Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Inilah Alasan Ilmiah Kenapa Lampu Lalu Lintas Pakai Warna Merah, Kuning, dan Hijau!

Posted on February 25, 2026

Pernahkah kalian terpikir saat sedang menunggu di persimpangan jalan, kenapa sih warna lampu lalu lintas harus merah, kuning, dan hijau? Ternyata, pemilihan ketiga warna ini nggak sembarangan lho. Ada alasan ilmiah yang sangat mendalam terkait bagaimana mata kita ngeproses cahaya supaya keselamatan di jalan raya tetap terjaga dengan baik.

Sistem pengaturan jalan yang kita lihat sekarang sebenarnya punya sejarah panjang yang berawal dari kebutuhan manusia untuk mengatur pergerakan yang makin padat. Kalau kita ngomongin soal sejarah, lampu lalu lintas pertama kali muncul di London sekitar akhir abad ke-19. Saat itu, jumlah kereta kuda dan kendaraan mulai bikin kacau jalanan kota besar. Awalnya, mereka menggunakan lampu bertenaga gas yang pengoperasiannya masih manual. Sayangnya, teknologi ini sempat bermasalah karena sering meledak dan melukai petugasnya. Seiring berjalannya waktu, sistem ini terus dikembangkan hingga akhirnya mengadopsi standar yang digunakan oleh dunia perkeretaapian.

Kereta api adalah pihak pertama yang ngegunain kode warna untuk ngatur lalu lintas di jalurnya. Menariknya, pada masa itu warna hijau sempat digunain sebagai tanda peringatan, sedangkan warna putih sebagai tanda jalan. Namun, penggunaan warna putih malah bikin bingung karena sering ketuker sama cahaya bulan atau lampu jalanan biasa. Akhirnya, standar internasional pun berubah dan menetapkan merah untuk berhenti, kuning untuk hati-hati, dan hijau untuk jalan. Keputusan ini tetap bertahan sampai sekarang karena emang paling efektif ngebuat pengemudi sadar sama situasi di depan mereka.

Lalu, gimana sih mata manusia ngeproses warna-warna ini? Di dalam mata kita, terdapat sel-sel khusus di retina yang disebut sel kerucut. Sel-sel inilah yang bertugas mendeteksi warna dan cahaya yang masuk. Kami menemukan bahwa otak manusia ternyata nggak memproses semua warna dengan kecepatan yang sama. Warna tertentu bisa ngebuat saraf kita bereaksi lebih cepat, terutama dalam kondisi darurat. Berikut adalah penjelasan teknis mengapa tiap warna tersebut dipilih:

  1. Warna Merah dengan Panjang Gelombang Terpanjang
    Dalam spektrum cahaya tampak, merah punya panjang gelombang paling besar, sekitar 620 sampai 750 nanometer. Ini alasan teknis kenapa merah bisa dilihat dari jarak yang sangat jauh dibandingkan warna lainnya. Cahaya merah nggak gampang tersebar oleh partikel udara, debu, atau tetesan air hujan. Makanya, pas cuaca lagi berkabut atau hujan deras, lampu merah bakal tetep kelihatan mencolok di mata kalian. Secara psikologis, manusia juga secara alami mengaitkan merah dengan bahaya atau api, sehingga otak kita bakal otomatis ngeproses sinyal ini sebagai perintah untuk segera berhenti tanpa perlu mikir lama-lama.
  2. Warna Kuning sebagai Frekuensi Transisi yang Optimal
    Kuning dipilih sebagai tanda peringatan karena warna ini punya tingkat kecerahan atau luminance yang sangat tinggi. Di spektrum cahaya, kuning berada di posisi yang sangat mudah ditangkap oleh sel kerucut mata manusia. Kuning berfungsi ngasih waktu jeda buat pengemudi supaya nggak kaget pas lampu mau berubah dari hijau ke merah. Tanpa lampu kuning, mereka mungkin bakal ngerem mendadak yang malah ngebikin risiko tabrakan beruntun jadi lebih tinggi. Itulah sebabnya kuning sering banget digunain buat rambu-rambu peringatan lainnya karena emang paling jago buat narik perhatian mata kita.
  3. Warna Hijau sebagai Kontras yang Aman
    Hijau dipilih buat perintah jalan karena letaknya dalam spektrum cahaya memberikan kontras yang sangat jelas terhadap warna merah. Sebenarnya, pada masa awal, hijau sempet bikin bingung, tapi akhirnya dipilih karena warna ini ngasih kesan tenang dan aman bagi psikologi manusia. Saat kalian melihat warna hijau, mata nggak akan ngerasa setegang saat melihat warna merah. Hal ini ngebantu ngejaga ritme berkendara tetap rileks tapi tetap waspada. Selain itu, posisi hijau yang biasanya ditaruh di paling bawah (pada susunan vertikal) ngebantu mereka yang punya keterbatasan dalam membedakan warna (buta warna) buat tetep tahu kapan harus jalan berdasarkan posisi lampunya.

Kombinasi ketiga warna ini juga didukung oleh tingkat kontras yang tinggi. Para insinyur lalu lintas sangat memperhatikan bagaimana cara ngebandingin visibilitas warna-warna ini di berbagai kondisi pencahayaan, mulai dari teriknya sinar matahari siang hari sampai gelapnya malam. Mereka ngebangun sistem ini supaya universal; artinya, siapa pun kalian dan dari mana pun asalnya, saat melihat lampu merah, otak akan langsung ngirim perintah ke kaki buat injak rem.

Penggunaan teknologi LED pada lampu lalu lintas zaman sekarang juga makin ningkatin efektivitas ini. Lampu LED ngebantu warna yang dihasilkan jadi lebih murni dan tajam, sehingga ngebuat pengenalan warna jadi lebih akurat bahkan dari jarak yang kuranglebihnya mencapai ratusan meter. Rasanya sulit ngebayangin kalau sistem warna ini tiba-tiba diganti, karena mata dan otak kita sudah terlatih selama puluhan tahun untuk merespons merah, kuning, dan hijau secara refleks demi keselamatan bersama.

Segala sesuatu yang ada di sekitar kita, termasuk lampu lalu lintas yang kelihatannya simpel, sebenarnya dirancang dengan riset ilmiah yang sangat matang. Pemilihan warna merah, kuning, dan hijau terbukti sebagai kombinasi paling oke untuk ngatur pergerakan manusia secara masal. Kami menyarankan agar kalian selalu mematuhi rambu-rambu ini bukan cuma karena takut ditilang, tapi karena sistem ini dibuat berdasarkan cara kerja biologis mata kita sendiri untuk meminimalisir risiko kecelakaan. Tetaplah waspada di jalan dan hargai setiap detik transisi lampu yang ada, karena setiap warna tersebut punya tugas penting untuk ngejaga nyawa kalian.

Terima kasih sudah membaca artikel ini sampai selesai, rekan-rekanita sekalian. Semoga wawasan ini nambah pengetahuan kita semua tentang hal-hal teknis di sekitar kita. Sampai jumpa di pembahasan menarik lainnya!

Terbaru

  • Inilah Alasan Ilmiah Kenapa Lampu Lalu Lintas Pakai Warna Merah, Kuning, dan Hijau!
  • Nonton Drama Dapat Duit? Ini Kebenaran Soal FunFlick yang Wajib Kalian Tahu!
  • Ini Cara Isi NPWP dan Rekening di EMIS GTK IMP 2026 Biar Tunjangan Lancar
  • Inilah Trik Farming AFK Roblox Fish It 24 Jam Tanpa Bikin HP Panas!
  • Hobi Nonton Drama Jadi Cuan? Ini Cara Ngebanyakin Diamond FreeReels Tanpa Ribet!
  • Panduan Lengkap Ukuran Banner Canva untuk Desain yang Menarik
  • Apakah ViaPaypal.id Penipuan?
  • Beda BRIVA dan Rekening? Ini Penjelasannya!
  • Pahami Perbedaan Kode SIEX, SIPX, dan SISX dengan Mudah!
  • Arti SPT Sebelumnya Tidak Ada dari BPS yang Perlu Kalian Pahami
  • Kode Error 205 di BCA Mobile: Penyebab dan Solusi Lengkap
  • Solusi Cepat Saat Voucher Axis Tidak Bisa Diproses
  • Qris BCA Error? Ini Solusi yang Bisa Kalian Coba
  • Blokir Nomor WA Tanpa Harus Tambah ke Daftar Hitam, Begini Caranya!
  • Isu SKTP Februari 2026 Sudah Terbit Ternyata Cuma Hoaks? Cek Jadwal Resminya Di Sini
  • Apa itu Mihari Novel? Aplikasi Baca Novel Dibayar
  • Cara Mengatasi NIK Belum Ditemukan di DTKS Saat Daftar KIP Kuliah, Jangan Panik Dulu!
  • Inilah 3 Karakteristik Pembagian Masyarakat Menurut Sibrani yang Bikin Kita Paham Struktur Sosial
  • Inilah Cara Mengatasi Status Bansos Atensi YAPI NTPN Tidak Ditemukan Biar Bantuan Tetap Cair!
  • Cara Mudah Unduh Video DS2Play Tanpa Ribet
  • Apa itu Free Float di Dunia Saham? Ini Artinya
  • Hati-Hati Modus Penipuan Asuransi BCA, Ini Caranya!
  • Inilah Panduan Lengkap Pendaftaran PPDB SMA Unggul Garuda Baru 2026, Simak Syarat dan Alurnya!
  • Alternatif Terbaik Dari OmeTV, Tanpa Takut Kena Banned
  • Tips Nama Petugas TKA SD/SMP Muncul Otomatis di Berita Acara
  • Inilah Fakta di Balik Video Botol Teh Pucuk Viral yang Lagi Rame di TikTok!
  • Apa itu Aturan Waktu Futsal dan Extra Time di Permainan Futsal?
  • Contoh Jawaban Refleksi Diri “Bagaimana Refleksi tentang Praktik Kinerja Selama Observasi Praktik Kinerja”
  • Main Telegram Dapat Uang Hoax atau Fakta?
  • Apa itu Lock iCloud? Ini Artinya
  • What’s New in Clonezilla Live 3.3.1? Exploring the New Features and Linux Kernel 6.18 Integration
  • How to Automate Your Home Lab Using Raspberry Pi and Cron Jobs
  • KDE Plasma 6.6.1 Released with Major Stability Improvements
  • What new in Apache NetBeans 29? A Look at the Latest Major IDE Update
  • Why is KaOS Moving Away from KDE Plasma? Here is the Explanation
  • Prompt AI Menyusun Script Pola Suara Karakter agar Brand Jadi Ikonik
  • Prompt AI untuk Merancang Karakter Brand yang Ikonik
  • Prompt AI Audit Konten Sesuai Karakter Brand
  • Prompt AI Merubah Postingan LinkedIn Jadi Ladang Diskusi dengan ChatGPT
  • Prompt AI: Paksa Algoritma LinkedIn Promosikan Konten Kalian
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme