Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Pidato Kebudayaan KH Zamawi Imron dan Harlah 50 Lesbumi NU

Posted on March 30, 2012

Jakarta, NU Online
Sastrawan D Zawawi Imron seharusnya sudah lima belas tahun lalu menerima anugerah sastra tertingi di kawasan Asia Tenggara, The S.E.A. Write Award dari Kerajaan Tahiland.

Demikian disampaikan Pemimpin Redaksi majalah sastra Horison Jamal D. Rahman saat menyampaikan kesaksiannya tentang kiprah kepenyairan Zawawi. Hal itu ditegaskan Jamal sebelum Zawawi menyampaikan pidato kebudayaan di gedung PBNU, Jakarta, Rabu malam (28/3) lalu.

Pidato kebudayaan itu berjudul Menimba Ilham Vitalitas dari Nilai-nilai Pesantren, disampaikan dalam rangka peringatan hari lahir ke-50 Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU.

“Sebenarnya, penganugerahan itu sudah diusulkan para sastrawan sejak tahun 90-an, tapi Pemerintah RI tidak cepat tanggap. Makanya, lambat sekali dia mendapatkan anugerah tersebut,” ujarnya.

D Zawawi Imron adalah penyair serba bisa asal Madura, kelahiran 1945. Ia seorang kiai, mubaligh, dan pengasuh pesantren. Aktivitasnya sangat padat, “Sekali waktu Pak Zawawi menelepon saya ketika ia di Gorontalo. Di waktu lain, ia bilang di Sumatera,” ujar Ahmad Tohari yang juga didaulat untuk menyampaikan kesaksiannya.

Zawawi menulis puisi sejak usia 13 tahun, ketika ia di pesantren. Pada mulanya hanya sebagai kegemaran dan panggilan jiwa saja. Tapi kemudian salah seorang temanya mengetik puisinya berjudul Sembari Diri Berangkat Tua. Dan dimuat di media lokal Minggu Bhirawa.

Kemudian puisi demi puisi lahir dari tangannya, “Pak Zawawi pernah bilang kepada saya, bahwa ia sudah membuat seratus puisi dalam sebulan,” ungkap Tohari, penulis novel Ronggeng Dukuh Paruk di hadapan 300 hadirin.

Pada mulanya Tohari tidak percaya. Kalaupun iya, pasti kualitasnya menurun. Tapi lama-kelamaan Tohari sadar, puisinya Zawawi tetap berkualitas.

Karena ituah, berbagai penghargaan pernah diterima Zawawi. Pada tahun 1979, sajaknya memperoleh juara I dalam lomba yang ditaja Perhimpunan Sahabat Pena Indonesia. Tahun 1983, 1984, 1985 ia memenangkan lomba yang digelar Perhimpunan Indonesia Amerika. Tahun 1985, syairnya Nenek-moyangku Airmata memperoleh hadiah Yayasan Buku Utama.

Tahun 2010, penyair berjuluk Celurit Emas itu, mendapat penghargaan dari Majelis Sastra Asia Tenggara. Dan tahun 2011 menggondol South East Asia Write Award. Hadiah tersebut dianugerahkan di Mandarin Oriental, Bangkok, 16 Februari 2012.

Tak heran, sastrawan Martin Aleida pernah menggambarkannya Zawawi sebagai Penyair Raksasa dari Madura. Hal itu diungkapkan Martin saat Sarasehan Kristalisasi Pemikiran Gus Dur, beberapa waktu lalu.

Terbaru

  • Inilah Syarat Dokumen SSU ITB 2024-2026 yang Wajib Kalian Siapkan Supaya Nggak Gagal Seleksi Administrasi
  • Inilah Episyrphus Balteatus, Lalat Unik Penyamar yang Sangat Bermanfaat bagi Taman Kalian
  • Inilah Cara Lolos Seleksi Siswa Unggul ITB Lewat Jalur Tes Tulis Biar Jadi Mahasiswa Ganesha
  • Inilah Penemuan Fosil Hadrosaurus yang Ungkap Bahwa Penyakit Langka Manusia Sudah Ada Sejak Zaman Prasejarah
  • Inilah Penemuan Terbaru yang Mengungkap Bahwa Sunburn Ternyata Disebabkan Oleh Kerusakan RNA
  • Inilah Alasan Kenapa Manusia Lebih Sering Hamil Satu Bayi daripada Kembar Menurut Penelitian Terbaru
  • Inilah Syarat dan Cara Pendaftaran IMEI Internasional Mulai Mei 2026
  • Bocoran Spek Samsung Galaxy S27 Ultra Nih, Kamera 3X Hilang + Teknologi AI
  • Inilah Perbedaan Motorola G47 dan Motorola G45, Cuma Kamera 108 Megapiksel Doang?
  • Update Baru Google Gemini: Bisa Bikin File Word, PDF, Excel secara Otomatis
  • Rekomendasi Motor Listrik 2026 Anti Mogok!
  • Ini Loh Honda Vision 110, Motor Baru Seharga Beat & Rangka eSAF Khusus Pasar Eropa
  • Inilah Mobil-Mobil Paling Cocok Transisi ke Bioetanol E20 dan Biodiesel B50!
  • Inilah Ternyata Batas Minimal Daya Cas Mobil Listrik di Rumah
  • DJP Geser Batas Akhir Lapor Pajak Sampai 31 Mei 2026
  • PKB Tanggapi Dingin Usul Yusril Ihza Mahendra Soal Parliamentary Treshold 13 Kursi
  • LPTNU Kritik Keras Rencana Penutupan Prodi: Kenapa Tidak Komprehensi & Berbasis Problematika Nyata?
  • Gus Rozin PWNU Jawa Tengah Setuju Cak Imin, Konflik PBNU bikin Warga Kesal dan Tidak Produktif
  • Pengamat: Prabowo Harus Benahi KAI, Aktifkan juga Jalur Kereta Lama & Baru
  • Sekjend PBNU: Jadwal Muktamar Usulan PWNU Sejalan Hasil Rapat Pleno & Rais Aam
  • PKB Desak Hukuman Maksimal Kasus Little Aresha & Evaluasi Total Sistem Penitipan Anak secara Nasional
  • PKB Usul Modernisasi Sistem Kereta dan CCTV di Kabin Masinis, Setuju?
  • Menteri PPA Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Polemik Pindah Gerbong Wanita di KRL
  • Cara Kirim Robux Mudah di Roblox Beli Skin Shirt Preview
  • Kronologi kasus dugaan penyebaran konten asusila oleh anak anggota DPRD Kutai Barat?
  • Inilah Alasan Kenapa Gelembung Air di Luar Angkasa Bisa Jadi Eksperimen Fisika yang Keren Banget
  • Inilah Contoh Naskah Doa Upacara Hardiknas 2026 yang Syahdu dan Penuh Makna
  • Inilah 10 Peringkat SMP di Daerah Istimewa Yogyakarta Berdasarkan Hasil TKA TKAD 2025/2026 Terbaru
  • Inilah Cara Download FF Beta Versi Terbaru 2026, Lengkap Dengan Cara Daftar Advanced Server Resmi
  • Inilah Cara Menghilangkan YouTube Shorts di Beranda Biar Nggak Menghambat Scrolling Kalian!
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Use DeepSeek V4 Pro for Insane Coding Performance
  • How to Deploy the NVIDIA CuOpt Supply Chain Agent for Rapid Optimization
  • How to Build Your Own AI Workforce with Ruflo
  • How to Run a Fully Multimodal AI Agent Locally for Free (Hermes Agent + Nemotron)
  • How to Manage AI Agents Like a Pro with OpenAI Symphony
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme