Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Penelitian: Potensi Remaja Terlibat Aksi Intoleran Tinggi

Posted on December 18, 2015

Jakarta, Potensi keterlibatan anak-anak muda dalam kasus-kasus intoleran di Indonesia masih cukup tinggi. Hasil penelitian The Wahid Institute menunjukkan bahwa mereka, terutama di sekolah-sekolah negeri, memiliki kecenderungan yang kuat untuk mendukung atau melakukan tindakan intoleran.

Demikian dipaparkan Alamsyah M. Dja’far, peneliti The Wahid Institute, dalam Youth Interfaith Forum yang digagas Search for Common Ground, Kamis (17/12), di Jakarta, yang diikuti tujuh puluh pemuda dari berbagai daerah dengan latar belakang agama dan keyakinan yang berbeda.

Misalnya, kata Alamsyah, dari penelitian Wahid Institute tahun 2014, dari 300 siswa di SMA Sejabodetabek, sebanyak 46 anak setuju membalas orang yang membakar dan menutup tempat ibadah mereka.

Aktivis NU ini juga menyebut hasil penelitian Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKiP) pada tahun 2011, yang menunjukkan bahwa sebanyak 52,3 persen siswa sekolah umum di Jabodetabek mendukung ideologi dan aksi kekerasan kelompok tertentu dalam penyegelan dan perusakan rumah ibadah. Begitupun dengan guru-gurunya, sebanyak 40.9 persen responden mendukung.

Menurutnya, menguatnya tindakan intoleran ini karena beberapa hal. Pertama, di ranah pemerintah, ada gejala lemahnya penyemaian pesan toleransi di dunia pendidikan, ketidakprofesional guru dan pejabat di sekolah dalam membedakan kepentingan pribadi terkait keyakinannya dengan sikap nondiskriminatif, dan masih adanya regulasi dan kebijakan yang mendukung intoleransi.

“Kedua, di ranah masyarakat, kampanye dan pola perekrutan kelompok intoleran, radikal, dan teroris yang sangat efektif dan militan. Kemudian, pengarusutamaan narasi toleransi, perdamaian, dan cinta tanah air terutama melalui media sosial belum maksimal,” sambungnya.

Savic Alieha, Sekretaris Lajnah Ta’lif wan Nasyr PBNU, menyampaikan potensi dan pekembangan internet terlebih media sosial dalam langkah penguatan penyelesaian konflik agama di Indonesia. Dalam kasus GKI Yasmin misalnya, dia mencontohkan betapa Twitter begitu efektif menyebarkan informasi. Menurutnya, media sosial memiliki jargon bersifat netral yang bisa digunakan oleh siapa saja untuk kebutuhan apa saja.

“Tantangan penggiat toleransi dalam penggunaan platform ini terletak pada menulis dan pembuatan konten yang masih kurang sehingga kalah dengan para pelaku intoleran,” tuturnya.

Dalam forum tersebut, anak-anak muda ini berkumpul membangun jaringan dan menyuarakan pesan damai untuk membendung intoleransi yang tengah marak terjadi. Suraji, Program Officer Search for Common Ground (SFCG) mengatakan bahwa forum ini diselenggarakan untuk mempertemukan aktivis gerakan kaum muda lintas iman agar lebih mengetahui masalah yang dihadapi di lapangan. Juga bagaimana menciptakan peluang kerja sama untuk terus mengampanyekan toleransi. (Red: Mahbib)

Sumber: NU Online

Terbaru

  • LPTNU Kritik Keras Rencana Penutupan Prodi: Kenapa Tidak Komprehensi & Berbasis Problematika Nyata?
  • Gus Rozin PWNU Jawa Tengah Setuju Cak Imin, Konflik PBNU bikin Warga Kesal dan Tidak Produktif
  • Pengamat: Prabowo Harus Benahi KAI, Aktifkan juga Jalur Kereta Lama & Baru
  • Sekjend PBNU: Jadwal Muktamar Usulan PWNU Sejalan Hasil Rapat Pleno & Rais Aam
  • PKB Desak Hukuman Maksimal Kasus Little Aresha & Evaluasi Total Sistem Penitipan Anak secara Nasional
  • PKB Usul Modernisasi Sistem Kereta dan CCTV di Kabin Masinis, Setuju?
  • Menteri PPA Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Polemik Pindah Gerbong Wanita di KRL
  • Cara Kirim Robux Mudah di Roblox Beli Skin Shirt Preview
  • Kronologi kasus dugaan penyebaran konten asusila oleh anak anggota DPRD Kutai Barat?
  • Inilah Alasan Kenapa Gelembung Air di Luar Angkasa Bisa Jadi Eksperimen Fisika yang Keren Banget
  • Inilah Contoh Naskah Doa Upacara Hardiknas 2026 yang Syahdu dan Penuh Makna
  • Inilah 10 Peringkat SMP di Daerah Istimewa Yogyakarta Berdasarkan Hasil TKA TKAD 2025/2026 Terbaru
  • Inilah Cara Download FF Beta Versi Terbaru 2026, Lengkap Dengan Cara Daftar Advanced Server Resmi
  • Inilah Cara Menghilangkan YouTube Shorts di Beranda Biar Nggak Menghambat Scrolling Kalian!
  • Inilah Kabar Gembira Program Magang Nasional 2026, Kuota Naik Drastis Jadi 150 Ribu Peserta!
  • Inilah House of Amartha: Mengenal Bisnis Thariq Halilintar di Balik Pernikahan Mewah El Rumi dan Syifa Hadju
  • Inilah Cara Kuliah S1-S2-S3 Gratis dan Cepat Lewat Beasiswa BIB Kemenag Jalur Akselerasi 2026
  • Inilah Aturan Baru Penugasan Guru Non-ASN 2026, Nasib Kalian Ditentukan Sampai Tanggal Ini!
  • Inilah Cara Daftar Pra SPMB Banten 2026 Biar Proses Masuk Sekolah Jadi Makin Lancar
  • Inilah Rincian Biaya Jalur Mandiri Untirta 2026 Lengkap Per Fakultas dan Program Studi
  • Inilah Cara Daftar Pra SPMB Kota Semarang 2026 untuk Calon Siswa SD, Jangan Sampai Ketinggalan!
  • Inilah Cara Daftar PPOP DKI Jakarta 2026: Persiapkan Diri Kalian Jadi Calon Atlet Elite Ibu Kota!
  • Inilah Alasan Raja Ampat Disebut Surga Terakhir di Bumi dengan Biodiversitas Laut Paling Gokil di Dunia
  • Inilah Tanggapan PKB Soal KPK Usul Syarat Capres Harus Kader Partai
  • Inilah 5 Calon Ketua DPC PKB Timor Tengah Selatan dan Perubahan Aturan Seleksi yang Perlu Kalian Perhatikan
  • Inilah 51 Kode Redeem FF Terbaru 29 April 2026, Ada Gintoki Bundle dan Skin Eksklusif!
  • Inilah Profil Abdul Kadir Karding, Politikus PKB yang Resmi Dilantik Menjadi Kepala Badan Karantina Nasional!
  • Inilah 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru Mei 2026, Ada Trik Rahasia Dapetin Pemain OVR 119 di Event TOTS!
  • Inilah iPhone Ultra, Bocoran Ponsel Lipat Pertama Apple dan MacBook Ultra Layar Sentuh yang Siap Mengguncang Pasar!
  • Inilah Bocoran Tanggal Rilis dan Gameplay EA Sports UFC 6 yang Paling Dinantikan
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Transform Your Windows 11 Interface into a Sleek and Modern Aesthetic Masterpiece
  • How to Understand Google’s New TPU 8 Series for Massive AI Training and Inference
  • How to Level Up Your PC Gaming Experience with the New Valve Steam Controller and Its Advanced Features
  • How to Master Excite Audio Bloom Drum Kits to Create High-Energy Rhythms in Your Digital Audio Workstation
  • How to Create Professional Animated Movies for Free Using Anijam AI and the Cedence 2.0 Video Model
  • How to Build Professional AI Designs Locally Using the Open Design Open Source Project
  • How to Sharpen Blurry Text and Recover Unreadable Documents Using Professional AI Enhancement Tools
  • How to use Claude Code for free by connecting to Open Router models
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme