Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Kisah Hikmah Klasik (14): Imam al-Qarafi dengan Segala Kesederhanaannya

Posted on April 18, 2022

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Sunnatullah

Jika hendak mencari sosok yang sejak kecil hanya mendedikasikan hidupnya untuk ilmu dan hal-hal yang berkaitan dengannya, menjauh dari pekerjaan-pekerjaan yang tidah berfaedah, dan lebih fokus mengaji dan belajar, maka sosoknya adalah Abu Muhammad al-Qarafi.

Sejak kecil, ia tidak mengenal waktu untuk bermain, bahkan apa saja yang tidak ada faedah di dalamnya selalu ia tinggalkan. Seolah, Allah benar-benar mempersiapkannya untuk tumbuh sebagai sosok yang kelak akan sangat masyhur dalam ilmu pengetahuan dan banyak memberikan manfaat kepada orang lain.

Nama lengkapnya adalah Imam Abdullah bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Bairam bin Abdul Aziz bin Khalifah bin Mudlfar ibn Sha’luk at-Tajj Abu Muhammad bin at-Taqi al-Qursyi al-Maimuni al-Qarafi al-Qahiri asy-Syafi’i. Ia lahir pada paruh abad ketujuh hijriah akhir, tepatnya pada bulan Sya’ban tahun 773 di Qarafah, sekarang sering disebut sebagai daerah yang terletak di Ibu Kota Mesir, Kairo, yang wilayahnya terbentang di Mokattam.
Orang Biasa, Bahkan Sering Tidak Makan
Ulama sejarah mencatat bahwa al-Qarafi memiliki perjalanan yang cukup pelik dan penuh dramatis. Sejak kecil, semangatnya untuk tumbuh sebagai anak kecil yang memiliki cita-cita tinggi sebagai ahli ilmu memang tidak diragukan lagi. Semua waktunya ia gunakan untuk belajar kepada para guru yang ada di sekitarnya pada masa itu.

Namun, di balik semangatnya yang meggelora, ia memiliki keterbatasan finansial. Dalam kesehariannya, ia lebih sering tidak makan karena tidak adanya makanan yang bisa dimakan olehnya. Hidupnya benar-benar miris, tak semewah ulama-ulama pada umumnya yang memiliki dukungan finansial yang cukup, bahkan lebih.

Keadaan seperti itu terus menerus dirasakan oleh al-Qarafi. Ia harus rela dan ikhlas menerima takdir yang sedang menimpanya. Bahkan, sesekali ia harus meminta untuk sekadar makan sebagai bahan penguat untuk belajar. Miris dan pahit betul perjalanan hidupnya. Tak terbayang bahwa ia kelak akan menjadi salah satu tokoh berpengaruh di balik berkembangnya Islam pada akhir abad ketujuh itu.
Baca juga:  Menelaah Para Tokoh Muslim dari Kaum DifabelRihlah Intelektualitas al-Qarafi
Bagi al-Qarafi, lahir sebagai sosok yang memiliki banyak kekurangan akan finansial tidak menghilangkan semangat dan cita-citanya yang luhur untuk tumbuh sebagai orang yang berilmu dan berpendidikan.

Sejak kecil dan masih sangat bocah, ia tak henti-hentinya mendatangi suatu masjid yang terdapat majlis ta’lim di dalamnya. Pagi, siang, sore, hingga malam ia selalu pulang-pergi dari rumahnya untuk sekadar mendapatkan satu ilmu. Semangat keilmuannya sejak kecil sudah tumbuh dalam dirinya. Ia tidak peduli sekalipun lelah dan penat selalu menemaninya.

Demikian gambaran orang yang sudah mencapai derajat bisa merasakan kenyamanan ilmu (laddzah al-ilmi). Jangankan harus pulang-pergi setiap hari, lebih parah dan lebih dramatis dari itu akan dilupakan dan hanya mengingat kenyamanan ilmu. Ia telah menjadi contoh di balik susahnya perjalanan, namun berhasil ia lupakan kesusahan itu demi satu kenikmatan berupa ilmu.

Tidak hanya semangat, ia juga sosok yang saat itu memiliki cita-cita tinggi untuk menjadi seorang hafiz (penghafal Al-Qur’an). Di selain waktu ngaji, Abu Muhammd menggunakan waktunya untuk mengaji dan menghafalkan firman Allah yang mulia nan luhur itu.

Pada akhirnya, sejarah mencatat bahwa ia menjadi salah satu sosok yang telah berhasil meraih ilmu pengetahuan di usianya yang masih sangat muda. Tujuh tahun, yah di usianya yang masih tujuh tahun sudah mampu menghafal Al-Qur’an dan beberapa kitab-kitab lainnya. Prestasi gemilang itu diabadikan oleh Imam as-Sakhawi dalam salah satu kitabnya, ia mengatakan:
Baca juga:  Ulama yang Mulai Serius Belajar di Usia Tua (1): Imam Al-Kisa’i

حَفِظَ الْقُرْآنَ وَهُوَ اِبْنُ سَبْعٍ وَالْإِلْمَامَ لِابْنِ دَقِيْقِ الْعِيْدِ وَالشَّفَا وَأَلْفِيَةَ الْحَدِيْثِ وَالْمِنْهَاجَ وَبَعْضَ الْمَنْظُوْمَةِ الْحَنَفِيَّةِ وَجَمِيْعَ رِسَالَةِ الشَّافِعِي

Artinya, “(Abu Muhammad) telah menghafal Al-Qur’an di usia tujuh tahun, kitab al-Ilmam karangan Ibnu Daqiqi al-‘Id, kitab asy-Syafa (karangan Abul Fadl as-Sibti), kitab Alfiah hadits, sebagian nadzam mazhab Hanafiyah, dan semua kitab risalah Imam asy-Syafi’i.” (Imam as-Sakhawi, ad-Dla’u al-Lami’ li Ahli al-Quruni at-Tasi’, [Beirut, Maktabah Darul Hayah: tanpa tahun], juz II, halaman 458).

Setelah berhasil menghafal Al-Qur’an dan kitab-kitab salaf lainnya, ia mencoba mentahqiq (menguatkan) hafalannya kepada ulama-ulama besar lainnya. selain untuk menghafal, ia juga untuk belajar kepada ulama-ulama yang namanya sudah sangat masyhur pada masa itu.

Sejak saat itu, ia membaca kitab ar-Risalah Imam asy-Syafi’i kepada Imam Siraj al-Kaumi, kitab Muwattha’ Imam Malik bin Anas kepada Imam Abu Abdillah Muhammad bin Yasin al-Jazuli, kitab Alfiyah hadits kepada Imam at-Taqi al-Iraqi, dan beberapa kitab-kitab lainnya yang masih sangat banyak.

Setelah semuanya rampung, ia semakin memperdalam ilmu-ilmu yang telah ia miliki. Tidak sebatas paham dan hafal, ia mentahqiq semua ilmunya kepada ulama-ulama yang sangat kredibel, seperti Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dan Imam Al-Bulqini, Imam Ibnu al-Mulaqqin, tiga ulama mazhab Syafi’iyah yang keilmuannya tidak diragukan lagi dan hidup pada abad yang sama.

Di bawah koreksi ulama-ulama tersohor, Abu Muhammad diakui sebagai salah satu sosok yang tumbuh sebagai ahli ilmu yang kredibel, dan saat itu pula-lah keilmuannya mulai menjadi perhitungan oleh para ulama pada masa itu.
Prestasi Keilmuan al-Qarafi
Setelah mendapat tepuk tangan dan sambutan hangat dari para ulama, sekaliber Imam Ibnu Hajar, tiba saatnya bagi al-Qarafi untuk mengembangkan ilmunya dan s=disebarkan kepada masyarakat luas.
Baca juga:  Beginilah Hadratussyaikh Mencintai Al-Qur’an (1): Falsafah Cinta al-Qur’an
Pada mulanya, sikap rendah hati dan merasa belum pantas untuk menyebarkan ilmu sempat terbesit dalam dirinya. Sebab, sekali pun ilmunya sudah menjulang langit, Abu Muhammad memiliki sikap rendah hati. Namun, para ulama pada masa itu telah memberi restu, bahkan telah memberikan legalitas kepadanya tidak sebatas mengajar, tapi juga untuk berfatwa menggunakan ilmu-ilmu yang sudah ada dalam dirinya,

وَأَذِنَ لَهُ غَيْرُ وَاحِدٍ مِنَ الْأَعْيَانِ بِالْإِقْرَاءِ بَلْ وَالْفَتْوَى

Artinya, “Dan telah memberi izin kepada Abu Muhammad tidak hanya satu orang ulama untuk mengajar, bahkan juga (memberi izin) untuk berfatwa.” (as-Sakhawi, ad-Dla’u al-Lami’ 2/458).

Semua izin yang diberikan para ulama kepadanya tentu tidak sembarang izin, mereka telah memiliki pertimbangan yang sangat kuat sebelum memberikan izin tersebut, di antaranya, (1) Abu Muhammad keilmuannya sudah sangat luas dan dalam; (2) ia memiliki hafalan yang sangat kuat dan tidak mudah lupa; (3) semua diskursus ilmu syariat sudah mendominan ia hafal dan ia paham; dan (4) tentunya sudah waktunya untuk menyebarkan ilmu yang ada dalam dirinya.

Demikian biografi Imam Abu Muhammad al-Qarafi. Ia telah menjadi suri teladan bagi generasi setelahnya, bahwa untuk menjadi ahli tidak disyaratkan lahir dari orang kaya dengan terpenuhinya semua kebutuhan finansial.

Al-Qarafi telah menjadi jawaban, bahwa lahir dari sosok yang memiliki banyak kekurangan tak meniscayakan dirinya tumbuh menjadi orang yang buta akan ilmu pengetahuan. Semangat dan siap untuk mengembara-lah salah satu syaratnya. Ia telah membuktikan bahwa dengan semangatnya yang mengembara, mampu mengantarkan dirinya sebagai ahli ilmu yang diakui oleh banyak orang.

Baca Juga

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.

Terbaru

  • Daftar Sekarang! Beasiswa S2 di Italia dari IYT Scholarship 2026 Sudah Dibuka
  • Sejarah Hantavirus dan Perkembangannya Sampai ke Indonesia
  • Kementerian Pendidikan: Mapel Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027!
  • Ketua Fraksi PKB MPR-RI: Kemenag Respon Cepat Pendidikan Santri Ndolo Kusumo Pati yang Terdampak
  • Viral Video Sejoli Di Balai Kota Panggul Trenggalek, Satpol PP Janji Usut
  • Video Viral Wakil Wali Kota Batam Tegur Keras Pasir Ilegal
  • LPDP Buka Peluang Beasiswa S3 Prancis 2026, Simak Syaratnya!
  • Inilah Panduan Lengkap dan Aturan Main Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Jawa Tengah Tahun 2026
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar MOFA Taiwan Fellowship 2027
  • RESMI! Inilah Macam Jalur di SPMB Sekolah Tahun Ajaran 2026
  • Ini Loh Rute Terbaru TransJOGJA Per Mei 2026, Jangan Salah Naik!
  • Inilah Jadwal Operasional MRT Jakarta Per Mei 2026, Berubah Dimana?
  • Inilah Syarat dan Mekanisme Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Talenta (OSN, Seniman, Hafidz, Atlet dll) 2026/2027
  • Inilah Daftar Saham Farmasi di BEI Per Mei 2026, Pilih Mana?
  • Kesehatan Mental Itu Penting: Inilah Isi Chat Terakhir Karyawan Minimarket Sukabumi Bundir
  • Inilah Kampus Swasta Terbaik Jurusan Farmasi di Area Malang Raya
  • Cara Login EMIS 4.0 Kemenag Terbaru 2026 Pakai Akun Lembaga dan PTK Guru Madrasah Aktivasi
  • Survei Parpol Terbaru: Gerindra Unggul, PDIP Ketiga, PKB 5%
  • PKB Resmi Jalin Kerjasama dengan Institut Teknologi & Sains NU Kalimantan
  • Inilah Urutan Terbaru Pangkat TNI Angkatan Darat! (Update 2026)
  • Inilah Panduan Lengkap Operator Sekolah Mengelola SPTJM e-Ijazah dan Menghindari Kesalahan Fatal Data Kelulusan
  • Inilah Syarat dan Penilaian Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur UTBK
  • Download Video Viral Guru Bahasa Inggris? Awas Berisi Virus!
  • PKB Minta Kasus C4bul Pendiri Ponpes Pati Tidak Ada Ampunan & Tuntutan Maksimal
  • Inilah Kronologi Video Viral Preman vs Sopir Di Sumedang
  • Ini Alasan UKP Pariwisata Disindir Konten Kreator Drone Gunung Rinjani
  • Inilah Kronologi Viral Video Dugaan Asusila Pegawai Disdik Pasuruan di Mobil Dinas
  • Polisi Polda Sumut Resmi Dipecat: Dari Video Viral Sampai Sidang Etik Ini Kronologinya
  • ASUS ExpertBook Ultra: Produk Flagship yang Cerminkan Kepemimpinan ASUS di Pasar Global
  • Inilah Tahapan dan Syarat Pendaftaran Beasiswa Garuda 2026 Gelombang II (25 Mei – 25 Juni 2026)
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • Testing Baidu Ernie 5.1, ultra-efficient thinking mode to solve your most complex coding and reasoning challenges with ease
  • How to Evaluate AI Logic Performance Using DeepSeek V4 Flash Think and Gemini 3.1 Flash Light in Complex Reasoning Tests
  • How to Build Your Own Content Factory Using the New Google NotebookLM Intelligence Updates
  • How to Use DFlash for Blazing Fast AI Text Generation on Gemma 4 26B
  • How to Optimize Your AI Agent Using Compiled Knowledge Layers to Replace Traditional RAG Systems
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme