Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Ikuti Suluk Maleman Sampak GusUran Malam ini

Posted on November 21, 2015

Orkes Puisi Sampak GusUruan menyelenggarakan Suluk Maleman di Rumah Adab Indonesia Mulia, Jalan P. Diponegoro No 94 – Pati, Jawa Tengah, Sabtu malam ini (21/11) mulai 20.00 WIB sampai dengan selesai. Kali ini hadir dengan tema: Peradaban Mulut.

Kegiatan tersebut dihadiri Sujiwo Tejo, Dr. Abdul Ghofur Maimoen, Drs. Ilyas M.Ag, dan Anis Sholeh Ba’asyin.

Di akun Facebooknya, Anis Sholeh Ba’asyin yang Pengurus Pusat Lesbumi ini menuliskan kegiatan tersebut berikut ini:

Di pengadilan akhirat, tak ada lembaga perwakilan. Semua akan bicara untuk dirinya sendiri. Bahkan mulut manusia pun dikunci untuk bicara mewakili organ-organ lain. Dia hanya boleh bicara untuk mewakili posisinya sendiri sebagai salah satu organ; sejajar dengan organ lain yang juga akan bicara dan memberi kesaksiannya sendiri.

Masalahnya: di dunia ini mulut sudah begitu digdaya sebagai lembaga perwakilan. Dia berkuasa dan punya hak prerogatif untuk bicara apa saja mewakili dan mengatas namakan organ-organ lain. Baik disuruh atau tidak, dia bisa bicara mewakili kepala, tangan, kaki, perut atau organ-organ lain yang ada di tubuh manusia, yang memang dari sononya tidak punya kemampuan untuk menyuarakan kepentingannya sendiri.

Tapi celakanya, mulut malah tidak berkuasa atas dirinya sendiri. Posisi uniknya sebagai organ yang mampu jadi saluran munculnya bunyi-bunyi simbolik yang dikenal sebagai bahasa; telah menyebabkan perannya sering dimanipulasi menjadi sekedar corong atau public relation bagi kekuatan lain yang lebih berkuasa atas dirinya.

Meski demikian, justru peran terakhir inilah yang menempatkan posisi mulut menjadi sangat sentral sekaligus rentan dalam peradaban. Karena mulut bisa sekaligus mengangkat derajat atau sebaliknya menghinakan. Bisa menjadi juru bicara kebenaran, tapi bisa juga jadi juru bicara kejahatan. Bisa mewakili Tuhan, tapi sekaligus bisa mewakili Iblis.

Ketika kaki terantuk batu, mulut mewakilinya mengungkapkan kesakitan. Tapi bisa juga: mulut berteriak-teriak soal kelaparan seolah sedang mewakili perut yang sebenarnya tidak sedang lapar. Ini karena di satu sisi kerja mulut tergantung pada otak, sementara di sisi lain kerja otak bisa didominasi nafsu. Ketika mulut menyuarakan kesakitan, dia bekerja atas sistem koordinasi sistem syaraf di otak yang terpicu oleh antukan batu di kaki. Dan, dalam hal ini dia jujur.

Tapi ketika dia berteriak soal kelaparan, dia bekerja karena tombol koordinasi syaraf di otak telah dikacaukan dengan sinyal palsu dari nafsu. Sinyal palsu yang sengaja direkayasa nafsu untuk merebut tujuannya sendiri. Dalam hal ini peran mulut jadi manipulatif.

Disinilah masalah dimulai: manusia cenderung bernafsu menciptakan dalil dan dalih untuk menilai perbuatannya sendiri, dan ini telah menempatkan mulut sebagai pembela paling utama dan paling ulung bagi manusia. Sedikit sekali orang yang berani melepaskan perbuatannya untuk dinilai oleh sejarah dan Tuhan, tanpa perlu pusing-pusing memutar mulut untuk membuat penilaiannya sendiri. Kebanyakan orang lebih suka ‘mengarang’ penilaian bagi tindakan yang sudah maupun yang akan dilakukannya.

Tentu saja, penilaian ini dimaksud untuk mengkonstruksi citra artifisial yang bisa memperkecil rasa bersalah atau -kalau perlu- malah mencitrakan kebenaran. Bayangkan, dengan mulutnya manusia bisa terus memilih untuk menyebut seribu satu dalih yang kira-kira akan mendukung ‘kebenaran’ tindakannya. Tapi di sisi lain, sengaja menyembunyikan satu alasan pokok yang sebenarnya menjadi alasan utamanya melakukan perbuatan tersebut.

Tak heran bila mulut telah berubah menjadi agama utama manusia. Orang merasa cukup menempatkan agama di mulutnya, lantas merasa aman dari semua substansinya. Orang sudah merasa alim, bila mulutnya sudah fasih dengan dalil-dalil. Orang sudah merasa punya kapling di surga, bila di tiap kesempatan bisa memamerkan kelihaiannya menyebut nama Tuhan. Orang sudah merasa pemimpin, bila sudah ahli merekayasa dukungan publik.

Lepas dari mulut, semua ini tak berjejak dalam kenyataan. Fasihnya orang akan dalil tak menghalanginya untuk terus menyumbang kerusakan di semesta. Lihainya orang menyebut nama Tuhan tak menumbuhkan kasih sayang pada saudara-saudaranya yang digayang penderitaan. Keahlian merekayasa tak pernah mendorong orang cancut taliwondho menyelamatkan rakyat yang mulai kehilangan harapan terapung di samudra bencana.

Nah, dalam konteks ini bisa dipahami alasan ‘pembungkaman’ mulut dalam pengadilan akhirat. Sebagai lembaga perwakilan, mulut sering menjadi alat apologi, bahkan untuk sesuatu yang jelas-jelas disadari sebagai kejahatan. Jadi, tutup saja mulutmu! Mulutmu harimaumu! Bencana yang beruntun-runtun ini tak lagi bisa dibela oleh kecanggihan mulut memutar kata! Perdaban mulutmu sedang ditampar Tuhan!

Bagi yang tidak bisa hadir langsung pada kegiatan tersebut, bisa disimak pada siaran tunda: PAS 101,0 FM Senin 23 November 2015 jam 21.00 WIB. Streaming: www.pasfmpati.com dan www.paspati.co.id . Siaran Tunda: ASWAJA TV Setiap Ahad jam 21.00 – 24.00 WIB. Siaran Tunda: TV9 Setiap Selasa jam 22.00 – 24.00 WIB. (Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

Terbaru

  • Inilah Inovasi Terbaru Profesor UI: Pelumas Mobil dari Minyak Nabati!
  • Daftar Sekarang! Beasiswa S2 di Italia dari IYT Scholarship 2026 Sudah Dibuka
  • Sejarah Hantavirus dan Perkembangannya Sampai ke Indonesia
  • Kementerian Pendidikan: Mapel Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027!
  • Ketua Fraksi PKB MPR-RI: Kemenag Respon Cepat Pendidikan Santri Ndolo Kusumo Pati yang Terdampak
  • Viral Video Sejoli Di Balai Kota Panggul Trenggalek, Satpol PP Janji Usut
  • Video Viral Wakil Wali Kota Batam Tegur Keras Pasir Ilegal
  • LPDP Buka Peluang Beasiswa S3 Prancis 2026, Simak Syaratnya!
  • Inilah Panduan Lengkap dan Aturan Main Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Jawa Tengah Tahun 2026
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar MOFA Taiwan Fellowship 2027
  • RESMI! Inilah Macam Jalur di SPMB Sekolah Tahun Ajaran 2026
  • Ini Loh Rute Terbaru TransJOGJA Per Mei 2026, Jangan Salah Naik!
  • Inilah Jadwal Operasional MRT Jakarta Per Mei 2026, Berubah Dimana?
  • Inilah Syarat dan Mekanisme Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Talenta (OSN, Seniman, Hafidz, Atlet dll) 2026/2027
  • Inilah Daftar Saham Farmasi di BEI Per Mei 2026, Pilih Mana?
  • Kesehatan Mental Itu Penting: Inilah Isi Chat Terakhir Karyawan Minimarket Sukabumi Bundir
  • Inilah Kampus Swasta Terbaik Jurusan Farmasi di Area Malang Raya
  • Cara Login EMIS 4.0 Kemenag Terbaru 2026 Pakai Akun Lembaga dan PTK Guru Madrasah Aktivasi
  • Survei Parpol Terbaru: Gerindra Unggul, PDIP Ketiga, PKB 5%
  • PKB Resmi Jalin Kerjasama dengan Institut Teknologi & Sains NU Kalimantan
  • Inilah Urutan Terbaru Pangkat TNI Angkatan Darat! (Update 2026)
  • Inilah Panduan Lengkap Operator Sekolah Mengelola SPTJM e-Ijazah dan Menghindari Kesalahan Fatal Data Kelulusan
  • Inilah Syarat dan Penilaian Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur UTBK
  • Download Video Viral Guru Bahasa Inggris? Awas Berisi Virus!
  • PKB Minta Kasus C4bul Pendiri Ponpes Pati Tidak Ada Ampunan & Tuntutan Maksimal
  • Inilah Kronologi Video Viral Preman vs Sopir Di Sumedang
  • Ini Alasan UKP Pariwisata Disindir Konten Kreator Drone Gunung Rinjani
  • Inilah Kronologi Viral Video Dugaan Asusila Pegawai Disdik Pasuruan di Mobil Dinas
  • Polisi Polda Sumut Resmi Dipecat: Dari Video Viral Sampai Sidang Etik Ini Kronologinya
  • ASUS ExpertBook Ultra: Produk Flagship yang Cerminkan Kepemimpinan ASUS di Pasar Global
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme