Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Budi Utomo: Sejarah dan Bahasa

Posted on May 21, 2022

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Bandung Mawardi

Sejarah itu dimulai dari lembaran-lembaran terbaca. Orang-orang menamakan surat kabar. Dulu, penamaan pasti mula-mula dalam bahasa Belanda atau bahasa Inggris, sebelum kaum bumiputra memberi nama berbeda. Kedatangan mesin cetak dan gairah mengadakan bacaan memang berselera Barat untuk mengubah lakon di Hindia Belanda. Pada awal abad XX, surat kabar tak cuma memberi kabar tapi “membakar”. Kita mengartikan ada percikan-percikan perubahan oleh kaum elite terpelajar sadar pesona bacaan dan kapitalisme cetak.

Tokoh dijelaskan panjang oleh Akira Nagazumi dalam buku berjudul Bangkitnya Nasionalisme Indonesia: Budi Utomo 1908-1918 (1989): Wahidin Soediroheosodo. Ia turut menggerakkan Retnodoemilah. Tokoh “mengubah” sejarah itu berpredikat redaktur. Pada 1901, ia mengumumkan ingin mengadakan Retnodoemilah dalam bahasa “Melajoe”, tak selalu cuma berbahasa Jawa. Retnodoemilah dijadikan lembaran-lembaran mengajak berubah dan bergerak. Sekian tulisan atau salinan ceramah Wahidin Soedirohoesodo di Retnodoemilah dianggap “titik tolak untuk melancarkan propaganda tentang kebangkitan bangsa Jawa.” Pendidikan menjadi penentu.

Ingatan-ingatan sering disampaikan dalam peringatan hari bersejarah (20 Mei 1908) bahwa Wahidin Soedirohoesodo bergerak atau berkeliling. Pada suatu hari, ia berjumpa dan bercakap dengan murid-murid STOVIA. Pelbagai impian dan misi dipikirkan untuk mewujud. Di halaman sejarah, kita mengingat dampak dari pelbagai tulisan, ceramah, dan percakapan menjadi Budi Utomo: memunculkan tokoh-tokoh membuat kita sadar pendidikan dan “jabatan” menentukan perubahan meski lambat.

Sejarah memuat masalah bimbang dan gairah berbahasa. Para penggerak sejarah mengalami hari-hari belajar, hiburan, politik, dan intelektual dalam beragam bahasa: Belanda, “Melajoe”, dan Jawa. Semua bahasa berpengaruh dalam selera berpikir dan tata cara hidup. Kita berlagak mengerti ada bahasa-bahasa bergolak sebelum dan setelah pembentukan Budi Utomo.
Baca juga:  Syahadat Fatimah: Pengaruh Islam Persia di Nusantara
Institusi pendidikan, surat kabar, perbukuan, dan perkumpulan mengabarkan awal abad XX menjadi abad persaingan bahasa demi “madjoe”, modern, atau bergerak. Bahasa Belanda mungkin tebar pesona dan terpilih bagi kaum muda menempuhi abad penuh ketakjuban. Di tanah jajahan, bahasa kaum penjajah itu digunakan bukan demi “kepatuhan” tapi ikhtiar mengubah derajat dan membuka kemungkinan “melawan” dengan batas-batas perbuatan.

Pada situasi berbeda, ada kehendak mengartikan gerakan memuliakan tanah air menggunakan bahasa sudah terakrabi bersama di Nusantara: bahasa “Melajoe”. Titik-titik sejarah dibuat tokoh-tokoh lahir dan tumbuh dalam ruang sosial-kultural Jawa. Mereka memiliki bahasa Jawa tapi meragu untuk membuktikan kekuatan dan ketakjuban dalam mengartikan abad XX.

Penamaan perkumpulan jelas tak mengacu bahasa Belanda atau Inggris. Kaum muda mengingat kata-kata dalam bahasa Jawa telah mendapat pengaruh kuat dari Sanskerta. Mereka di keseharian belajar dan bergaul dalam bahasa Belanda tapi memiliki ikatan dengan bahasa Jawa. Konon, penamaan bermula dari pujian Soetomo atas pemikiran Wahidin Soedirohoesodo: “Punika satunggaling pedamelan sae sarta nelakaken budi utami.” Bahasa terlalu menentukan pemikiran dan perbuatan bagi kalangan terpelajar awal abad XX.

Keinginan memajukan pendidikan model Barat mengandung konsekuensi berbahasa Belanda dan Inggris. Bahasa-bahasa mengantarkan pengetahuan bagi bumiputra. Kefasihan menggunakan bahasa “Melajoe” membuat pergaulan meluas dan menguat bila berpijak kepantasan maju di tanah jajahan.

Keinginan maju dan berubah melalui perkumpulan harus diurus menggunakan bahasa Belanda untuk dokumen atau surat. Pemberitaan pendirian Budi Utomo pun menggunakan beragam bahasa di surat kabar. Pada 1975, terbit buku berjudul Kilasan Petikan Sejarah Budi Utomo oleh Yayasan Idayu. Usaha membaca sejarah melalui penerjemahan dokumen-dokumen termuat dalam buku berjudul De opkomst van de Nationalistische in Nederlands Indie (SL van der Wall). Semula, berbahasa Belanda. Orang-orang tak mampu membaca meski ingin menilik sejarah. Penerjemahan memberi “kemudahan” setelah terbingungkan sejarah. Dokumen-dokumen mengiringi dan menanggapi peristiwa 20 Mei 1908 dan Kongres Budi Utomo di Jogjakarta.
Baca juga:  Surat-Surat Politik Imam al-Ghazali
Buku mengikutkan pula maklumat atau tulisan dalam bahasa “Melajoe” pada masa 1920-an berkaitan Budi Utomo. Kita menguti guntingan dari surat kabar Boedi Oetomo, 25-26 Oktober 1922: “Malem Minggoe jbl kedjadian Boedi Oetomo membikin persidangan besar di gedong roemah setan Malioboro dengan dikoendjoengi wakil tjabang 20 dan 200 orang loearan jang diminta datang mengoendjoengi perkoempoelan ini.” Pada masa 1920-an, Budi Utomo masih berpengaruh meski “tersaingi” oleh pelbagai organisasi dan partai politik berhaluan berbeda. Kita membaca berita itu mengerti dampak membahasakan Budi Utomo dalam alur pergerakan politik kebangsaan.

Di buku Abdurrachman Surjomihardjo berjudul Budi Utomo Cabang Betawi (1980), kita temukan petikan-petikan berita dan artikel di pelbagai surat kabar beragam bahasa. Semua berurusan kelahiran dan perkembangan Budi Utomo. Sekian surat kabar tercatat: Java Bode, De Locomotief, Bataviaasch Nieuwasblad, Pemberita Betawi, dan lain-lain.

Kita tergoda menghadirkan ulang kutipan diperoleh Abdurrachman Surjomihardjo mengenai perkara bahasa demi kepahaman publik. Pembuatan anggaran dasar dan rumah tangga memerlukan kejelasan dalam bahasa: “R Sosrosoegondo… membatja ontwerp statuten BO jang masih bertjampoer adoek Huishoudelijk reglement, dalam bahasa Melajoe, akan didengarkan orang banjak, soepa mereka mengerti peratoerannja…” Dulu, tokoh itu tercatat sebagai guru bahasa-bahasa di Jogjakarta. Ia membuat Baoesastra Melajoe-Djawa dan menulis buku mengenai bahasa “Melajoe”. Buku itu berjudul Kitab Jang Menjatakan Djalannja Bahasa Melajoe.

Budi Utomo mula-mula demi memajukan orang-orang Jawa. Pendidikan dipentingkan dan adat-bahasa dipermasalahkan. Dulu, Radjiman Wediodiningrat dalam ceramah berbahasa Jawa mengingatkan agar keinginan menjadi maju atau modern tak meninggalkan kejawaan. Pendidikan-pengajaran cara Barat memang memajukan tapi mengandung dampak-dampak tak selalu baik bagi identitas Jawa.
Baca juga:  Riwayat Kota-kota Mati
Surat kabar, pengetahuan, dan bahasa terpikirkan saat peringatan (hari) sejarah dilakukan sejak masa kekuasaan Soekarno sampai sekarang. Kita mungkin jarang membuat pemaknaan melalui bahasa, terkalahkan oleh Kongres Pemuda II (1928). Dilema bahasa sudah dimulai sejak awal abad XX. Budi Utomo pun dalam dilema bahasa, sebelum kaum muda mengumumkan bahasa Indonesia, 28 Oktober 1928.

Kita menemukan kutipan dan penjelasan mengenai Budi Utomo dan bahasa dalam buku Hans Pols berjudul Merawat Bangsa: Sejarah Pergerakan Para Dokter Indonesia (2019). Pada 1908, Wahidin Soedirohoesodo berpidato dalam bahasa “Melajoe” menjelaskan “perjuangan untuk sebuah eksistensi menjadi semakin sulit bagi orang Jawa.” Pendidikan menjadi jawaban tapi jangan menjadi tiruan atau salinan Barat. Tokoh tua dan penggerak itu menginginkan orang-orang Jawa melalui pendidikan modern mendapat “pengetahuan” dan “sains”. Jawa bakal maju.

Pada 20 Mei 2022, kita membuat peringatan untuk sejarah Budi Utomo. Peringatan tak (lagi) terlalu memasalahkan bahasa-bahasa. Kita mungkin bakal terkejut bila ada seruan atau tanggapan atas peringatan hari sejarah mulai sering berbahasa Inggris. Begitu.

 

 

 

 

 

Baca Juga

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.

Terbaru

  • Survei Parpol Terbaru: Gerindra Unggul, PDIP Ketiga, PKB 5%
  • PKB Resmi Jalin Kerjasama dengan Institut Teknologi & Sains NU Kalimantan
  • Inilah Urutan Terbaru Pangkat TNI Angkatan Darat! (Update 2026)
  • Inilah Panduan Lengkap Operator Sekolah Mengelola SPTJM e-Ijazah dan Menghindari Kesalahan Fatal Data Kelulusan
  • Inilah Syarat dan Penilaian Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur UTBK
  • Download Video Viral Guru Bahasa Inggris? Awas Berisi Virus!
  • PKB Minta Kasus C4bul Pendiri Ponpes Pati Tidak Ada Ampunan & Tuntutan Maksimal
  • Inilah Kronologi Video Viral Preman vs Sopir Di Sumedang
  • Ini Alasan UKP Pariwisata Disindir Konten Kreator Drone Gunung Rinjani
  • Inilah Kronologi Viral Video Dugaan Asusila Pegawai Disdik Pasuruan di Mobil Dinas
  • Polisi Polda Sumut Resmi Dipecat: Dari Video Viral Sampai Sidang Etik Ini Kronologinya
  • ASUS ExpertBook Ultra: Produk Flagship yang Cerminkan Kepemimpinan ASUS di Pasar Global
  • Inilah Tahapan dan Syarat Pendaftaran Beasiswa Garuda 2026 Gelombang II (25 Mei – 25 Juni 2026)
  • Ini Maksud Soal Tugas Guru Non-ASN Berakhir 2027!
  • Apa Itu Siscamling? Inilah Cara Mengaktifkan Paket Anti Spam Telkomsel
  • Sah, Nilai TKA Jadi Salah Satu Komponen Seleksi Siswa SPMB Secara Nasional 2026
  • Inilah 3 Lagi Pinjol Ilegal Menurut OJK Tahun 2026
  • Cara Login Proktor Browser OSN Mode Online, Uji Coba OSN Semua Jenjang Terbaru
  • Inilah Link Web Komunikasi OSN 2026 anbk.kemendikdasmen.go.id/osnk ANBK Kemendikdasmen untuk Simulasi
  • Inilah Jadwal Pembagian Deviden BBRI 2026, Siap-siap!
  • Ini Alasan Kenapa Followers IG Berkurang Sendiri Mei 2026?
  • Panduan Download vhd-osnk-2025_fresh versi 29.25.5.0 untuk Uji Coba OSN-K SMA SMP Sederajat 2026
  • Iniloh Syarat dan Komponen Nilai Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Nilai Rapor 2026/2027
  • Inilah Syarat dan Prosedur Ikut Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Tes Tulis 2026/2027
  • Inilah Kronologi & Latar Belakang Kasus Erin Taulany vs ART Hera: Masalah Facebook Pro?
  • Inilah Alasan Kenapa Ending Film Children of Heaven diubah di Indonesia
  • Ini Alasan Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualaf Richard Lee
  • Inilah Syarat Dokumen SSU ITB 2024-2026 yang Wajib Kalian Siapkan Supaya Nggak Gagal Seleksi Administrasi
  • Inilah Episyrphus Balteatus, Lalat Unik Penyamar yang Sangat Bermanfaat bagi Taman Kalian
  • Inilah Cara Lolos Seleksi Siswa Unggul ITB Lewat Jalur Tes Tulis Biar Jadi Mahasiswa Ganesha
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Use Anthropic’s New AI Agents to Automate Your Financial Workflows Like a Pro
  • How to Secure Brand Deals Easily Using AI-Powered Professional Pitch Estimates in Just a Few Clicks
  • How to Master Google’s NotebookLM and Its Revolutionary AI Features for Smarter Learning
  • How to Use Claude AI in PowerPoint to Create Amazing Presentations Automatically
  • How to Utilize OpenAI’s Advanced Real-time Voice Models for Interactive Applications
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme