Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Jalan Sufi Para Lansia

Posted on August 11, 2011

Magelang, NU Online
”Ya Allah, Gusti kula nyuwun tetep iman Islam-e ndonya akherat. Mbenjang pejah, khusnul qotimah….”(Ya Allah, Tuhan-ku. Saya mohon supaya tetap iman Islam-nya, dunia akhirat. Nanti kalau meninggal khusnul qotimah….”

Sepenggal syair salawat jawa itu didendangkan sebagian para santri susai shalat zuhur di Masjid Agung Payaman, Kabupaten Magelang. Suaranya ada lirih, serak dan ada juga yang masih nyaring. Sebagian santri lagi, ada yang hanya menggerakkan bibir tak keluar suaranya.

Itu semua bisa dimaklumi, hampir semua santri di sana adalah lanjut usia, alias Lansia. Uusia mereka di atas 60 tahun. Kulitnya keriput, tubuhnya renta, tapi mereka memiliki semangat luar biasa.

Usai sembayang sebagian santri ngaji Al-Quran. Meski terdengar lirih, tapi tartil dan terdengar merdu. Di sudut lainnya suara tasbih berdesing lembut di tangan beberapa perempuan tua, dengan posisi kepala tertunduk dan mulutnya melafalkan wirid.

Sebuah jalan ke-Ilahian yang ditempuh para orang-orang yang uzur, mencari kebahagiaan dunia dan akhirat. Sekitar 90 persen mereka yang ada di sana adalah perempuan dan selebihnya laki-laki. Sehingga masyarakat jamak menyebut Pesantren Jompo.

Jika pada hari biasa santrinya hanya puluhan, tapi pada bulan suci ini santrinya mencapai 500 lebih. Mbalah sepasan –istilah setempat untuk pengajian Ramadan– selama kurang lebih 20 hari, diikuti antara lain warga dari daerah di Magelang, Temanggun, Wonosobo, Purworejo, Semarang, Salatiga dan DIY.

Pesantren khusus bagi manula itu sudah ada sejak 1937. Pendiri Masjid Agung Payaman dan sekaligus pengasuh pesantren itu adalah Mbah Kiai Romo Agung Muhammad Sirodj.

Bangunan yang berada di Jalan Magelang-Semarang didirikan pada 1930. Kini ia dimakamkan di belakang masjid tersebut, yang tiap 8 Syawal diperingati haulnya.

Hingga kini, pesantren itu tetap berdenyut, kegiatan di bulan Ramadhan tetap ramai, begitu juga di hari-hari biasa hampir tak pernah sepi dari santri yang usianya sudah lanjut.

Pada zaman dahulu, Mbah Kiai Sirodj mengajarkan ilmu agama kepada warga Payaman dan sekitarnya, tapi kini santrinya telah menyebar berbagai daerah Kedu, Semarang dan DIY.

Menurut cerita, adanya Mbalah Sepasan di Masjid Agung Payaman, berawal dari perjalanan Kiai Sirodj ke Makkah dan Madinah. Saat itu ia melihat kebiasaan umat muslim di sekitar masjid Nabawi dan Masjidil Haram, pada bulan suci puasa banyak berdiam di masjid beribadah dan menuntut ilmu.

Setelah pulang, Kiai Sirodj mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat sekitar pada saat Ramadhan, mencontoh seperti yang terjadi di Makkah dan Madinah. Selain itu pada hari-hari biasa juga tetap mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat.

Pada saat zaman sebelum kemerdekaan itu jamah dan santrinya kebanyakan adalah perempuan yang sudah lanjut, sebagian perempuan tua itu para janda yang ditinggal mati suaminya di medan perang.

Kini zaman sudah modern, tapi tradisi di pesantren ini tetap terjaga. Puluhan lansia itu hidup mandiri, membawa peralatan tidur dan masak dari rumah. Di pesantren dan serambi masjid mereka gunakan untuk sejenak membaringkan punggung yang sudah rapuh itu.

Suhu dingin di malam dan pagi tak menghalangi niat mereka untuk mencari ridlo Allah. Mereka disiplin bangun malam shalat tahajud, wiridan ataupun ngaji Al-Quran lebih dari sepertiga malam. Bagi mereka yang tak bisa ngaji lagi, hanya bersila atau bersimpuh membaca istigfar, tasbih, dan lain-lain.

Sawiyah (68) asal Temanggung, mengaku dahulu zaman muda tak begitu banyak memperdalam ilmu agama. Dia merasa menyesal dan ditebus dengan belajar agama pada hari tua.

“Saya merasakan kedamaian, meski hanya membaca istigfar dan mendengarkan pengajian tapi di hati ini ada kenyamanan,” katanya dalam bahasa Jawa.
Nenek tiga anak dan lima cucu itu mengaku betah di tempat ini. Baginya tak ada lain yang dicari kecuali ridho Allah. Di saat masa uzurnya, suasana mendekat kepada Allah merupakan terapi agar tetap sehat. Karena itu dia bertekad tetap ingin ngaji di tempat ini hingga akhir hayat.

“Ada sebuah hadist, menuntutlah ilmu dari lahir hingga liang lahat. Ini merupakan ruang bagi para lansia untuk belajar seperti Sunah Rasul dan mendapatkan bimbingan menuju surga,” kata salah seorang Pengasuh Pesantren Masjid Agung Payaman, Kiai Nurhuda.

Dikatakannya, sampai kini apa yang diwariskan Mbah Kiai Sirodj akan selalu dijaga sampai kapan pun. Materi yang diberikan pada mbalah sepasan kali ini, masih sama seperti puluhan tahun lalu, antara lain fiqih, tauhid dan akidah serta akhlak.

Menurutnya, secara bergantian para pengasuh memberikan materi dengan bahasa Jawa agar mudah diterima oleh para santri. Dengan bahasa keseharian itu menjadikan para lansia betah dan mengerti pembicaraan yang disampaikan para penceramah.

Aktivitas Ratusan santri lansia ini hampir selama 24 jam, jam tidur istirahat hanylah sebentar. Mulai dini hari mereka sudah bangun sahur, kemudian jamaah subuh dan dilanjutkan ngaji. Pagi, siang hingga sore, juga rutnitas yang sama pengajian dan shalat jamaah. Dilanjutkan dengan tadarus setelah shalat Isya.

Inilah jalan sufi para lansia. Semoga husnul khotimah, Mbah..

Terbaru

  • Inilah Lima HP Xiaomi Rp1 Jutaan Sudah Punya NFC
  • Apa itu Jabatan Panitera Muda Mahkamah Agung, Berapa Gaji & Tunjangannya 2026?
  • Inilah Kenapa Bisa Ada Sensasi Mencekam di Bangunan Tua
  • Apa itu Pengertian Frontier Market di Dunia Saham?
  • Apa itu Krnl Executor Roblox Mei 2026?
  • Inilah Cara Entry Nilai Rapor SPMBJ Jatim 2026 dan Berkas yang Dipersiapkan
  • Inilah 15 SMA Swasta Terbaik di Semarang Menurut Hasil SNBP 2026
  • Inilah Rekomendasi Motor Matic Paling Nyaman Buat Jarak Jauh 2026
  • Ini Jadwal dan Itinerary Liburan Long Weekend Tebing Breksi Yogyakarta
  • Game James Bond 007 First Light Siap Diluncurkan
  • Ini Cara Cek WhatsApp Di Hack atau Tidak + Tips Biar Lebih Aman
  • Daftar Harga HP Vivo Mei 2026, Ini Yang Paling Murah
  • Inilah Lenovo Legion Y70 2026 Bawa Snapdragon 8 Gen 5 dan Baterai Monster, Kapan Rilis?
  • Rekomendasi Lima HP Murah 2 Jutaan dengan RAM 12 GB
  • Hasil Penelitian: Boneka Melatih Kecerdasan Emosional Anak
  • SALAH! MIT Ungkap AI Tidak Ganti Karyawan Karena Efisiensi
  • Inilah Inovasi Terbaru Profesor UI: Pelumas Mobil dari Minyak Nabati!
  • Daftar Sekarang! Beasiswa S2 di Italia dari IYT Scholarship 2026 Sudah Dibuka
  • Sejarah Hantavirus dan Perkembangannya Sampai ke Indonesia
  • Kementerian Pendidikan: Mapel Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027!
  • Ketua Fraksi PKB MPR-RI: Kemenag Respon Cepat Pendidikan Santri Ndolo Kusumo Pati yang Terdampak
  • Viral Video Sejoli Di Balai Kota Panggul Trenggalek, Satpol PP Janji Usut
  • Video Viral Wakil Wali Kota Batam Tegur Keras Pasir Ilegal
  • LPDP Buka Peluang Beasiswa S3 Prancis 2026, Simak Syaratnya!
  • Inilah Panduan Lengkap dan Aturan Main Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Jawa Tengah Tahun 2026
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar MOFA Taiwan Fellowship 2027
  • RESMI! Inilah Macam Jalur di SPMB Sekolah Tahun Ajaran 2026
  • Ini Loh Rute Terbaru TransJOGJA Per Mei 2026, Jangan Salah Naik!
  • Inilah Jadwal Operasional MRT Jakarta Per Mei 2026, Berubah Dimana?
  • Inilah Syarat dan Mekanisme Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Talenta (OSN, Seniman, Hafidz, Atlet dll) 2026/2027
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme