Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

PKB Dukung Pembatasan Kendaraan di Jakarta

Posted on January 27, 2013

Jakarta-Problem kemacetan yang semakin akut, terutama di kota-kota besar di Indonesia tak hanya mengakibatkan kerugian materi,namun juga non materi.Angkanya pun fantastis, baik yang bisa dinominalkan maupun yang tidak.

Pendataan potensi kerugian secara material akibat kemacetan Dinas perhubungan DKI pada 2010 saja menemukan angka Rp45 triliunakibat kehilangan waktu. Sedangkan akibat pemborosan bahan bakar mencapai Rp28 triliun lebih per tahun.Namun,Kementerian Perekonomianmencatat kerugian mencapai angka Rp27 triliun akibat operasionalkendaraan dan pemborosanBBM. Oleh sebab itu, diperlukan terobosan guna mengatasi persoalan ini. Salah satunya berupa keberanian pemerintah menerapkan pembatasan kepemilikan kendaraan.

“Harus ada kebijakan menyangkut kepemilikan kendaraan pribadi,agar orang tidak bebas memiliki kendaraan pribadi semaunya,terutama di kota-kota besar di Indonesia yang tingkat kemacetannya sudah akut seperti Jakarta,” ujar anggota Komisi Perhubungan DPR Marwan Ja`far kepada redaksi www.dpp.pkb.or.id di Jakarta, Minggu (26/1/2013).

Politisi senior Partai Kebangkitan Bangsa itu menegaskan bahwa mengatasi macet butuh tindakan konkrit.Selain opsi pembatasan kendaraan pribadi di atas,Marwan juga mengusulkan kepada pemerintah agar segera menerapkan kebijakan jalan berbayar, seperti yang sudah sukses diterapkan oleh Singapura. Toh,payung hukum kebijakan ini sudah tersedia.“UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan bisa dijadikan landasan untuk penerapan ERP ini,”terang Marwan.

Opsi lain guna mengurai benang kusut persoalan kemacetan,menurut Marwan,adalah penerapanan pola transportasi massal secara komprehensif, tidakparsial,dan untuk kepentingan jangka panjang.Sebab, pembangunan jalan secara horizontalsangat sulit karena minimnya lahan danpembebasan lahan yang sering memakan waktu lama.

Dalam kaitan ini,tak ada pilihan lain yang lebih strategis bagi pemerintah kecuali fokus memikirkan bagaimana mewujudkan transportasi massalyang efisien,aman,nyaman, dan terjangkau baikuntukbarang dan manusia. Misalnya mass rapid transit dalam bentuk sub way, light railtransit dalam bentukmonorail,bus rapid transit dalam bentuk bus way,serta water ways seperti kapalmotor,yang bisa menghubungkan semua wilayah di satu kawasan seperti Jabodetabek.

“Tentunya dengan tidak menafikan harus tersedianya infrastruktur penunjang proyek tersebut terlebih dahulu, bagaimanapun caranya,” cetus pria asalPati,Jawa Tengah tersebut.

Sembari menunggu terealisasinya proyek angkutan massal yang baru,kata Marwan, pemerintah juga harus membenahi angkutan massalyang sudah tidak layak pakai baikdengan peremajaan atau melakukan penggantian yang baru sekaligus menertibkan dan mengatur trayek agar tidak tumpang tindih yang justru menimbulkan kemacetan baru. Misalnya, mengatur bus sedang untuk jalan kolektor atau penghubung antar wilayah dan mikrolet untuk melayani angkutan lingkungan.

Marwan khawatir bila pemerintah taksegera bertindak,maka kemacetan akan terjadi di mana-mana.Pasalnya,puncakmusim hujan diperkirakan jatuh pada bulan Februari mendatang, tapi masalah kerusakan infrastruktur karena banjir sudah terjadi di mana-mana.Tidakhanya di Jakarta,bahkan di daerah lainjuga terjadi.

Akibat kerusakaninfratruktur tersebut,terutama jalan dan jembatan, berakibat pada kemacetan lalulintas.Kemacetan tentuberimbas pada perekonomian nasional.Seperti banjir yang terjadi di Jakarta beberapa saat yang lalu kerugiannya diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah.

“Kita ambil contoh beberapa waktu lalu terjadi kemacetan di tolJakarta-Merak yang kerugiannya mencapai puluhan miliar per hari, tinggal mengalikan berapa hari macetnya.Begitu juga akibat tanah longsor di Puncak-Bogor, diperkirakan menelan kerugian hingga Rp18 miliar lebih. Sedangkan untukkerugian secara ekonomi dari dampak kemacetan non material belum ada yang melakukan penghitungan yang konkrit.Tapi paling tidak hal itu bisa menjadikan renungan kita bersama bahwa kemacetan adalah salah satu masalah besar kita bersama yang harus segera dicarikan solusi,” tutupnya.

Sumber: DPP PKB

Terbaru

  • Inilah Inovasi Terbaru Profesor UI: Pelumas Mobil dari Minyak Nabati!
  • Daftar Sekarang! Beasiswa S2 di Italia dari IYT Scholarship 2026 Sudah Dibuka
  • Sejarah Hantavirus dan Perkembangannya Sampai ke Indonesia
  • Kementerian Pendidikan: Mapel Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027!
  • Ketua Fraksi PKB MPR-RI: Kemenag Respon Cepat Pendidikan Santri Ndolo Kusumo Pati yang Terdampak
  • Viral Video Sejoli Di Balai Kota Panggul Trenggalek, Satpol PP Janji Usut
  • Video Viral Wakil Wali Kota Batam Tegur Keras Pasir Ilegal
  • LPDP Buka Peluang Beasiswa S3 Prancis 2026, Simak Syaratnya!
  • Inilah Panduan Lengkap dan Aturan Main Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Jawa Tengah Tahun 2026
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar MOFA Taiwan Fellowship 2027
  • RESMI! Inilah Macam Jalur di SPMB Sekolah Tahun Ajaran 2026
  • Ini Loh Rute Terbaru TransJOGJA Per Mei 2026, Jangan Salah Naik!
  • Inilah Jadwal Operasional MRT Jakarta Per Mei 2026, Berubah Dimana?
  • Inilah Syarat dan Mekanisme Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Talenta (OSN, Seniman, Hafidz, Atlet dll) 2026/2027
  • Inilah Daftar Saham Farmasi di BEI Per Mei 2026, Pilih Mana?
  • Kesehatan Mental Itu Penting: Inilah Isi Chat Terakhir Karyawan Minimarket Sukabumi Bundir
  • Inilah Kampus Swasta Terbaik Jurusan Farmasi di Area Malang Raya
  • Cara Login EMIS 4.0 Kemenag Terbaru 2026 Pakai Akun Lembaga dan PTK Guru Madrasah Aktivasi
  • Survei Parpol Terbaru: Gerindra Unggul, PDIP Ketiga, PKB 5%
  • PKB Resmi Jalin Kerjasama dengan Institut Teknologi & Sains NU Kalimantan
  • Inilah Urutan Terbaru Pangkat TNI Angkatan Darat! (Update 2026)
  • Inilah Panduan Lengkap Operator Sekolah Mengelola SPTJM e-Ijazah dan Menghindari Kesalahan Fatal Data Kelulusan
  • Inilah Syarat dan Penilaian Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur UTBK
  • Download Video Viral Guru Bahasa Inggris? Awas Berisi Virus!
  • PKB Minta Kasus C4bul Pendiri Ponpes Pati Tidak Ada Ampunan & Tuntutan Maksimal
  • Inilah Kronologi Video Viral Preman vs Sopir Di Sumedang
  • Ini Alasan UKP Pariwisata Disindir Konten Kreator Drone Gunung Rinjani
  • Inilah Kronologi Viral Video Dugaan Asusila Pegawai Disdik Pasuruan di Mobil Dinas
  • Polisi Polda Sumut Resmi Dipecat: Dari Video Viral Sampai Sidang Etik Ini Kronologinya
  • ASUS ExpertBook Ultra: Produk Flagship yang Cerminkan Kepemimpinan ASUS di Pasar Global
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme