Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

2013, Netbook Semakin ditinggalkan?

Posted on January 2, 2013

JAKARTA, emka.web.id – Komputer jinjing netbook sempat jadi primadona pada 2008 silam. Bentuk mungil, bobot ringan, dan harga bersahabat. Tapi netbook tak mendukung dari sisi performa, banyak orang dibuat sakit hati saat memakainya.Produsen komputer Dell asal Amerika Serikat, pertama kali menyatakan diri untuk berhenti memproduksi netbook pada Desember 2011. Langkah Dell diikuti produsen lain, seperti Samsung, Sony, Toshiba, dan Hewlett Packard (HP).

Asus menyusul pada September 2012 lalu untuk berhenti memproduksi netbook seri Eee PC yang memakai prosesor Intel Atom pada akhir 2012. Acer dan Micro-Star International (MSI) juga berencana tak merilis produk netbook lagi.

Performa! Inilah alasan utama mengapa netbook mulai ditinggalkan. Ia hanya dibekali prosesor Intel Atom yang sebenarnya agak kewalahan jika dipakai membuka aplikasi yang memakan banyak memori. Ditambah lagi jika Anda membuka banyak aplikasi, maka bersiaplah untuk menunggu agak lama, dan semoga saja netbook Anda tidak hang.

Papan ketik (keyboard) yang mini juga jadi salah satu alasan seseorang menghindari netbook, ia hanya mendukung pekerjaan mengetik dan produktivitas skala kecil.

Ukuran dan resolusi layar netbook tak mendukung grafis beresolusi tinggi. Jangan harap netbook mampu memainkan game kelas berat atau memutar video HD. Layar kecilnya membuat mata cepat lelah. Terlebih jika dipakai untuk membuka browser internet, ruang halaman situs web banyak terpotong oleh toolbar dan status bar browser. Ini sungguh menyiksa bagi orang tua, mereka harus melihat dalam jarak dekat agar bisa membaca teks.

Kebanyakan netbook hanya beresolusi 1.024 x 600 pixel. Dengan resolusi itu Anda tak bisa menjalankan Windows 8, karena sistem operasi terbaru Microsoft ini butuh resolusi layar minimum 1.366 x 768 pixel.

Eksistensi netbook mulai dipertanyakan sejak kehadiran komputer tablet pada 2010 lalu. Permintaan netbook di negara maju mulai turun. Pasar potensialnya diarahkan ke negara berkembang macam Indonesia untuk segmen pasar menengah ke bawah. Tak sedikit warga Indonesia yang membeli netbook sebagai komputer pertama dan utama.

Tapi, di Indonesia sendiri, pengiriman komputer pribadi (personal computer/PC) mulai menurun pada kuartal 2 tahun 2012. Menurut lembaga riset IDC Indonesia, melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dollar Amerika Serikat membuat segmen korporat menunda pembelian perangkat komputer, sejumlah proyek publik pun ikut tertunda.

Digempur tablet

Di tengah menurunnya pasar komputer, masyarakat kelas menengah Indonesia punya idola baru, yaitu komputer tablet. Menurut riset IDC Indonesia, pada kuartal 2 tahun 2012 pengiriman tablet ke Indonesia mengalami kenaikan sekitar 100 persen dibandingkan kuartal pertama. Sementara di kuartal 3 tahun 2012, pertumbuhan tablet mencapai 50 persen.

Analis Pasar IDC Indonesia Darwin Lie memprediksi, total pengiriman tablet di tahun 2012 mencapai 1,3 juta unit, dan masih didominasi oleh tablet bersistem operasi Android sebesar 80 persen.

Netbook tak mampu berdiri melawan gelombang pasang tablet. Apalagi tablet menawarkan sensasi baru dalam berkomputasi, dengan navigasi layar sentuh dan tersedia slot kartu SIM yang memungkinkan pengguna terus terkoneksi internet, di manapun dan kapanpun.

Komputer jinjing kategori baru

Pesona netbook juga dihantam oleh komputer jinjing kategori baru. Sejak 2011 lalu dunia mulai mengenal kategori ultrabook. Ia punya ciri khas bentuk yang tipis, ringan, dan layar besar. Tapi tetap memiliki performa tinggi. Kategori yang dipelopori oleh Intel ini telah dibekali prosesor Intel Core i3 hingga Core i7.

Harga ultrabook di pasaran saat ini bisa disebut mahal, tapi lambat laun harganya akan turun. Tanda-tanda itu sudah terlihat, karena kompetisi perangkat komputer semakin ketat. Mau tak mau produsen akan menawarkan harga yang kompetitif.

Ada pula komputer jinjing kategori baru yang memadukan fungsi tablet dan ultrabook. Ada yang menyebutnya convertible, tapi ada juga yang menyebutnya hybrid PC. Apapun penyebutannya, yang jelas ia memiliki fungsi tablet, dengan bentuk fisik ringan, tipis dan performa kencang.

Netbook telah mewarnai evolusi komputer. Ia menginspirasi keberadaan komputer murah berukuran mungil tanpa menyesaki tas ransel Anda. Tapi kembali lagi pada fungsi komputasi. Semua orang butuh komputer dengan spesifikasi tinggi, cepat, dan mampu menjalankan aplikasi kelas berat. Netbook bukan jawaban atas tantangan zaman.

Di tahun 2013 nanti, toko-toko komputer mulai menyingkirkan netbook dari rak etalase. Netbook akan diganti dengan tablet, notebook, ultrabook, dan convertible/hybrid PC. Hingga nanti tiba waktunya kita akan mengucapkan selamat tinggal pada netbook.

Sumber: KOMPAS Tekno

Terbaru

  • Inilah Inovasi Terbaru Profesor UI: Pelumas Mobil dari Minyak Nabati!
  • Daftar Sekarang! Beasiswa S2 di Italia dari IYT Scholarship 2026 Sudah Dibuka
  • Sejarah Hantavirus dan Perkembangannya Sampai ke Indonesia
  • Kementerian Pendidikan: Mapel Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027!
  • Ketua Fraksi PKB MPR-RI: Kemenag Respon Cepat Pendidikan Santri Ndolo Kusumo Pati yang Terdampak
  • Viral Video Sejoli Di Balai Kota Panggul Trenggalek, Satpol PP Janji Usut
  • Video Viral Wakil Wali Kota Batam Tegur Keras Pasir Ilegal
  • LPDP Buka Peluang Beasiswa S3 Prancis 2026, Simak Syaratnya!
  • Inilah Panduan Lengkap dan Aturan Main Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Jawa Tengah Tahun 2026
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar MOFA Taiwan Fellowship 2027
  • RESMI! Inilah Macam Jalur di SPMB Sekolah Tahun Ajaran 2026
  • Ini Loh Rute Terbaru TransJOGJA Per Mei 2026, Jangan Salah Naik!
  • Inilah Jadwal Operasional MRT Jakarta Per Mei 2026, Berubah Dimana?
  • Inilah Syarat dan Mekanisme Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Talenta (OSN, Seniman, Hafidz, Atlet dll) 2026/2027
  • Inilah Daftar Saham Farmasi di BEI Per Mei 2026, Pilih Mana?
  • Kesehatan Mental Itu Penting: Inilah Isi Chat Terakhir Karyawan Minimarket Sukabumi Bundir
  • Inilah Kampus Swasta Terbaik Jurusan Farmasi di Area Malang Raya
  • Cara Login EMIS 4.0 Kemenag Terbaru 2026 Pakai Akun Lembaga dan PTK Guru Madrasah Aktivasi
  • Survei Parpol Terbaru: Gerindra Unggul, PDIP Ketiga, PKB 5%
  • PKB Resmi Jalin Kerjasama dengan Institut Teknologi & Sains NU Kalimantan
  • Inilah Urutan Terbaru Pangkat TNI Angkatan Darat! (Update 2026)
  • Inilah Panduan Lengkap Operator Sekolah Mengelola SPTJM e-Ijazah dan Menghindari Kesalahan Fatal Data Kelulusan
  • Inilah Syarat dan Penilaian Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur UTBK
  • Download Video Viral Guru Bahasa Inggris? Awas Berisi Virus!
  • PKB Minta Kasus C4bul Pendiri Ponpes Pati Tidak Ada Ampunan & Tuntutan Maksimal
  • Inilah Kronologi Video Viral Preman vs Sopir Di Sumedang
  • Ini Alasan UKP Pariwisata Disindir Konten Kreator Drone Gunung Rinjani
  • Inilah Kronologi Viral Video Dugaan Asusila Pegawai Disdik Pasuruan di Mobil Dinas
  • Polisi Polda Sumut Resmi Dipecat: Dari Video Viral Sampai Sidang Etik Ini Kronologinya
  • ASUS ExpertBook Ultra: Produk Flagship yang Cerminkan Kepemimpinan ASUS di Pasar Global
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to automate professional video production using OpenAI Codex and HyperFrames for stunning motion graphics
  • How to Master Professional Research and Study Projects Using Local Deep Research and Advanced AI Agents
  • How to build a professional web application using the Verdent AI Manager feature to automate your entire technical workflow
  • Testing Baidu Ernie 5.1, ultra-efficient thinking mode to solve your most complex coding and reasoning challenges with ease
  • How to Evaluate AI Logic Performance Using DeepSeek V4 Flash Think and Gemini 3.1 Flash Light in Complex Reasoning Tests
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme