Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Pertolongan Pertama saat Penderita Epilepsi Kambuh

Posted on April 19, 2022

Jakarta, Epilepsi adalah gangguan pada sistem saraf pusat akibat pola aktivitas listrik yang berlebihan di otak. Hal ini menyebabkan penderitanya mengalami kejang secara berulang-ulang pada sebagian atau seluruh tubuh. Seringkali orang dibuat bingung bagaimana cara melakukan pertolongan pertama pada pasien kejang.

Dokter Heri Munajib dari Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) menjelaskan cara pertolongan pertama ketika kejang terjadi.

“Pertolongan pertama ketika kita ketemu orang yang sedang kejang, penolong harus bersikap tenang. Itu yang paling penting. Karena kalau dia panik, juga tidak membantu banyak,” ujarnya pada tayangan Epilepsi, Stigma, dan Puasa Ramadhan, diakses Senin (18/4/2022).

Kemudian langkah selanjutnya adalah menjauhkan pasien dari benda-benda berbahaya, karena serangan, epilepsi bisa timbul di mana-mana, bisa ketika belanja di pasar, ketika nyetir, ketika main-main, bisa di mana pun. Saat pasien epilepsi jatuh di tengah jalan, harus dipinggirkan.

“Kemudian dihitung lama kejangnya berapa menit. Kalau lebih dari lima menit saran saya hubungi rumah sakit atau dibawa ke rumah sakit. Karena kalau lebih dari lima menit ada kemungkinan dia kejangnya lebih memanjang. Kemudian kalau terjatuh dimiringkan, hindari kepalanya dari benturan,” ungkapnya.

Menurut Heri Munajib yang paling penting jangan memasukkan sesuatu ke dalam mulut. Dirinya mengatakan sering menemui pasien kejang dimasukkan air, lalu tersedak dan air itu masuk ke dalam paru-paru, akhirnya terjadi infeksi paru.

“Jadi kalau orang kejang biarkan sampai kejangnya dia berhenti. Kalau epilepsi biasanya 1-3 menit, jangan dimasukkan sesuatu ke dalam mulut, baik itu orang dewasa maupun anak-anak. Saya sering sekali menerima pasien epilepsi terutama anak-anak, pasien kejang ibunya panik, ketika terjadi epilepsi dimasukkan sendok, dimasukkan kayu. Untuk apa?” tanyanya.

Ia mengimbau agar tidak memasukkan sendok atau kayu kepada pasien epilepsi yang sedang kambuh. Memang penderita epilepsi sering tergigit lidahnya, tetapi tubuh punya respons adaptif ketika mulai tergigit dia langsung ketarik. Tidak ada ceritanya penderita epilepsi itu lidahnya terpotong atau tergigit sampai putus.

“Kalau kita paksa pakai kayu, kita paksa pakai sendok, gigi ini bisa patah, begitu patah masuklah ke paru-paru. Kan ini jadi komplikasi. Itu seringkali. Jadi saya itu kasihan kepada pasien-pasien yang seharusnya hanya epilepsi saja, tapi karena ketidaktahuan terhadap serangan, dimasukkanlah ke mulut sehingga giginya patah, dan masuk ke paru-paru,” ujarnya.

Sering juga ditemui penderita epilepsi yang kejangnya menghentak-hentak tanah, sering dipegang tangannya. Menurutnya hal tersebut merupakan sesuatu yang salah.

“Saya sering menemui pasien yang sedang kejang-kejang dipegang tangannya erat-erat malah jadi patah. Lah ini kan salah sebenarnya kalau seperti ini, kalau setelah kejang nafasnya tidak normal segera dibawa ke rumah sakit, bisa jadi karena serangan epilepsinya yang memanjang,” pungkasnya.
 
Kontributor: Malik Ibnu Zaman Editor: Kendi Setiawan

 

Artikel ini di kliping dari www.nu.or.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.

Terbaru

  • Daftar Sekarang! Beasiswa S2 di Italia dari IYT Scholarship 2026 Sudah Dibuka
  • Sejarah Hantavirus dan Perkembangannya Sampai ke Indonesia
  • Kementerian Pendidikan: Mapel Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027!
  • Ketua Fraksi PKB MPR-RI: Kemenag Respon Cepat Pendidikan Santri Ndolo Kusumo Pati yang Terdampak
  • Viral Video Sejoli Di Balai Kota Panggul Trenggalek, Satpol PP Janji Usut
  • Video Viral Wakil Wali Kota Batam Tegur Keras Pasir Ilegal
  • LPDP Buka Peluang Beasiswa S3 Prancis 2026, Simak Syaratnya!
  • Inilah Panduan Lengkap dan Aturan Main Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Jawa Tengah Tahun 2026
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar MOFA Taiwan Fellowship 2027
  • RESMI! Inilah Macam Jalur di SPMB Sekolah Tahun Ajaran 2026
  • Ini Loh Rute Terbaru TransJOGJA Per Mei 2026, Jangan Salah Naik!
  • Inilah Jadwal Operasional MRT Jakarta Per Mei 2026, Berubah Dimana?
  • Inilah Syarat dan Mekanisme Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Talenta (OSN, Seniman, Hafidz, Atlet dll) 2026/2027
  • Inilah Daftar Saham Farmasi di BEI Per Mei 2026, Pilih Mana?
  • Kesehatan Mental Itu Penting: Inilah Isi Chat Terakhir Karyawan Minimarket Sukabumi Bundir
  • Inilah Kampus Swasta Terbaik Jurusan Farmasi di Area Malang Raya
  • Cara Login EMIS 4.0 Kemenag Terbaru 2026 Pakai Akun Lembaga dan PTK Guru Madrasah Aktivasi
  • Survei Parpol Terbaru: Gerindra Unggul, PDIP Ketiga, PKB 5%
  • PKB Resmi Jalin Kerjasama dengan Institut Teknologi & Sains NU Kalimantan
  • Inilah Urutan Terbaru Pangkat TNI Angkatan Darat! (Update 2026)
  • Inilah Panduan Lengkap Operator Sekolah Mengelola SPTJM e-Ijazah dan Menghindari Kesalahan Fatal Data Kelulusan
  • Inilah Syarat dan Penilaian Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur UTBK
  • Download Video Viral Guru Bahasa Inggris? Awas Berisi Virus!
  • PKB Minta Kasus C4bul Pendiri Ponpes Pati Tidak Ada Ampunan & Tuntutan Maksimal
  • Inilah Kronologi Video Viral Preman vs Sopir Di Sumedang
  • Ini Alasan UKP Pariwisata Disindir Konten Kreator Drone Gunung Rinjani
  • Inilah Kronologi Viral Video Dugaan Asusila Pegawai Disdik Pasuruan di Mobil Dinas
  • Polisi Polda Sumut Resmi Dipecat: Dari Video Viral Sampai Sidang Etik Ini Kronologinya
  • ASUS ExpertBook Ultra: Produk Flagship yang Cerminkan Kepemimpinan ASUS di Pasar Global
  • Inilah Tahapan dan Syarat Pendaftaran Beasiswa Garuda 2026 Gelombang II (25 Mei – 25 Juni 2026)
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • Testing Baidu Ernie 5.1, ultra-efficient thinking mode to solve your most complex coding and reasoning challenges with ease
  • How to Evaluate AI Logic Performance Using DeepSeek V4 Flash Think and Gemini 3.1 Flash Light in Complex Reasoning Tests
  • How to Build Your Own Content Factory Using the New Google NotebookLM Intelligence Updates
  • How to Use DFlash for Blazing Fast AI Text Generation on Gemma 4 26B
  • How to Optimize Your AI Agent Using Compiled Knowledge Layers to Replace Traditional RAG Systems
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme