Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Inilah Cara Membuat Sertifikat di Canva dan Ukuran Standar yang Wajib Kalian Tahu

Posted on February 27, 2026

Kalian pasti sering merasa bingung saat harus bikin sertifikat buat acara organisasi atau kantor secara mendadak. Padahal, pakai Canva itu gampang banget dan hasilnya bisa kelihatan profesional tanpa harus jago desain grafis. Artikel ini bakal ngebahas tuntas langkah-langkahnya sekaligus detail ukurannya supaya nggak pecah pas mau diprint nanti.

Membuat sertifikat mungkin terdengar simpel, tapi kalau kalian nggak tahu teknisnya, hasilnya bisa jadi berantakan atau bahkan gambarnya nge-blur saat dicetak. Kami sering melihat orang-orang asal pakai template tanpa memperhatikan resolusi dan proporsi elemen di dalamnya. Padahal, sertifikat itu adalah bentuk apresiasi formal, jadi tampilannya harus benar-benar meyakinkan. Di Canva, kalian punya akses ke ribuan elemen, tapi kunci utamanya ada pada pemilihan ukuran yang tepat dan penataan layout yang rapi.

Sebelum masuk ke langkah-langkahnya, kami mau ngasih tahu dulu soal ukuran standar sertifikat. Secara internasional, ukuran yang paling sering dipakai adalah A4. Kalau dikonversi ke centimeter, ukurannya adalah 21 x 29,7 cm. Kalian bisa memilih orientasi lanskap (mendatar) atau potret (tegak), tapi biasanya sertifikat lebih umum pakai format lanskap karena ngasih ruang lebih luas buat nama penerima yang panjang. Kalau kalian mau pakai satuan pixel untuk kebutuhan digital, ukuran 3508 x 2480 px adalah standar buat resolusi tinggi supaya nggak pecah saat di-zoom.

Berikut adalah langkah-langkah detail untuk ngebuat sertifikat di Canva dengan hasil yang maksimal:

  1. Menentukan Ukuran Kanvas yang Sesuai
    Langkah pertama, kalian buka Canva dan jangan langsung asal pilih template. Kami sarankan kalian klik “Create a design” lalu pilih “Custom size”. Masukkan angka 29,7 x 21 cm jika ingin hasil landscape. Mengatur ukuran dari awal secara manual itu penting banget supaya kalian nggak perlu ribet nge-resize di akhir yang kadang malah ngebikin tata letak jadi berantakan. Pastikan satuannya sudah diubah ke ‘cm’ atau ‘mm’ sebelum memasukkan angka.
  2. Memilih Template yang Profesional
    Setelah kanvas terbuka, kalian bakal melihat banyak pilihan template di sisi kiri. Ketik kata kunci “Certificate” di kolom pencarian. Tips dari kami, jangan pilih template yang terlalu ramai elemennya. Pilih yang desainnya bersih (clean) dan punya ruang kosong yang cukup. Desain yang terlalu “berisik” justru ngebikin nama penerima jadi susah dibaca. Kalau kalian mau ngebuat sertifikat formal, pilih yang menggunakan kombinasi warna emas, biru tua, atau putih tulang.
  3. Mengatur Tipografi dan Hirarki Teks
    Ini bagian yang krusial. Kalian harus bisa ngebedain mana teks utama dan teks pendukung. Judul “SERTIFIKAT” atau “CERTIFICATE OF APPRECIATION” harus jadi yang paling besar. Di bawahnya, gunakan font yang lebih simpel buat kata penghubung seperti “Diberikan kepada”. Nah, untuk nama penerima, gunakan font yang tegas atau jenis handwriting yang masih mudah dibaca. Jangan pakai font yang terlalu meliuk-liuk sampai mereka yang nerima sertifikatnya sendiri malah nggak bisa baca namanya sendiri.
  4. Memasukkan Logo dan Ornamen Perusahaan
    Sertifikat nggak bakal afdol tanpa logo organisasi atau perusahaan. Kalian bisa klik menu “Uploads” dan masukkan logo dalam format PNG transparan. Rasanya bakal aneh kalau logo kalian punya background kotak putih yang nutupin motif sertifikatnya. Letakkan logo di posisi atas atau pojok untuk memberikan kesan resmi. Selain itu, kalian bisa nambahin elemen seperti garis tepi (border) atau tanda air (watermark) supaya desainnya nggak kelihatan kosong banget.
  5. Menambahkan Baris Tanda Tangan
    Jangan lupa buat area tanda tangan di bagian bawah. Gunakan fitur “Lines” di menu Elements buat ngebikin garis yang lurus dan rapi. Biasanya ada dua atau tiga tanda tangan, pastikan jarak antar garisnya sejajar. Kalian juga bisa nambahin nama terang dan jabatan di bawah garis tersebut. Gunakan font yang ukurannya lebih kecil dari teks isi supaya nggak ngeganggu fokus utama desain.
  6. Menyesuaikan Palet Warna
    Kalau organisasi kalian punya warna brand sendiri, pastikan kalian ngebikin sertifikat itu senada. Canva punya fitur yang bisa ngebaca warna dari logo yang kalian upload. Gunakan warna-warna tersebut buat elemen garis atau teks tertentu. Konsistensi warna ini penting banget buat ngebangun citra profesional mereka yang ngasih sertifikat.
  7. Proses Review dan Pengecekan Akhir
    Sebelum kalian download, coba cek lagi setiap ejaan nama dan gelar. Nggak lucu kan kalau sudah diprint banyak tapi ternyata ada typo. Gunakan fitur zoom hingga 100% untuk ngelihat apakah ada elemen yang pecah atau posisinya nggak center. Kadang di layar kecil kelihatan lurus, tapi pas di-zoom ternyata miring sedikit.
  8. Mengunduh dengan Format yang Tepat
    Ini tahap final yang paling menentukan kualitas. Kalau sertifikat ini cuma buat dikirim via WhatsApp atau Email, format JPG atau PNG sudah cukup. Tapi, kalau tujuannya buat dicetak (ngeprint), kalian wajib pilih format “PDF Print”. Kenapa? Karena format ini ngasih kualitas warna yang lebih stabil dan resolusinya tetap tajam meskipun ditarik ke ukuran kertas yang lebih besar. Jangan lupa centang opsi “Crop marks and bleed” kalau kalian mau bawa file ini ke percetakan profesional.

Membuat sertifikat yang estetik di Canva sebenarnya bukan soal seberapa banyak hiasan yang kalian masukin, tapi seberapa rapi dan fungsional desain tersebut. Pastikan kalian selalu ngecek ukuran kertas yang bakal dipakai buat ngeprint supaya nggak ada bagian desain yang terpotong. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, rasanya kalian nggak bakal butuh waktu lama buat ngebikin sertifikat yang bikin bangga siapa pun yang menerimanya. Fokuslah pada keterbacaan teks dan kualitas aset visual yang digunakan supaya hasilnya nggak mengecewakan.

Demikian panduan teknis cara membuat sertifikat di Canva ini kami buat untuk membantu mempermudah pekerjaan kalian. Kami harap setelah membaca ini, kalian nggak lagi merasa kesulitan dalam menentukan ukuran maupun memilih elemen desain yang tepat. Tetaplah bereksperimen dengan berbagai fitur yang ada di Canva, tapi jangan lupakan kaidah desain formal yang sudah dijelaskan tadi. Terimakasih sudah membaca sampai akhir, rekan-rekanita, semoga tutorial ini bermanfaat untuk proyek-proyek kalian ke depannya!

Terbaru

  • Apa itu Proses BOP dan Psikotes BRI Life?
  • Ini Cara Input Tugas Tambahan Guru di EMIS GTK IMP 2026 Biar Jam Mengajar Aman!
  • APK Juice Pack Frenzy Penipuan? Benarkah Membayar atau Cuma Tipuan Iklan? Ini Faktanya!
  • Apakah Apk ReelAct Penipu? Mau Tarik 100 Dolar dari Reel Act? Cek Dulu Faktanya Biar Nggak Rugi Waktu!
  • Inilah Rekomendasi Game Turn Base Android dan PC Terbaik Buat Kalian yang Suka Strategi!
  • Inilah Cara Membuat Sertifikat di Canva dan Ukuran Standar yang Wajib Kalian Tahu
  • Inilah Aturan Zakat yang Bisa Jadi Pengurang Pajak Bruto Kalian, Sudah Tahu Belum?
  • Inilah Data Pendaftar KIP Kuliah 2026 Jalur SNBP dan Bocoran Kriteria yang Lolos!
  • Inilah Game Silent Hill: Townfall, Teror Psikologis Baru yang Bakal Bikin Kalian Gemetar di Tahun 2026!
  • Inilah Trailer Mortal Kombat 2, Johnny Cage Resmi Gabung dan Siap Hadapi Shao Kahn!
  • Inilah Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy S26 yang Baru Meluncur, Ternyata Harganya Naik Segini!
  • Inilah Cara Mematikan MSA Xiaomi Supaya HP Nggak Lemot dan Bebas Iklan, Ternyata Langkahnya Simpel Banget!
  • Inilah Kronologi Mobil Calya Plat D yang Viral Lawan Arus di Jakpus, Ternyata Bawa Banyak Plat Palsu!
  • Inilah Axioo Hype AI 5, Laptop AI Canggih yang Nggak Bikin Kantong Bolong!
  • Ini Loh Kejahatan Modus Phishing Google Tasks Terbaru yang Bisa Nguras Data Perusahaan Kalian
  • Inilah Poco X7 5G dan M7 Pro 5G, HP Gaming Performa Ekstrem yang Ngebikin Mabar Kalian Jadi Anti Lag!
  • Inilah Cara Mengubah Lahan Kosong Jadi Uang Lewat Strategi Land Banking
  • Ini Trik Supaya Gajian YouTube Shorts Tembus Puluhan Juta dari Penonton Bule!
  • Jangan Sampai Keliru! Begini Cara Cek Total Jam Linear dan Non Linear di EMIS GTK IMP 2026
  • Cuma Nonton Drama Pendek Bisa Cair Uang Tunai? Bongkar Habis Kebenaran Aplikasi FunFlick di Sini!
  • Apa itu Resetter Epson L3210?
  • Ini Loh Ukuran A4, F4, A3, B5, A5 di Canva Biar Hasil Cetakan Kalian Nggak Terpotong!
  • Inilah Cara Transfer Pulsa Telkomsel Paling Update 2026, Lengkap dengan Biaya dan Syarat Terbarunya!
  • Inilah Xolo.io, Solusi Praktis Buat Kalian yang Pengen Bangun Startup Skala Global Tanpa Harus Pindah ke Luar Negeri
  • Inilah Caranya Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax Supaya Nggak Kena Denda
  • Inilah Alasan Kenapa Software House Lokal Susah Dapat Insentif Pajak R&D dan Isu Amortisasi Pegawai yang Bikin Pusing
  • Inilah Alasan Kenapa Developer Game Indonesia Lagi Curhat Soal Pajak: Kasus Toge Productions
  • Inilah Alasan Ilmiah Kenapa Lampu Lalu Lintas Pakai Warna Merah, Kuning, dan Hijau!
  • Nonton Drama Dapat Duit? Ini Kebenaran Soal FunFlick yang Wajib Kalian Tahu!
  • Ini Cara Isi NPWP dan Rekening di EMIS GTK IMP 2026 Biar Tunjangan Lancar
  • What is DNS-Persist-01? Let’s Encrypt’s New Solution for Reliable SSL Validation
  • How to Use User Accounts & System Admin on Linux Mint 23
  • What is Docker Digest Watching? Understanding the New Standard in Docker 8.2
  • What is LibreOffice Online? A Guide to the Community-Driven Cloud Office Suite
  • Lutris 0.5.21 Adds Steam Sniper Runtime & New Emulators: What’s New?
  • Prompt AI Menyusun Script Pola Suara Karakter agar Brand Jadi Ikonik
  • Prompt AI untuk Merancang Karakter Brand yang Ikonik
  • Prompt AI Audit Konten Sesuai Karakter Brand
  • Prompt AI Merubah Postingan LinkedIn Jadi Ladang Diskusi dengan ChatGPT
  • Prompt AI: Paksa Algoritma LinkedIn Promosikan Konten Kalian
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme