
Sebuah survei baru terhadap orang tua dan remaja mengeksplorasi bagaimana keluarga mengatasi masalah penggunaan ponsel pintar, dengan beberapa hasil yang lebih mengejutkan dibandingkan hasil lainnya.
Temuan utama yang tidak mengejutkan adalah bahwa sekitar 40% keluarga berulang kali berdebat tentang berapa banyak waktu yang dihabiskan remaja di ponsel mereka …
Waktu layar remaja
Pew Research menemukan bahwa 10% responden mengatakan mereka sering berdebat tentang hal ini, sementara yang lain 28% mengatakan bahwa hal ini terjadi “kadang-kadang.”
Tiga perempat orang tua menganggap masalah ini penting, dengan 15% menggambarkannya sebagai masalah prioritas utama. Ketika benar-benar menetapkan batas waktu pemakaian perangkat, orang tua hampir terbagi rata antara mereka yang melakukan dan tidak, namun hal ini tampaknya terutama berkaitan dengan usia remaja. Sekitar 62% orang tua menetapkan batasan untuk remaja berusia 13 dan 14 tahun, sementara itu turun menjadi 37% untuk remaja berusia 15-17 tahun.
Namun, beberapa remaja ingin membatasi waktu pemakaian perangkat mereka sendiri, dengan 38% merasa mereka menghabiskan terlalu banyak waktu di depan ponsel.
Waktu layar orang tua
Banyak orang tua yang mengakui bahwa mereka juga menghabiskan terlalu banyak waktu di ponsel, dengan 47% setuju dengan pernyataan ini. Sekitar 31% dari mereka mengaku terganggu oleh ponsel saat bercakap-cakap dengan anak remajanya.
Namun, tampaknya mereka tidak menyadari sepenuhnya hal ini, karena 46% remaja melaporkan percakapan yang mengganggu ini.
Orang tua mengintip ponsel remaja
Tepat 50% orang tua mengatakan bahwa mereka kadang-kadang melihat melalui ponsel remaja mereka, dan 43% remaja mengatakan bahwa mereka tahu hal ini terjadi.
Sekali lagi ini berkaitan dengan usia: pengintaian orang tua mencapai 64% untuk anak berusia 13 dan 14 tahun, tetapi turun menjadi 41% untuk anak berusia 15-17 tahun.
Penilaian remaja terhadap dampak ponsel pintar
70% remaja mengatakan manfaat ponsel pintar lebih besar daripada bahayanya. Secara khusus, mereka mengatakan ponsel membantu mereka mengejar hobi dan minat, menjadi kreatif, dan berprestasi di sekolah. Di sisi lain, mereka berpendapat penggunaan ponsel pintar mempersulit pengembangan keterampilan sosial.
Ketika ditanya bagaimana perasaan mereka ketika tidak memiliki ponsel, lebih banyak remaja yang menggambarkan perasaan positif daripada perasaan negatif. Jawaban teratas adalah “bahagia” dan “damai”, dengan jumlah yang jauh lebih kecil melaporkan bahwa mereka merasa cemas, kesal, atau kesepian.
Anda dapat membaca laporan detailnya di sini.
Foto oleh Freestocks di Unsplash
Itulah konten tentang Orang tua dan remaja yang menggunakan ponsel cerdas: Mengintip, pola asuh yang terganggu, dan banyak lagi, semoga bermanfaat.