Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Minimnya Papan Informasi Berbahasa Indonesia di Saudi

Posted on January 18, 2013

Surabaya, NU Online
Judul di atas sepintas mungkin tidak banyak warga Negara Indonesia yang memperhatikan atau memperdulikan, namun hati kecil M. Ali Haidar, salah seorang guru besar dan dosen di Universitas Negeri Surabaya, merasa terusik juga untuk mempertanyakan “apakah Bahasa Indonesia tidak layak untuk menjadi salah satu bahasa petunjuk bagi warga, khusunya jamaah umrah/haji Indonesia yang jumlahnya tidak sedikit?

Saat rombongan jamaah umrah dari Indonesia turun dari pesawat Garuda Airlines tiba di Bandara Haji King Abduaziz sekitar pukul 18.00 waktu Saudi atau sekitar pukul 22.00 WIB, mereka langsung memasuki ruang tunggu dan menempati tempat duduk yang telah tersedia untuk antre menunggu pemeriksaan imigrasi, terang Ali Haidar yang baru pulang menunaikan ibadah Umrah pertengahan Juli 2011.

“Sepintas pasti tidak dirasakan oleh jamaah Indonesia saat menginjakkan kaki di ruangan besar dan bersuhu dingin itu bahwa semua papan petunjuk yang ada di sekitarnya hanya berbahasa Arab dan Inggris,” paparnya.

Ia menuturkan bahwa bagi seseorang yang telah melakukan perjalanan jauh, setibanya di tempat tujuan pasti mencari kamar kecil (toilet). Bagi jamaah tidak menemui kesulitan karena petunjuk yang bisa dibedakan adalah gambar kepala seorang pria bersorban dengan tulisan “Men’s Toilet”, sementara untuk puteri gambar kepala wanita berjilbab dengan tulisan “Women’s Toilet”. Pasti dalam hati para jamaah berpikir ini bandara internasional jadi tidak perlu ada Bahasa Indonesia.

Selama berada di Tanah Suci, para jamaah akan mengunjungi beberapa tempat ibadah. Seperti Raudah di Masjid Nabawi Madinah. Nah di wilayah itu ditulis beberapa sepanduk besar bertuliskan pengumuman dalam Bahasa Arab, Inggris bahkan Bahasa Urdu, yang intinya jamaah dilarang berdesakan karena akan membahayakan diri sendiri dan kesempatan ibadah masih terbuka luas.

Bahkan di beberapa tempat lainnya, seperti hotel, restoran atau objek wisata yang banyak diikunjungi wajah-wajah Indonesia, tidak ada sedikitpun kalimat pengumuman atau papan petunjuk arah yang menggunakan Bahasa Indonesia. Bila bertanya kepada petugas yang ada cukup dengan menggunakan bahasa “tarzan”.

Dan yang paling memprihatinkan saat jamaah berkemas kembali ke Tanah Air harus menunggu di bandara dalam waktu yang cukup lama. Jadwal penerbangan sudah jelas, namun di pintu nomor berapa jamaah menuju ruang pemberangkatan itu belum ada penjelasan. Satu menit sebelum diumumkan dalam Bahasa Inggris dan Arab, di layar monitor tertera nomor pintu yang harus dilalui jamaah Indonesia. Nah bisa dibayangkan ….woww.. ruang bandara yang dipenuhi hampir 90 persen jamaah Indonesia itu serentak menuju pintu pemberangkatan.

Yang menjadi pertanyaan mengapa Bahasa Indonesia tidak begitu penting bagi Pemerintah Saudi untuk menjadikan Bahasa Indonesia sebagai pengantar, padahal jumlah masyarakat yang menunaikan ibadah haji dan umrah bisa dikatakan mendominasi dibandingkan dengan jamaah dari negara-negara lain.

Bahkan sumber dari Depag RI, jumlah warga Indonesia yang menunaikan ibadah haji mencapai 200 ribu lebih setiap tahun atau pada posisi pertama, sementara jumlah terbanyak kedua adalah Warga Turki yang hanya mencapai 50 ribu orang.

Sementara di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, pengumuman keberangkatan pesawat bagi penumpang yang tujuannya ke Singapura atau Hong Kong, selalu digunakan Bahasa Mandarin, karena jumlah penumpang sebagian besar Warga China.

Mungkinkah Bahasa Indonesia dianggap tidak penting atau …Pemerintah Indonesia yang tidak menganggap hal itu penting untuk melakukan negosiasi dengan Pemerintah Saudi demi harga diri bahasa dan bangsanya ?

Atau kita hanya bangga bila petugas imigrasi di Bandara Arab Saudi itu menyapa : “Assalamualaikum … apa kabar Indonesia,” kata Ali Haidar yang juga pengamat sosial di Surabaya itu.

Terbaru

  • Inilah Inovasi Terbaru Profesor UI: Pelumas Mobil dari Minyak Nabati!
  • Daftar Sekarang! Beasiswa S2 di Italia dari IYT Scholarship 2026 Sudah Dibuka
  • Sejarah Hantavirus dan Perkembangannya Sampai ke Indonesia
  • Kementerian Pendidikan: Mapel Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027!
  • Ketua Fraksi PKB MPR-RI: Kemenag Respon Cepat Pendidikan Santri Ndolo Kusumo Pati yang Terdampak
  • Viral Video Sejoli Di Balai Kota Panggul Trenggalek, Satpol PP Janji Usut
  • Video Viral Wakil Wali Kota Batam Tegur Keras Pasir Ilegal
  • LPDP Buka Peluang Beasiswa S3 Prancis 2026, Simak Syaratnya!
  • Inilah Panduan Lengkap dan Aturan Main Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Jawa Tengah Tahun 2026
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar MOFA Taiwan Fellowship 2027
  • RESMI! Inilah Macam Jalur di SPMB Sekolah Tahun Ajaran 2026
  • Ini Loh Rute Terbaru TransJOGJA Per Mei 2026, Jangan Salah Naik!
  • Inilah Jadwal Operasional MRT Jakarta Per Mei 2026, Berubah Dimana?
  • Inilah Syarat dan Mekanisme Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Talenta (OSN, Seniman, Hafidz, Atlet dll) 2026/2027
  • Inilah Daftar Saham Farmasi di BEI Per Mei 2026, Pilih Mana?
  • Kesehatan Mental Itu Penting: Inilah Isi Chat Terakhir Karyawan Minimarket Sukabumi Bundir
  • Inilah Kampus Swasta Terbaik Jurusan Farmasi di Area Malang Raya
  • Cara Login EMIS 4.0 Kemenag Terbaru 2026 Pakai Akun Lembaga dan PTK Guru Madrasah Aktivasi
  • Survei Parpol Terbaru: Gerindra Unggul, PDIP Ketiga, PKB 5%
  • PKB Resmi Jalin Kerjasama dengan Institut Teknologi & Sains NU Kalimantan
  • Inilah Urutan Terbaru Pangkat TNI Angkatan Darat! (Update 2026)
  • Inilah Panduan Lengkap Operator Sekolah Mengelola SPTJM e-Ijazah dan Menghindari Kesalahan Fatal Data Kelulusan
  • Inilah Syarat dan Penilaian Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur UTBK
  • Download Video Viral Guru Bahasa Inggris? Awas Berisi Virus!
  • PKB Minta Kasus C4bul Pendiri Ponpes Pati Tidak Ada Ampunan & Tuntutan Maksimal
  • Inilah Kronologi Video Viral Preman vs Sopir Di Sumedang
  • Ini Alasan UKP Pariwisata Disindir Konten Kreator Drone Gunung Rinjani
  • Inilah Kronologi Viral Video Dugaan Asusila Pegawai Disdik Pasuruan di Mobil Dinas
  • Polisi Polda Sumut Resmi Dipecat: Dari Video Viral Sampai Sidang Etik Ini Kronologinya
  • ASUS ExpertBook Ultra: Produk Flagship yang Cerminkan Kepemimpinan ASUS di Pasar Global
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme