Pembaruan sistem EMIS GTK IMP di tahun 2026 ini memang membawa angin segar sekaligus tantangan baru, ya. Salah satu yang paling sering jadi pembicaraan adalah soal penginputan tugas tambahan. Kalau sampai salah klik atau keliru input, beban kerja guru bisa nggak kehitung dan ekuivalensi jamnya jadi masalah. Tapi tenang saja, kami bakal mengupas tuntas caranya biar kalian nggak bingung lagi.
Sebenarnya, pembaruan sistem pada tahun 2026 ini dilakukan demi tata kelola data guru madrasah yang lebih rapi dan akuntabel. Namun, kuranglebihnya masih banyak operator madrasah yang merasa kesulitan atau bahkan belum sepenuhnya paham alur pengisian yang benar. Masalah seperti salah pilih menu, jabatan struktural yang tertukar posisinya, sampai ketidaktahuan soal batas maksimal jam ekuivalen sering kali terjadi. Padahal, data ini bukan cuma sekadar formalitas administrasi, lho. Data ini adalah jantung dari perhitungan beban kerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK). Jadi, kalau datanya nggak valid, rasanya sayang banget kan jerih payah guru jadi nggak terekam semestinya?
Sebelum masuk ke teknis, kita perlu ngomong sedikit soal fitur tugas tambahan di EMIS GTK IMP versi terbaru ini. Fitur ini dirancang khusus dan hanya bisa diakses oleh akun admin madrasah. Jadi, guru secara individu nggak bisa seenaknya nambahin tugas mereka sendiri lewat akun pribadi. Ini ngebikin kontrol data jadi lebih terpusat dan aman. Di menu tersebut, kalian bakal nemuin dua kategori besar: jabatan struktural (seperti Kepala Madrasah) dan tugas tambahan non-struktural. Nah, pemisahan ini yang sering bikin kecolongan kalau kita nggak teliti.
Biar proses administrasi di madrasah kalian berjalan mulus dan data yang tersimpan valid sesuai regulasi Kemenag, berikut adalah panduan langkah demi langkah yang sudah kami susun secara detail. Simak baik-baik ya, jangan sampai ada yang terlewat.
- Buka Sistem EMIS GTK IMP dengan Browser yang Tepat
Hal pertama yang harus dilakukan tentu saja mengakses laman EMIS GTK IMP. Kami sangat menyarankan kalian menggunakan browser seperti Google Chrome atau Microsoft Edge. Kenapa? Karena browser ini biasanya lebih stabil dan meminimalkan risiko tampilan yang berantakan atau bug saat proses loading. Pastikan juga koneksi internet kalian stabil, ya. Soalnya, proses input ini butuh sinkronisasi data secara real-time. Kalau internet putus-nyambung, takutnya data yang sudah diketik malah hilang dan nggak tersimpan. - Login Menggunakan Akun Admin Madrasah
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, akses fitur ini eksklusif untuk admin. Masukkan username dan password akun admin madrasah kalian di halaman login. Ingat, akun ini beda wewenangnya dengan akun PTK individu. Akun admin punya kuasa penuh buat nambah, ngedit, atau ngehapus data. Kalau berhasil masuk, kalian bakal langsung diarahkan ke dashboard utama sistem. - Navigasi ke Menu Tugas Tambahan
Di tampilan dashboard utama, coba perhatikan deretan menu yang ada. Cari menu yang bertuliskan “Tugas Tambahan”. Klik menu itu untuk melihat daftar seluruh PTK yang terdaftar di madrasah kalian. Di sini, sistem bakal nampilin nama-nama guru lengkap dengan statusnya. Tampilan ini ngebantu banget buat kalian ngecek siapa saja yang belum atau sudah punya jam tambahan. - Pilih Guru yang Akan Diinput Datanya
Sekarang, tentukan siapa PTK yang mau kalian tambahkan tugasnya. Di sebelah nama guru, biasanya ada kolom aksi dengan ikon mata (detail) atau ikon pensil. Klik ikon tersebut untuk masuk ke halaman pengaturan tugas guru yang bersangkutan. Langkah ini krusial untuk memastikan bahwa tugas tambahan diberikan ke orang yang tepat, bukan ke guru lain yang namanya mirip. - Pahami Posisi Kolom Jabatan vs Tugas Tambahan
Saat halaman detail terbuka, kalian bakal melihat dua area utama. Tolong perhatikan ini baik-baik. Kolom sebelah kiri biasanya dikhususkan untuk jabatan struktural, kayak Kepala Madrasah atau Wakil Kepala Madrasah. Sedangkan kolom sebelah kanan adalah tempat untuk tugas tambahan non-struktural. Contohnya kayak koordinator kegiatan, pembina ekstrakurikuler, atau ketua program. Jangan sampai tertukar, ya! Kalau salah tempat, sistem bisa salah ngebaca ekuivalensi jamnya. - Eksekusi dengan Klik Tombol Tambah
Untuk mulai mengisi, arahkan kursor ke kolom tugas tambahan (yang non-struktural tadi) dan klik tombol “Tambah”. Nanti, sistem bakal nampilin dropdown atau daftar pilihan jenis tugas yang tersedia. Pilihannya lumayan banyak dan sudah disesuaikan dengan standar madrasah. - Pilih Jenis Tugas Sesuai SK Pembagian Tugas
Di tahap ini, kalian harus pegang SK Pembagian Tugas yang valid sebagai acuan. Pilih jenis tugas yang sesuai dengan apa yang tertulis di SK. Misalnya, guru tersebut ditunjuk jadi Koordinator PKB, Koordinator PKG, atau Wali Kelas. Ingat, setiap tugas punya nilai ekuivalensi jam yang berbeda. Ada tugas yang diakui sistem setara dengan enam jam tatap muka. Jadi, pastikan pemilihannya akurat biar nggak merugikan guru. - Manfaatkan Kolom Keterangan (Opsional)
Ada kolom keterangan yang disediakan oleh sistem. Meski sifatnya nggak wajib, rasanya lebih baik kalau diisi jika ada informasi spesifik yang perlu dicatat, misalnya nomor SK atau masa berlaku tugas tersebut. Ini bakal ngebantu banget kalau nanti ada pemeriksaan atau verifikasi data, jadi kalian nggak perlu repot-repot bongkar berkas fisik lagi. - Simpan Data dengan Benar
Setelah yakin semua isian benar, jangan langsung ditutup. Klik tombol “Simpan”. Tunggu sebentar sampai sistem selesai memproses dan memunculkan notifikasi “Berhasil Disimpan” atau semacamnya. Seringkali operator buru-buru pindah halaman padahal proses simpan belum selesai, alhasil datanya nggak masuk. - Input Tugas Lain (Jika Ada) dengan Memperhatikan Batas Maksimal
Kalau satu guru punya beberapa tugas tambahan, kalian bisa ulangi langkah menekan tombol “Tambah” tadi. Tapi, ada satu hal penting yang harus diingat: sistem EMIS GTK IMP membatasi pengakuan jam. Maksimal Jam Tatap Muka (JTM) ekuivalen dari tugas tambahan yang diakui cuma 6 jam. Jadi, biarpun kalian input banyak tugas yang kalau dijumlah totalnya 12 jam, sistem cuma bakal ngasih pengakuan ekuivalensi sebesar 6 jam. Info ini penting banget buat disampaikan ke guru biar nggak ada salah paham soal beban kerja. - Cek Khusus untuk Wali Kelas
Untuk tugas Wali Kelas, kalian perlu sedikit lebih teliti. Cek dulu apakah penginputan Wali Kelas cukup dilakukan lewat menu pengaturan Rombongan Belajar (Rombel) atau perlu juga dimasukkan di menu tugas tambahan ini. Biasanya kebijakan bisa sedikit berbeda tergantung update teknis sistem saat itu. Sebaiknya lakukan uji coba atau koordinasi sesama operator biar nggak terjadi duplikasi data yang malah bikin error.
Sebagai admin atau operator, peran kalian di sini sangat vital. Kalianlah garda terdepan yang ngebangun database madrasah agar tetap valid. Kami menyarankan untuk selalu ngebandingin data di aplikasi dengan berkas fisik (SK) sebelum melakukan finalisasi. Jangan cuma sekadar input biar cepat selesai, tapi pastikan kualitas datanya. Kesalahan kecil kayak salah pilih jenis tugas bisa berdampak panjang pada nasib tunjangan atau sertifikasi guru, lho.
Sepertinya prosesnya memang terlihat panjang, tapi kalau sudah terbiasa, alurnya bakal terasa logis dan mudah diikuti. Intinya adalah ketelitian dan pemahaman terhadap regulasi terbaru tahun 2026 ini. Dengan data yang rapi, pengelolaan madrasah pun jadi lebih profesional.
Nah, itulah tadi panduan lengkap yang bisa kami bagikan buat kalian semua. Mudah-mudahan langkah-langkah di atas bisa ngebantu kerjaan kalian jadi lebih ringan dan bebas dari drama data error. Kuncinya ada di ketenangan dan ketelitian saat memindahkan data dari kertas SK ke layar monitor.
Selamat bekerja untuk rekan-rekanita operator madrasah di seluruh Indonesia. Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca panduan ini. Mari kita wujudkan data pendidikan Islam yang berkualitas dan akuntabel!