Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Pengibaran Bendera Palestina di PBB, Sebuah Simbol dan Harapan

Posted on October 1, 2015

Jakarta, NU Online
Melekat pada tali tiang bendera yang dibasahi air hujan, sehelai kain yang tak segera diketahui bentuk identitas atau karakter nasional apa yang dilambangkannya, dikerek di Perserikatan Bangsa Bangsa, diiringi tepuk tangan, sorak sorai dan merujuk simbolisme serta harapan.

Akhirnya angin bertiup, dan bendera hitam, hijau, merah dan putih Palestina itu berkibar bebas untuk pertama kalinya di PBB setelah Majelis Umum menerima satu resolusi 10 September lalu untuk mengakui wilayah yang diduduki Israel sebagai sebuah negara.

Para diplomat dan staf berbaris berjajar di lapangan rumput tersiram air hujan di Rose Garden, PBB, di East River, guna menyaksikan pengibaran bendera itu.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menjadi orang pertama yang menyebutkan harapan, kendati dia berhati-hati sekali mengenai harapan apa yang disimbolkan dari sebuah bendera yang berkibar.

Sepertinya asa itu bukan merujuk harapan terwujudnya sebuah negara dalam waktu yang segera, melainkan suatu hari nanti.

“Ini hari membanggakan bagi bangsa Palestina di seluruh dunia. Ini hari penuh harapan. Ini adalah pengingat bahwa simbol itu penting,” kata dia.

“Semoga pengibaran bendera ini memberi harapan bagi bangsa Palestina dan komunitas internasional bahwa kenegaraan Palestinian dalam jangkauan.”

Bendera ini juga pengingat bahwa simbol tidak sembarangan bagi negara.

“Bendera itu gampang,” kata seorang pejabat Eropa yang mengikuti upacara pengibaran bendera Palestina itu. 

“Ada banyak suara nyaring yang menentangnya dari Israel dan Amerika, tetapi setidaknya itu bukan peta. Bayangkanlah menggambar batas-batas negara.”

Presiden Palestina Mahmoud Abbas memproklamasikan pengibaran bendera itu sebagai perlambang.

“Hari dikibarkannya bendera ini di seluruh Negara Palestina akan segera terwujud. Di Yerusalem, ibu kota Negara Palestina kami,” kata dia.

Tentunya tak semua orang yang hadir pada upacara di PBB itu bersetuju dengan kalimatnya.

Beberapa menit sebelum upacara, Abbas berbicara panjang lebar di Majelis Umum PBB mengenai kegagalan selama lebih dari dua dekade perjanjian dan negosiasi damai dalam  mengantarkan Negara Palestina yang sudah banyak dijanjikan orang.

Abbas terlihat putus asa dan sedih saat dia menyatakan Perjanjian Perdamaian Oslo adalah kegagalan, lalu mengancam mundur dari perjanjian itu dengan membiarkan Israel memikul sendiri tanggung jawab dan ongkos dari pendudukan penuhnya di tanah Palestina.

Di luar Rose Garden, Ghadeer Tarazi, perempuan warga Jerusalem, New York, kelahiran Palestina dan besar di Ramallah sebelum bekerja di PBB, bertepuk tangan begitu bendera Palestina dinaikkan.

“Saya senang sekali. Ini hari yang agung untuk bangsa Palestina dan Palestina. Ini pengakuan atas hak bangsa Palestina untuk memiliki negara. Ini adalah pengakuan bahwa seluruh dunia mengakuinya. Tapi saya berharap ini bukan semata simbol. Saya berharap ini berubah menjadi keadilan bagi bangsa Palestina,” kata dia.

Tarazi tak yakin itu akan terwujud. Perempuan ini menyimak pidato Abbas dan tidak terlalu optimistis.

“Saya kira perubahan seharusnya terjadi. Kita mesti menyadari hal itu mengingat (Perjanjian) Oslo tidak mewujudkan apa-apa dalam menolong rakyat Palestina. Kita tak bisa cukup hanya di sini,” kata dia.

Dan memang ada kecurigaan luas di kalangan rakyat Palestina bahwa itu hanya akan berlaku sebatas ini karena dengan cara begitu Israel dan sebagian besar dunia terpuaskan.

Seorang pejabat Palestina yang menolak menyebutkan namanya menyatakan bahwa Abbas yang akrab dipanggil Abu Mazen, menyuarakan apa yang lama diyakini bangsa Palestina: bahwa Israel tidak mematuhi Perjanjian Oslo dengan menghalang-halangi pendirian sebuah negara berdaulat dan bahwa negosiasi dengan pemerintahan Binyamin Netanyahu hanya akan mengekalkan pendudukan, bukan mengakhirinya.

Singkatnya, UU Otoritas Palestina tidak dibuat unuk rakyat Palestina, melainkan demi memenuhi kepentingan Israel.

“Netanyahu sejak lama menyatakan (Perjanjian) Oslo telah mati. Abu Mazen hanya menegaskan kembali. Dia berkata, kalian mungkin mengakui kami sebagai sebuah negara di PBB tetapi kami berada di bawah pendudukan dan kalian tak boleh melupakan itu,” kata sang diplomat.

“Saat ini Israel punya jalan bebas.  Tak ada konsekuensi dari pendudukan. Komunitas internasional membayar ongkos pendudukan. Segalanya harus berubah. Sungguh ini pengakuan kalah.”

Jadi, akankah pidato Abbas itu mengubah segalanya? “Saya meragukannya. Abu Mazen kehilangan kredibilitas di kalangan rakyat Palestina,” kata dia .

Upacara selesai, bendera diturunkan untuk dipasang dan dikibarkan kembali di ujung deretan bendera-bendera nasional di depan markas besar PBB.

Bendera Palestina ini akan terus berkibar di samping bendera Vatikan, anggota PBB non negara lainnya. (Antara/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

Terbaru

  • Inilah Alasan Kenapa Beli Follower IG itu TIDAK AMAN!
  • EPIK! Kisah Mesin Bor Tercanggih Takluk di Proyek Terowongan Zojila Himalaya
  • Bingung Cari Lokasi Seseorang? Cek Cara Melacak Pemilik Nomor HP Tanpa Bayar Ini, Dijamin Akurat!
  • Apa itu Logis? Kenapa Logika Bisa Berbeda-beda?
  • Ini Alasan Kenapa Fitur Bing AI Sedang Trending dan Dicari Banyak Orang
  • Sejarah Kerajaan Champa: Bangsa Yang Hilang Tanpa Perang Besar, Kok Bisa?
  • Gini Caranya Dapat Weekly Diamond Pass Gratis di Event M7 Pesta, Ternyata Nggak Pake Modal!
  • Inilah Trik Rahasia Panen Token dan Skin Gratis di Event Pesta Cuan M7 Mobile Legends!
  • Apakah Apk Pinjaman Cepat Galaxy Pinjol Penipu?
  • Cara Tarik Saldo APK Game Clear Blast
  • Apakah APK Game Clear Blast Penipu? Ini Reviewnya
  • Inilah Perbedaan SEO dan GEO + Tips Konten Disukai Google dan AI!
  • Inilah Cara Download Video TikTok 2026 Tanpa Watermark
  • Belum Tahu? Ini Trik Nonton Doods Pro Bebas Iklan dan Cara Downloadnya
  • Misteri DNA Spanyol Terungkap: Jauh Lebih Tua dari Romawi dan Moor!
  • Kenapa Belut Listrik itu Sangat Mematikan
  • Apa itu Tesso Nilo dan Kronologi Konflik Taman Nasional
  • Inilah 4 Keunikan Sulawesi Tengah: Kota Emas Gaib, Situs Purba dll
  • Kepulauan Heard dan McDonald: Pulau Paling Terpencil Milik Australia
  • Ghost Farm Janjikan Rp 3 Juta Cuma-Cuma, Beneran Membayar atau Scam? Ini Buktinya!
  • Apakah UIPinjam Pinjol Penipu? Cek Reviewnya Dulu Disini
  • Pengajuan Samir Sering Ditolak? Ternyata Ini Penyebab Tersembunyi dan Trik Supaya Langsung ACC
  • Lagi Viral! Ini Cara WD Fortes Cue ke DANA, Benaran Membayar atau Cuma Angin Lalu?
  • Bingung Pilih Paket? Inilah Perbedaan Telkomsel Data dan Telkomsel Data Flash yang Wajib Kalian Tahu!
  • Ini Alasan Pohon adalah Mahluk Hidup Terbesar di Dunia
  • Sempat Panas! Kronologi Perseteruan Cak Ji vs Madas di Surabaya, Gini Endingnya
  • Gila! Norwegia Bikin Terowongan Melayang di Bawah Laut
  • Cuma Terpisah 20 Mil, Kenapa Hewan di Bali dan Lombok Beda Total? Ternyata Ini Alasannya
  • Heboh Video Umari Viral 7 Menit 11 Detik dari Pakistan, Isinya Beneran Ada atau Cuma Jebakan Link? Cek Faktanya!
  • Tertipu Online atau HP Hilang? Ini Cara Melacak Nomor HP yang Nggak Tipu-Tipu!
  • Tailwind’s Revenue Down 80%: Is AI Killing Open Source?
  • Building Open Cloud with Apache CloudStack
  • TOP 1% AI Coding: 5 Practical Techniques to Code Like a Pro
  • Why Your Self-Hosted n8n Instance Might Be a Ticking Time Bomb
  • CES 2026: Real Botics Wants to Be Your Best Friend, but at $95k, Are They Worth the Hype?
  • Begini Cara Menggabungkan LLM, RAG, dan AI Agent untuk Membuat Sistem Cerdas
  • Cara Buat Sistem Moderasi Konten Cerdas dengan GPT-OSS-Safeguard
  • Inilah Cara Membuat Aplikasi Web Full-Stack Tanpa Coding dengan Manus 1.5
  • Inilah Cara Melatih AI Agent Agar Bisa Belajar Sendiri Menggunakan Microsoft Agent Lightning
  • Tutorial Optimasi LangGraph dengan Node-Level Caching untuk Performa Lebih Cepat
  • Apa itu Grubhub Crypto Scam? Ini Pengertian dan Kronologi Penipuan yang Catut Nama Grubhub
  • Apa Itu CVE-2025-59374? Mengenal Celah Keamanan ASUS Live Update yang Viral Lagi
  • Apa itu RansomHouse Mario? Ini Pengertian dan Mengenal Versi Baru ‘Mario’ yang Makin Bahaya
  • Inilah Risiko Fatal yang Mengintai Kreator OnlyFans, Dari Doxxing sampai Penipuan!
  • Apa itu Kerentanan FortiCloud SSO? Ini Pengertian dan Bahayanya
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme