Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Inilah Alasan PKB Kaji Ulang Ambang Batas DPRD Biar Sejalan Sama Putusan MK

Posted on April 29, 2026

Dunia politik kita lagi hangat banget ngebahas soal aturan main Pemilu 2029 nanti. Salah satunya adalah rencana penerapan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sampai ke tingkat daerah. Kami melihat langkah PKB ini bakal ngebawa perubahan besar buat peta persaingan partai-partai di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.

Wacana soal ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) ini sebenernya bukan barang baru, tapi pembahasannya jadi makin serius setelah adanya putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK). Selama ini, kalau kalian perhatikan, aturan ambang batas 4 persen itu cuma berlaku buat DPR RI aja. Sementara buat DPRD di tingkat provinsi atau kabupaten/kota, nggak ada aturan ambang batasnya. Jadi, partai yang suara nasionalnya di bawah 4 persen sekalipun tetap punya peluang besar buat ngedapetin kursi di daerah kalau suara mereka di dapil tersebut memang kuat.

Namun, baru-baru ini Kapoksi PKB Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin, ngomong kalau pihaknya lagi serius ngekaji usulan supaya ambang batas ini juga diterapin di tingkat daerah. Mereka nggak mau asal bikin aturan, makanya ada beberapa skenario yang lagi disiapin. Fokus utamanya tentu aja nentuin berapa sih besaran persentase yang ideal supaya sistem demokrasi kita makin sehat tapi tetap adil buat partai-partai kecil.

Berikut ini adalah beberapa poin teknis dan pertimbangan yang lagi digodok oleh mereka dalam menyusun regulasi baru tersebut:

  1. Kepatuhan Terhadap Putusan MK Nomor 116/PUU-XXI/2023
    Langkah pertama yang mereka lakuin adalah mastiin semua aturan baru ini merujuk pada putusan MK. Mahkamah Konstitusi udah mutusin kalau angka 4 persen yang sekarang itu harus diubah sebelum Pemilu 2029 karena dianggap nggak sejalan sama prinsip kedaulatan rakyat. Jadi, PKB harus pinter-pinter ngebuat simulasi angka yang nggak bakal dibatalin lagi sama MK nantinya.
  2. Prinsip Penyederhanaan Partai Politik
    Salah satu alasan kenapa ambang batas ini mau diterapin sampai ke daerah adalah buat ngebantu proses penyederhanaan partai. Kayaknya pemerintah dan DPR pengen kalau jumlah partai di parlemen daerah itu nggak terlalu banyak biar proses pengambilan keputusan lebih efektif. Kalau terlalu banyak partai dengan satu atau dua kursi aja, biasanya koordinasinya bakal lebih ribet dan makan waktu lama.
  3. Menjaga Proporsionalitas Pemilu
    Mereka juga harus mikirin soal proporsionalitas. Maksudnya, jangan sampai ambang batas yang dibuat malah ngebikin banyak suara rakyat jadi terbuang sia-sia. Kalau ambang batasnya terlalu tinggi, partai yang dapet suara lumayan banyak tapi nggak lolos ambang batas bakal ngerasa nggak adil karena suara pemilih mereka nggak terwakili di kursi DPRD.
  4. Simulasi Berbagai Skenario Kebijakan
    PKB sekarang lagi rajin ngebangun berbagai simulasi. Mereka ngebandingin apa yang terjadi kalau PT di tingkat daerah dipatok di angka 1%, 2%, atau bahkan disamain sama nasional. Tiap angka ini punya efek yang beda-beda buat perolehan kursi mereka di daerah-daerah basis massa. Mereka nggak mau gegabah karena ini menyangkut nasib kader-kader mereka di tingkat akar rumput.
  5. Perubahan Status Konstitusionalitas Bersyarat
    Kalian perlu tahu kalau MK sebenernya bilang aturan 4 persen sekarang itu masih boleh dipake buat hasil Pemilu 2024 kemarin. Tapi, buat 2029 nanti, statusnya jadi “konstitusional bersyarat”. Artinya, kalau nggak diubah lewat revisi undang-undang, aturan itu nggak bakal berlaku lagi. Inilah yang ngebuat DPR, termasuk PKB, ngerasa perlu cepet-cepet ngerancang aturan baru sebelum tahapan Pemilu 2029 dimulai.
  6. Nasib Partai Non-Parlemen di Daerah
    Selama ini, partai-partai yang nggak lolos ke Senayan masih bisa bernapas lega karena mereka masih punya wakil di DPRD. Kalau nantinya ada ambang batas di tingkat daerah, mereka harus kerja berkali-kali lipat lebih keras. PKB juga lagi ngelihat gimana dampaknya buat persaingan koalisi di daerah, karena komposisi kursi DPRD ini penting banget buat nentuin siapa yang bisa nyalonin kepala daerah di Pilkada.
  7. Transparansi dalam Penentuan Angka PT
    Mereka juga ditekankan buat terbuka soal gimana angka ambang batas itu didapet. MK minta supaya penentuan angka tersebut punya dasar riset yang kuat, bukan cuma sekadar hasil kesepakatan politik antara partai-partai besar aja. Jadi, proses kajian yang lagi dilakuin PKB ini emang seharusnya ngelibatin pakar hukum dan pengamat politik juga.

Ngebahas soal aturan pemilu emang nggak ada habisnya, apalagi menyangkut eksistensi partai politik di daerah. Kita semua berharap supaya pengkajian yang dilakukan oleh PKB dan fraksi-fraksi lainnya di DPR bisa bener-bener ngehasilin sistem yang lebih bagus. Jangan sampai aturan yang dibuat malah ngebikin suara kalian sebagai pemilih jadi nggak berarti cuma gara-gara urusan administratif ambang batas. Pastikan kita tetap ngawal proses revisi UU Pemilu ini supaya demokrasi kita makin dewasa dan nggak cuma nguntungin pihak-pihak tertentu aja.

Sekian bahasan kita kali ini soal kajian ambang batas DPRD yang lagi ramai dibicarakan. Semoga informasi ini bisa nambah wawasan rekan-rekanita semua soal gimana dinamika politik di negara kita tercinta ini bekerja. Terimakasih sudah membaca sampai akhir ya!

Terbaru

  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Copy Prompt: A Modern Men’s Casual Fashion Studio Shoot
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Zyphra is The Pioneer, Why Everyone is Suddenly Obsessed with AMD and Not Just Nvidia Anymore
  • Stop Trusting Your Prompts to Save Your Business Data
  • Lagi rame dicari, ini bedanya Jenny Mod Minecraft Java sama Bedrock biar nggak salah download
  • Lagi rame istilah Blunder Lagi di TikTok sama Instagram, sebenernya apa sih artinya?
  • Info Demo Mahasiswa Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026: Lokasi, Jam, dan Tuntutan Terkait Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
  • Sering lewat di TikTok, ini arti istilah Oppa Gajima, Hajima, sampai ajakan makan ramyeon yang sebenarnya
  • Bingung jawab soal orientasi PPPK? Iki rangkuman materi Agenda 1 lan Manajemen ASN nggo referensi warga

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme