Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Islam Agraris: Tarekat, Petani, dan Oligarki Politik

Posted on April 9, 2022

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Wildan Taufiqur Rahman

Tarekat telah menjadi bagian penting dalam masyarakat kita, sebab kehadiran sebuah tarekat turut membentuk kontruksi sosial, filsafat hidup, hingga spiritualitas masyarakat. Abdul Wadud Kasyful Humam dalam buku Satu Tuhan Seribu Jalan menjelaskan, tarekat berasal dari bahasa Arab thariqah berarti al khat fi al-sya’I (garis sesuatu), al-sirath (jalan), dan al-sabil (jalan). Dalam kepustakaan barat, kata thariqah menjadi tarikat berarti road (jalan raya), way (cara atau jalan), dan path (jalan setapak).

Kemudian tarekat juga bermakna sebuah perjalanan untuk menggapai tingkatan-tingkatan (maqamat) dalam niatan untuk mendekatkan diri kepada Allah. M Amin Syukur turut memaparkan bahwa tarekat adalah aktivitas keagamaan yang bersifat esoteris, yang dijalankan seorang salik dengan mengistiqomahkan amalan-amalan berupa wirid yang bersanad dari guru ke guru (mursyid) hingga Nabi Muhammad Saw. Dan ketika seseorang bertekad mengikuti tarekat, maka ia harus siap menjalani proses olah batin, latihan-latihan spiritual, yang kesemuanya adalah bagian dari perjuangan yang sungguh-sungguh (mujahadah) dalam tataran dunia kerohanian.

Selanjutnya tarekat-tarekat yang tergolong generasi awal, dan akhirnya tersebar di  masyarakat luas sekitar abad 12 hingga 14 M. Diantaranya Tarekat Qadiriyah di Baghdad, Tarekat Rifa’iyah di Asia Barat, Tarekat Syadziliyah di Maroko, Tarekat Naqsyabandiyah di Asia Tengah. Kemudian  Abdul Wadud Kasyful Humam menjelaskan bahwa tarekat mulai muncul di Nusantara, bisa dilacak dari kehadiran para syekh tarekat di masa Kesultanan Aceh abad 16 atau 17 M, diantaranya Syekh Hamzah Fansuri dan Syekh Syamsuddin al-Sumatrani yang menganut Tarekat Qadiriyah, Syekh Nuruddin al-Raniri yang menganut Tarekat Rifa’iyah, Syekh Abd al-Rauf al- Singkili yang termasuk penganut Tarekat Syattariyah, dan  Syekh Yusuf al-Makassari yang berposisi sebagai penganut Tarekat Khalwatiyah.
Baca juga:  Timur Tengah dalam Sastra Indonesia: Menimbang Kontribusi Fudoli Zaini (2/2)
Lantas seiring waktu, keberadaan para syekh tarekat tersebut, turut mempengaruhi tumbuhnya benih-benih tarekat yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara. Dan menurut Prof Sartono Kartodirjo dalam desertasi Pemberontakan Petani Banten 1888 dideskripsikan bahwa pada abad 19 terdapat tiga tarekat besar yang berpengaruh di Jawa, ketiganya yaitu Qadiriyah, Naqsyabandiyah, Syattariyah. Dan melalui infrastruktur tarekat tersebut, pada nyatanya tak hanya menjadi ruang olah batin namun juga menjadi wadah berhimpun gerakan perlawanan terhadap kolonialisme Belanda di tanah Jawa.

Fakta ini bisa ditemukan pada penjelasan Prof Sartono Kartodirjo tentang Tarekat Qadiriyah yang berkembang pesat di Banten, yang dengan tarekat tersebut, militansi dan amarah masyarakat  muslim terhadap penguasa asing dikobarkan berapi-api sekaligus makin terencana dalam pola gerakan perlawanan yang pecah di bulan Juli tahun 1888, dan para pendukungnya banyak berasal dari kalangan petani.

Hal yang sama sebenarnya juga bisa ditemukan dalam momentum Perang Jawa (1825-1830), dimana menurut Gus Makmun, Pimpinan Pondok Pesantren Malangsari, Dusun Belung, Kediri, Tarekat Syattariyah pada realitasnya banyak dianut Pasukan Pangeran Diponegoro, sehingga turut menjadi pondasi spiritual maupun intelektual yang  memperkokoh perjuangan dalam Perang Jawa. Maka dari berbagai fakta historis yang ada, bisa disimpulkan bahwa tarekat sejatinya mempunyai peran strategis yang kontekstual dalam gerakan keagamaan, politik, maupun perlawanan pada penindasan.
Tarekat dan Petani melawan Oligarki Politik
Tarekat sebagaimana penjelasan di awal tulisan, bisa kita pahami sebagai bentuk jalan kerohanian yang berfungsi untuk menghantarkan manusia pada ruang penyucian jiwa hingga kesadaran rohani untuk selalu dekat dengan Allah Swt. Tarekat juga membawa pengaruh pada sendi-sendi sosial maupun psikologis suatu masyarakat, hal ini bisa kita lihat pada kehidupan sehari-hari masyarakat di Dusun Belung, Desa Kawedusan, Kec.Plosoklaten, Kediri, yang sebagian besar rutinitasnya tampak sufistik sekaligus esoteris.
Baca juga:  Virus Corona dan Kemelaratan Biologis Manusia
Dan tarekat yang berpengaruh besar  di Dusun Belung yaitu Tarekat Qodiriyah wa Naqhsyabandiyah,  dan menurut analisis penulis, dengan adanya tarekat turut memperkokoh tatanan moral maupun budaya yang selama ini berjalan dalam internal masyarakat Dusun Belung, seperti kejujuran, amanah, menghormati antara tetangga, membantu yang kesusahan, menghadiri tahlilan, mengikuti pengajian di masjid, memuliakan kyai, mendoakan para leluhur, hingga mengadakan slametan. Sehingga dengan basis moral dan budaya yang ada, akan turut membentuk paradigma keislaman masyarakat Dusun Belung yang berpihak pada rasionalitas kebaikan dan kemanusiaan, serta menolak berbagai wujud kemungkaran.

Kemudian salah satu perwujudan dari paradigma keislaman masyarakat Dusun Belung tersebut yaitu pensikapan terhadap fenomena politik tahunan terkait pemilu Bupati dan Wakil Bupati Kediri tahun 2020, yang bagi masyarakat Dusun Belung tidaklah sehat dan penuh campur tangan oligarki politik. Sebab yang jadi maju hanya satu calon dan semua partai bersepakat untuk mendukung calon tersebut (cnnindonesia.com). Sehingga bagi masyarakat Dusun Belung yang basisnya adalah agraris, petani, dan santri.

Kenyataan tersebut mencederai nurani, mengubur akal sehat, serta nilai-nilai maslahat yang selama ini dipahami masyarakat Dusun Belung. Dan keberadaan tarekat menjadi  pengikat untuk membentuk gerakan perlawanan kultural yang pada akhirnya menciptakan konflik. Lantas Prof Ramlan Surbakti dalam buku Memahami Ilmu Politik mendeskripsikan bahwa konflik politik dibagi menjadi dua kategori yaitu konflik positif dan konflik negatif. Kemudian gerakan perlawanan kultural atau protes yang dilakukan oleh masyarakat Dusun Belung, menurut penulis termasuk pada kategori konflik positif. Sebab strategi perlawanan yang diterapkan oleh masyarakat Dusun Belung berupa mencoblos atau memilih kotak kosong dan tindakan tersebut masih dalam lingkup konstitusi.
Baca juga:  Hanya Era Gus Dur Abu Bakar Ba’asyir Tidak DipenjaraTafsir Perlawanan Kultural Tarekat Petani
Selanjutnya, menurut hasil pengamatan penulis, strategi perlawanan yang dijalankan oleh masyarakat Dusun Belung yang berwujud perlawanan kultural, selain menunjukkan adanya peran tarekat juga menampakkan bahwa masyarakat Dusun Belung memeluk paham demokrasi secara baik, dan munculnya gagasan perlawanan terhadap proses politik yang ada, bisa dimaknai bahwa apa yang dilakukan masyarakat Dusun Belung juga berangkat dari latar antropologis sebagai petani. Sebab menurut Eric R Wolf dalam buku Petani: Suatu Tinjauan Antropologis memaparkan bahwa kaum petani dalam sistem produksinya banyak terhubung dengan lingkaran kebijakan para penguasa, yang karena itu turut mengondisikan petani untuk bisa paham serta menyusun rumus, bagaimana merespon gejolak politik yang ada. Maka dibagian akhir ini, penulis ingin menyatakan bahwa tarekat dan petani punya relasi kuat, dan Tarekat Qodiriyah wa Naqhsyabandiyah yang berkembang di Dusun Belung, bisa kita dudukkan sebagai tarekat petani yang ikut berperan mengontrol tindak-tanduk penguasa.

 

 

 

 

 

 

 

Baca Juga

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.

Terbaru

  • Hasil Benchmark Xiaomi Pad 8 Global Bocor! Siap-siap Masuk Indonesia Nih
  • KAGET! Ressa Rizky Rossano Akui Sudah Nikah & Punya Anak
  • Inilah Kronologi Ledakan Bom Rakitan SMPN 3 Sungai Raya, Kubu Raya Kalbar
  • Cara Mengatasi Error 208 BCA Mobile
  • Hapus Sekarang! Inilah Hornet, App LGBTQ Tembus Indonesia, Hati-hati
  • Berapa Lama Sih Ngecas HP 33 Watt? Ini Dia Penjelasannya!
  • Cara Cek Saldo Hana Bank Lewat SMS
  • Update Sistem Google Februari 2026: Apa yang Baru dan Perlu Kalian Tahu?
  • Membership FF Bulanan & Mingguan: Berapa DM yang Harus Kalian Siapkan?
  • Maksimal Ngecas HP Berapa Kali Sehari? Boleh 2 Kali Nggak, Sih?
  • Cara Mengatasi Error “Try Again, Open in Another App”
  • Sideload Android: Cara Pasang APK Tanpa Google Play Store (Panduan Lengkap 2026)
  • iPhone Jadi Kamera Vintage Modular? Proyek Kickstarter Ini Bikin Kagum!
  • Cara Mengatasi Video Nest Cam Bermasalah dan Video Hilang
  • iTunes Masih Jadi Rajanya Music? Ini Faktanya!
  • Google Home Smart Button Makin Canggih: Kini Otomatisasi Lebih Fleksibel!
  • F1: The Movie Raih Grammy! Tak Terduga, Kalahkan Bintang Country Ternama
  • Blokir Situs Judi Online: Lindungi Diri & Keluarga dari Dampak Negatif
  • Belanda Larang Anak di Bawah 16 Tahun Gunakan Media Sosial: Ini Detailnya!
  • Gemini Live Mendapat Desain Ulang ‘Floating UI’ yang Super Keren!
  • Galaxy S26 Kehilangan Magnet Qi2? Kebocoran Terbaru Bikin Penasaran!
  • DCT Coin: Crypto Legitim atau Penipuan? Bedah Tuntas, Harga & Fakta Penting!
  • Apple Rilis Update Terbaru untuk iOS, macOS, watchOS & Lainnya!
  • Paket Super Seru Telkomsel: Aplikasi Apa Saja yang Bisa Digunakan?
  • Deus Ex: Human Revolution GRATIS di Android! Buruan Download Sebelum Hilang!
  • Apa Bedanya Thigh, Wing, dan Drumstick di McDonald’s? Yuk, Kupas Tuntas!
  • OpenAI Luncurkan Codex App untuk macOS: Kode Jadi Lebih Mudah!
  • Dana Kaget Wealth Plan: Untung atau Mitos? Review Jujur & Cara Daftarnya!
  • Desain Sony WF-1000XM6 Bocor: Desain Baru, Performa Lebih Gahar!
  • Cara Pinjam 5 Juta di Pegadaian: Mudah, Cepat & Aman! (2024)
  • How to Run Qwen (14B) on AMD MI200 with vLLM
  • How to Enable New Run Dialog in Windows 11
  • How to Disable AI Features in Firefox 148
  • Git 2.53: What’s New?
  • Linux From Scratch Ditches Old System V init
  • Cara Membuat Podcast dari PDF dengan NotebookLlama dan Groq
  • Tutorial Membuat Sistem Automatic Content Recognition (ACR) untuk Deteksi Logo
  • Apa itu Google Code Wiki?
  • Cara Membuat Agen AI Otomatis untuk Laporan ESG dengan Python dan LangChain
  • Cara Membuat Pipeline RAG dengan Framework AutoRAG
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme