Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Tentang Nikon D3100

Posted on February 16, 2012

Jakarta- Nikon, salah satu produsen kamera dari Jepang, mempersembahkan kamera film Nikon D3100, yang mengalami peningkatan cukup signifikan dari pendahulunya, Nikon D3000.

Inilah kamera yang memberi pengalaman berbeda kepada penggunannya di bidang fotografi. Kualitas gambar yang dihasilkan mendekati kamera khusus bagi para fotografer profesional.

Yang menarik dari kamera ini adalah kemampuannya merekam gambar video dalam full HD atau high definition. D3100 merupakan kamera pertama DSLR Nikon dengan kemampuan ini.

Salah satu perbaikan yang dilakukan Nikon teradahap D3100 dibandingkan pendahulunya D3000 adalah resolusi image sensor yang lebih tinggi.

Sementara pada D3000 resolusinya hanya 10 megapiksel DX-format, maka pada Nikon D3100 resolusi image sensor bertambah menjadi 14,2 megapiksel CMOS.

Teknologi CMOS membuat image sensor D3100 hampir setara dengan 18 megapiksel jika dibandingkan dengan jajaran kamera DSLR dari keluarga Canon Rebel.

Fitur tambahan baru yang dibenamkan pada D3100 adalah kemampuan untuk mengedit foto dengan mudah dan efisien. Fitur tersebut mudah digunakan bagi fotografer pemula sekali pun.

Dalam rubrik uji coba kali ini Tempo berkesempatan untuk mencicipi kebolehan kamera film Nikon D3100. Berikut ini beberapa fitur yang menyertai kamera ini.

Desain dan Fitur
Nikon D3100 cukup ringan dan mudah di bawa ke mana pun. Beratnya hanya sekitar 455 gram tanpa lensa. Ditambah lensa pun, semisal 35mm f/1.8 DX, bobotnya masih cukup ringan.

Resolusi image sensor D3100 mencapai 14,2 megapiksel CMOS. Ini adalah keunggulan utama dibandingkan dengan pendahulunya D3000, yang hanya diperkuat 10 megapiksel.

Nikon memperkaya pengalaman fotografi di D3100 dengan menghadirkan image processing system yang dinamakan Expeed2. Ini mesin pengolahan gambar inovasi terbaru dari Nikon.

Berkat Expeed2, gambar yang dihasilkan sangat kaya warna dan pengaturan warna yang lebih dinamis. Pengaturan kontras, kecepatan, dan ketajaman pencahayaan menjadi lebih mudah.

Fitur lain yang telah dibenamkan adalah Active-D Lighting. Fitur ini memudahkan pengambilan gambar dalam kondisi minim cahaya atau dalam area terdapat banyak bayangan.

Active-D Lighting mampu menghilangkan efek bayangan tersebut. Hasilnya, gambar yang didapat tetap jernih, tajam, dan natural.

Nikon D3100 masih menggunakan sasis dan desain D3000, dengan beberapa tambahan fungsi tombol. Salah satu yang menonjol adalah pengatur shooting mode, yakni mengubah dari single, continuous, timer, dan quiet mode shooting dalam sekali putar.

Lantaran ditujukan bagi fotografer pemula, D3100 dilengkapi dengan Guide mode atau petunjuk cara pemakaian. Fitur ini ada di Nikon D3000. Bedanya, di D3100 lebih mudah dimengerti.

Berkat Guide mode ini pengguna pemula dapat dengan mudah mengerti cara mengubah aperture atau shutter speeds, tentu dengan bahasa yang jauh dari terminologi fotografi.

Pada bagian belakang kamera terdapat layar LCD seluas 3 inci dengan resolusi 230 ribu dots. Selain itu ada control pad, control wheel, dan tombol Live View serta tombol review.

Tombol Live View tidak terdapat pada D3000. Nikon dengan cerdik menambahkan tombol ini agar para pemula yang masih terbiasa dengan melihat layar saat membidik bisa dengan mudah menggantinya.

Merekam video, dengan resolusi 1920×1080 pixels pada 24fps, dapat dilakukan dengan menekan tombol rekam instant-on pada tombol pengatur Live View.

Pada sisi kiri D3100 terdapat beberapa opsi untuk konektivitas, termasuk mini-HDMI dan USB out, AV out, serta port untuk terhubung dengan GPS. Tak ada port eksternal mikrofon tambahan, yang tentu sedikit mengecewakan.

Nikon D3100 jelas lebih baik ketimbang kakanya Nikon D3000. Kamera ini lebih cepat, banyak fitur baru yang dibenamkan, lebih ringan dan mudah di bawa ke mana pun, serta harganya cukup sebanding dengan fitur yang ditawarkan.

Kualitas gambar yang dihasilkan mendekati karya para fotografer profesional. Sedangkan proses editing pada kamera sangat mudah bak mainan anak-anak.

FIRMAN

PLUS
Terdapat 11 titik autofocus yang membuat gambar lebih tajam
Resolusi yang dihasilkan mencapai 1080 piksel
Mudah dioperasikan dan nyaman dipegang
Kaya fitur dengan harga relatif terjangkau

MINUS
Tak ada DOF preview
Tidak kompatibel dengan lensa lama yang belum AFS
Saat merekam video terdengar suara lensa berputar mencari fokus yang cukup mengganggu

SPESIFIKASI
Tipe Kamera : DSLR
Sensor Optikal : CMOS
Resolusi : 14,2 megapiksel
Layar LCD : 3 inci
ISO : 100, 200, 400, 800, 1600, 3200
Format Gambar : NEF, RAW, RAW + JPEG
Resolusi Gambar : 4608 x 3072 pixels
Penyimpanan : Secure Digital Card, Secure Digital High Capacity
Format Video : MPEG-4, QuickTime (MOV)
Resolusi Video : 1920 x 1080 pixels
Kecepatan Video : 24 fps
Baterai : Lithium ion
Dimensi : 96 x 124 x 74.5 mm
Berat : 455 gram
Harga : Rp 5,6 juta

Sumber: Tempo

Terbaru

  • Inilah Syarat dan Cara Pendaftaran IMEI Internasional Mulai Mei 2026
  • Bocoran Spek Samsung Galaxy S27 Ultra Nih, Kamera 3X Hilang + Teknologi AI
  • Inilah Perbedaan Motorola G47 dan Motorola G45, Cuma Kamera 108 Megapiksel Doang?
  • Update Baru Google Gemini: Bisa Bikin File Word, PDF, Excel secara Otomatis
  • Rekomendasi Motor Listrik 2026 Anti Mogok!
  • Ini Loh Honda Vision 110, Motor Baru Seharga Beat & Rangka eSAF Khusus Pasar Eropa
  • Inilah Mobil-Mobil Paling Cocok Transisi ke Bioetanol E20 dan Biodiesel B50!
  • Inilah Ternyata Batas Minimal Daya Cas Mobil Listrik di Rumah
  • DJP Geser Batas Akhir Lapor Pajak Sampai 31 Mei 2026
  • PKB Tanggapi Dingin Usul Yusril Ihza Mahendra Soal Parliamentary Treshold 13 Kursi
  • LPTNU Kritik Keras Rencana Penutupan Prodi: Kenapa Tidak Komprehensi & Berbasis Problematika Nyata?
  • Gus Rozin PWNU Jawa Tengah Setuju Cak Imin, Konflik PBNU bikin Warga Kesal dan Tidak Produktif
  • Pengamat: Prabowo Harus Benahi KAI, Aktifkan juga Jalur Kereta Lama & Baru
  • Sekjend PBNU: Jadwal Muktamar Usulan PWNU Sejalan Hasil Rapat Pleno & Rais Aam
  • PKB Desak Hukuman Maksimal Kasus Little Aresha & Evaluasi Total Sistem Penitipan Anak secara Nasional
  • PKB Usul Modernisasi Sistem Kereta dan CCTV di Kabin Masinis, Setuju?
  • Menteri PPA Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Polemik Pindah Gerbong Wanita di KRL
  • Cara Kirim Robux Mudah di Roblox Beli Skin Shirt Preview
  • Kronologi kasus dugaan penyebaran konten asusila oleh anak anggota DPRD Kutai Barat?
  • Inilah Alasan Kenapa Gelembung Air di Luar Angkasa Bisa Jadi Eksperimen Fisika yang Keren Banget
  • Inilah Contoh Naskah Doa Upacara Hardiknas 2026 yang Syahdu dan Penuh Makna
  • Inilah 10 Peringkat SMP di Daerah Istimewa Yogyakarta Berdasarkan Hasil TKA TKAD 2025/2026 Terbaru
  • Inilah Cara Download FF Beta Versi Terbaru 2026, Lengkap Dengan Cara Daftar Advanced Server Resmi
  • Inilah Cara Menghilangkan YouTube Shorts di Beranda Biar Nggak Menghambat Scrolling Kalian!
  • Inilah Kabar Gembira Program Magang Nasional 2026, Kuota Naik Drastis Jadi 150 Ribu Peserta!
  • Inilah House of Amartha: Mengenal Bisnis Thariq Halilintar di Balik Pernikahan Mewah El Rumi dan Syifa Hadju
  • Inilah Cara Kuliah S1-S2-S3 Gratis dan Cepat Lewat Beasiswa BIB Kemenag Jalur Akselerasi 2026
  • Inilah Aturan Baru Penugasan Guru Non-ASN 2026, Nasib Kalian Ditentukan Sampai Tanggal Ini!
  • Inilah Cara Daftar Pra SPMB Banten 2026 Biar Proses Masuk Sekolah Jadi Makin Lancar
  • Inilah Rincian Biaya Jalur Mandiri Untirta 2026 Lengkap Per Fakultas dan Program Studi
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Transform Your Windows 11 Interface into a Sleek and Modern Aesthetic Masterpiece
  • How to Understand Google’s New TPU 8 Series for Massive AI Training and Inference
  • How to Level Up Your PC Gaming Experience with the New Valve Steam Controller and Its Advanced Features
  • How to build a smart voice agent with the AssemblyAI Voice Agent API and Universal-3 Pro for high-accuracy conversations
  • How to create Cinematic AI Kungfu Movie using Flower.ai and SeaDance 2.0
  • How to Build a Professional Headless Shopify Store from Scratch with the New Shopify AI Toolkit and Claude Code
  • How to Use Nvidia Nemotron-3 Nano Omni for Advanced Multimodal AI Reasoning
  • How to use Google Gemini Deep Research to automate professional analysis and save hours of work every week
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme