Cara Cek WhatsApp Di Hack atau Tidak + Tips Biar Lebih Aman
  • Daftar Harga HP Vivo Mei 2026, Ini Yang Paling Murah
  • Inilah Lenovo Legion Y70 2026 Bawa Snapdragon 8 Gen 5 dan Baterai Monster, Kapan Rilis?
  • Rekomendasi Lima HP Murah 2 Jutaan dengan RAM 12 GB
  • Hasil Penelitian: Boneka Melatih Kecerdasan Emosional Anak
  • SALAH! MIT Ungkap AI Tidak Ganti Karyawan Karena Efisiensi
  • Inilah Inovasi Terbaru Profesor UI: Pelumas Mobil dari Minyak Nabati!
  • Daftar Sekarang! Beasiswa S2 di Italia dari IYT Scholarship 2026 Sudah Dibuka
  • Sejarah Hantavirus dan Perkembangannya Sampai ke Indonesia
  • Kementerian Pendidikan: Mapel Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027!
  • Ketua Fraksi PKB MPR-RI: Kemenag Respon Cepat Pendidikan Santri Ndolo Kusumo Pati yang Terdampak
  • Viral Video Sejoli Di Balai Kota Panggul Trenggalek, Satpol PP Janji Usut
  • Video Viral Wakil Wali Kota Batam Tegur Keras Pasir Ilegal
  • LPDP Buka Peluang Beasiswa S3 Prancis 2026, Simak Syaratnya!
  • Inilah Panduan Lengkap dan Aturan Main Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Jawa Tengah Tahun 2026
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar MOFA Taiwan Fellowship 2027
  • RESMI! Inilah Macam Jalur di SPMB Sekolah Tahun Ajaran 2026
  • Ini Loh Rute Terbaru TransJOGJA Per Mei 2026, Jangan Salah Naik!
  • Inilah Jadwal Operasional MRT Jakarta Per Mei 2026, Berubah Dimana?
  • Inilah Syarat dan Mekanisme Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Talenta (OSN, Seniman, Hafidz, Atlet dll) 2026/2027
  • Inilah Daftar Saham Farmasi di BEI Per Mei 2026, Pilih Mana?
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme