Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Menjadi Islam Bernafas Indonesia

Posted on October 6, 2011

Oleh: Muhammadun*

Membaca gerak eksistensi Islam di bumi Nusantara terlihat sekali kaki perjuangan Islam yang tertancap begitu kuat dalam artefak sejarah perjuangan Nusantara. Setiap fase kehadiran Islam selalu menyibakkan ruang perjuangan yang gigih dan menyejukkan. Ketika masuk Nusantara pada abad ke-7 M, melalui Selat Malaka dan pusat-pusat perdagangan di Pulau Jawa, Islam hadir dengan penuh kasih, damai, dan bersaudara. Ketika kaum kolonial menginjak-injak martabat bangsa, para pejuang Islam berdiri digarda depan menumpas kekejaman kolonialisme. 

Ketika kemerdekaan diusik Belanda, “Resolusi Jihad” umat Islam Surabaya mampu membangkitkan spirit perjuangan menghadang kolonial. Dan ketika Indonesia berjuang mengisi kemerdekaan, Islam selalu hadir sebagai basis etika sosial umatnya. Islam tak pernah dipaksakan sebagai ideologi negara. Umat Islam dengan legowo menerima Pancasila, UUD 1945, dan NKRI sebagai bentuk final –meminjam bahasa Kiai Ahmad Siddiq- kehidupan kebangsaan.

Fakta kesejarahan eksistensi Islam itulah yang coba diterawang secara kritis. Peta peran kesejarahan yang selama ini kurang mendapatkan perhatian serius dalam studi sejarah di Indonesia harus dihidupkan, sehingga memantikkan kesadaran beragama dalam memantulkan komitmen kebangsaan. Dalam buku-buku sejarah baik yang resmi (yang digunakan disekolah sebagai buku-buku teks) maupun yang tidak resmi (bacaan umum), Islam diposisikan sebagai sesuatu yang tidak signifikan. Malahan, ada kesan peranan Islam yang mempersatukan ikatan emosional dan heroisme perjuangan mengusir penjajah serta pembentukan wilayah ini “menjadi Indonesia”, pun hendak diabaikan. Dalam analisis Taufik Abdullah, ada gerakan wacana (discourse movement) yang mencoba membelokkan sejarah, yang meletakkan peranan Islam semata-mata sebagai footnote_ dalam arus besar sejarah Indonesia. Memang, lanjut Taufik, sejarah sering menjadi ajang perebutan hegemoni terkait diktum “siapa yang menguasai masa lalu akan menguasai masa depan.”

Walaupun terjadi peminggiran Islam dalam sejarah Indonesia, tetap saja Islam mempunyai peran besar dalam terwujudnya Indonesia. Peminggiran peran kesejarahan justru membuka mata dunia bahwa Islam yang berkembang di Indonesia justru menjadi basis budaya dan basis etik berbagai strategi perjuangan yang dilakukan bangsa Indonesia. Ya, Islam justru tidak terikat dengan kepentingan kekuasaan, sehingga netral dan bebas berkreatifitas dalam memajukan peradaban bangsa. Terlebih di tengah berbagai benturan kepentingan dan benturan peradaban dunia. Islam Indonesia selalu tepat menempatkan diri dalam berbagai konflik local dan konflik global. Islam Indonesia menjadi Islam yang khas, nyentrik. Dalam bahasa Nurcholis Madjid, Islam Indonesia merupakan Islam yang paling sedikit terarabkan, lantaran berada di wilayah pinggiran yang jauh dari pusat Islam Arab, dan memiliki budaya sendiri yang berbeda dengan budaya Arab. Atau dalam analisis MB Hooker, telah terjadi Islam mazhab Indonesia yang fatwa-fatwa keagamaan dalam merespon perubahan sosial didasarkan pada basis kebudayaan yang berkembang di Nusantara.

Para cendekiawan muda Indonesia sekarang menamakan keislamannya dengan sebutan Islam Pribumi. Yakni Islam yang menancapkan kakinya di berbagai tradisi dan khazanah kebudayaan yang tertanam dalam bumi Nusantara. Islam Pribumi meletakkan ajaran Islam dalam kerangka kebudayaan local Indonesia. Tidak terikat dan terkait dengan situasi kearaban. Bagi aktivis gerakan Islam pribumi, wahyu (Islam) bukanlah berada di luar konteks yang kukuh tak berubah, melainkan berada dalam konteks yang mengalami perubahan demi perubahan (al-wahyu laysa khorij al-zaman tsabitan la yataghayyaru, bal dhakhil al-zaman yatathawwaru bi tathawwurihi). Dengan menempatkan wahyu yang demikian, Islam Pribumi dapat berdamping dan berkembang secara sinergis di bumi Indonesia: tanpa kehilangan otentisitas keislamannya. Jalan inilah yang pernah dilakukan Imam al-Syafi’i, Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, dan para pejuang Islam lainnya di bumi Nusantara.

Dalam kerangka berfikir tersebut, maka umat Islam hidup di Indonesia sebagai warga negara yang sama statusnya dengan umat agama lain. Umat Islam Indonesia bukan Ummah yang eksklusif dan sectarian. Umat Islam menyebut Indonesia sebagai “Bangsa Muslim” (tanpa mengingkari golongan minoritas non-Muslim yang ada), bukan “Negara Islam” yang berkonotasi politis dan ideologis. Jalan inilah yang dicontohkan umat Islam ketika National Indische Partij dalam Konggres Nasional se-Hindia tahun 1922 yang mengajukan konsep nasionalisme Hindia. HOS Tjokroaminoto, misalnya, menjelaskan bahwa Islam tidak merintangi nasionalisme. Justru melalui Islam lah nasionalisme Indonesia dapat tumbuh subur. Senada dengan Tjokro, M. Natsir menyatakan bahwa sebelum dipergunakan istilah “nasionalisme Indonesia”, ketika bebagai organisasi, seperti Boedi Oetomo, Jong Sumatranen Bond, dan sebagainya, membatasi diri pada suku bangsa masing-masing, pergerakan yang berdasarkan Islam sudah lama mempunyai ikatan kebangsaan. Pergerakan Islam-lah, lanjut Natsir, yang lebih dulu membuka jalan perjuangan kemedekaan di Tanah Air, yang mula-mula menanamkan bibit persatuan Indonesia, yang menyingkirkan sifat kepulauan dan keprovinsian.

Spirit nasionalisme dan kebangsaan yang tertancap dalam peran kesejarahan Islam di Indonesia menjadi bukti bahwa berbagai gerakan sebagian umat Islam yang terus mempropagandakan negara Islam, Khilafah Islamiyah, dan jargon senada lainnya, tidak sesuai dengan spirit perjuangan founding fathers  Islam di Indonesia. Menjadi Islam bernafas Indonesia bukanlah dengan memaksakan ideologi keislaman, tetapi dengan mengedepankan Islam sebagai basis etik gerakan kebudayaan dan peradaban bangsa. Menempatkan Islam dalam kerangka ideologis hanya akan mencerai-beraikan Islam sendiri: politisasi agama sering kali hanya menjadi alat meraih dan mengais kuasa kepentingan. Sementara menempatkan Islam sebagai basis etik kebudayaan dan peradaban akan menjadikan Islam sebagai ruh dan jiwa berjuang untuk “menjadi Indonesia”: ruh itu akan terus mengalir di sekujur tubuh keindonesiaan.

*Alumnus PP Sunan Ampel Jombang

Terbaru

  • Inilah 10 Jurusan Terfavorit di Universitas Brawijaya Buat SNBT 2026, Saingannya Ketat Banget!
  • Inilah Cara Terbaru Login dan Ubah Password Akun PTK di EMIS GTK IMP 2026
  • Inilah Batas Maksimal Zakat untuk Pengurang Pajak, Ternyata Begini Aturannya!
  • Inilah Cara Mengenali Aplikasi Bodong Penghasil Uang Agar Kalian Nggak Jadi Korban Penipuan Digital
  • Apa itu Error Kode LADK3 saat Buka Rekening Brimo? Dan Solusinya!
  • BOHONG??? Inilah Rincian Anggaran Makan Bergizi Gratis, Ternyata Uang Bahan Makanannya Nggak Sampai Rp15.000!
  • Inilah Tugas Proktor Ujian TKA SD/SMP 2026, Baca Dulu Ada Yang Beda!
  • Tips Pajak Coretax: Inilah Cara Memastikan Lembaga Amil Zakat yang Sah Agar Pajak Kalian Berkurang!
  • Kenapa FreeFire Advance Server Tidak Bisa Diunduh? Ini Penjelasannya!
  • Inilah Realita Biaya Hidup Mahasiswa di Bogor: Ternyata Nggak Semahal yang Kalian Kira!
  • Inilah Cara Blokir Email Spam di Gmail Biar Penyimpanan Nggak Gampang Penuh
  • Inilah Cara Aktivasi Keaktifan PTK di EMIS GTK IMP 2026 Biar Tunjangan Cair Lancar!
  • Inilah Cara Menilai Sumbangan yang Disetarakan dengan Uang Supaya Pajak Kalian Berkurang
  • Apa itu Pin di iMessage?
  • SKTP Nggak Muncul di Info GTK padahal Sudah Terbit? Ini Trik Rahasia Biar Data Langsung Update!
  • Ini Trik Nuyul Cari Cuan di Game Puzzle Farm 2026 Biar Koin Melimpah Tanpa Undang Teman
  • Inilah Ukuran Kertas Thermal 58mm ISO Di Word, Berapa dan Panduan Lengkap Memilihnya
  • Bukan Cuma Zakat! Ternyata Sumbangan Jenis Ini Bisa Ngurangin Pajak Kalian! Simak Penjelasannya
  • Inilah Caranya Mengajar Bahasa Indonesia di Amerika Serikat Lewat Beasiswa Fulbright FLTA 2026
  • Inilah 6 Rekomendasi HP yang Awet dan Tahan Lama Biar Kalian Nggak Gonta-ganti Terus!
  • Apa itu Proses BOP dan Psikotes BRI Life?
  • Ini Cara Input Tugas Tambahan Guru di EMIS GTK IMP 2026 Biar Jam Mengajar Aman!
  • APK Juice Pack Frenzy Penipuan? Benarkah Membayar atau Cuma Tipuan Iklan? Ini Faktanya!
  • Apakah Apk ReelAct Penipu? Mau Tarik 100 Dolar dari Reel Act? Cek Dulu Faktanya Biar Nggak Rugi Waktu!
  • Inilah Rekomendasi Game Turn Base Android dan PC Terbaik Buat Kalian yang Suka Strategi!
  • Inilah Cara Membuat Sertifikat di Canva dan Ukuran Standar yang Wajib Kalian Tahu
  • Inilah Aturan Zakat yang Bisa Jadi Pengurang Pajak Bruto Kalian, Sudah Tahu Belum?
  • Inilah Data Pendaftar KIP Kuliah 2026 Jalur SNBP dan Bocoran Kriteria yang Lolos!
  • Inilah Game Silent Hill: Townfall, Teror Psikologis Baru yang Bakal Bikin Kalian Gemetar di Tahun 2026!
  • Inilah Trailer Mortal Kombat 2, Johnny Cage Resmi Gabung dan Siap Hadapi Shao Kahn!
  • Does KDE Plasma Require Systemd? Debunking the Mandatory Dependency Myths
  •  How to Fix ‘docs.google.com Refused to Connect’ Error in Windows 10/11
  • Aerynos Feb 2026 Update: Faster Desktops and Moss Performance Boost
  • Pangolin 1.16 Adds SSH Auth Daemon: What You Need to Know
  •  How to Fix Windows Audio Endpoint Builder Service Not Starting Errors
  • Prompt AI Menyusun Script Pola Suara Karakter agar Brand Jadi Ikonik
  • Prompt AI untuk Merancang Karakter Brand yang Ikonik
  • Prompt AI Audit Konten Sesuai Karakter Brand
  • Prompt AI Merubah Postingan LinkedIn Jadi Ladang Diskusi dengan ChatGPT
  • Prompt AI: Paksa Algoritma LinkedIn Promosikan Konten Kalian
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme